
💝💝💝💝💝💝
...HAPPY READING......
.
.
Pagi pun menyapa. matahari terbit dengan cerah menyinari bumi seperti biasanya.
Semalaman ini keluarga Wijaya. Yaitu Elvino bersama ibu, adik dan istrinya. Mereka semua menginap di rumah sakit. Tidak ada yang kembali ke rumah.
bahkan adik-adik dari Tuan Arka juga subuh tadi baru meninggalkan rumah sakit. Pada setelah Tuan Arka dibawa ke ruangan ICU tadi malam. El sudah mengatakan apabila para tantenya ingin pulang. Namun, karena mereka semua sangat menyayangi Tuan Arka dan khawatir dengan keadaan beliau, jadinya tidak ada yang mau pulang.
Keadaan Nyonya Risa sudah jauh lebih baik, begitupun dengan yang lainnya. Hanya keadaan Tuan Arka lah yang belum ada perubahan sama sekali. Sedangkan Sekretaris Demian juga sudah sadar sejak pukul empat pagi.
Akan tetapi dia juga belum bisa memberikan begitu banyak keterangan, karena keadaannya juga sangat parah. Mungkin dia pulih lebih cepat karena usianya masih muda. Berbeda dengan Tuan Arka yang sudah di atas kepala empat.
Pagi-pagi sekali satu orang asisten rumah tangga dan juga sopir pribadi Nyonya Risa yang mengantar mereka ke rumah sakit kemarin sore. Sudah datang lagi membawa pakaian dan makanan yang dibutuhkan oleh majikan mereka semua.
Jadinya Elvino bisa mandi di rumah sakit dan bersiap-siap untuk berangkat ke perusahaan. Ternyata berita duka yang menimpa Presdir Wijaya Group, sudah masuk berita televisi maupun sosial media lainnya.
Sehingga nilai saham perusahaan Wijaya group tadi malam, langsung menurun drastis. Semua itu tentu saja ada hubungannya dengan para penghianat di perusahaan tersebut.
Selama ini mereka semua mengetahui bahwa Elvino sangat tidak bisa dijadikan seorang pemimpin. Jadi berhubung sekarang Tuan Arka sedang sakit dan belum diketahui keadaannya.
Saat inilah kesempatan Manuel untuk mengajukan putranya sebagai pimpinan direktur yang baru.
__ADS_1
Akan tetapi semua itu tidak semudah membalikan telapak tangan, karena meskipun begitu banyak pengkhianat di perusahaan Wijaya. Masih banyak pula para orang-orang yang setia pada Tuan Arka.
Makanya hari ini adalah rapat seluruh pemegang saham yang diadakan secara mendadak oleh semuanya secara serentak.
"Selamat pagi semuanya," siapa Tuan Abraham, ayah dari Sekretaris Demian. Beliau datang tadi malam, tepatnya pada pukul setengah sembilan malam.
"Selamat pagi juga Paman! Mari silakan masuk," sambut Elvino yang tengah bersiap-siap dibantu oleh istrinya.
"Risa, bagaimana keadaanmu?" tanya beliau lagi, yang memang bila degan ibunya Elvino bersahabat. Jadi hanya menyebutkan nama saja. Tidak ada embel-embel Nyonya ataupun sebagainya.
"Keadaanku baik-baik saja. Tapi suamiku, dia---"
"Sudah tidak apa-apa, semua ini pasti akan ada hikmahnya. Jadi kalian semua harus bersabar." sela Tuan Abraham langsung duduk di sofa kosong, samping tempat beliau berdiri saat ini.
"Iya, aku juga sudah melihat keadaannya tadi subuh. Semoga dia bisa melewati masa kritisnya, karena aku dan anak-anakku benar-benar tidak sanggup apabila kehilangan dirinya sekarang." jawab Nyonya Risa kembali menitikaan air matanya.
Sebab istri mana yang akan baik-baik saja, sementara suaminya berada di ruang ICU dalam keadaan kritis.
"Keadaanya sudah mulai stabil, hanya saja untuk memberi penjelasan pada polisi dia belum bisa," Tuan Abraham menghela nafas dalam-dalam.
"Paman... Apakah Paman sudah mengetahui berita saham pagi ini?" kali ini Elvino yang bertanya dan duduk di hadapan Tuan Abraham. Karena dia sudah selesai bersiap-siap tinggal berangkat ke perusahaan saja.
