Dosenku Istriku

Dosenku Istriku
Bab 99 istri serba bisa


__ADS_3

Dengan wajah serius Hana memasangkan dasi di leher suaminya. Kegiatan setiap pagi yang wajib dilakukannya sekarang kecuali saat weekend ataupun saat Shaka sedang ada pekerjaan di luar kota.


"Cantik banget sih istriku." ucap Shaka sembari mengecup kening Hana.


Dengan wajah serius Hana memasangkan dasi di leher suaminya. Kegiatan setiap pagi yang wajib dilakukannya sekarang kecuali saat weekend ataupun saat Shaka sedang ada pekerjaan di luar kota.


"Cantik banget sih istriku." ucap Shaka sembari mengecup kening Hana.


Dan setiap kali Shaka memujinya Hana langsung dibuat salah tingkah dan wajahnya memerah.


Kini hari-hari Hana tak pernah sepi semenjak menjadi istri Shaka. Pria yang mulanya sangat dingin dan angkuh, meski sampai sekarang terhadap orang lain namun begitu hangat dan penyayang terhadap istri dan keluarganya.


"Kakak juga makin ganteng." ucap Hana malu-malu.


"Oh iya sayang, nanti sore ada acara amal yang dilakukan oleh perusahaan kolega. Temani kakak ya." pinta Shaka.


Semenjak menikah Shaka memang selalu bersemangat untuk pergi kemanapun bersama Hana. Baginya keberadaan Hana merupakan kekuatan tersendiri untuknya.


Hana yang terbiasa bekerja di salon milik Dion memiliki public speaking yang bagus. Apalagi dulu kliennya di salon rata-rata adalah ibu-ibu sosialita sehingga sedikit banyak Hana mengenali seluk beluk dunia mereka. Dan hal itu pula cukup membantu Shaka yang sejatinya memiliki sifat introvert.


"Iya sayang. Nanti aku akan siap-siap. Yaudah sarapan dulu yuk." Hana mengajak Shaka untuk keluar kamar dan menuju ruang makan untuk sarapan. Namun langkahnya terhenti saat pria iu menarik pinggangnya hingga tubuhnya saling menempel tanpa jarak.


Shaka mulai mengecupi bibir Hana bertubi-tubi. Begitu gemas dengan bibir pink alami itu yang terasa kenyal dan candu.


"Sebentar, sarapan ini dulu biar makin semangat." Shaka meraih tengkuk Hana agar ciuman itu menjadi semakin dalam.


Hingga beberapa menit kemudian Hana memukul dada Shaka karena tak kuat menahan nafasnya lebih lama lagi. Dengan wajah memerah Hana tampak terengah. Apa lagi Shaka langsung terkekeh saat melihat bibir istrinya yang sedikit memengkak.


"Dasar nakal, apa belum puas semalaman hmm?" protes Hana yang mencoba menetralkan pacu jantungnya.


"Tidak akan ada puasnya kalau sama kamu sayang, inginnya terus dan terus saja." Shaka terkekeh saat melihat istrinya tampak manyun. Begitu meggemaskan.


"Sudah-sudah ayo sarapan nanti kebablasan." Cepat-cepat Hana melepaskan dirinya agar tak kembali dilahap suaminya.

__ADS_1


...****************...


Sore harinya Hana sudah bersiap untuk menhadiri acara amal bersama suaminya. Untung saja pengalaman dirinya yang bekerja di salon membuatnya memiliki kemampuan merias diri dengan baik sehingga tak perlu repot-repot pergi ke salon.


Dengan memakai dress tanpa lengan bermotif abstrak Hana terlihat begitu cantik dengan riasan natural namun tampak elegan.


Shaka sendiri terlihat begitu tampan dan gagah dengan setelan armani berwarna hitam dipadukan dengan kemeja putih.



"Sayang sini aku rapiin rambutnya." Dengan cekatan Hana mengambil pomade dan sisir untuk menata rambut suaminya. Salah satu kebanggaan Shaka terhadap Hana adalah begitu cekatannya gadis itu melakukan segala hal.


"Udah ganteng, yuk."


Keduanya kini berangkat ke tempat dimana diselenggarakannya acara. Kebetulan tempat itu berada di salah satu hotel milik rekan Shaka.


Mereka berjalan memasuki area gedung dengan saling bergandengan tangan. Penampilan keduanya yang tampak begitu serasi mendapatkan banyak pujian dari para tamu.


"Selamat datang Pak Shaka, Ibu Hana. Suatu kehormatan karena kedatangan anda." Ucap pemilik acara yang menyambut langsung keduanya.


