Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Niat El.


__ADS_3

💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


"Kakak lagi melakukan apa pada Kak Adel? Kenapa di dalam mobilnya sangat lama?" tanya Raya menatap sang Kakak penuh selidik.


Seakan-akan kakaknya itu baru saja habis melakukan sebuah tindakan kejahatan. Padahal tadi El dan Adelia hanya membahas perihal anak mereka.


"Kakak tidak melakukan apapun, kamu ini pasti punya pemikiran buruk pada Kakak, ya?" sekarang bergantian Elvino menuduh adiknya.


"Benarkah? Tapi kenapa Raya kurang percaya pada ucapan kakak, ya," jawab si cantik Raya masih berdiri disamping mobil kakaknya. Dia menunggu Adel keluar dari mobil.


Soalnya Elvino melarang istrinya untuk turun sendiri dari mobil. Padahal Adel sudah berulang kali mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan bisa berjalan sendiri.

__ADS_1


"Jika tidak percaya pada Kakak, maka tanyakan sama Kakak iparmu. Apakah Kakak melakukan sesuatu padanya atau tidak, imbuh El menuntun tangan sang istri bak seperti seorang lansia.


"Kak Adel," ucap gadis itu pada sang kakak ipar.


"Huem, apa, dek?" jawab Adel yang memang tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Raya dan suaminya.


"Apakah Kak El melakukan sesuatu pada Kakak?" karena El sering berbohong. Akhirnya benar-benar bertanya pada Adelia.


"Melakukan apa? Sepertinya tidak ada," jawab Adel menoleh kearah Elvino yang belum juga melepas tangannya. Dia tetap memaksa untuk menuntun si ibu hamil. Makanya Adelia membiarkan saja.


"Entahlah! Raya suka ngadi-ngadi. Sama Kakak tampan sepertiku tidak percaya juga," kata El malas untuk melanjutkan tuduhan adiknya.


"Ha... ha... jika marah itu pertanda benar," ujar Raya masih tertawa.


"Awas ya, ak---"


"Tidak boleh membalas apapun. Raya hanya bergurau, jika kamu merasa apa yang ia ucapkan benar. Maka belajar yang rajin," sela Adel karena tidak ingin El menjahili Raya yang akhirnya membuat adik iparnya menagis.

__ADS_1


"Baiklah, ibu hamilku," jawab Elvino tersenyum menggoda sang istri. Sudah dua hari ini dia memang sering menggoda Adelia degan sebutan ibu hamilku.


"Apa sih," imbuh Adel menjadi ikut tersenyum. Setelahnya tidak ada pembicaraan lagi, mereka terus berjalan masuk dan begitu tiba di ruang keluarga ternyata Nyonya Risa menuggu di sana. Begitu pula dengan Tuan Arka yang baru saja datang dari perusahaan karena beliau ada rapat sehingga pulang sampai sore hari.


"Pa," sapa Adel dan El secara bersamaan.


"Iya, duduklah!" titah beliau dengan wajah seriusnya. Sehingga pasangan suami-istri muda itu pun, duduk pada sofa yang sama.


"El, berhubung Adel lagi sakit, dia akan ditemani oleh mba---"


"Biar dia satu kamar sama El saja, Pa," sela pemuda itu cepat. "sehingga dirinya menjadi pusat perhatian dalam hitungan detik. Terutama Nyonya Risa ibunya sendiri.


"El, apa kamu lagi bermimpi, Nak? Mana mungkin Adel mau satu kamar sama kamu," seru Nyonya Risa merasa keinginan anaknya itu sangatlah tidak mungkin.


Sebab sudah perjanjian dari awal pernikahan mereka. Bahwa Adelia tidak mau tidur satu kamar dengan EVino.


"Tapi kata Dokter Arsinta, Adel tidak boleh tinggal sendirian sampai beberapa malam lagi, kan?" kata pemuda itu yang sudah berencana akan mengajak Adel tidur di kamarnya sampai keadaan istrinya sembuh seperti semula.

__ADS_1


...BERSAMBUNG.....


__ADS_2