
💝💝💝💝💝💝
...HAPPY READING......
.
.
Sudah hampir satu jam Elvino masih berkutat di depan laptop. Namun, si ibu hamil yang kelelahan setelah percintaan singkat yang tidak pernah lebih dari satu jam. Belum juga bagun dari tidurnya.
Sehingga membuat El mau tidak mau menutup laptopnya dan memilih mengurus istrinya lebih dulu, karena dia tidak mungkin membiarkan sang istri tidur sampai pagi dan melewatkan makan malamnya.
"Baiklah! Sekarang lebih baik aku mengambil makan malam buat Istriku dulu. Setelahnya baru lanjut kerja lagi. Percuma aku kerjakan setengah mati, bila Istriku sakit tidak bisa menikmati semuanya."
Gumam si suami idaman berdiri dari sofa. Dia tidak mendekati istrinya lagi. Namun, memilih untuk keluar dari kamar buat mengambil makanan lebih dulu.
"Selamat malam Tuan Muda! Apakah makan malamnya mau di antarkan ke dalam kamar saja?" sebelum El memberikan perintah. Tapi asisten di rumah tersebut sudah bertanya lebih dulu, karena mereka menunggu sejak tadi. Untuk melayani anak majikannya.
__ADS_1
"Iya, tapi siapkan saja di atas nampan. Biar Saya membawanya sendiri." Si tampan duduk di kursi meja makan. Untuk menunggu bibi menyiapkan semuanya.
"Iya, Tuan. Akan Saya siapkan sebentar," jawab wanita setengah baya itu sopan.
"Bi Imah, tolong buatkan Saya kopi seperti biasanya." ucap Elvino lagi karena pekerjaannya belum selesai. Takut matanya tidak kuat menahan kantuk.
"Baik Tuan," jawab wanita bernama imah tersebut langsung merebus air baru lagi, karena El tidak menyukai air dari termos yang sudah lama.
Tidak lama, hanya kurang lebih dari sepuluh menit. Semua yang di perlukan tuan mudanya sudah berada didalam nampan.
"Apakah Saya bantu saja sampai ke depan kamar Anda, Tuan Muda?" tanya si bibi takut Elvino kesusahan membawa nampan yang sudah penuh oleh kopi dan piring kosong juga.
"Iya Tuan, nanti kami antar ke kamar, Anda." kata wanita bernama imah mengangguk mengerti. Setelah itu Elvino pun kembali lagi masuk ke kamar mereka yang terletak di lantai bawah.
Untungnya saat keluar tadi Elvino tidak mengunci pintunya. Jadi dia tidak terlalu susah saat masuk membawa nampan makanan seperti sekarang.
Begitu masuk, Elvino menyimpan makanan tersebut di atas meja samping laptopnya.
__ADS_1
"Sayang, sayang! Ayo bagunlah! Kamu belum makan malam," membangunkan pelan istrinya yang lagi tidur miring arah ke pinggir ranjang tempat tidur. Jadinya El bisa duduk di samping tubuh istrinya.
"Sayang, ayo bangun dulu. Setelah makan baru lanjut tidur lagi." kembali mengulangi perkataannya.
"Sayang," pemuda itu mengelus pipi istrinya yang langsung membuat Adelia mengerjabkan matanya pelan.
"El," gumam kecil si ibu hamil dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Bangun dulu, setelah makan malam. Baru tidur lagi." mulut menyuruh istrinya bangun. Tapi tangannya terangkat untuk mengelus kepala sang istri. Sehingga membuat Adelia semakin malas untuk bangkit dari tempat tidurnya.
"Aku masih mengantuk dan tidak mau makan,"
"Kenapa bisa seperti itu, kamu belum makan apa-apa. Jadi duduk di sini saja. Biar aku yang suapi di sini," tidak menunggu jawaban istrinya, si suami siaga langsung saja mengambil makanan dari atas meja. Lalu dia bawa lagi keatas ranjang tempat tidur.
"Ayo buka matanya, jika malas untuk duduk," Elvino sudah mengisi satu piring penuh karena dia juga akan sekalian makan malam juga.
Biasanya hampir setiap hari, Adelia juga lebih sering makan disuapi olehnya. Hanya saja selama di rumah sakit mereka makan masing-masing. Mungkin karena tidak enak mau bermesraan bukan pada tempatnya.
__ADS_1
...BERSAMBUNG......