
Hari yang ditunggu telah tiba. Perayaan ulang tahun Bella diadakan di kediaman Wira. Tak banyak tamu undangan hanya keluarga serta teman dekat Syifa dan Dion.
Serta beberapa teman arisan Rina juga datang. Karena beberapa kali Rina memang sering mengajak Bella untuk arisan.
Dekorasi balon dengan warna peach dan putih dipilih Syifa. Tampak sangat cantik dan meriah.
Bella pun datang dengan digendong oleh Dion dan juga Syifa. Mereka tampak kompak memakai pakaian senada. Syifa dan Dion memakai gaun dan kemeja berwarna peach.
Sementara Bella tampak menggemaskan memakai gaun berwarna peach dan bandana dengan aksen bunga daisy yang sama dengan kue ulang tahunnya.
Bella sendiri yang menyukainya. Sebab saat Syifa menunjukkan beberapa gambar dekorasi dan kue dia langsung antusias melihatnya.
Saking antusiasnya beberapa kali dia sampai heboh dan hampir mencomot kuenya.
"Sayang nanti tiup lilinnya seperti yang Papa ajarkan ya." ujar Dion sembari mencontohkan bibirnya yang meniup-niup.
Sementara Bella hanya mengernyitkan kedua alisnya melihat Dion. Justru dia malah memainkan bibirnya sampai bergetar.
"Bbrrrrrrr..." suara bibir Bella dengan liur yang tampak mengalir di sudut bibirnya.
"Aaahh Bella. Kan Papa sudah ajari sejak seminggu lalu. Udah lah terserah kamu aja. Papa nyerah." tampak Dion mulai kesal.
Sementara Syifa hanya bisa tersenyum melihat interaksi kedua manusia kesayangannya.
Di luar suasana sudah mulai ramai tamu undangan. Tampak Hana yang merupakan sahabat Syifa datang.
"Bella sayang, Happy birthday. Semoga jadi anak sholeha ya sayang." ujar Hana sembari memberikan kado.
"Han makasih sudah datang ya. Sungguh aku nggak punya sahabat dekat selain kamu." ujar Syifa dengan begitu bahagia.
Memang Syifa tak begitu bisa menjalin pertemenan. Namun sekalinya cocok dia akan sangat dekat. Dan Hana merupakan sahabat lamanya sejak sekolah SMA. Namun harus terpisah ketika Syifa harus kuliah di luar negeri.
"Jelas aku datang lah. Apalagi ini pesta ulang tahun anak Mas Bos. Mana mungkin bisa nolak? Tapi maaf ya kalau kadonya nggak bagus. Maklum menyesuaikan kantong." ujar Hana.
"Yaampun kok mikir kado sih. Kamu datang kesini saja udah seneng banget kok. Rasanya pengen reuni dan kangen-kangenan lagi." Syifa tampak begitu akrab dengan Hana.
Sementara itu tampak Nico datang dengan seorang perempuan yang tak lain adalah Bianca. Syifa dan Dion sempat mengernyitkan keningnya. Kejadian beberapa waktu lalu memang sempat membuat mereka was-was kepada Bianca.
"Bella cantik, selamat ulang tahun. Semoga sehat selalu jadi anak pinter dan membanggakan orang tua." Nico dengan gemasnya langsung menghampiri Bella yang sedang digendong Dion sambil menyerahkan sebuah kado.
__ADS_1
"Om.. Coo.." celetuk Bella.
Tentu saja Nico langsung tersenyum bahagia mendengar Bella.
"Mau ikut om Nico? Yuk ikut yuk." Nico mengulurkan tangannya dan Bella langsung meraihnya.
"Dion, Bu Syifa saya ucapkan selamat ulang tahun untuk Bella ya." ucap bianca dengan sungkan.
"Terimakasih Bianca." jawab Syifa.
"Sayang, Bella lucu cantik gemesin. Mau juga yang kayak gini ya." celetuk Nico.
Syifa dan Dion seketika langsung menoleh. Sementara Bianca hanya bisa tersenyum kikuk.
"Loh, kalian jadian?" tanya Dion.
"Iya, hehehe." jawab Nico.
"Kok bisa lo ja..." belum sempat Dion meneruskan ucapannya Syifa langsung menyela.
"Wah, Nico selamat ya. Gitu dong kan nggak jomblo lagi. Semoga langgeng." ujar Syifa sembari merangkul lengan suaminya.
Ya, Syifa buru-buru melakukan hal itu sebab diam-diam Bianca masih saja menatapi Dion. Apalagi apa yang pernah dilakukan Bianca dulu masih teringat jelas di benak Syifa.
