Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
I Love You My Hubby.


__ADS_3

💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


Ceklek!


Suara pintu kamar mandi yang dibuka oleh Elvino. Pemuda tampan itu sudah selesai membersihkan tubuhnya yang lelah, karena seharian ini dia menunggu pembuatan kalung untuk istrinya.


Soalnya sidang skripsi nya juga hanya memakan waktu dua jam setengah. Nah dari setelah itulah dia langsung pergi ke Toko perhiasan, milik salah satu orang tua sahabatnya di kampus.


"El, kamu sudah selesai," ucap Adel yang sekarang tidak takut seperti diawal. Apabila melihat tubuh bagian atas suaminya yang tentunya bertelanjang dada.


Mungkin karena sudah biasa, menjadi terbiasa. Namanya juga tinggal satu kamar dalam jangka waktu kurang lebih hampir dua bulan. Jadi kedekatan di antara mereka tercipta sendiri tanpa ada paksaan dari siapapun.


"Sudah, tunggu sebentar, ya. Setelah itu kita turun buat makan malam." jawab El membawa baju gantinya masuk ke dalam ruang khusus ganti baju.


Hanya sekitar sepuluh menit kemudian, dia sudah keluar dengan tampilan baju rumahan yang sialnya selalu terlihat tampan.


"Fiiuh! Kamu melihat apa? Huem!" El meniup muka istrinya dengan tersenyum jumawa.


"Aku---"


"Jatuh cinta pada suami sendiri juga tidak apa-apa, Del," sela pemuda itu sudah menarik pinggang istrinya sehingga tubuh mereka saling menempel dan hanya dibatasi oleh perut besar Adelia saja.


Ya, sekarang perut Adelia sudah besar karena kehamilannya sudah menginjak hampir lima bulan penuh. Si bayi juga sudah mulai aktif apalagi bila saat malam hari. Tepatnya saat ada Elvino. Si calon bayi seakan tahu jika ayahnya sudah pulang.


"E--el!"seru si ibu hamil yang kedua tangannya sudah menempel pada dada bidang suaminya yang dibalut oleh kaos pendeknya.


"Huem... apa? Apakah kamu bisa mendengar jantungku yang mau melompat keluar karena berdekatan dengan mu?" tanya Elvino yang sangat menikmati bila melihat wajah istrinya memerah seperti kepiting rebus.



"Ternyata kamu sangat cantik, pantas saja hati aku langsung terisi penuh oleh namamu," tergelak sendiri karena malu akan ucapannya yang pernah menghina Adelia. Tau-taunya dia sendiri yang jatuh cinta lebih dulu.


"Kamu bicara apa sih," tersenyum karena sudah tidak tahan menahan malu sendiri.

__ADS_1


"Aku tidak bicara apa-apa, hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu," aaah siapapun tolonglah Adelia. Saat ini calon ibu muda itu sangat ingin pergi mengunakan lorong waktu ataupun pintu Doraemon. Agar bisa bersembunyi dari suaminya.


"El, apakah kamu---"


"Tidak! Aku tidak pernah merayu siapapun. Kecuali Istriku sendiri, karena selama ini mereka yang merayuku." menyela cepat karena jika masalah hubungan dengan wanita otak Elvino begitu encer.


Tidak sama bila menyelesaikan pekerjaan kantor. Boleh dikatakan hampir tiga Minggu bekerja dia setiap hari melakukan kesalahan.


"Kamu dua kali menyela ucapanku," Adel memanyunkan bibirnya karena sebetulnya dia sedang menyembunyikan rona bahagianya.



"Apa kamu malu?" tanya Elvino semakin tersenyum. Rasanya dia ingin mengigit istrinya saat ini juga.


"Apakah sangat terlihat?" bukannya menjawab. Tapi si ibu hamil malah balik bertanya.


"Tidak terlalu terlihat, sih. Hanya saja aku dapat merasakannya. Jantung mu juga berdegup cukup kencang." "jawab Elvino seraya menundukkan kepalanya kearah perut istrinya berkata.


"Sayang... bantu papa ya, untuk bisa mendapatkan cinta mamamu. Tolong bisikan dari dalam. Katakan agar segera menerima papa yang tampan ini," perkataan Elvino yang jumawa tentu saja membuat Adel tertawa.


Suaminya itu memiliki tingkat kepercayaan tinggi, yang tidak diragukan lagi. Meskipun apa yang dia katakan memang benar.


