Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Mau Melahirkan.


__ADS_3

💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


Tujuh bulan kemudian.


Kehidupan Adelia bersama anak dan suaminya semakin bahagia. Eza sekarang sudah mulai sekolah dari jam delapan sampai jam sepuluh pagi.


Elvino setiap hari selalu berangkat ke perusahaan sekalian mengantar anak dan istrinya ke sekolahan khusus. Yaitu untuk balita seumuran Eza yang bertaraf internasional.


Lalu saat pulangnya nanti. Apabila Elvino benar-benar sibuk tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Maka yang akan menjemput Adelia dan Eza adalah Sekretaris Demian. Seperti itulah setiap harinya.


Soalnya Adel dan Elvino memang sudah sepakat tidak akan pernah menggunakan jasa babysitter untuk mengasuh putra mereka. Makanya Adel harus menemani Eza di sekolah.


Sedangkan Arya dan Raya. Pasangan itu lagi menanti kelahiran anak pertama mereka yang belum tahu jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan.

__ADS_1


Semenjak kehamilan Raya sudah menunggu harinya. Arya tidak pernah lagi berangkat ke perusahaan. Dia sudah memiliki Sekertaris pribadi. Yaitu Aldo, salah satu orang kepercayaan Elvino.


Rencananya setelah lahiran si calon buah hati. Arya juga akan masih mengambil cuti sampai istrinya benar-benar sembuh. Soalnya pasangan suami-istri tersebut sudah membuat kesepakatan tidak akan pindah ke rumah salah satu orang tua mereka. Supaya adil jadinya tetap tinggal di rumah sendiri. Agar tidak ada orang tua yang merasa iri.


"Ar..." panggil Raya karena melihat suaminya baru menyusul dia yang lagi duduk di Taman samping rumah.


"Apa, sayang?"


"Tidak ada apa-apa. Aku merasa sepertinya tidak sampai satu Minggu lagi aku sudah lahiran," ucap Raya yang sejak pagi sudah merasakan kontraksi.


Namun, ibu hamil itu tidak mau mengatakan pada suaminya. Sebab bila bersangkutan dengan istri dan calon anaknya. Arya begitu posesif memiliki tingkat kekhawatiran begitu tinggi.


Mungkin itu semua karena Arya yang mengalami morning sickness sampai kehamilan Raya memasuki lima bulan. Jadinya pemuda tampan itu selalu merasa was-was.


"Arya, tenanglah! Eum... aku memang sudah merasa kurang enak pada perutku. Tapi ini tidak apa-apa dan---"


"Ayo kita berangkat ke rumah sakit sekarang juga. Kamu cukup duduk dulu di ruang tamu. Agar aku dan bibi menyiapkan perlengkapan untuk di rumah sakit," sebelum Raya menyelesaikan ucapannya. Arya sudah motongnya lebih dulu, sambil membantu istrinya berdiri.


"Tapi---"

__ADS_1


"Raya, please! Jangan membuatku semakin khawatir. Kita harus ke rumah sakit untuk periksa. Tapi sekalian membawa perlengkapan kalian berdua," selanya lagi yang sudah tidak bisa dibantahkan.


Dengan berjalan pelan Arya menuntun istrinya sampai ke ruang tamu. Lalu ia pergi lagi masuk untuk menemui pembantu rumah tangga tersebut. Agar memasukkan barang perlengkapan Raya dan calon buah hati mereka ke dalam mobil.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bersiap-siap,karena semuanya sudah disiapkan sejak awal bulan.


"Non, apakah tidak mau makan dulu?" tanya asisten rumah tangga setelah selesai memasukkan keperluan ke dalam mobil mewah yang akan di sopir oleh Pak Yanto. Yaitu sopir pribadi mereka yang biasanya mengantar Bibi berbelanja.


Arya tidak mau membawa mobil sendiri karena dia tidak akan fokus. Gara-gara sudah khawatir pada keadaan Raya.


"Tidak, Bi. Aku masih kenyang. Tapi nanti tolong hubungi mama ya, katakan jika aku sepertinya mau melahirkan," tolak Raya yang semakin merasakan kontraksi.


"Baiklah, Nona tidak perlu khawatir. Saya akan mengabari semuanya. Agar menyusul ke rumah sakit," jawab si Bibi yang sudah bekerja lama pada keluarga Wijaya.


"Sayang, ayo kita berangkat sekarang," ajak Arya yang sudah datang setelah menganti pakainya. Soalnya tadi pemuda itu hanya memakai celana jeans pendek.


"Iya, ayo," Raya tersenyum kecil untuk menenangkan hati suaminya. "Arya, tangan mu sangat dingin. Tenanglah semuanya akan baik-baik saja,"


"Iya, aku hanya takut kamu tidak kuat merasakan sakitnya," jawab Arya jujur karena saat mengalami morning sickness. Dia merasa sudah tidak sanggup.

__ADS_1


"Ini tidak sakit, jadi jangan khawatir," Raya kembali menenangkan suaminya. Begitulah sampai mereka tiba di rumah sakit.


... BERSAMBUNG... ...


__ADS_2