Namun hal tak terduga saat Bella ternyata begitu mahir meniup lilinnya. Bahkan dengan kedua pipinya yang mengembung serta bibirnya yang tampak manyun membuat semua orang bertepuk tangan riuh.
Tampak sekali Rina dan Wira begitu bahagia. Akhirnya setelah sekian lama ada acara di rumah mereka. Padahal saat Dion masih kecil tak pernah ada perayaan seperti ini.
"Pa, akhirnya aku bisa mewujudkan impianku. Ada pesta di rumah ini. Rasanya sangat menyenangkan." ujar Rina dengan antusias.
"Apapun yang kamu inginkan sayang. Apa perlu kita adakan pesta pernikahan kita lagi?" goda Wira.
"Papa ih apaan sih. Udah tua juga." gerutu Rina sembari mencubit pelan lengan suaminya.
Shaka yang sejak tadi mengamati semuanya dari jauh pun mulai mendekat. Sebenarnya dia sejak tadi memperhatikan Syifa yang mengobrol dengan Hana.
"Selamat ulang tahun Bella, God bless you." ucap Shaka sembari mengusap lembut puncak kepala Bella.
"Terimakasih Om Shaka." ucap Dion berusaha terlihat ceria. Padahal dalam hatinya masih menyimpan jengkel karena ucapannya terhadap Syifa tempo hari.
"hadiah untuk Bella. Semoga suka." Shaka mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna navy dengan logo merk perhiasan terkenal. Jelas itu bukanlah barang murah.
__ADS_1
Syifa pun menerima kotak tersebut. "Terimakasih. Tapi bukankah terlalu mahal untuk sebuah kado ulang tahun?" ucap Syifa.
"Tidak, itu pantas untuk Bella." ujar Shaka sembari menatap Syifa dengan intens.
Dion menyadari tatapan Shaka dan membuatnya semakin geram. Ingin sekali dia mencolok mata kakaknya itu.
"Terimakasih Kak," sahut Dion sembari meraih tangan Syifa untuk dia genggam.
"Baiklah silahkan nikmati pestanya. Aku ada urusan sebentar." ujar Shaka berjalan meninggalkan keduanya.
Sementara Hana berjalan menghampiri Syifa. Dia begitu penasaran sejak tadi dengan Shaka.
"Fa, sebenarnya pria itu siapa sih? Sejak tadi gue lihat dia perhatiin kamu terus."
"Dia kakak tiri Mas Dion. Mantan aku waktu kuliah di Amerika dulu." ucap Syifa lirih.
"Hah? Mantan lo?" Hana terbelalak kaget.
"Hana, tolong jangan keras-keras. Mulut lo kayak toa deh." gerutu Syifa.
"Eh, iya-iya.. Sorry. Gue cuma kaget aja. Pantesan si Bos kek sayur asem terus mukanya saat dia deketin kamu."
"Bingung gue Han. Kak Shaka juga kayaknya masih ngebet pengen balikan. Padahal udah jelas-jelas gue udah nikah sama adiknya." ujar Syifa resah.
"Sabar, yang penting lo sama si Bos saling menjaga dan baik-baik pasti dia akan ngerti. Dan jangan lupa tunjukin kalo lo benar-benar cinta sama suami lo. Apa kakak ipar lo itu nggak punya cewek gitu?" ujar Hana.
"Bener Han, gue juga mikirnya gitu. Gue cuma pengen hubungan sama suami gue nggak ada masalah. Kak Shaka nggak punya pacar makanya gue was-was." ujar Syifa.
"Hmm.. sayang banget padahal cakep gitu meski wajahnya angkuh. Kek jemuran di musim hujan. Anyep." celetuk Hana pasti membuat Syifa tak berhenti tertawa.
"Lo aja deh jadi pasangannya. Mau?" Syifa awalnya hanya menyeletuk namun justru malah ditanggapi serius oleh sahabatnya itu.
"Eh beneran? Mau deh. Kayaknya seru juga punya pawang modelan gitu. Biar gue agak anteng dikit secara pecicilan ini udah mendarah daging." gelak tawa pun terjadi diantara mereka. Namun masih dalam batas wajar sebab para tamu masih banyak.
"KAK DIOONN..." tiba-tiba suara memekakkan telinga membuat para tamu langsung mencari sosoknya.
"Luna?" tiba-tiba seorang gadis langsung memeluk Dion dengan erat.
"Aku rindu Kak Dion." ucap wanita itu sambil mengusal di dada Dion.
Seketika wajah Syifa langsung berubah. Siapa seseorang yang berani memeluk prianya.
__ADS_1
...****************...