EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
55. GAK ADA JUDUL, AUTHOR MALES MIKIR NIH YA.


__ADS_3

Ok, setelah sidang dadakan yang di adakan oleh author di gedung GNPA ( Gedung Novel Produksi Author ), akhirnya..


....................


Shen Kun, dan Feng Kun yang telah mendapatkan semua bukti itu pun pergi ke dalam ruang dimensi untuk menyerahkan semua dokumen yang mereka temukan.


Di dalam ruang dimensi Shen Kun, dan Feng Kun berpapasan dengan para kelompok dari Jin Kun, Jun Kun, Hong Kun, Long Kun, Han Kun, beserta para sahabat nya Jian An.


mereka sudah mencari Jian An di setiap sudut ruang dimensi Pagoda Suci Surgawi, namun mereka sama sekali tak dapat menemukan di mana Jian An berada.


hingga akhirnya mereka bertemu dengan penjaga dimensi Pagoda Suci Surgawi yaitu Chan Kun, dan Chu Kun yang sedang membaca buku di atas batu.


Dan mereka berdua berkata bahwa Jian An mungkin ada di tempat biasa dia latihan.


Akhirnya mereka semua berjalan ke tempat di mana yang di tunjukkan oleh Chan Kun, dan Chu Kun.


Saat mereka sampai di sana mereka di kejutkan oleh pemandangan di gazebo di mana pada saat itu Delvin masih memeluk Jian An, Dan Jian An malah tidur sambil duduk seperti merasa tak terganggu sama sekali, dan dengan mereka berdua yang terbungkus selimut yang tebal.


Tak seberapa lama Jian An sepeti merasa di pandangi sehingga ia pun membuka matanya, dan ia di kejutkan oleh keberadaan para bawahannya dan juga temannya yang kini masih memandanginya dengan mulut terbuka lebar dengan tampang orang bodo* anyar.


Jian An yang melihat reaksi mereka semua berusaha membangunkan Delvin dan berusaha lepas dari pelukannya namun sayang, dia tidak bisa lepas dari Delvin.


Karena merasa canggung Jian An berdehem sedikit untuk mengurangi rasa canggung yang di deritanya tersebut.


"ehem, Shen Kun, Feng Kun berita apa yang kalian bawa untuk ku kali ini?"ucap Jian An yang langsung mengambil tindakan mengalihkan perhatian.


Shen Kun dan Feng Kun di tanya langsung menjawab secara berbarengan.


"ah, ini an er kami sudah memiliki semua bukti kejahatan milik selir Li Yuyu"ucap mereka berdua berbarengan tanpa sadar.


"bawa kemari dokumen itu, dan kalian semua mengapa ke sini?"ucap Jian An sambil melihat yang lainnya selain Shen Kun, dan Feng Kun.


"begini an er kami mau melapor kalau kita sudah mengajari mereka cara kultivasi dan masing - masing dari mereka sudah sampai pada rahang bumi dan langit entah itu tahap awal, menengah, tau pun akhir"ucap Han Kun.


"kalau begitu ajari mereka jurus sesuai dengan elemen yang mereka miliki"ucap Jian An sambil mengusir mereka semua dengan lambaian tangan.

__ADS_1


kini di situ hanya ada empat orang.


"Shen, Feng, apa kalian juga sudah mendapatkan saksi dari bukti - bukti ini"tanya Jian An sambil melihat hasil kerja dari mereka berdua.


"kami sudah menemukan saksi dan juga sudah melindungi mereka semua di hutan darah, hanya saja sebagian besar dari para saksi tersebut sudah di bunuh oleh orang suruhan selir Li Yuyu"ucap Feng Kun melapor.


"begitu ya, sungguh licik sekali, tapi tenang saja karena ia bisa secepat mungkin menyusul para korbannya untuk meminta maaf"ucap Jian An sambil menompa dagu nya dengan tangan yang ada di atas meja yang tiba - tiba ia buat dengan elemen kayu nya.


Shen Kun, dan Feng Kun yang mendengar itu saja sudah bergidik ngeri membayangkan seperti apa tuan mereka akan menyiksa selir Li Yuyu agar pergi menuju Raja Yama.


"pergi, amati pergerakan selir Li Yuyu dari sekarang sampai acara pernikahan putri nya, dan kalian harus ingat untuk melaporkannya kepada ku, kita lihat berapa lama ia kan bertahan"ucap Jian An dengan senyum evil nya.


"baik An er"ucap mereka berdua dan seketika menghilang seperti mereka berdua memang tak pernah berada di sana.


