EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
chapter 79


__ADS_3

Selamat membaca


😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁


.........................................


"Dan kalian jin dan Jun, apa kalian ingin ikut dengan ku bersenang-senang?"ucap Jian An dengan smirk khas nya.


Mendengar apa yang di katakan oleh Jian an jin, dan Jun tiba-tiba muncul di sebelah kanan, dan kiri nya dengan senyum yang mengerikan berkata.


"Jika di tawari, tentu saja kita tak bisa menolak"ucap Jin, dan Jun, di sana hanya ada mereka bertiga sedangkan Feng, Hong, Han, sudah pergi untuk menjalankan perintah dari Jian An.


Dengan cepat ke tiga nya menghilang, dan segera muncul di depan pintu masuk markas organisasi tersebut.


Tentu saja kedatangan dari mereka bertiga membuat para penjaga gerbang langsung mengacungkan pedang ke pada mereka bertiga, bukan hanya itu dari dalam pun terdapat suara bergemuruh langkah kaki, yang menuju ke arah mereka bertiga.


"Rupa nya mereka sudah tau kita akan datang An'er"ucap Jun Kun.


"Hemm..., Aku tau, cepat habisi mereka semua, dan jarah harta benda nya"ucap Jian am dengan senyum lebar nya.


"Baiklah"ucap Jin, dan Jun, secara bersamaan.


Tanpa basa-basi jin dan Jun langsung memenggal kepala dari kedua penjaga gerbang, sedangkan Jian An langsung menghancurkan gerbang di depan nya dengan Qi.


Bommm......!!!!


Sehancur nya gerbang tersebut menjadi berkeping-keping Jian An dan jin, Jun dapat melihat bahwa sudah banyak yang menunggu mereka di balik gerbang.


"Penyambutan yang sangat spektakuler"ucap Jin Kun dengan senyum menawan nya.


"Seranggg..!!!!!"teriak mereka semua dan mulai membagi dua kubu satu kubu menyerang jarak jauh dengan sihir, dan menyerang jarak dekat dengan pedang.


"Ku serahkan para penyerang jarak jauh itu pada kalian berdua"ucap Jian An dan segera melesat untuk menebas orang terdekat dengan nya, dengan pedang petir.


"Baik"ucap jin, dan Jun dan mulai menyerang para penyerang jarak jauh.


Darah kini sudah membasahi baju Jian An, di terus saja menyerang dan menangkis setiap serangan yang datang pada nya.


Ting...!


Trangg...!!!


Ting...!


Ting...!


Trangggg...!!!


Ting...!


"Formasi pedang petir"teriak Jian An seketika di tas langit terdapat banyak sekali pedang yang terbuat dari petir dan jatuh ke bawah dengan cepat menembus tubuh para musuh.


"Akh..!!!!"


"Akh...!!!!"


"Sial4an, semua hindari pedang-pedang petir itu!!!"teriak salah satu dari mereka semua, sebelum sebuah pedang petir menembus jantung nya.


Bukan sampai di situ saja Jian An juga memenangkan air-air yang ada di sekitarnya, dan menjadikan air-air tersebut sebuah jaring yang di Lesatkan kepada mereka semua.

__ADS_1


"Akggrrr!!!!"


Sembari jarum air yang di buatnya menyerang banyak sekali orang di depan nya Jian An berlari ke arah mereka semua dengan menghindari jaring air yang di buatnya sendiri dan menebas orang-orang yang bisa di jangkau nya.


"Cepatlah mati kalian semua, dan biarkan aku menjarah semua harta benda kalian di hutan ini"ucap Jian An sembari bertarung.


Kini jarum air sudah menghilang dan tersisa Jian An yang masih saja menebas setiap orang yang di lihatnya.


..........................


Di sisi lain jin, dan Jun kini berubah ke bentuk asli mereka dan mulai menyerang para penyerang dengan serangan jarak jauh mereka.


