
Syifa menatap wajah tampan itu yang masih tertidur pulas. Wajah yang tak pernah bosan sedikitpun untuk Syifa pandangi. Appalagi bibirnya yang tampak begitu sexy dan memabukkan.
Sudah berbulan-bulan lamanya dia tak mendapat sentuhan dari sang suami dan semalam terjalin begitu indah.
Setelah berhasil menyelesaikan dramanya bersama Bella, ya setiap malam Dion akan dikuasai oleh putri kecilnya itu. Dion menidurkan Bella hingga benar-benar terlelap kemudian diserahkan kepada susternya barulah Dion melakukan kewajiban lainnya.
Syifa yang sudah menunggu di dalam kamar pun tampak gelisah sendiri. Entah kenapa jantungnya jadi begitu berdebar layaknya pasangan pengantin baru. Berkali-kali dia bolak-balik ke kamar mandi. Dia memeriksa penampilannya yang sbenarnya kali ini cukup berani.
Syifa mengenakan gaun tidur transparan dengan potongan rendah. Tubuhnya tampak begitu sexy apalagi perutnya yang mulai membuncit sejujurnya membuatnya ragu, takut jika Dion tak menyukai bentuk tubuhnya.
Tak lupa menambahkan parfum di tubuhnya serta memoles wajahnya denegan sedikit make up.
Saat dirasa sudah cantik dia membuka pintu kamar mandi namun alangkah terkejutnya saat Dion ternyata sudah berdiri tepat di depa pintu.
"M-mas Dion ngapain berdiri di sini?" Tanya Syifa sedikit malu--malu.
"Nungguin kamu sayang." Dion langsung meraih pinggang istrinya agar lebih menempel dengannya. Tentu saja janntung Syifa semakin berpacu cepat.
Dion pun mendekatkan wajahnya di telinga Syifa dan membisikkan sesuatu.
"Kau begitu cantik sayang. Benar-benar cantik hingga aku tak bisa menahan hasratku." Detik kemudian keduanya saling memberikan kecupan di pipi dan kening.
Hinga kecupan itu mendarat di bibir dan berubah menjadi sebuah ciuman yang menuntut. Syifa begitu mendominasi ciumannya dengan begitu dalam seolah tak ingin mengakhiri ciuman itu. Menyalurkan semua hasratnya yang terpendam. Sebab seorang ibu hamil memang memiliki tingkat gairah yang lebih tinggi.
Dion mbaringkan tubuh Syifa di atas ranjang dengan hati-hati sambil mengecupi setiap jengkal tubuh istrinya. Dion memperlakukan Syifa dengan begitu lembut dan hal itu berhasil membuatnya terbuai.
Tangan Dion tak mau menganggur. Dia terus menyusuri tubuh istrinya mencari benda favorit yang sudah sangat dia rindukan. Perlahan dia menarik simpul tali spaghetti dan melorotkannya ke bawah hingga sepasang benda kenyal kesayangannya itu terpampang penuh di depannya.
Tak ingin berlama-lama Dion langsung melahap dan meremas seperti bayi yang sudah sangat kehausan. Syifa yang mendapat serangan tiba-tiba tentu saja tak kuasa menahan gelenyar aneh di tubuhnya. Rasa meremang yang begitu dia dambakan akhirnya terbayar dengan nikmatnya sentuhan sang suami.
Keduanya yang sama-sama sudah dihinggapi nafsu bertegangan tinggi tak ingin menyia-nyiakan momen ini. Dion langsung melucuti semua pakaiannya begitu pula dengan Syifa.
Saat melihat perut buncit Syifa tampak Dion begitu kagum. Baginya Syifa tampak begitu sexy jika seperti ini.
"Tubuhku jelek ya?" Syifa hendak meraih selimut untuk menutupi tubuhnya namun Dion langsung menepisnya.
"Kamu terlihat luar biasa cantik dan sexy. Kamu benar-benar sempurna sayang. Ijinkan aku memberikan malam terindah yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya. Jadikan malam kita ini tak terlupakan." Dion kembali menyambar bibir Syifa. mel umat benda kenyal itu dengan penuh gairah yang membara.
__ADS_1
Ciuman itu rasanya sungguh memabukkan apalagi saat ini Dion mulai menciumi leher jenjang Syifa. Menghirup aroma vanilla yang sangat candu untuknya.
Setiap sentuhan, setiap decapan adalah semua hal yang begitu dirindukan oleh keduanya. Tak ada lagi yang bisa mengghalangi mereka mengaraungi bahtera cinta. Yang ada hanyalah rasa puas dan ingin selalu memuaskan.
****
"HUUEEKK.. HUUEEKK..."
Sayup-sayup Syifa mendengar suara seseorang sedang mual. Dia sedikit menyipitkan netranya karena masih sangat mengantuk. Dia meraih ponsel yang ada di nakas dan melihat jam masih pukul tiga pagi.
Syifa mengedarkan pandangannya. Dia tidak mendapati sang suami di sampingnya. Akhirnya Syifa meraih outer untuk menutupi tubuh polosnya.
Syifa kembali mendengar suara gaduh dari dalam kamar mandi. Karena tidak di kunci akhirnya Syifa langsung masuk unuk melihat keadaan suaminya. Dan benar saja saat ini Dion tengah menundukkan kepalanya di atas wastafel.
