EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
42. PERUBAHAN TAK TERDUGA.


__ADS_3

"anda mencintai saya, namun saya tidak mencintai anda, jadi tolong terima saja, karena cinta tak bisa di paksakan"ucap Jian an sambil tersenyum, walau pun itu tak guna karena wajahnya di tutupi cadar.


pangeran ketiga long si Feng, sangat marah karena selama ini ia dapat dengan mudah menjadikan wanita mana saja untuk menjadi selirnya, di karenakan ia merupakan seorang pangeran tertampan ke dua di seluruh kekaisaran, tentu saja setelah pangeran Li Xu kai.


ia mengepalkan tangan nya kuat hingga tangan nya tersebut memutih.


'kalau kecantikan kali ini tidak dapat aku miliki maka akan lebih baik merusaknya dan tak membiarkan siapa pun memiliki kecantikan ini secara utuh'batin pangeran ketiga long si Feng.


jika saja Jian an mendengar apa yang ia katakan, mungkin sekarang Jian an sudah melompat dari tempat duduk nya dan memberikan tendangan maut di benda pusaka milik pangeran ketiga long si Feng.


apa tadi katanya? ingin menghancurkan wajah ku!!, maka sebelum kau menyentuhku kau sudah menuju gerbang neraka!!!.


yah, mungkin itu yang akan di katakan Jian an jika dia mengetahui apa yang ada di dalam hati dan pikiran pangeran ketiga long si Feng.


"kalau begitu maka tak akan aku biarkan ada yang memiliki kecantikan mu secara keseluruhan, paling tidak aku harus menghancurkan wajah mu itu" ucap nya dengan menekan setiap kalimat dan setiap kata nya.


dan tiba - tiba saja langsung melompat ke depan Jian an Sambil membawa sebuah pisau yang langsung ia arahkan ke wajah cantik Jian an.


Jian an yang melihat itu pun langsung melompat dari duduk nya kebelakang atau bisa di sebut juga salto si ya, namun karena kurang siap akibat nya cadar yang ia kenakan terbelah menjadi dua.


hingga kini cadar itu dapat menunjukan bibir merah nan seksi milik Jian an.


Jian an yang melihat itu pun langsung membuang cadar nya ke sembarang arah, karena menurutnya cadarnya sudah tak dapat menyembunyikan wajah nya lagi jadi buang saja.


semua orang tercengang dengan rupa Jian an, bahkan para sahabat nya pun begitu.


bagaimana tidak Jian an bahkan sekarang lebih cantik dari pada yang mereka lihat waktu itu.


bahkan Alex dan Bagas, pun sampai tersedak lalat yang masuk ke dalam mulut nya, karena mereka berdua tadi membuka mulutnya lebar - lebar, saat melihat kecantikan Jian an.


Delvin memandang Jian an tanpa berkedip, ia tak menyangka bahwa Jian an bisa secantik ini dari pertama kali ia melihatnya.


semua orang di aula bahkan sekarang ini seperti tak dapat berkedip saat menatap Jian an.


..............


kini Jian an memandang tajam kearah pangeran ketiga long si Feng.


sedangkan pangeran ketiga long si Feng, yang melihat Jian an semakin cantik dan juga tatapan kagum dan juga lapar dari para laki - laki mau pun perempuan membuat di semakin.sungguh ingin menghancurkan wajah cantik Jian an, karena dia tak mau menjadi milik nya maka ia tak akan membiarkan kecantikan itu di miliki oleh orang lain.


maka ia harus menghancurkan wajah nya, harus!!!!.


dengan tekat kuat pangeran ketiga long si Feng, berlari sambil mengarahkan pisau di tangannya kearah wajah Jian an.


Jian an yang menjadi sasaran dari pangeran ketiga long si Feng hanya berdiri dengan santai, sedangkan para tamu dan keluarga dari Jian an sudah berteriak histeris.


termasuk kaisar yang sekarang ini hendak berdiri memblokir serangan dari pangeran ketiga long si Feng.


sedangkan Jian an yang berdiri santai merasakan hal aneh yang terjadi dengan ruang di mensi suci surgawi miliknya, namun wajahnya tetap santai seperti tak terjadi apa - apa.


.........


di dalam ruang di mensi suci surgawi sebuah istana megah tercipta dan bersinar.


semua hewan kontrak dari Jian an merasa heran kenapa ada istana di dalam ruang di mensi ini.


"istana apa itu, kenapa tiba - tiba saja muncul" ucap long Kun sang naga api.


"aku juga tak tau long Kun"ucap Shen Kun sang harimau putih kuno.


"lebih baik kita ke sana saja"ucap Han Kun sang naga es, yang di angguk i oleh semuanya.


