Dosenku Istriku

Dosenku Istriku
Bab 78 obsesi tersembunyi


__ADS_3

"J-jadi lo udah tau semuanya?" Nico terbelalak dengan ucapan Dion.


"hmm..udah dari dulu." jawab Dion dengan santainya.


"Ah, gilak lo nggak bilang-bilang gue napa? Tau gini kan gue nggak baper banget sama dia. Mana udah cinta setengah mati lagi." gerutu Nico.


"Yang ada juga lo kagak pernah ngomongin ini mana mungkin gue ngumbar privasi orang. Tau-tau aja lo bawa dia pas ultah Bella. kaget juga sih." Dion memprotes balik Nico.


"Iya juga ya. Niat gue sih macarin dia buat bantu move on si Bianca biar nggak galau mikirin lo. Eh ternyata malah keadaannya diluar nayla." Nico garuk-garuk kepalanya sendiri yang tak gatal.


"lah emangnya lo kenapa bisa tau soal Bianca begitu?" tanya Nico lagi.


"Dulu pas Syifa dijebak di gudang lo inget nggak?"


"iya-iya gue inget. Ulah Bianca juga kan itu." ujar Nico.


"Nah dari situ gue interogasi dia kenapa sampai jebak Syifa di gudang. Awalnya dia ngelak seolah-olah dia cemburu sama gue. Tapi gua tanya lagi dan gue paksa dia ngaku. Soalnya kalau memang suka sama gue pasti dia ada niatan buat hubungin gue dan caper secara pribadi. Lah ini dia capernya cuma pas ada orang lain kan aneh. Akhirnya dia ngaku kalau sebenarnya dia suka Syifa sejak pertama kali ngajar di kampus. Dan berita tentang pernikahan gue sama Syifa yang bikin dia cemburu. lo sendiri kenapa bisa tau soal ini?" kini Dion balik bertanya kepada Nico.


"Awalnya pas gue lihat Bianca nangis-nangis sendirian di kampus. Gue samperin dan tanya kenapa, dia bilangnya galau soalnya ditinggal nikah sama elo. Ya gue bersimpati dan akhirnya suka dia. Gue berusaha ada terus buat dia dan sedikit maksa sih buat ngejalanin hubungan ini." Nico nampak nyengir.


"Dia emang sedikit enggan gue sentuh meski hanya gandengan tangan dan pernah sekali nyium dia aja pas nyuri-nyuri kesempatan. Lah waktu dia ke toilet dia nitipin hp nya ke gue. Awalnya gue cuek tapi entah kenapa hati gue tergerak buat lihat hp nya. Gue buka tuh galery dan kagetnya gue nemu banyak banget fotonya bini lo yang diambil diam-diam sama dia." Nico bergidik sendiri mengingat hal itu.


"Terus respon Bianca gimana?" Dion pun penasaran.


"Ya awalnya dia marah tapi gue balik marah. Akhirnya dia nangis-nangis dan cerita kalau dia suka sama Bu Syifa. Bukan suka karena kagum tapi suka karena perasaan Cinta. Hancur deh harapan gue buat seriusin dia." Nico nampak menghela nafas Kasar.


"Gak bisa nyalahin sih. Orang bebas menyukai siapapun asalkan dia tahu diri. Tau posisi siapa yang dia suka sudah jadi milik orang lain atau bukan. Selama Bianca nggak ngeganggu rumahtangga gue ya fine-fine aja sih. Toh syifa juga masih straight kok." ujar Dion.


"Bener sih apa yang lo omongin. Itu hak mereka. Tapi hak gue sebagai warga negara gimana? Masak jomblo terus sepanjang masa." Nico mengusap wajahnya dengan kasar. Membuat Dion terkekeh melihatnya.


"Sabar Bro. Lakon utama menang di akhir." Dion berusaha menyemangati sahabatnya.

__ADS_1


"Habis itu tamat dong? Ogah ah ogah. Eh atau gue nungguin dedek Bella gede dulu ya. Sapa tau dia jodoh gue." Nico kembali nyengir membayangkan bagaimana cantiknya Bella nanti kalau sudah besar.


"idih amit-amit punya mantu elo. Yang ada udah aki-aki mana doyan anak gue." Dion bergidik ngeri.


"Tai lu.. Udah ah pokoknya cariin gue jodoh biar gue gak jones. Atau perlu ketampanan lo gue kudeta buat gaet cewek-cewek cantik di kampus."


