Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Untuk Kalian. ( Elvino )


__ADS_3

💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


Fiuh!


"Agh... a--aku mau ti--tidur sekarang," ucap Adelia begitu merasakan sejuk di mukanya karena tiupan dari mulut Elvino. Pemuda itu benar-benar merasa gemas pada tingkah istrinya yang salting.


"Eh, bukannya kamu ingin menemani ku belajar?" cegah El tergelak karena bukannya menjawab pertanyaan nya. Akan tetapi Adel langsung menutupi tubuhnya dengan selimut sampai hanya kepalanya saja yang terlihat.


"Aaaaaa... dia kenapa begitu menggemaskan. Lama-kelamaan aku gigit itu pipi yang sudah seperti bakpao," teriak El di dalam hatinya. Dia terus tersenyum sambil mengigit bibirnya yang terasa gatal ingin mengigit pipi sang istri.


"Adel, apakah kamu tidak kepanasan?" godanya mulai menghadap kearah laptop yang masih menyala.


"Eum... tidak, aku malah kedinginan," asal jawab saja, yang penting bisa menyembunyikan wajahnya yang terasa panas karena merasa malu.


"Baiklah! Jika kepanasan bilang saja, aku akan menambah suhu AC nya." Elvino yang harus belajar akhirnya melepaskan Adel untuk kali ini. Akan tetapi belum tahu untuk hari-hari berikutnya.


Bisa jadi dia akan benar-benar mengigit istrinya itu. Apalagi bila sifat Adelia tiba-tiba berubah seperti anak kecil. Meskipun terkadang jengkel. Namun, Elvino sangat menikmati perannya yang sangat berguna bagi sang istri.


"Kenapa aku merasa bahagia sekali melihat dia bisa tersenyum saat bersamaku? Huh... tidak mungkin aku menyukainya, kan? Tidak, tidak! Mana mungkin secepat ini juga, kan?" Elvino kembali bergumam sambil sesekali melihat kearah ranjang tempat tidurnya.


Tidak terasa sampai hampir satu jam kemudian. Ponselnya kembali bergetar dan ketika dilihat olehnya satu nomor baru lagi. Namun, Elvino sudah tahu siapa orangnya.


Tttttddd!


Ttttddd!


"Oh, astaga! Ini si lampir kenapa lagi sih," seru El menatap kesal pada layar ponselnya yang kembali menyala dan bergetar.

__ADS_1


"Shiiit! Ini cewek nggak akan berhenti buat meneror aku apabila belum diangkat juga." gerutu nya sambil berdiri, karena El akan berbicara di balkon saja. Dia tidak mau menganggu istrinya yang lagi tertidur.


Namun, sebelum pergi keluar. Dia berjalan pelan kearah ranjang tempat tidur. Untuk menurunkan sedikit selimut pada tubuh istrinya.


El tidak mau hanya karena digoda olehnya. Adel sampai susah bernafas dibawah selimut. Sebab dia tahu jika Adelia malu karena apa yang dia lakukan tadi.


Tidak lupa sambil berjalan Elvino juga mematikan lampu kamar dan menyisakan lampu tidur saja.


Kleeek!


Elvino membuka pelan pintu ke arah balkon. Lalu ia tutup sedikit agar angin malam tidak masuk kedalam kamarnya.


Ttttddd!


📱 Siska : "El... kenapa kamu tidak mengangkat panggilan telepon dariku dan tidak membalas pesan dariku juga?" tanya wanita bernama Siska yang sudah meneleponnya sejak tadi.


Padahal Elvino tadi kembali lagi memblokir nomornya. Entah berapa banyak gadis itu memiliki nomor baru atau mungkin ponsel yang lainnya.


📱 Elvino : "Ada apa? Memangnya kita seakrab apa sehingga aku harus menerima panggilan darimu," jawab El sampai menjauhkan ponselnya dari tepi telinga.


📱 Siska : El, aku mohon, jangan sedingin ini. Aku mendengar dari anak-anak kampus. Katanya kamu dan Cica sudah putus, 'kan?" tanya gadis itu yang sudah mendengar berita dari teman satu kampus mereka, yang mengatakan bahwa Elvino sudah jomblo.


Itu artinya dia kembali memiliki kesempatan buat mendekati Elvino. Soalnya bukan hanya dia saja yang memiliki harapan seperti itu. Akan tetapi hampir semua mantan kekasihnya Elvino.