Bommm..!!!!!


Bommmmmmm.......!!!!!!!.


"Sial4n, kau jin!, Kau juga menghabisi Mangsa ku!"teriak Jun dengan marah.


"Cih!, Siapa cepat dia yang dapat"ucap Jin dan segera meninggalkan Jun yang kini sedang menahan amarahnya agar tak meledak.


"Lihat saja nanti jin akan ku balas!!"terik Jun lagi sembari mengutuk jin dengan berbagai sumpah sarapan, yang ia tau.


...........................


Tinggalkan Medan pertempuran kita kembali ke dunia Kultivasi.


Kini di istana kekaisaran Li sedang ada perjamuan antar negara, perjamuan ini salah semacam perayaan lantaran kerjasama perdagangan bisa terjalin antara semua kekaisaran yang ada dengan anggota Black King.


"Hohoho!, Tak ku sangka kini bisa melihat seorang pemimpin Black King yang terkenal hebat itu"ucap Kaisar Long, dengan senyum khas nya.


"Hahaha, saya juga tak menyangka bisa bertemu dengan kaisar Long yang terhormat"ucap Alex yang tiba-tiba saja berbicara, menggantikan Delvin yang kini hanya memandang dengan datar semua orang yang ada.


"Tentu saja, kaisar Long"ucap Alex dengan senyum profesional nya.


Delvin belike : kenapa aku di sini?😑.


Karena berasa tak tau arah pembicaraan mereka berdua Delvin memilih untuk pamit undur diri dan duduk di kursi nya dengan tenang.


Awalnya dia hanya ingin menghindari Mei Ling, makanya ia ikut pergi ke sini, tapi tak bisa di percaya dia malah seperti orang bod0h, lantaran tak tau apa yang sedang mereka semua bahas.


Dia Delvin hanya tau bertarung, dan bertarung, lantaran ia di besarkan untuk menjadi pembunuh bayaran, jadi masalah bisnis dia tak tau menahu soal itu, perjanjian ini terjalin pun karena Alex, ia hanya mengikuti apa yang di katakan nya saja, tak lebih!.


Delvin terus duduk di kuris nya sambil memainkan arak di depan nya tanpa meminumnya sama sekali, lantaran ia tak suka.


Hingga tak lama Putra Mahkota Li Xu Kai, datang dan berdiri di depan nya.


Merasa ada seseorang yang datang Delvin mengangkat kepala nya, dan segera di sambut dengan senyum lebar dari sang pangeran.


"Ah, Pangeran Mahkota"ucap Delvin.


"Pemimpin Black Ki.."ucap Putra Mahkota Li Xu Kai terpotong oleh ucapan Delvin.


"Panggil aku Delvin seperti adik mu itu"ucap Delvin.


"Baiklah, Delvin, kenapa anda tak meminum arak anda?, Apa ada masalah dengan arak nya?"tanya Pangeran Mahkota Li Xu Kai.


"Bukan itu, tapi aku tak minum arak"ucap Delvin.


"Ah, ternyata begitu apa perlu saya ganti dengan teh?"tanya Pangeran Mahkota Li Xu Kai.

__ADS_1


"Ok, jika tak merepotkan mu, Pangeran Mahkota"ucap Delvin..


Pangeran Mahkota Li Xu Kai hanya tersenyum menanggapi nya, memanggil pelayan untuk mengambilkan teh.


Sebenarnya Pangeran Mahkota Li Xu Kai sudah lama ingin berbincang dengan Orang yang kini ada di depan nya, pasalnya ia ingin tau sebenarnya orang macam apa yang di kenal oleh adik nya tersebut, ia harus memastikan dulu bahwa orang yang ada di depan nya ini tak akan pernah merebut adik nya itu.


Sungguh posesif sekali anda pangeran (. Author ).


Duduk di depan Delvin sambil tersenyum ramah, Pangeran Mahkota Li Xu Kai, mulai melancarkan aksi nya.


