Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Yang Membuat Hati Bergetar. Raya )


__ADS_3

💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sepuluh menit. Mobil mewah edisi terbatas milik si tampan Elvino sudah tiba didepan rumah mewah orang tuanya.


Lalu setelah mematikan mesin mobil. El membuka sabuk pengaman pada tubuh Adelia maupun dari tubuhnya sendiri.


Hal sederhana, yang selalu pemuda itu lakukan. Yaitu caranya memanjakan sang istri yang semakin hari justru terlihat semakin cantik saja.


Padahal di dalam gendongannya saat ini ada si buah hati yang tidak tidur selama dalam perjalanan. Eza justru mengobrol dengan papanya. Segala sesuatu yang tidak dia ketahui pasti akan Eza tanya dan dengan sabarnya El menjelaskan agar anaknya mengerti.


"Mama tunggu, ya. Biar Papa yang membuka pintu mobilnya," ucap El yang turun dari mobil lebih dulu. Dia memang sengaja sesekali memanggil istrinya mama. Hal serupa juga sering dilakukan oleh Adelia.


Kleeek!

__ADS_1


Suara pintu mobil yang dibuka oleh Elvino. "Ayo turun," ajaknya pada sang istri degan tersenyum tampan.


"Terima kasih suamiku, papa nya Eza yang tampan." ucap Adel yang membuat anaknya tertawa.


"Papa au tulun, eda dayan dili," pinta si kecil ketika mereka baru mau memasuki pintu utama.


"Tidak usah, Papa gendong saja. Nanti malah Eza kecapean dan tidak bisa menemani Opa memberi kelinci makan." jawab El yang tidak menuruti kemauan sang putra.


"Mama," Eza menatap mamanya yang berjalan dibelakang mereka.



"Tidak boleh juga, kan. Tidak percaya sih sama omongan Papa," ujar El tertawa yang membuat Eza diam tidak berontak minta diturunkan lagi.


"Selamat datang Tuan, Nona dan Tuan Muda Eza yang tampan." tawa Raya berjalan kearah kakak dan keponakannya.


"Adek tumben sekali sepagi ini sudah bersiap-siap. Mau pergi kemana?" tanya El menatap penampilan adik perempuan satu-satunya degan intens.


"Inikan weekend, Kak. Jadi Raya mau pergi jalan-jalan sama pacar lah," jawab gadis cantik itu tersenyum sumringah setelah menyebutkan kata pacar.

__ADS_1


Soalnya dia langsung mengigat Arya sang kekasih hati. pemuda yang sudah berhasil membuatnya jatuh cinta untuk yang pertama kalinya.


Ya, selama ini Raya selalu menolak apabila ada laki-laki yang mengajaknya berpacaran karena ingin fokus pada kuliah dan alasan sebenarnya adalah dia belum merasakan hatinya bergetar, apabila berada di dekat para pemuda yang menyatakan cinta padanya.


Akan tetapi berbeda bila pada Arya. Sejak pertama kali bertemu dengan pemuda itu, Raya sudah jatuh hati duluan dan begitu pula sebaliknya.


"Adek Pa---"


"Onty dendong," ucapan Eza yang merentangkan kedua tanggapannya agar digendong oleh sang Tante.


Apabila sudah tiba di rumah utama. Si kecil memang sangat manja pada para penghuni rumah tersebut. Termasuk pada beberapa orang asisten rumah tangga.


"Baiklah-baiklah! Onty akan langsung mengedong Eza," ujar Raya sudah mengambil alih untuk menggendong keponakan tersayangnya. Sehingga membuat Elvino tidak menanyakan lagi tentang kekasih sang adik.


"Papa sama mama mana, Dek?" tanya Adelia sambil mengikuti langkah Raya dan Elvino suaminya.


"Mama sudah menunggu kita untuk sarapan bersama. Karena siang ini Raya akan pergi untuk merayakan ulang tahun teman yang berada sangat jauh dari sini." jawab gadis cantik itu yang membuat El berhenti melangkah.


...BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2