..........


sedangkan di luar Jian an merasakan tubuhnya seperti terbakar, bahkan ia sekarang ini sedikit meringis padahal ia belum terkena serangan dari pangeran ketiga long si Feng.


tiba - tiba sebuah cahaya yang amat terang menyilaukan semua nya yang berasal dari Jian an, bahkan kaisar yang akan menyelamatkan anak nya tersebut pun berhenti dan mencoba menghalang cahaya tersebut dengan tangan nya.

__ADS_1


sedangkan pangeran ketiga long si Feng pun sama, namun karena tekatnya untuk merusak wajah Jian an begitu besar akhirnya ia berlari kearah Jian an sambil menutup mata.


namun sebelum ia berhasil menyentuh Jian an, sebuah ledakan besar terjadi dan mengakibatkan diri nya terpental hingga menabrak tembok istana yang jauh hingga retak.


"AKH"seru pangeran ketiga long si Feng.


perlahan namun pasti cahaya tersebut pun memudar, namun tidak untuk di sekitar Jian an cahaya tersebut malah seperti mengelilinginya.


dan mengangkat tubuhnya keatas, Jian an yang terangkat ke atas pun tak dapat melakukan apa - apa selain pasrah.


sedangkan para orang - orang langsung membuka mata Meraka dan terlihatlah di hadapan Meraka Jian an yang sedang melayang di udara dengan cahaya putih yang perlahan menjadi berwarna - warni.


dan terlihat juga pangeran ketiga long si Feng yang sekarang ini memuntahkan seteguk darah dari dalam mulutnya dan kemudian pingsan, namun semua orang tak memperdulikannya mereka sekarang masih fokus kepada Jian an.


Jian an seperti merasa bahwa ada yang berbeda dari pakaian nya dan juga rambutnya seperti semakin panjang, dan juga kepala nya seperti berat karena aksesoris.


perlahan pun cahaya tersebut menghilang berbarengan dengan Jian an yang sekarang ini sedang turun kebawah dengan perlahan.


setelah cahaya itu hilang sepenuhnya dan Jian am sudah menapak di tanah secara sempurna.


lagi - lagi semua orang di buat kagum sekaligus pingsan karena kecantikannya, yang sekarang ini sudah dua kali lipat dari yang tadi.


rambut Jian an sekarang ini berwarna perak dengan sedikit warna emas di sebagian kecil rambut nya di sebelah kanan.


warna mata Jian an pun berubah menjadi pelangi.


pakaian nya pun kini berubah menjadi sepeti ini, dan pakaian ini sangat aneh untuk para orang orang yang ada di dunia iniπŸ‘‡πŸ‘‡



dan kini di atas kepala nya pun terdapat sebuah mahkota seperti iniπŸ‘‡πŸ‘‡



untuk kalung, anting, gelang dan cincinπŸ‘‡πŸ‘‡



ia sendiri sangat bingung.


'apa yang terjadi dengan semua orang, bahkan semua teman - teman ku pun pingsan, juga kak Alex dan kak Bagas, tunggu aku bisa bertanya dengan Delvin, secara ia adalah orang yang tidak gampang pingsan'


ia pun menolehkan kepala kearah Delvin, karena ia yakin bahwa Delvin tak akan pingsan, karena di sangat kuat.


dengan senyum ia yakin bahwa rival nya itu bisa di andalkan untuk masalah ini.


ia pun menoleh ke Delvin dan di lihat lah Delvin yang memang masih bisa duduk dengan tegak dan memandang kearahnya, tanpa ada darah di hidungnya.


' kan bener'batinya tersenyum.


"Delvin, kenapa semua orang pingsan"tanya heran Jian an kepada Delvin yang saat ini sedang duduk.


"Lo ngaca aja"ucap Delvin sambil memberikan cermin nya kepada Jian an


Jian an pun menerimanya Dan Dan terlihatlah wajahnya yang dua kali lipat lebih cantik dari tadi, ia pun kemudian sadar bahwa pakaian nya dan juga warna rambut dan mata nya berubah.


"Delvin, ini gak mungkin kan, kok gue jadi cantik kayak gini"ucap Jian an Sambil memandang sekujur tubuhnya yang berubah.


saat ia menoleh lagi ke arah Delvin ia menemukan hidung milik Delvin sudah berdarah karena memandangnya.


"Vin, Lo jangan pingsan juga dong gue nanti sendirian"ucap Jian an Sambil duduk di hadapan Delvin dan memegang ke dua kaki milik Delvin memohon agar dia tak pingsan juga.


"gue gak pingsan, kok, gue yakin"ucap Delvin yang kini masih duduk di kursinya.


Jian an yang mendengar itu pun mengangkat kepala nya ke atas memandang Delvin yang saat ini sedang memandang ke atas seperti menahan agar darah yang ada di hidung nya berhenti mengalir.


Delvin pun duduk di lantai seperti Jian an.