"Adel, kamu menangis?" seru si suami siaga khawatir. "Apakah perkataan ku melukai hatimu?" lanjutnya lagi yang sudah kembali berdiri seperti semula.


Elvino memang sudah diizinkan oleh Adel untuk menyentuh perutnya. Soalnya terkadang dia tidak bisa tidur, bila perutnya belum di usap oleh suaminya. Sepertinya calon Elvino junior akan ada lagi.


"El, aku tidak menangis, ini hanya sedang merasa bahagia saja," Adelia menatap mata suaminya lekat.


"Kamu tidak berbohong?" El kembali menyakinkan.


"Tidak! Aku serius! Ada yang ingin aku katakan padamu," setelah dipikir-pikir sekaranglah waktu yang tepat untuk Adelia berkata jujur tentang perasaan yang ia miliki.


"Mengatakan apa? Apakah mau sesuatu?"


"Bukan," Adelia mengelengkan kepalanya cepat. "Aku akan mengatakannya sambil memeluk mu saja." si ibu hamil tiba-tiba memeluk tubuh suaminya.


Sehingga membuat Elvino merasa heran dan menyergit sampai satu alisnya terangkat keatas. Namun, dia tidak bertanya dan membiarkan saja apa yang hendak dilakukan oleh istri kecilnya.


"Apa, huem? Ibu hamilku mau mengatakan apa?" tergelak karena Adel malahan terlihat sangat menggemaskan bagi Elvino.

__ADS_1


"El," memangil singkat saja. Akan tetapi posisinya masih tetap sama. Yaitu kepalanya menempel pada dada bidang Elvino, karena Adel memang tidak terlalu tinggi.


"Apa sayang nya Elvino? Ayo cepat katakan! Nanti aku khilaf dan benar-benar menggigit dirimu." desak pemuda itu yang tangannya balas memeluk Adel sambil mengelus rambut panjang istrinya.


"Eum, sebenarnya! Sebenarnya... aku juga sudah menyukaimu," jawab Adelia seperti orang berbisik.


Namun, meskipun seperti itu, Elvino masih bisa mendengar dengan jelas. Lalu El pun meregangkan pelukan mereka. Agar bisa menatap muka istrinya.


"Apakah aku tidak salah dengar? Benarkah kamu menyukai ku?" tanyanya dengan jantung berdebar-debar tidak menentu.


Si ibu hamil tidak menjawabnya. Tapi dia menganggukkan kepalanya pelan. Jangan lupakan dia juga tersenyum dengan pipi merah merona.


Elvino tersenyum sebelum dia sedikit menundukkan kepalanya dan.


Cup!


Elvino memberikan satu kecupan singkat pada bibir ranum istrinya, yang belum pernah dia cicipi. Dulu saat mencetak Elvino junior. El tidak ingat pernah melakukannya atau tidak.


"I love you... eum, terima kasih karena akhirnya kamu mau memberiku kesempatan untuk menjadi suami dan ayah untuk kalian berdua." sekarang bergantian Elvino yang menarik Adel kedalam pelukannya.


Dia mencium pucuk kepala sang istri berulangkali. Untuk menyalurkan betapa dia mencintai Adel.


"I love you my Hubby. Aku juga berterima kasih padamu, karena sudah mau menerima ku. Pad---"


Cup!


"Kita pernah membicarakannya. Jadi mari kita buat lembaran untuk kita bertiga saja. Yaitu aku, kamu dan anak kita," sela Elvino yang degan nakalnya mengecup bibir Adelia lagi.


Untungnya si ibu hamil masih polos yang namanya masalah percintaan, karena dia memang belum pernah pacaran. Jadi membiarkan Elvino mengecup bibirnya.


"Elvino, terima kasih! Aku benar-benar beruntung bisa menemukan laki-laki sepertimu. Anakku sangat beruntung karena mempunyai ayah siaga sepertimu. Kamu adalah suami dan ayah yang bertanggung jawab." ucap Adel yang sudah tidak malu lagi mengungkapkan perasaannya.


"Ingat, dia juga anakku. Aku papanya, jadi jangan pernah bilang anakmu sendiri." protes Elvino tidak terima bila Adel menyebut anaknya saja.


"Iya, iya! Ini anak kita berdua, karena jika anakku sendiri, mana mungkin akan sebaik ini," tawa Adel karena apa yang dia katakan ingin mengingatkan Elvino, bahwa ngidamnya yang aneh-aneh itu seperti Nyonya Risa, saat hamil Elvino.


...BERSAMBUNG......


__ADS_1


__ADS_2