Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Pemilihan, Model Terkenal.


__ADS_3

💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


Di perusahaan Wijaya group.


"Seperti perkataan Saya dua hari lalu. Jika Saya akan mengumumkan sampel produk baru kita yang sudah di lakukan uji coba sebanyak tiga kali. Sesuai peraturan pemerintah yang mewajibkan setiap produk mendapatkan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum di luncurkan." ucap Elvino degan gagahnya.


Pemuda itu lagi berdiri di samping komputer perusahaan. Dia selalu turun tangan sendiri dan tidak pernah mengandalkan orang lain yang menjadi bawahannya.


"Produk ini adalah yang banyak di gunakan oleh masyarakat di setiap harinya. Maka dari itu Saya memilih produk seperti ini. Jika kita meluncurkan produk baru, tapi jenis yang sama seperti biasanya. Maka sekarang bukanlah saatnya, karena perusahaan kita sedang membutuhkan dana anggaran yang cukup besar. Untuk mengganti kerugian yang sudah terjadi." lanjutnya tanpa ada yang menyela saat dia berbicara.


"Ini akan kita luncurkan Minggu depan dan akan keluar sebanyak seribu lima ratus. Tapi jika---"


"Maaf Tuan Muda! Bukan maksud Saya menyela perkataan Anda. Tapi apakah Anda sedang membuat lelucon atau sedang bermain-main? Bagaimana mungkin perusahaan besar seperti Wijaya group. Hanya meluncurkan seribu lima ratus produk?" tanya Hendrik yang langsung mendapat tatapan tajam dari yang lainnya, karena mereka semua sedang mendengarkan penjelasan Elvino yang belum selesai.


"Tuan Hendrik! Apakah anda memiliki anggaran? Jika kita langsung mengeluarkan produk ini seperti biasanya.?" tanya Elvino yang kembali duduk pada kursi kebesaran perusahaan Wijaya.


"Sekarang kita masih tahap uji coba, jika tidak laku siapa yang akan menutup kerugian ini?" pertanyaan yang dilontarkan oleh Elvino langsung membungkam mulut pria tersebut.


Akan tetapi para sekutu Manuel tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengeluarkan usul dan protes mereka. Apabila sudah ada yang berbicara duluan.


"Tapi Tuan Muda, jika kita hanya meluncurkan seribu lima ratus produk dan kebetulan tidak laku di pasaran. Maka kita akan lebih malu lagi dari perusahaan lain, karena pasti akan dianggap sudah kehabisan modal," sambung laki-laki yang merupakan rekan baik Manuel. Dia juga memiliki saham di perusahaan Wijaya group sebanyak dua puluh tujuh persen.

__ADS_1


"Tidak apa-apa bila kita dianggap kehabisan modal. Daripada memaksakan diri yang sama saja artinya, menggali kuburan untuk perusahaan Wijaya Group." El yang memiliki sifat tenang. Tentu tidak akan terkena dengan hasutan orang lain yang akan menjebak dirinya.


"Tapi... Saya sangat yakin jika produk ini akan laku di pasaran, karena kita akan memakai jasa model terkenal yang berpasangan. Tujuannya untuk mempromosikan produk tersebut." lanjut pemuda itu tersenyum kecil karena dia sudah menebak bahwa orang-orang Manuel pasti mencari cara agar menggagalkan apa yang sudah dirancang oleh Elvino.


"Saya rasa keputusan Tuan Muda El sudah tepat. Kita akan menunjukkan produk ini hanya untuk melakukan uji coba terlebih dahulu. Bila sukses dan habis terjual, barulah kita luncurkan produk baru lagi.' bukannya begitu Tuan Muda?" kata Pak Andes memastikan bahwa apa yang dikatakan sama seperti yang sudah direncanakan oleh Presdir mereka.


"Huem, benar sekali Pak Andes. Setelah produknya habis barulah kita luncurkan yang baru dengan jenis dan merek yang sama. Namun, dengan harga tentunya berbeda dari sebelumnya, saat kita melakukan promo." jawab El yang langsung mendapatkan tepuk tangan dari orang-orang yang masih berpihak pada Tuan Arka ayahnya dan sekarang mendukung penuh apa yang sudah direncanakan oleh Elvino.


Prok!


Prok!


"Saya juga sangat setuju Tuan Muda. Anda ternyata memiliki pemikiran yang sangat luas. Sehingga sekali berdayung, dua atau tiga pulau akan terlampaui." seru mereka berdiri dari tempat duduk masing-masing sambil bertepuk tangan. Padahal rapat baru saja dimulai. Akan tetapi mereka ternyata sudah menyetujui keputusan sang pemimpin.


"Hebat Tuan Muda, Saya rasa ide Anda ini sangatlah cemerlang dan patut diacungi jempol. Mari kita bekerja sama untuk menjadikan produk ini laku di pasaran." timpal Manuel yang tak ubahnya menjadi seekor anjing.


"Terima kasih Pak Manuel. Mari kita lakukan kerjasama agar perusahaan Wijaya group bisa kembali stabil seperti semula, karena Saya tanpa kalian bukanlah siapa-siapa dan tidak akan pernah bisa memajukan perusahaan ini, apabila sendirian," jawab Elvino merendahkan dirinya sendiri untuk berpura-pura percaya pada Manuel.


Soalnya di balik sikap tenang yang ditunjukkan oleh sang pemimpin. Tadi pagi mereka sudah melakukan penjebakan terhadap orang-orang Manuel yang ingin menghancurkan rencana Elvino.