📱 Elvino : "Iya, aku sudah putus sama Cica. Lalu masalahnya dengan mu apa?" meskipun sudah tahu mau apa gadis itu meneleponnya. El tetap bertanya. Dia ingin tahu, sampai mana usaha Siska.


📱 Siska : "El, aku ingin kita pacaran lagi. Mau ya, aku mohon! Aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan. Termasuk mahkota ku," mohon Siska yang membuat Elvino langsung tertawa.


📱 Elvino : "Ha... haa... Siska, sudah berapa kali aku katakan padamu. Jangan pernah menghubungi ku lagi. Hubungan kita sudah berakhir. Cica saja baru aku putusin beberapa hari lalu. Jadi untuk apa aku kembali padamu, bila dia saja aku lepas," jawab El masih tetap sama seperti biasanya.


📱 Siska : "Kenapa? Kenapa kamu tidak mau sama aku, Cica atau gadis lainnya? Apakah kamu sudah memiliki gadis yang kamu cintai? Atau kekasih selain anak-anak kampus kita?" tanya wanita itu terisak karena dia memang sudah berulangkali mengajak Elvino kembali untuk berpacaran.


Namun, si tampan Elvino selalu menolaknya. Siska juga kuliah satu tempat dengan Elvino. Dia adalah wanita yang menurut teman-temannya paling beruntung.

__ADS_1


Sebab dari sekian banyak pacar Elvino.. Hanya ketika pacaran dengannya lah yang paling lama. Yaitu sampai empat bulan.


Sedangkan bersama gadis lain hanya sampai dua atau tiga bulan saja. Soalnya El adalah selebritis di kampusnya. Para gadis tidak melihat kebodohannya saat belajar. Namun, mereka menilai dari ketampanan dan juga kekayaannya.


Siapa yang tidak kenal Elvino Atma Wijaya. Anak dari pengusaha terkenal dan nomor satu di ibu kota mereka.


📱 Elvino : "Karena aku tidak mencintai kalian, jika kamu bertanya apakah aku sudah memiliki kekasih. Maka aku akan menjawabnya." El terdiam sesaat sebelum melanjutkan ucapannya lagi.


📱 Elvino : "Siska, aku bukan hanya sudah memiliki kekasih.. Tapi aku sudah mempunyai istri yang sedang mengandung anakku. Jadi berhentilah meneror ku dengan nomor baru mu." jelas El tidak ingin berurusan dengan para mantannya lagi.


📱 Siska : "Bohong! Kamu tidak mungkin sudah menikah. Kamu pasti hanya mencari car---"


📱 Elvino : "Aku tidak berbohong. Sudahlah, aku mau belajar, jangan meneleponku lagi," sela pemuda itu langsung memutuskan sambungan telepon mereka.


"Huh! Begini nih, resiko punya wajah tampan." keluhnya sambil berjalan masuk dari balkon untuk kembali ke kamarnya.


Kleeek!


"Huom! Aaah, aku jadi mengantuk juga," Elvino menguap karena matanya sudah terasa berat.


Lalu dia mendekati sofa untuk memastikan laptop nya yang belum dimatikan.


"Wah sudah jam sepuluh," ucapnya melihat jam mewahnya yang ia pakai.


"Mending aku tidur sekarang, biar besok bisa bangun lebih awal. Kan besok adalah hari pertama aku bekerja untuk dua orang ini," Gumamnya tersenyum memperhatikan wajah damai Adelia yang tertidur sangat nyenyak.


"Terima kasih, karena dirimu selalu memberi aku semagat. Meskipun aku sendiri ragu pada kemampuanku sendiri. Akan tetapi aku akan berusaha agar bisa menjadi lebih berguna lagi. Setidaknya untuk dirimu dan... anak kita," lama Elvino menatap dan bergumam sendiri.


Sampai matanya benar-benar mengantuk dan tertidur bersama sang istri. Wanita yang membuatnya ingin bekerja.


Seseorang bisa berubah pada jalan kebaikan karena seseorang. Namun, bisa berubah delapan puluh derajat jahat dan kejam. Juga karena seseorang.


Jadi tidak semua yang kita nilai buruk itu semuanya salah. Begitu pula dengan kebaikan, bukan berarti mereka tidak pernah melakukan kesalahan.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*...


__ADS_2