__ADS_1


"vin Lo gak akan pingsan sekarang kan"ucap Jian an yang sekarang ini melihat Delvin duduk di lantai tepat nya di hadapannya.


"iya, gue gak pingsan"ucap Delvin lemas.


"Vin Lo jangan pingsan ninggalin gue sendirian di aula ini, entar kalau Lo pingsan gak ada yang bantuin gue buat mengangkat semua orang yang pingsan ini, Lo masa tega banget si sama gue, gue kan cewek"ucap Jian an.


ya, Jian an menyuruh Delvin tak pingsan hanya untuk membantunya memindahkan para orang yang pingsan ke kediaman masing - masing, karena ia yakin kalau ia yang keluar meminta tolong ke orang di luar pasti mereka langsung pingsan saat melihat wajahnya itu.


PLETAKK


"jadi Lo nyuruh gue gak pingsan itu cuma buat bantu Lo mindahin semua orang yang ada di dalam aula ini ke kediaman mereka gitu?"ucap Delvin dengan wajah marah, setelah menjitak Jian an dengan an keras.


Jian an yang mendapat kan jitakkan keras dari Delvin pun hanya meringis kesakitan.


apa lah pemuda di depan nya ini tak bisa, untuk tidak menjitak kepala nya.


"iya"ucap Jian an Sambil memegangi kepala nya yang dijitak oleh Delvin sambil menganggukkan kepala nya pelan.


Delvin yang melihat itu pun geram.


"kalau gitu lebih baik gue pingsan aja lah"ucap Delvin sambil hendak tidur di lantai.


Jian an yang mendengar dan melihat itu pun langsung menarik kerah baju Delvin yang sekarang ini hendak tidur di lantai.


dan sekarang wajah Delvin dan Jian an Sangat dekat.


"Lo kalau sampai pingsan, gue pastiin Lo bangun dari pingsan Lo, Lo udah tergantung berbalik di tengah hutan darah"ucap tajam Jian an Sambil menatap Delvin yang sekarang ini nampak lesu dan sempoyongan.


.............


ya, ampun Jian Lo menyiksa Delvin kayak gitu banget dah, kasian tuh dah mau pingsan Lo larang terus(author)


biar in, yang penting nanti ada yang bisa gue suruh buat mindahin tuh semua orang di aula(ucap Jian an)


.................


"lo, tega banget dah sama gue, gue udah gak kuat lagi jadi please biar kan gue pingsan"mohon Delvin dengan suara pelan.


Jian an yang melihat itu pun mulai menyusun strategi agar Delvin tak pingsan dan membantunya memindahkan semua orang yang ada di aula ini.


'kalau kek gini, nih orang pasti bakal pingsan, kayak nya gue emang harus mengeluarkan jurus andalan gue kalau di depan kak Bagas nih'batin Jian an.


Tak lama ia pun mulai menangis histeris, sambil memeluk pinggang Delvin yang sekarang ini ada di depannya, dan menyembunyikan wajahnya di perut Delvin.


"hiks, hiks, gue mohon Vin, gue cuma seorang diri kalau Lo pingsan, gue yakin para pelayan, dan pengawal yang lihat gue, pasti bakal pingsan, Lo tega nyuruh gue buat mindahin nih orang yang ada di aula sendirian"ucap Jian an dengan masih menyembunyikan wajahnya di perut Delvin.


Delvin yang mendengar itu pun tak tega namun diri nya sendiri pun tak mampu lagi bertahan ia ingin pingsan sekarang.


apa lagi darah yang keluar dari hidung nya pun tak dapat berhenti mengalir.


apa lagi sekarang kepala Jian an ada di perut nya dan itu sangat geli, yang semakin menambah dia ingin sekali pingsan sekarang.


Delvin pun melepas topeng nya dan menyerahkan ke pada Jian an.


"lo pakai nih topeng terus keluar cari bantuan, gue mau pingsan dulu"ucap Delvin sambil menyerah kan topeng nya ke Jian an.


Jian an pun menerimanya, dan setelah itu Delvin pun pingsan di depannya.


Jian an pun memakainya.


"bener juga ya kenapa gue gak nutupin aja dari tadi wajah gue, kan kau kayak gini gua gak usah bersikap kayak gitu di depan Delvin, hancur sudah harga diri aing"ucap Jian am sambil berdiri, dan keluar mencari bantuan.


..........


MAAF KALAU KALIAN BOSAN, MAKLUM AUTHOR BEBERAPA HARI INI GAK PUN YA IDE.πŸ™πŸ˜ž


YA, UDAH LAH JANGAN LUPA BUAT LIKE, KOMEN, VOTE, DAN SHARE KE TEMAN Β² KALIAN YAπŸ™πŸ˜

__ADS_1


BYπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


__ADS_2