Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Memberi Semangat.


__ADS_3

💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


Ceklek!


Pintu ruangan Adelia di rawat terbuka lebar. Sehingga membuat pasangan suami-istri itu sama-sama menoleh kearah pintu. Ternyata yang datang adalah Nyonya Risa sendirian. Soalnya Tuan Arka lagi ada rapat penting di perusahaan mereka.


Sedangkan si cantik Raya, lagi sekolah. Rencananya setelah pulang dari sekolahnya nanti dia akan datang buat menjenguk sang kakak ipar kesayangan.


"Mama," sambut Adelia dan Elvino secara bersamaan.


"Pagi sayang! Bagaimana keadaan mu dan cucu Mama?" setelah menaruh buah-buahan segar yang dia bawa. Nyonya Risa langsung berjalan menghampiri sang menantu dan putranya. Lalu ia peluk keduanya secara bergantian.

__ADS_1


Namun, yang paling lama dipeluknya adalah Adelia. Seperti Elvino bukan anak kandungnya.


"Kami baik-baik saja, Ma. Ini juga habis diperiksa USG." jawab Adelia setelah melepaskan pelukan mereka. Sejak kembali dari ruang USG. Gadis itu memang tidak baring lagi. Dia meminta duduk saja, karena lebih terasa Nyaman daripada berbaring terus-terusan.


"Syukurlah! Mama sangat senang mendengarnya," kata wanita setengah baya itu tersenyum dan duduk di kursi samping sang menantu.


Sedangkan Elvino sejak tadi malah duduk disamping paha Adelia. Dia duduk diatas ranjang sambil mengobrol sebelum mamanya datang.


"Tapi... kandungan Adel lemah, Ma. Dia tidak bisa lagi kelelahan, karena usia Adel masih muda.. Jadi hal seperti ini sudah biasa terjadi, kata Dokter Arsinta." Elvino yang berkata, karena jika Adelia sendiri mana mungkin akan menyampaikan berita tersebut. Dia hanya tidak ingin membuat ibu mertuanya khawatir.


"Huh!" Nyonya Risa menghela nafas panjang. "Dari dapat berita istrimu masuk rumah sakit, Mama sudah menduganya. Mama juga tahu jika gadis seumuran Adel bila hamil, pasti sangat rentan," lanjut beliau karena dia sudah menduganya sejak awal.


Ternyata memang sangat berpengaruh besar, karena setelah istrinya hampir keguguran. Elvino akhirnya meminta pekerjaan itu sendiri.


"Makanya Adel tidak boleh bekerja lagi," tutur Elvino seraya turun dari atas ranjang. Sekarang sudah waktunya dia pulang ke Apartemen buat menyiapkan proposal melamar pekerjaan di perusahaan sang ayah.


"Itu memang keputusan yang baik, sejak awal Mama memang tidak mau Adel bekerja. Tapi karena dia tidak mau memberatkan papa, jadinya mencari pekerjaan sendiri," ibu dan anak itu mengobrol yang didengar oleh Adelia.

__ADS_1


"Ma, titip Adel, El mau kembali ke Apartemen dan setelahnya berangkat ke perusahaan," ucap El sudah mengambil ponselnya yang dia taruh di samping tangan istrinya.


"Tanpa kamu pinta tentu Mama akan menjaganya. Tapi apakah kamu serius mau bekerja?" tanya beliau karena kurang yakin pada niat baik sang putra.


"Ya seriuslah! Makanya El mau pulang ke Apartemen buat nyiapin sarat untuk melamar pekerjaan. Semoga saja papa tidak memperdulikannya,"


"Baguslah! Kalau begitu setelah pulang dari rumah sakit kalian kembali ke rumah saja, bagaimana?" seru Nyonya Risa tersenyum karena dia sangat menginginkan anak dan menantunya kembali ke rumah.


"Jika Adel sih terserah sama El saja, Ma,"jawab gadis itu menatap pada suaminya. Berhubung tadi El mengatakan akan bertanggung jawab atas semua kebutuhan Adel dengan hasil dia bekerja. Jadi gadis itu tidak mungkin mengambil keputusan sendiri.


"Tidak apa-apa, tapi setelah Adel sembuh kami akan kembali ke Apartemen lagi," putus Elvino yang tidak tenang juga meninggalkan Adel sendirian. Soalnya sekarang istrinya belum sehat seperti biasanya.


"Nah! Ini baru putra Mama, yang menjadi laki-laki bertanggung jawab. Tidak mempersulit istrinya. Masa' kamu kalah dari Adel," ujar Nyonya Risa merasa senang dengan perubahan sang putra.


"Mama," keluh Elvino karena mamanya kalau lagi mengoceh sampai ke hutan Amazon.


"Adel, aku pergi dulu ya, jika ada apa-apa bilang aja pada Mama," pamit El pada sang istri.

__ADS_1


"Huem, iya, kamu hati-hati," Adelia tersenyum manis sambil menarik tangan Elvino untuk dia cium. "Semoga berhasil," ucapnya lagi memberikan dukungannya.


__ADS_2