
💝💝💝💝💝💝
...HAPPY READING......
.
.
Satu bulan kemudian.
Di kediaman keluarga Wijaya semuanya lagi berkumpul. Yaitu adalah keluarga Elvino dan Raya. Sekarang kedua anak dari konglomerat itu sama-sama sudah memiliki keluarga.
Semenjak pulang dari rumah sakit Raya dibawa pulang ke rumah ibu mertuanya dan hari ini adalah pertama kalinya bagi bayi Cica Aqila Wijaya datang kerumah opa dan omanya. Bayi tersebut sangat cantik, mewarisi kecantikan dan paras rupawan dari papanya.
Bukan hanya itu saja, Eza sebagai kakak sepupu juga selalu mengatakan bahwa dia akan menjadi seorang kakak laki-laki yang melindungi sang adik. Seperti mana Elvino menjaga keluarga Wijaya.
Hal sepele tapi sangat membanggakan bagi Elvino. Pria itu ingin putranya mewarisi sifat lemah lembut sang istri. Pengertian dan memiliki kesadaran saat El terpuruk.
Sampai saat ini kedua pasangan suami-istri tersebut belum mau memiliki anak lagi. Mereka berdua hanya mau fukos membesarkan Eza menjadi anak yang dibanggakan.
"Mama, nanti dedek Qila sekolah tama Eda ya?" ucap Eza yang tidak mau jauh dari adik sepupunya. Semenjak Raya dan Arya datang, Eza sudah mengklaim bahwa Cica adalah adiknya.
"Iya, nanti Kakak Eza yang akan menjaga adik Cica," bukan Adel yang menjawab, tapi Elvino yang baru saja datang dari taman belakang.
"Kak, Kakak habis menelepon siapa? Kenapa mengangkat panggilan telepon harus pergi dari sini dan sampai hampir dua puluh menit loh." tatapan terintimidasi ditujukan oleh Raya.
__ADS_1
"Jangan macam-macam ya, Kak. Jika sampai Kakak El berani menduakan cinta Kakak ipar, maka bersiap-siaplah. Raya bukan hanya meledakan mobil seharga tujuh milyar. Tapi Raya akan menghancurkan perusahaan Wijaya group." ancam Raya yang langsung mendapatkan sentilan pada dahinya oleh sang kakak.
Pletak!
"Adek bicara apa? Sembarangan bilang mau menghancurkan perusahaan Wijaya. Kakak mana mungkin menduakan cinta kakak ipar mu." jawab El kesal pada sang adik.
"Memangnya kamu menerima telepon dari siapa, El? Kenapa harus menjauh dari sini jika hanya rekan bisnis." sekarang Nyonya Risa yang tadinya diam ikut menimpali.
"El menerima telepon dari teman kerja ma," sebelum menjawab El melirik kearah istrinya. Sehingga membuat Adel menaruh curiga pada suaminya. Tidak biasanya Elvino bertingkah aneh seperti hari ini.
"Sayang, aku tidak berbohong. Percayalah!"
"Ya, aku percaya padamu," Adel tersenyum kecil. Namun, wanita cantik itu langsung memberikan Bayi Cica pada ibu mertuanya. Lalu diapun berpamitan untuk ke kamarnya yang berada dilantai atas.
"Sayang, aku tidak berbohong. Tadi---"
"Ya, aku percaya padamu, El. Aku hanya mau ke kamar mandi." sela Adelia buru-buru pergi meninggalkan ruang keluarga. Namun, baru saja dia menaiki tangga, pergelangan tangannya sudah dicekal oleh Elvino.
"El, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" ucapnya menahan rasa yang tidak menentu.
"Tidak! Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kita ke belakang untuk melihat sesuatu." sebelum Adelia sempat menjawab pria tersebut sudah menarik paksa istrinya kearah taman samping rumah.
"El, apa yang kau lakukan? Tolong lepaskan aku!"
"Tidak akan, sayang. Jangan membuatku menggendong mu." jawab El tidak mau membiarkan Adelia pergi.
__ADS_1
"Lihatlah! Tadi aku bukan menelepon perempuan, melainkan menelepon kurir yang mengantar sepeda ini." ucapnya menjelaskan.
"El, ini sepeda siapa? Untuk apa kau membelinya?"
"Tentu saja untuk istri tercintaku. Bukankah dirimu pernah bercerita pada Bibi Asih ingin memiliki sepeda? Nah inilah sepedanya sebagai kado ulang tahunmu. Aku memang tidak membelikan mobil ataupun barang mewah yang lainnya, Karena aku tahu dirimu tidak menyukai barang-barang seperti itu."
"El... terima kasih! Aku benar-benar bahagia dan maafkan aku sudah---"
"Shuuit! Tidak apa-apa. Aku merasa bahagia bila melihat mu cemburu. Itu tandanya jika mamanya Eza sangat mencintaiku sama seperti aku yang mencintainya." sela pria tersebut membuat Adelia langsung memeluk tubuhnya.
"Terima kasih, El. Aku memang sangat menyukai hadiah ini."
"Huem, iya. Aku yang justru berterima kasih padamu, karena sudah mau menjadi istri serta ibu untuk anakku." Elvino mengecup lama kening istrinya. Pasangan suami-istri tersebut saling berpelukan untuk mencurahkan rasa cinta mereka satu sama lain.
Pernikahan yang dulunya terpaksa karena sebuah kejadian. Akan tetapi kini berakhir dengan bahagia dan saling mencintai.
... Tamat....
.
.
...Assalamualaikum Kakak Raeder semuanya. Terima kasih ya... karena kalian semua mau membaca karya receh Mak Author. Mohon maaf juga sudah menggantungkan cerita ini sampai beberapa bulan lamanya. Namun, semua itu gara-gara keadaan Mak Author benar-benar drob. Sekali lagi terima kasih banyak sudah mau mengikuti sampai Bbg Elvino dan Adelia hidup bahagia. Peluk dan cium untuk kalian semua.😘😘😘🙏🙏🙏 Bila berkenan ayo mampir di novel Mak yang lainnya. Insya Allah mulai besok pagi akan update karya yang belum tamat. ...
__ADS_1