
💝💝💝💝💝💝
...HAPPY READING......
.
.
"Jika kau tidak becus bekerja maka diam saja dirumah dan menjadi layaknya anak kecil." ucap Eza yang membuatnya kembali mendapatkan siraman diwajahnya. Ya, pelayan itu sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Namun, si calon pewaris Wijaya group malah mengejek gadis itu.
Sungguh aneh! Eza yang pendiam menjadi banyak bicara. Entah karena dia melihat kecerobohan gadis tersebut atau karena memang suasana hati yang tidak baik.
Pyuur!
"Up! Maaf Tuan Muda... Saya tidak bisa bekerja dan karena Saya masih anak kecil, jadi Anda harus memaafkan kesalahan kecil ini, kan." gadis itu tersenyum menyeringai dan menyerahkan nampan di tangannya pada Eza.
"Titip sekalian ya, karena Saya mau cepat pergi bermain." ucapnya lagi membuat Eza mengeram kesal. Jika bukan di tempat umum dan menjadi pusat perhatian maka pemuda tersebut akan memberi gadis itu pelajaran yang setimpal.
"Brengsek! Awas kau ya... berani sekali menyiram ku dengan jus jeruk."
__ADS_1
Umpat Eza menahan diri untuk tetap tenang. Padahal celana dan bajunya sudah basah. Ralat! Bahkan muka Eza juga sudah disiram dengan jus jeruk dari meja pelanggan yang berada disebelahnya.
"Za... maaf ya, kita bertiga tidak tahu akan seperti ini. Namun, kau tenang saja aku akan menyuruh manajer di sini membawa gadis cantik tadi." ucap Riki menahan tawa karena biasanya si calon pewaris selalu menjadi incaran para gadis. Akan tetapi hari ini malah disiram layaknya ayam jantan.
"Tidak usah! Kalian tunggu saja, karena aku mau ke salah satu butik milik oma ku yang tidak jauh dari tempat ini." cegah Eza memilih untuk menganti pakainya saja. "Mana kunci mobilnya!" dia mengulurkan tangannya dan langsung diserahkan oleh Leo.
"Apakah kamu tidak mau diantar, Za? Biar Marvel dan Riki saja menunggu kita disini." tanya Leo bersiap untuk menemani sahabatnya.
"Tidak! Aku bisa sendiri." tahu jika Eza tidak suka dibantah apalagi bila suasana hatinya lagi buruk seperti saat ini. Ketiga sahabatnya hanya membiarkan dia pergi sendiri.
"Gila! Baru kali ini ada gadis yang berani pada Eza." Marvel tersenyum setelah kepergian sahabat mereka.
Sementara itu Eza yang sudah selesai menganti pakaian baru di butik milik Nyonya Risa, yaitu oma nya. Bersiap-siap untuk kembali ke kafe tempat ketiga sahabatnya. Namun, tanpa di duga dia malah bertemu seorang gadis cantik berjongkok dipinggir jalan.
"Kenapa dengannya?" tanya Eza tidak jadi masuk kedalam mobilnya dan malah berjalan mendekati gadis yang dia lihat.
"Hai..." sapanya lebih dulu. Sehingga gadis itupun mendongak keatas untuk melihat kearah sumber suara.
"Iya, ada yang bisa dibantu?"
__ADS_1
"Kau sedang apa?" tanya Eza. Dia tertarik mendekati gadis itu karena melihatnya bersama seekor kucing jalanan.
"Aku lagi memberi kucing ini makanan. Kasihan dia sepertinya kelaparan." jawab gadis itu yang sudah kembali berdiri.
"Apakah kau pecinta kucing?" Eza kembali bertanya.
"Heum, iya. Bahkan kakak ku juga pecinta kucing."
"Apakah dia gadis kecil waktu itu? Soalnya rambutnya juga panjang dan memiliki kakak laki-laki."
Batin Eza karena sudah bertahun-tahun dia mencari gadis yang telah memberinya kucing. Hal itulah yang membuat Eza tidak pernah tertarik pada gadis manapun.
... BERSAMBUNG... ...
.
.
...Maaf ya karena beberapa hari ini tidak up lagi. Soalnya keadaan Mak Author drob lagi. Padahal sudah memasuki trimester kedua. Namun, semuanya atas kuasa Allah. Jadi hanya bisa bersabar dan berdo'a agar bisa sembuh seperti semula. Insya Allah jika sehat Mak Author akan up setiap hari. Terima kasih karena kalian sudah bersabar menunggu ceritanya.😘😘🙏...
__ADS_1