Kiprah Shaka di dunia bisnis memang sudah memiliki nama yang baik. Kinerjanya yang baik dan memiliki banyak terobosan membuat perusahaan semakin berkembang pesat dan menjadi salah satu pengusaha muda yang jadi idola baru.


"Nona Hana kan? yaampun sekarang makin cantik ya." ucap seorang wanita paruh baya yang dulunya merupakan pelanggan di salon.


"Bu Sofia, apa kabar? ibu juga terlihat begitu cantik." sapa Hana.


Keduanya tampak mengobrol tanpa canggung. Mereka yang mengenal sudah mengenal Hana tak pernah mempermasalahkan latar belakang wanita itu. Justru kebanyakan kagum dengan kerja kerasnya.


"Ibu nggak nyangka sekarang kamu menjadi istri tuan Shaka, tapi ibu senang kalian begitu serasi. Dan gadis mandiri dan serba bisa seperti kamu pasti sangat disayangi suami kamu kan." ujar Bu Sofia.


"Terimakasih banyak bu, itu semua berkat motivasi dari ibu juga yang selalu menyemangati saya." ujar Hana.


"Tapi bagaimanapun juga tetap saja anak saya tak sepadan dengan wanita yang tak jelas." Tiba-tiba suara seorang wanita yang familiar di telinga Hana menyahut.

__ADS_1


Hana menoleh mencari sosok itu dan benar saja Vanya ibu kandung Shaka yang mengatakannya.


Wanita itu tampak angkuh memandang Hana. Sementara Bu Sofia yang mulanya mengobrol dengan Hana kini beringsut pergi karena merasa canggung saat berada diantara mereka.


"Mama," Sapa Hana canggung.


"Nggak usah sok akrab panggil saya mama. Kau tahu keberadaanmu disini benar-benar tak pantas. Sebaik dan semahal apapun pakaian kamu tak akan pernah bisa mengubah derajatmu. Sekali kere tetap kere." Lagi-lagi Hana harus menerima cacian dari mertuanya.


Sesabar-sabarnya Hana tetapi jika mendengar kalimat cibiran langsung darii orang tua suaminya tentu terasa begitu sakit.


Hana pun hanya diam menunduk tanpa mengatakan sepatah kata pun. Hingga tiba-tiba tangan hangat merengkuh pinggangnya membuat Hana tersentak.


"Sayang, aku mencarimu ternyata disini." ucap Shaka sembari mengulas senyum semanis mungkin untuk istrinya.


"Oh, ada mama juga ternyata. Lama tidak bertemu ya Ma." ucap Shaka seolah tak ada hal apapun.


"Shaka, kenapa kamu membawa wanita ini? bikin malu saja." ujar Vanya sinis.


"Kenapa harus malu ma? justru aku bangga mengenalkan istriku kepada semua orang, lihatlah sejak tadi banyak yang memuji kecantikan juga kecerdasan istriku. Bahkan aku semakin percaya diri menghadapi banyak orang. Mama tau sendiri sejak dulu aku cukup kesulitan berada di tengah kerumunan begini." melihat senyum cerah Shaka membuat Vanya semakin kesal.


"Oh iya Shaka, mama mau mengenalkan kamu dengan Rosa, putri Tuan Bagas pemilik stasiun televisi STAR." Vanya yang niatnya sedari awal ingin mengenalkan wanita lain kepada Shaka demi membuat Hana saki hati.


Tak berselang lama datanglah seorang gadis berwajah oriental memakai gaun minim hingga menunjukkan lekuk tubuh serta kaki jenjangnya yang mulus.


"Hai, pasti kak Shaka ya, aku dengar banyak cerita dari tante Vanya." Gadis yang bernama Rosa itu tampak sok akrab dengan Shaka namun tak sekalipun melirik Hana yang ada di samping Shaka.


"Rosa ini sedang menempuh pendidikan S2 di London dan aktif di dunia modelling. Kariernya juga cemerlang." Vanya tampak mengunggulkan sosok Rossa.


Shaka yang jengah hanya menimpali dengan senyuman kecut. Tak sedikitpun dia tertarik dengan gadis tersebut.


"Hmm.. wajar dia study ke luar negeri pasti karena kelebihan harta orang tuanya. Dan bagiku tetaplah istriku yang terbaik. Dia sangat mandiri mampu berdiri sendiri tanpa campur tangan orang tua." Shaka langsung merangkul Hana untuk menjauh dari dua wanita itu.


Shaka tau bahwa mamanya masih saja tak rela atas pernikahan mereka dan terus berusaha mengusik Hana.

__ADS_1


"Jangan pernah menundukkan wajahmu dihadapan orang yang ingin merendahkan mu sekalipun itu mama." ujar Shaka dengan menahan emosi sejak tadi.


...****************...


__ADS_2