"selir Li Yuyu, Putri Li Bo Doh tunggu pembalasan ku"ucap Jian An.


Setelah itu tak seberapa lama Delvin terbangun dari tidurnya.


"sudah bangun"ucap Jian An tanpa memandang Delvin, sekarang ini pikiran Jian An adalah bagaimana gaya yang akan dia lakukan untuk membalas selir Li Yuyu.


Delvin yang masih setengah sadar hanya mengangguk saja.


Jian An yang sekarang ini malas mengajari Delvin langsung melempar tiga buah buku ke arah Delvin.


Delvin yang tidak siap alhasil buku itu malah mengenai kepalanya dengan keras.


DUKK..


"AU, woy beg* kalau kasih buku yang bener Napa!!!!"ucap nya memarahi Jian An sambil memegangi kepala tampannya.


"pelajari buku itu, itu adalah buku jurus elemen es, api, dan cahaya, sekarang ingat apa elemen yang di miliki Lo, yaitu es, api, dan cahaya"ucap Jian An tanpa mendengarkan keluhan yang Delvin keluarkan.


.......................


tak terasa sudah enam bulan sudah terlewat sekarang ini Delvin yang di bimbing oleh Jian An kini sudah bisa menguasai setengah dari jurus yang ada di tiga buku yang di berikan oleh Jian An.

__ADS_1


kini saat nya bagi mereka semua untuk keluar dari dalam Pagoda suci surgawi, saat sudah berada di luar mereka ternyata hanya menghabiskan waktu selama satu hari saja untuk berada di dalam ruang dimensi Pagoda Suci Surgawi, dan hal tersebut membuat Delvin dkk takjub kan hal itu.


Setelah para pengganggu pergi, Jian An langsung terbang menggunakan Ging Gong nya menuju halaman tempat tinggal selir Li Yuyu dan putri Li Bo Doh.


Sampai di sana ia bisa melihat bahwa selir Li Yuyu, dan juga putri Li Bo Doh bolak balik ke toilet terus, dan melihat wajah aneh mereka berdua saat menahan bab sangat menyenangkan dan menjadi hiburan tersendiri bagi Jian An.


Setelah memastikan bahwa rencana nya berhasil saat nya menunggu acara pernikahan putri Li Bo Doh dan juga Mentri Tang Chan Chun, dan akan ia pastikan bahwa selir Li Yuyu, dan putri Li Bo Doh akan mati hari itu juga.


.................


2 Minggu kemudian.


Hari ini adalah hari yang paling bahagia bagi selir Li Yuyu, dan juga putri Li Bo Doh, karena hari ini adalah hari di mana pernikahan putri Li Bo Doh akan di laksanakan.


Para anggota kekaisaran Li semuanya saat ini sedang bersiap untuk menghadiri acara pernikahan tersebut, begitu pula dengan Jian An.


Entah apa yang terjadi Jian An kali ini sangat ceria padahal kan ini hari musuhnya bahagia?.


Tentu saja hal itu membuat para sahabatnya bingung dengan perilaku Jian An.


Seperti saat ini, Jian An sedang memilih hiasan rambut, dengan senyum mengembang di wajahnya dan sambil bernyayi, sedangkan ke 3 sahabatnya berada di belakangnya dengan memandang Jian An aneh.


"Jian Lo kenapa bahagia banget seharusnya itu Li itu sedih karena musuh Li bakal kabur"ucap Yu Mei yang sudah tak tahan dengan senyum Jian An yang sangat manis namun bagi Yu Mei, senyum itu adalah sebuah ke ngerian, ia takut kalau Jian An ketempelan Jin Tomang, dari belakang WC.


"apa yang perlu di bikin sedih justru bagus lah kalau tuh orang pergi, gue kan jadi bebas di sini gak ada lagi kewajiban buat balas dendam"ucap Jian An Sambil masih merias dirinya sendiri.


Bahkan kali ini Jian An berdandan sangat meriah, dan mewah, padahal kan itu bukan tipenya, tapi masa bodo lah yang penting si Jian An bahagia selamanya.


Bahkan Delvin dkk yang baru saja sampai di sana di buat bingung dengan Jian An, yang terus saja merias dirinya padahal di kepalanya sekarang ini sudah penuh dengan hiasan.


................


***MAAF KEMARIN KAGAK UP, AUTHOR LAGI MALES BUAT UP SOALNYA LELAH JIWA, LELAH BATIN, RAGA, DAN YANG LAINNYA, POKOKNYA LENGKAP LAH YA.


TAPI HARI INI DI USAHAIN UP.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMEN, DAN SHARE YA BY***.


__ADS_2