EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
47. BUNGA LOTUS.


__ADS_3

Jian an sudah mengobrak Abrik semua isi perut dari monster ikan itu tapi ia tak menemukannya.


karena frustasi ia terus mengobrak Abrik isi perut itu dengan acak berharap bisa menemukannya secepat mungkin.


"ban*ke nama si tuh baru, awas aja kalau ketemu gue ambil jiwa gue dari tuh batu sia*an"ucap Jian an ngawur karena frustrasi.


..................


sedangkan kini Delvin sudah sampai di dekat sungai di mana Jian an berada.


Delvin pun berjalan dengan santai nya ke arah di mana Jian an berada, dengan bersiul dan memainkan sebuah batu kecil di tangan nya dengan santai.


hingga akhirnya ia sampai di mana Jian an berada.


dan pemandangan yang pertama ia lihat berhasil membuat mata nya terbelak kaget.


bagaimana tidak kini keadaan Jian an, seluruh tubuh putih bersih Jian an di penuhi oleh darah dan cadar nya sudah terlepas entah kemana, namun sayangnya wajah cantiknya tak kelihatan karena di penuhi darah.


mengingat yang terakhir membuat Delvin menghela nafas kecewa.


'kenapa gue gak bisa lihat wajah cantik nya lagi si'batin Delvin kecewa.


'ah, masa bodo sekarang yang harus gue lakuin adalah menghentikan Jian an'batinnya lagi.


Delvin pun langsung berlari ke arah Jian an, Dan langsung menarik Jian an dari belakang.


namun Jian an terus memberontak dan berteriak ke arah Delvin.


"lepasin gue harus cari tuh batu, kalau kagak gue bakal sakit terus"teriak Jian an yang tak di anggap i oleh Delvin.


Delvin terus saja menarik Jian an agar menjauh dari bangkai ikan besar yang kini sudah terbelah menjadi dua dan tak terbentuk lagi bagai mana rupanya karena di amuk oleh Jian an.


"lepasin Vin, gue harus dapet tuh batu, gue gak tahan lagi ini sakit banget"ucap Jian an sambil memegang dada nya, dengan setetes cairan bening jatuh dari kelopak mata nya yang indah.


"iya, gue tau tapi gak kayak gini juga Lo cari nya, gue bantu in, tapi Lo tenang dulu ok"ucap Delvin menenangkan Jian an yang saat ini sedang mengadu kesakitan terus ke Delvin.


namun bukannya tenang Jian an malah semakin menangis dan itu membuat Delvin kewalahan.


"tuan seperti nya batu itu bukan ada di perut nya namun batu itu ada di belakang kristal yang tadi di hancurkan oleh anda"ucap Chu Kun dari ruang di mensi pagoda suci surgawi sambil membaca sebuah gulungan berwarna emas.


Jian an yang mendengar itu langsung membelah kepala dari ikan besar tersebut dan mencari batu tersebut di belakang kristal tersebut dan Tara.


ia mendapatkannya, dengan senyum manis ia bertanya kepada Chu Kun di dalam ruang di mensi nya.


"Chu Kun, bagaimana cara ku mengambil jiwa milik ku dari batu ini"ucap Jian an.


"tuan hanya perlu fokus menyerap energi dari dalam batu itu, yang di mana energi tersebut adalah jiwa milik tuan"kali ini yang berbicara bukan Chu Kun tapi Chan Kun.


"baiklah, saat nya menyerap jiwa milikku"ucap Jian an.


Jian an langsung membentuk posisi lotus yang membuat Delvin bingung di buatnya, Jian an pun mulai menyerap jiwa nya di dalam batu itu, dan keluarlah seperti sebuah aliran cahaya biru yang keluar.


Delvin yang melihat cahaya keluar dari batu itu pun langsung mendekat di samping Jian an dengan penasaran.


takjub itu lah yang sekarang di rasakan oleh Delvin, bahkan ia sesekali menggoyangkan badan Jian an untuk bertanya, namun Jian an tetap saja menutup matanya dan terus menyerap jiwa nya.