"Delvin, seperti nya kau dan adikku, sangat dekat aku yakin kalian sudah lama berteman"ucap Pangeran Mahkota Li Xu Kai.


"Kita bukan berteman"jawab Delvin dengan datar.


"Ah, benarkah tapi kenapa kalian begitu dekat?"tanya Pangeran Mahkota Li Xu Kai, dengan was-was saat mendapatkan jawaban dari Delvin.


"Ya, kita tak berteman tapi lebih tepatnya kami berdua adalah rival"jawab Delvin.


"Rival?, Apa itu?"tanya Pangeran Mahkota Li Xu Kai dengan bingung, pasalnya dia tak tau apa itu rival.


"Saingan"ucap Delvin sambil memakan kacang yang dia keluarkan dari balik jubah nya, dengan santai.


Mendapat jawaban seperti itu tentu saja membuat Pangeran Mahkota Li Xu Kai heran.


"Apa kau yakin?"tanya Pangeran Mahkota Li Xu Kai, kembali untuk memastikan kebenaran dari apa yang di katakan oleh Delvin.


"Ya.."ucap Delvin terpotong oleh ucapan Pangeran Mahkota Li Xu Kai.


"Kalau begitu aku akan pergi dulu untuk menyambut tamu yang lain nya"ucap Pangeran Mahkota Li Xu Kai cepat, dan segera pergi untuk menyambut tamu lain nya.


Setelah pergi nya Pangeran Mahkota Li Xu Kai, Delvin kembali menyambung kalimat nya yang ternyata belum selesai di ucapkan nya.


"Iya, dulu sekarang seperti sudah tidak"sambung Delvin tanpa memikirkan bahwa Pangeran Mahkota Li Xu Kai telah pergi dari hadapan nya, dan dia malah fokus kembali ke pada kacang yang kini sedang hendak di makan nya.


.........................................


Berbeda dengan Jian An yang sedang ada di Medan perang, atau pun Delvin yang sedang ada di pesta.


Kini Qian He, Ming Meng, dan Yu Mei, sedang ada di markas Besar Black King.


Mereka bertiga kini sedang bersembunyi di balik bangunan sambil menajamkan telinga mereka untuk mendengar percakapan Mei Ling dengan sosok bercadar.


"Mei Ling ayo pulang dengan ku"ucap wanita bercadar ke pada Mei Ling.


"Tidak mau, aku harus di sini bersama Delvin"ucap Mei Ling.


"Jangan ganggu mereka Mei Ling, atau kau ingin berakhir seperti ku?"ucap wanita bercadar itu lagi.


"Itu terjadi karena kau dan bibi yang kurang pintar, sedangkan aku dan kau berbeda, Bo Doh'er"ucap Mei Ling kepada wanita bercadar tersebut yang ternyata Li Bo Doh, alis Bo Doh, yang sudah keluar dari penjara.


Memang seharusnya hukuman BO Doh adalah 5 tahu tapi, karena mempertimbangkan bahwa dia hanya di manfaatkan, dan dia juga sudah sadar alias tobat, jadi Kekaisaran membebaskan nya, dan langsung mengusir' nya dari Kekaisaran Li.


Dan kenapa dia bisa masuk ke hutan darah, itu karena hutan darah bukan kekuasaan Kekaisaran mana pun.


Keputusan tersebut juga tak membuat Jian An marah ia malah menyetujui nya lagi pula dia ingat bahwa Bo Doh waktu kecil pernah baik ke pada nya hanya saja karena hasutan dari ibu nya ia menjadi jahat.


Apa lagi beberapa hari setelah Bo Doh di penjara ia di katakan positif hamil, jadi mengeluarkan Bo Doh dari penjara merupakan kebijakan yang tepat.


........................................

__ADS_1


Selamat menunggu Chapter berikut nya kawan semua😂😅.


__ADS_2