EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 104


__ADS_3

Hari kini mulai menjelang malam, Jian An sendiri kini sedang menonton sebuah acara TV di China.


Tak lama kemudian sebuah cahaya melesat ke depan Jian An dan berubah menjadi Long Kun, yang pulang dari tugas nya.


"Bagaimana?"tanya Jian An.


"Tuan aku sudah membuat semuanya"ucap Ling Kun sambil menyerahkan hal-hal yang di suruh oleh Jian An.


Menerima nya Jian An membuka kertas tersebut di sana bisa terlihat jelas alamat rumah, bentuk rumah, bahkan hingga gambar setiap ruangan dengan secara detail, dan bahkan ada tanda silang merah yang menandakan bahwa di situ lah letak CCTV.


Melihat itu Jian An mengaguk-anggukkan kepala nya puas sambil tersenyum.


"Ok aku sangat puas dengan kerjamu Long Kun, dan kau ternyata cukup bisa di andalkan, bahkan kau mengumpulkan setiap informasi Keluarga Wei dengan detail tanpa di suruh"ucap Jian An sambil melirik tumbukan dokumen yang ada di atas meja.


"Tentu saja saya ingin membuat Tuan puas, maka saya harus bekerja dengan baik dan menyenangkan"ucap Long Kun.


"Baik tugasmu sudah selesai"ucap Jian An.


"Baik Tuan"ucap Long Kun dan segera kembali ke dalam Ruang Dimensi.


Sepergi nya Long Kun Jian An nampak tersenyum tipis.


"Malam ini sepertinya bagus"ucap Jian An.


Mematikan TV nya Jian An bangun dari duduknya, dan segera masuk ke dalam kamar nya.


Jam 09.00 malam Jian An kini sudah memakai baju serba hitam nya meloncat dari jendela apartemen nya Jain An meloncat dari atap gedung ke atap gedung yang lainnya hingga dia tiba di rumah keluarga Wei.


Mengulurkan tangannya sebuah kertas muncul di tangan nya membuka nya yang ternyata adalah sebuah peta Jian An melihat dengan cermat peta tersebut.


Hingga akhirnya Jian An mengganggu kan kepala nya paham.


"Mari mulai"ucap Jian An dan segera menghilang dari sana bagai di telan bumi.


Kini Jian An sudah tepat berada di dalam rumah keluarga Wei.


Mengeluarkan beda kecil yang merupakan perusak CCTV Jian An menggunakan Qi nya untuk menempelkan benda tersebut di setiap CCTV di jalan yang akan di lalui nya.


Setalah beres dengan hati-hati, pasti, namun cepat Jian An berjalan mengendap-endap melewati penjaga yang bertugas malam.


Hingga akhirnya dia sampai di ruangan waktu itu.


Dia ingat bahwa di sini di pasang jimat maka dia hanya perlu membuka ruang tersebut secara modern, tanpa di ketahui oleh orang lain, masalah nya di mana mekanisnya pasalnya di depan Jian An hanya lah sebuah tembok tanpa ada nya pintu.


Mengamati setiap sudut ruangan itu Jian An mencoba menginjak-injak lantai bahkan memencet-mencet dinding, atau bahkan berkeliling mencari mekanis di setiap patung namun lama dia tak menemukan ada nya kejanggalan dalan setiap sudut ruangan.


"Apa aku salah?"tanya Jian An pada diri nya sendiri.


Tunggu, ke apa dia menjadi gadis bod0h, bukan nya tadi Long Kun sudah mengumpulkan setiap informasi?, Mungkin kah di dalam sana juga ada informasi tentang cara membuka mekanis ini?.

__ADS_1


"Long Kun apa tadi kau mengumpul kan informasi sampai sini?"tanya Jian An.


"Sepertinya sampai tuan, tunggu sebentar biar aku berfikir, ah! Ya halaman 25!"ucap Long Kun dengan semangat.


"Kerja bagus"dengan senang juga Jian An memuji nya.


Jian An bahkan berfikir bahwa Ling Kun sangat hebat jika di jadikan sekertaris di sebuah perusahaan besar?, Atau menjadi seorang bawahan pengumpulan informasi?, Dia rasa Ling Kun sangat cocok.


"Long Kun setelah ini aku punya pekerjaan untuk mu"ucap Jian An.


"Apa itu Tuan?"tanya Long Kun dengan gembira.


"Nanti saja"ucap Jian An dan kembali fokus dengan tulisan halaman 25.


Mempraktekkan apa yang di baca nya Jian An kemudian meletakkan kedua tangannya di dinding dengan posisi tangan kanan di atas dan tangan kanan di bawa, sedangkan kaki nya kiri ke depan setidaknya 10 cm dari arah dinding, dan kaki nya yang kanan di belakang nya dengan jarak 25 cm dari dinding.


Memberi kan sedikit tekanan ke pada kedua tangan dan kaki nya akhirnya pintu tersebut terbuka dengan sempurna namun masih ada lagi itu adalah sebuah kode.


"Kode nya berapa?, Apa itu juga tertulis di buku informasi ini?"tanya Jian An, sambil membaca kembali buku informasi.


"Itu sebenarnya tidak di tulis di situ Tuan tapi saya menghafal nya, 56289 itu kode nya"ucap Long Kun.


Jian An yang mendengar itu kemudian langsung menekan tombol di sana dan benar saja pintu ke dua terbuka tapi ternyata di balik ini ada pintu lagi yang di mana yang harus di lakukan adalah meletakkan telapak tangan di sana untuk mencocokkan DNA.


"Ah~, aku mati saja"ucap Jian An yang merasa kesal dan pasrah akan hal yang di lihat nya.