"wow, magic bisa keluar cahaya biru nya"ucap Delvin.


"Jian an, Jian an, Lo kok bisa kayak gini ajari gue dong"ucap Delvin sambil menggoyangkan badan Jian an, namun karena tak ada jawaban Delvin pun berhenti menggoyangkan badan Jian an.


karena ia yakin bahwa melakukan semua ini butuh konsentrasi tingkat tinggi, seperti film - film yang sering ia tonton itu loh.


tak lama Jian an pun membuka mata nya, Delvin yang melihat itu langsung memasang wajah imut berharap Jian an mau mengajari nya.

__ADS_1


Jian an yang melihat itu langsung menampar wajah Delvin sambil bergidik ngeri.


PLAKK...


"ih, ngeri banget gue lihat Lo pasang wajah kayak gitu di depan gue"ucap Jian an ngeri sambil menyusut ke belakang.


sedangkan Delvin yang di tampar menampilkan wajah kecewa ia beranggapan kalau Jian an Tak mau mengajari nya cara agar dia bisa seperti itu.


"Jian an, gue mohon ajari gue cara biar bisa kayak Lo"ucap Delvin yang kali ini menggunakan raut wajah biasa saja.


Jian an yang melihat itu bernafas lega, untung saja Delvin cepat merubah eskpresi wajahnya mungkin kalau tidak Jian an akan membawa Delvin ke ustad untuk di ruqyah.


ia takut kalau Delvin ketempelan setan kan ribet entar urusannya.


"oh, jadi Lo mau bisa kultivasi"ucap Jian an.


"ya, gue mau bisa kultivasi kayak Lo"ucap Delvin.


"ok, gue akan ajar nanti setelah sampai di kekaisaran Li Lo sama Alex dan kak Bagas ke kediaman gue, di sana akan gue ajari gimana agar Lo bisa kultivasi"ucap Jian an.


"ok"ucap Delvin yang sekarang ini memiliki mood bahagia.


"ya, udah yok kita kembali ke rombongan gue yakin mereka semua pada cari in gue"ucap Jian an.


"ayo, tapi sebaiknya Lo bersihin diri Lo sendiri dulu deh"ucap Delvin sambil melihat penampilan Jian an dari atas sampai bawa, dari bawah sampai atas yang sekarang ini penuh dengan darah.


"ah, iya Lo bener juga"ucap Jian an sambil mengeplak punggung Delvin dengan keras.


Delvin yang di geplak hanya bisa mengelus dengan tabah punggung nya.


"em, kayak nya gue mandi di sini aja"ucap Jian an Sambil melihat sekeliling.


hingga akhirnya ia menemukan sebuah tempat yang terhalang oleh batu besar, Jian an pun berjalan ke arah batu tersebut.


sementara Delvin kini sedang melempar batu di sekitar nya dan sesekali menggambar di tahan entah apa itu gambar nya author pun tak tau.


"Jian an lama banget si"ucap Delvin sambil teriak.


"bentar lagi Napa, Lo jagain aja di situ"ucap Jian an.


"lama banget si Lo mandi apa dandan"ucap Delvin.


"ya, mandi dong ban*sat"ucap Jian an.


namun pada kenyataan nya kini Jian an tengah berbaring di sebuah bunga lotus biru yang sangat besar yang mengapung di tengah sungai tersebut sambil melihat ke langit.


ia juga sudah mengirim pesan ke pada ayah nya bahwa ia akan pulang kekaisaran bersama dengan Delvin.


dan ia juga baru saja mendapatkan balasan bahwa ia di ijin kan.


ia juga sudah berganti pakaian berwarna putih dengan corak bunga lotus di setiap ujung baju nya terdapat gambar bunga lotus berwarna biru yang ia ambil dari dalam ruang di mensi nya.


Delvin yang sudah tak tahan lagi menunggu pun berniat untuk menghampiri Jian an.