"Iya, sudah! ternyata sesuai dugaan kita, jika mereka bergerak cepat karena tidak ingin melewatkan kesempatan emas ini," jelas beliau seraya memperbaiki cara duduknya.
"Paman, bisakah paman menemaniku memimpin rapat hari ini? Sebentar lagi Arya akan datang. Nanti dia yang menemani Tante Puput menjaga Demian,"
"Justru karena hal itulah Paman datang ke sini. Kita akan berangkat ke perusahaan sebentar lagi. Hari ini adalah hari yang sangat genting bagi perusahaan Wijaya Group, El. Jadi mana mungkin Paman akan lepas tangan dan membiarkanmu sendirian menghadapi masalah ini," jawab Tuan Abraham yang lebih tahu apa rencana dari para musuh-musuh mereka.
__ADS_1
"Terima kasih! Aku tahu, jika Paman adalah satu-satunya orang yang bisa menolongku, untuk menyelesaikan masalah ini," Elvino tersenyum kecil.
"El, Paman hanya bisa membantu semampunya, Nak. Kita lihat dulu, nanti apa yang akan terjadi di saat para pemegang saham lagi berkumpul semuanya, dan hari ini juga kita akan mengetahui siapa saja orang yang bermuka dua dan yang benar-benar tulus, baik kepada ayahmu," Terang beliau sambil melirik jam tangannya.
"Baiklah! Berhubung sudah jam setengah tujuh, Paman akan kembali ke ruangan Demian. Setelah itu baru berangkat ke perusahaan." Tuan Abraham berdiri dari duduknya karena dia juga tidak memiliki banyak waktu.
"Oh, iya, Paman! silakan karena aku juga akan berangkat sekarang juga," kata Elvino ikut berdiri.
Lalu setelah Tuan Abraham meninggalkan ruangan tersebut. Pemuda itu berjalan mendekati ibunya dan berkata.
"Mama, maafkan Elvino karena tidak bisa menjaga kalian semua. Soalnya sekarang El harus berangkat ke perusahaan."
"Ya, pergilah, Nak! Mama percaya bahwa kamu bisa menyelesaikan semuanya. Meskipun keadaan papa sedang tidak baik-baik saja. Do'a Mama selalu menyertaimu," jawab Nyonya Risa memberi pelukan hangat untuk sang putra.
"Terima kasih, Ma, karena kalian semua selalu memberi dukungan pada Elvino," pemuda itu kembali tersenyum kecil.
"Tentu sayang, kami semua akan selalu memberi dukungan padamu. Berhati-hatilah menghadapi orang-orang seperti Manuel. Mama tidak ingin mereka mencelakaimu lagi, sudah cukup sekarang papa yang terbaring tidak berdaya di ruang ICU." ujar beliau lagi.
"Huem! Mama tidak perlu khawatir, tadi malam El sudah menghubungi orang-orang kepercayaan Papa. Untuk menambah keamanan di rumah sakit ini dan juga saat Elvino pergi keluar," papar pemuda itu sambil melepaskan pelukan mereka. Lalu dia berjalan lagi mendekati istrinya untuk berpamitan juga.
"Sayang, kamu tidak boleh kemana-mana, ya. Termasuk keluar dari rumah sakit ini. Jika ingin sesuatu, kamu tinggal katakan pada Arya. Dia yang akan membantu menjaga kalian disaat aku tidak ada," Elvino juga memberikan pelukan pada sang istri.
"Iya, jangan khawatir! Aku tidak akan kemana-mana dan hanya di sini saja. Buat menjaga mama dan papa. Tapi kamu juga harus berhati-hati lagi. Jangan lupa untuk istirahat dan makan siang," pesan si ibu hamil yang sama mengkhawatirkan keadaan suaminya.
"Huem, pasti!" El mengelus pipi istrinya yang sudah mandi sejak pagi. Meskipun mereka menginap di rumah sakit. Akan tetapi pasilitas di ruang tempat Nyonya Risa dirawat, adalah ruangan VIP yang sama mewahnya seperti mana hotel bintang lima.
Cup!
__ADS_1
"Sayang, jangan nakal ya, jaga mama, karena Papa akan berangkat bekerja," tidak lupa si tampan juga mencium perut buncit istrinya yang membuat Nyonya Risa tersenyum, begitu pula dengan Adelia.
...BERSAMBUNG......