Terlihat wangi sabun serta rambutnya yang masih basah menandakan bahwa dirinya baru saja selesai mandi.
"Sayang kenapa?" Syifa menghampiri Dion.
"Nggak tau yang, tadi nggak apa-apa tapi setelah mandi malah mual banget gini. Nyium aroma tubuhku kok bau banget ya." ujar Dion sambil menutup hidungnya.
Karena penasaran akhirnya Syifa mendekat dan mengendus tubuh Dion.
"Bau sayang.. lihat nih. HUUEEKK..." Dion mencium aroma ketiaknya sendiri dan langsung mual.
"hmm.. gimanna dong? apa mandi lagi? sini aku bantuin mandi lagi siapa tau baunya ilang." Akhirnya Dion pun menuruti kata-kata istrinya.
Syifa membantu Dion menyabuni tubuhnya walaupun tangan nakal Dion yang terus saja jahil terhadap istrinya.
"Sayang, ini kalau kamu terus begini sampai subuh juga gak akan selesai." gerutu Syifa saat Dion asyik memainkan dada Syifa.
"Hmm.. bentar sayang, kalau gini aku nggak mual loh beneran." Dion sibuk melahap kedua benda kenyal itu. Jika saja Syifa tak merengek-rengek kedinginan mungkin suaminya pasti tak akan berhenti melakukannya.
"hmm.. dasar mesum kelakuannya tetep aja." gerutu Syifa sembari mengenakan pakaiannya.
Beruntung rasa mual yang Dion rasakan seharian ini tak lagi dia rasakan. Dia bahkan tetap melakukan aktivitas biasannya.
Karena siang ini cuaca begitu panas akhirnya Dion memutuskan untuk mandi. Mengguyur tubuhnya untuk menghilangkan keringat dan rasa lengket di badannya.
__ADS_1
Namun saat dirinya baru saja selesai mandi tiba-tiba aroma bau tubuhnya yang menguar membuatnya mual lagi. Perutnya seoalah sseperti dikocok dari dalam dan mau tak mau akhirnya Dion harus kembal muntah-muntah.
"Kenapa sih, mandi bukannya tambah wangi malah bikin bau. HUEEKK.." Dion dibuat kesal dengan dirinya sendiri.
Syifa yang kebetulan baru selesai menidurkan Bella pun dibuat terkejut lagi dengan suara Dion.
"Mual lagi? tanya syifa sambil menghampiri Dion.
Tampak Dion yang hanya memakai handuk dililitkan di pinggang. Bahkan aroma harum dan segar yang berasal dari sabun dan shampo yang dia kenakan.
"Tiap habis mandi pasti mual, nggak tauu badanku tambah bau. Padahal aku sudah gantti sabun loh." sambil menutup hidunnya Dion benar-benar tampak menggemaskan hingga Syifa senyum-senyu sendiri.
"Kok malah senyum-senyum sendiri sih?" protes Dion.
"Ya terus gimana? Harum kok. hmm.. ini juga harum.." Syifa mendekat dan mengusal tuubuh Dion yang memang terasa harum.
"Nggak sayang. Ini kalau aku nyium bau tubuh aku rasanya.. HUEEKKK.." belum sempat Dion meneruskan ucapannya tiba-tiba dia kembali mual.
"Mandiin lagi.." ucap Dion kembali manja keepada Syifa.
"Yah, kan aku lagi nggak pengen mandi mas, kamu sih lagian ngapain coba siang-siang gini mandi?" Syifa sebenarnya enggan membantu Dion mandi sebab suaminya itu pasti akan jahil kepadanya. Tapi kasia juga jika tak dibantu. Apalagi saat ini Dion sedang dalam masa pemulihan.
"Yaudah aku mandiin tapi jangan nakal ya. Aku nggak mau mandi soalnya cuma bantu aja." Akhirnya dengan semangat Dion kembali dimandikan Syifa. Namun bukan Dion namanya jika tidak jahil sehingga mau tak mau Syifa harus ikut mandi karena pakaiannya yang basah.
Syifa berjalan keluar kamar mandi dengan mengenakan bathrobe terlihat begitu kesal. Apalagi bekas merah di lehernya yang sengaja dicetak oleh Dion membuatnya harus menutupinya dengan foundation.
"Sayang...udahan don ngambeknya." Dion yang baru saja memakai baju menghampiri Syifa yang sedang duduk menatap cermin riasnya.
"Udah dibilangin aku nggak mandi tetep aja jail. Ngeselin." Syifa memalingkan wajahnya saat Dion ingin menciumnya.
"Maaf, habisnya nggak tahan lihat kamu sexy banget.." ujar Dion dengan tanpa berdosanya.
"Hmm.. bisa aja dasarnya kamu yang mesuman kan?" Syifa menatap Dion sengit.
Sementara Dion hanya tersenyum tak memungkiri dia yang hasratnya begitu tinggi tak jarang sulit mengontrol diri.
"Maaf sayang, kan tahu sendiri suamimu ini kurang belaian berbulan-bulan. Untung nggak sampai jamuran." jika sudah begini Syifa hanya bisa geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"deekk.. Jangan bikin papamu ngidam aneh-aneh dong. Udah tau sendiri papamu itu kelewat mesum malah mintanya aneh-aneh." batin Syifa sambil mengelus perutnya.
...****************...