Dan ia kini bisa melihat Jian an yang sedang santai nya tidur di atas sebuah bunga lotus, Delvin yang melihat itu pun berbinar.


ia langsung saja melompat dan.


HAPP..


pas sekali ia bisa mendarat dengan mulus di atas bunga itu, Delvin pun ikut merebahkan tubuhnya yang lelah di samping Jian an.


Jian an yang tau Delvin datang langsung menoleh ke arah di mana Delvin berada.

__ADS_1


"kan udah gue bilang Lo tunggu di sana ngapain lo ikut ke sini"ucap Jian an.


"ya elah, gue ikut Napa di sana itu sepi"ucap Delvin sambil melihat ke atas langit biru yang amat indah yang secara perlahan berubah menjadi mendung.


tak lama gerimis datang.


Delvin yang melihat itu pun hendak berdiri namun di cegah oleh Jian an.


"mau ke mana"ucap Jian an.


"tentu saja mau cari tempat teduh lah"ucap Delvin yang bingung dengan pertanyaan Jian an.


"Tak usah di sini saja"ucap Jian an.


Delvin yang mendengar itu pun berbaring lagi, tak lama Delvin berbaring muncul sebuah bantai kotak dan juga sebuah bantal guling yang masing - masing dua, dua untuk Delvin dan dua untuk Jian an.


"ehh..."ucap Delvin yang kaget dengan apa yang baru saja terjadi.


kemudian entah dari mana Jian an kini telah memakai selimut ditubuhnya begitu pula dengan Delvin, melihat itu Delvin makin bingung.


kemudian secara perlahan kelopak bunga lotus itu menutup, pandangan pertama saat bunga lotus itu menutup adalah gelap namun kini semakin terang dengan lampu berwarna biru.


yang membuat Delvin takjub.


"Lo lapar apa kagak?"ucap Jian an.


"ya lapar lah be*o"ucap Delvin.


kemudian entah dari mana Jian an sudah menodongkan sebuah makanan dan minuman ke arah Delvin yang di terima dengan senang hati.


"kalau kayak gini mah Lo gampang kalau mau tidur di mana aja ya kan"ucap Delvin.


"yah, begitu lah"ucap Jian an.


"di luar seperti nya, hujan nya lebat sekali, kalau bunga lotus ini kebawa arus gimana?"ucap Delvin.


"Lo tenang aja, emang iya ini ke bawa arus tapi bunga lotus ini akan berjalan ke arah di mana kekaisaran Li berada"ucap Jian an.


mendengar itu Delvin tak lagi berbicara tapi memejamkan mata hendak tidur.


tak lama terdengar deru nafas teratur dari Delvin.


sedangkan Jian an kini malah bermain dengan qi nya, mengakibatkan sebuah percikan kelap kelip pelangai muncul dari ujung jari nya dan menulis dan menggambar apa saja sesuai kemana arah jari Jian an bergerak.


"perjalanan ini masih sangat panjang sekali"ucap Jian an Sambil terus bermain.


"ku rasa hujan nya tak akan berhenti sampai besok"ucap Jian an lagi.


tak lama sebuah kelambu transparan memisahkan antara Jian an dan juga Delvin.


tak lama Jian an juga menyusul Delvin ke alam mimpi.


................


***OK, NIH CHAPTER SESUAI SAMA SUASANA HATI AUTHOR, DAN SEKARANG AUTHOR LAGI NGANTUK BERAT JADI BEGINI LAH AKHIRNYA SI JIAN AN TIDUR.😁😊


EHEM, EHEM, BTW, KATAK NYA TUH WAKTU ADEGAN DI BUNGA LOTUS ITU, KOK KAYAK ROMANTIS YA.


OK, JANGAN LUPA BUAT KALIAN SEMUA UNTUK LIKE, VOTE, KOMEN, DAN SHARE KE TEMAN Β² KALIAN YA.πŸ™β˜ΊοΈ


BY...πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


CINTA DARI AUTHOR UNTUK KALIAN SEMUA NYA❀️❀️

__ADS_1


A B C***.


__ADS_2