"Tenang Tuan aku sudah mempersiapkan kan semua nya"ucap Long Kun yang kemudian muncul di samping Jian An dengan membawa sebuah sarung tangan dan apa itu?, Sarung tangan tersebut seperti sengaja dibuat untuk meniru DNA orang lain.


"Anda tak bertanya Tuan"ucap Long Kun.


"Si4l!, Kenapa aku bisa memilih hewan kontrak seperti mu"ucap Jian An.


"Sebenarnya aku tadi nya adalah seseorang yang normal hanya saja saat melihat sifat seseorang aku menjadi seperti ini kelama-lamaan"ucap Ling Kun yang secara tak langsung menyindir Jian An.


"😑, Gini amat punya bawahan"ucap Jian An yang sama sekali tak di hiraukan oleh Long Kun.


Long Kun sendiri kini malah memakai sarung tangan tersebut dan menempelkan telapak tangan untuk di tes DNA tak lama pintu pun terbuka.


"Sudah"ucap Long Kun sambil menatap Jian An tuan nya.


"Baik, terimakasih"ucap Jian An dan masuk ke dalam dengan cepat, sedang kan Long Kun ia kembali masuk ke dalam Ruang Dimensi, dan melanjutkan aktivitas yang tertunda tadi, apa lagi kalau bukan membaca novel detektif yang memang menjadi minat nya saat ini, yang bahkan membuat Long Kun ingin menjadi detektif.


Terus berlari Jian An akhirnya berhenti tak kala melihat bahwa ternyata di dalam sini banyak jebakan, melirik dinding ternyata di sana ada tombol untuk mematikannya jebakan hanya saja harus menggunakan DNA mata.


Melihat itu Jian An hanya bisa memasang ekspresi datar sambil mengumpat dalam hati.


Si4l!


Si4l!

__ADS_1


Si4l!


Kenapa aku begitu tak beruntung!!!


Teriak Jian An dalam hati yang mungkin jika dia berteriak di luar maka akan mengakibatkan bencana besar seperti tsunami atau yang lain nya gitu🗿.


Akhirnya tanpa melirik dua kali ke pada tombol itu Jian An malah memilih untuk menggunakan tubuh lentur nya itu untuk menghindari setiap jebakan yang ada.


Menghindari setiap jebakan dengan mulus Jian An meliuk-liuk kan tubuhnya seperti penari balet di sana, hingga akhirnya dia bisa mendarat dengan mulus tanpa hambatan sama sekali.


Tersenyum penuh kemenangan Jian Am merasa bangga akan diri nya sendiri, tanpa di sadari nya 9 makhluk di dalam Ruang Dimensi menggeleng-gelengkan kepala melihat apa yang di lakukan Jian An.


"Tuan bukan kah anda bisa teleportasi untuk menghindari jebakan itu?"ucap Shen Kun.


"Si4lan!, Kenapa kalian tak mengingat kan ku!, Hah!"ucap Jian An dengan marah.


"Karena kami hanya ingin melihat kebod0han Tuan"ucap Jun Kun dengan polosnya.


Jian An yang mendengar itu sungguh sudah ke habisan kata-kata mutiara untuk mengumpat!.


"Bajing4n kalian semua!"ucap Jian An.


"Terimakasih atas pujiannya Tuan"ucap mereka bersembilan secara bersamaan yang semakin membuat Jian An kesal setengah mati rasa Jian An kini ingin menghancurkan planet Bumi menjadi berkeping-keping.


"Huhuhu~, Tuhan kenapa aku bisa bersama mereka semua"ucap Jian An dramatis sambil berjongkok seperti seseorang yang putus asa, jangan lupa kan juga air mata yang mengalir seperti air sungai di kedua mata nya.


Kesan yang sangat dramatis!


Setelah puas menangis Jian An akhirnya berusaha menenangkan diri sendiri dengan cara berjalan ke arah depan di mana batu meteor yang dia cari di depan mata nya sendiri.


Tinggal membuat sentuhan terakhir ambil batu itu dan pergi dari sini!.


Melangkah maju Jian An secara perlahan mendarat kan tangan cantik nya di permukaan batu tersebut mengambil tanpa beban Jian An sekarang tertawa dengan keras ia bahkan tak khawatir jika ada yang mendengar apa dia perduli? Tentu tidak kawan!


"Hahahaha, akhirnya batu ini sudah di tangan ku, batu terakhir ini ada di tangan ku, hahahaha"tawa Jian An yang terus berlanjut.


Didalam ruang dimensi kesembilan orang yang melihat itu merasa malu sendiri.


"Apa-apaan sikap nya itu"ucap Han Kun.


"Membuat malu saja"ucap Feng Kun yang bahkan kini menutup setengah wajah nya dengan kipas.


"Aku tak lihat, aku tak lihat"ucap Hong Kun berulang-ulang sambil menutup kata.


"Aku yakin bahwa mata ku akan rusak setelah ini"ucap Jun Kun yang kini berdiri seperti patung, syok dengan tingkah tuan nya sendiri.


"Ah~, aku sungguh malu!, Kenapa dulu aku mau jadi hewan kontrak nya ya?"ucap Jin Kun seperti menyesal hingga akhirnya dia ingat bahwa tuan nya yang dulu tak seperti ini.


"Oh ya dia sudah banyak berubah"ucap Jian Kun yang segera pergi dari sana, jujur saja dia sudah tak kuat melihat kebod0han mereka semua.

__ADS_1


Sedangkan untuk Long Kun dia sedikit syok dan kemudian melanjutkan membaca.


Dan untuk Chu Kun, Chan Kun mereka sudah mengubur diri sendiri lantaran terlalu malu akan tingkah Jian An!.


__ADS_2