"Daripada ketampanan gue mending sama gue aja. Diem-diem bae kagak usah bilang Syifa." Dion menggoda Nico dengan mengerlingkan satu netranya.


"Anjir najis lo..hiii gue masih normal." Nico langsung menempeleng kepala Dion.


Dua sahabat itu selalu punya cara untuk merubah suasana dari galau menjadi ceria. Meski banyak keisengannya nyatanya baik Nico Maupun Dion sama-sama selalu berteman dengan baik.


Selesai mengobrol dengan Nico dan menyelesaikan urusannya di cafe kini Dion kembali pulang ke rumah.


Suasana rumah tampak sepi karena memang semua orang sudah terlelap mengingat saat ini sudah pukul 11 malam.


Perlahan Dion membuka kamarnya dan melihat Syifa tengah tertidur lelap. Dion segera mengganti pakaian dan merebahkan tubuhnya di samping Syifa.


Gaun satin pendek berwarna maroon dengan tali spaghetti tampak begitu kontras dengan kulit putih Syifa. Sementara paha mulusnya terekspos sempurna karena pakaian itu sedikit menyingkap ke atas.


Dion yang tak tahan pun mengusap lembut lengan Syifa sambil menatapi wajah cantiknya.


"cantik dan indah begini makanya banyak yang tergila-gila. Untung cuma gue pemenangnya." batin Dion.


Merasakan usapan lembut membuat Syifa mulai terjaga. Dia mengerjapkan netranya dan menatapi sang suami sudah berada di sampingnya.


"udah pulang?" tanya Syifa lirih.


"Udah kan katanya nggak boleh pulang larut malam." ujar Dion. Syifa pun tampak tersenyum.


"Istriku cantik banget sih." Dion mengecup lembut bibir Syifa sementara tangannya mulai mengelus paha mulusnya.

__ADS_1


"Hmm.. Lagi pengen ya?" tebak Syifa.


"Kok tau, yaudah ayuk.." dengan semangat Dion mengajak Syifa. Selama berhari-hari mereka disibukkan dengan berbagai kegiatan membuatnya tak sempat 'melakukan' kegiatan bersama itu.


"kalau gini aja paling semangat banget." Syifa mencubit ujung hidung Dion.


"iya dong udah kebelet banget ini pengen gemas-gemas istri cantikku. Mana sexy banget lagi." ucap Dion jujur.


Syifa nampak tersenyum malu-malu lalu mengusap lembut rahang Dion. Seolah mendapatkan lampu hijau Dion pun tak ingin melewatkan kesempatan ini.


Dilu matnya bibir mungil Syifa yang terasa begitu manis dan lembut. Menyapu seluruh bagiannya. Syifa pun membalasnya dengan sedikit membuka bibirnya hingga lidah Dion dapat merangsek masuk mengabsen setiap celah di rongga mulutnya. Beradu dengan lidah Syifa.


Ciuman panas itu berlangsung cukup lama hingga keduanya nampak tersengal karena kehabisan oksigen.


Tangan Dion tak mau kalah dia menyusuri setiap lekuk tubuh syifa dan mendaratkannya ke punggung Syifa. Meraih simpul tali piyamanya dan menariknya hingga melonggar.


Diturunkannya tali kecil yang mengait di pundak itu hingga sepasang gunung kembar terpampang nyata tanpa penutup lagi.


Dion dengan tatapan penuh nafsu langsung melahapnya seperti bayi yang kelaparan sementara Syifa hanya bisa pasrah dengan segala perlakuan suaminya.


Suara des ahan dan leng uhan keluar dari mulut sexy nya membuat Dion semakin bersemangat melakukan tugasnya.


Dia langsung melepas pakaiannya begitu pula dengan Syifa. Mengungkungnya ke dalam dekapan dan menghujaninya dengan ciuman di setiap jengkal tubuh istrinya.


"Ini milikku sayang, ini juga milikku, semuanya milikku terutama yang ini." Dion terus menggumam disela ciumannya hingga berakhir di pusat inti Syifa.


Bermain-main di bawah sana dengan lihainya hingga membuat Syifa terbang ke awang-awang.


"you make me crazy honey. Aahhh.." pekik Syifa saat mendapatkan sebuah kenikmatan yang tiada tara.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2