Sehingga Pak Romi pun ikut turun tangan. Agar rencana yang sudah diusahakan oleh Elvino. Yaitu buat bangun dari kesusahan yang dia alami perusahaan Wijaya Group bisa berjalan lancar.


Beliau pagi ini berpura-pura memberikan sampel yang sudah mereka tukar kepada Aldo. Padahal yang diberikan itu bukanlah yang asli. Melainkan sampel palsu agar bisa dicuri oleh penghianat perusahaan.


Dengan begitu sampel aslinya akan tetap aman dan tidak akan ada yang bisa menggagalkan usaha tuan muda mereka.


"Jadi kita akan memakai model yang mana Tuan Muda? Biar Saya sendiri yang menemui mereka untuk mengajak kerjasama ini." jawab salah satu pemegang saham yang juga percaya bahwa Elvino mampu membawa perusahaan Wijaya group berdiri kokoh. Seperti semula tanpa adanya terpaan seperti sekarang.

__ADS_1


"Kita akan memakai model yang bernama Alisa dan Reno dari agenci ternama. Saya lihat dari majalah-majalah yang Saya baca, wajah mereka selalu tampil mempromosikan produk-produk dari perusahaan ternama yang ada di luar negeri." jawab Elvino yang sudah mempersiapkan semuanya.


"Tapi Tuan Muda, jika mereka berdua dari agensi ternama. Apakah dana yang harus kita keluarkan tidak akan mahal? Sementara kita tahu sendiri bahwa para model-model ternama. Mereka biasa melakukan kontrak, sebelum mulai melakukan pemotretan." tanya seorang pemegang saham yang bernama Sendi. Dia masih muda sama seperti Elvino. Menggantikan posisi ayahnya yang lagi sakit.


"Untuk pemotretan pertama, yaitu artinya hanya untuk produk kita yang seribu lima ratus. Kita usahakan agar membayar mereka di awal. Akan tetapi bila produk ini sukses, baru kita langsung melakukan kontrak kerjasama." jelas Elvino karena sebelum ada yang protes tentang hal tersebut. Pemuda itu sudah memikirkan terlebih dulu.


"Oke, oke! Saya akan siap mengeluarkan uang pribadi buat membayar mereka," seru Pak Andes kembali bertepuk tangan.


"Tuan Muda, Saya sangat yakin jika saat ini kita akan sukses. Produk kita pasti akan laku di pasaran." lanjut Pak Andes memberikan pujiannya dan diangguki oleh oleh yang lainnya.


"Terima kasih Pak Andes, Saya akan ganti rugi uang pribadi Anda. Tapi apabila produk kita sudah laku terjual." jawab El tersenyum, karena ternyata apa yang dia usahakan tidak terlalu sulit.


Meskipun banyak pengkhianatan, tapi masih banyak juga orang-orang baik dan jujur di perusahaan Wijaya Group. Sehingga Elvino tidak kewalahan harus berjalan sendiri.


"Eum... maaf Tuan Muda, jadi rencananya kapan kita mulai melakukan pemotretan untuk promo? Karena sebelum produk diluncurkan, biasanya promo sudah dilakukan terlebih dahulu. Sehingga masyarakat mulai penasaran dengan bentuk barang yang kita jual." kata Pak Romi seraya mengangkat tangannya ke atas untuk diizinkan berbicara.


"Apabila sudah bertemu dengan mereka berdua dan sepakat dengan bayaran yang sudah kita buat. Maka secepatnya kita akan melakukan pemotretan, karena lebih cepat akan lebih baik. Jadi jangan membuang-buang waktu dengan percuma." jawab si tampan tetap terlihat berwibawa.


"Kalau begitu hari ini juga, Saya berangkat ke agensi mereka untuk merekomendasikan dua model terkenal ini, untuk melakukan pemotretan Kalau bisa dalam waktu dua hari ini" sahut pria yang tadi menawarkan dirinya untuk mencari model yang sudah dipilih oleh Elvino.


"Oke, Pak! Kalau begitu pekerjaan ini Saya serahkan kepada Anda, karena Saya akan mengerjakan pekerjaan yang lainnya." jawab Elvino setuju.


Setelah pembicaraan masalah sampel selesai. Mereka semua melanjutkan lagi membahas hal yang lainnya. Akan tetapi kali ini rapatnya tidak lama. Hanya sekitar satu jam kurang lebih, si tampan ElVino sudah berdiri dari kursinya dan berkata.


"karena kita sudah mendapatkan kesepakatan yang sama-sama menguntungkan kita semua. Jadi rapat hari ini selesai! Dan kalian boleh kembali pada pekerjaan masing-masing." ucapnya seraya meninggalkan ruangan tersebut dan kembali ke ruang kerjanya sendiri, karena Elvino sudah merindukan ingin mendengar suara istri cantiknya.


"Selamat siang Tuan Muda. Apakah anda ingin dipesankan sesuatu untuk makan siang hari ini?" tanya si sekretaris perusahaan.

__ADS_1


"Huem, iya! Tolong pesankan saja. Apabila kamu belum makan siang. Maka sekalian pesan, agar nanti dibayarnya juga sekalian." jawab El yang tidak menunggu si sekretaris berbicara, karena dia langsung masuk ke dalam ruangan kebesaran perusahaan Wijaya group.


... BERSAMBUNG... ...


__ADS_2