EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 66


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA😊😁😄🥰


Tak lupa juga mata tajam nya kini mengawasi Jian An yang sedang tertidur di kursi Putri Mahkota sambil tertidur dengan anggun nya.


Jian An yang sedang tidur tiba-tiba merasakan bahwa ada yang mengguncang badannya dengan pelan, karena merasa terusik ia membuka matanya.


Dan ternyata Permaisuri lah yang mengguncangnya.


Permaisuri tersenyum lembut kearah nya, dan berkata.


"Pulangnya kembali kediaman, sudah terlalu larut, urusan di sini serahkan saja ke pada ayah, dan Gege mu, mari kita pulang"ajak permaisuri sambil berdiri, tak lupa tangannya yang memegang tangan Jian An.


Dengan mata yang tertutup Jian An mengikuti setiap langkah Permaisuri dari belakang dengan patuh.


Setelah mereka berdua keluar dari dalam aula, Delvin langsung saja keluar dari ruangan tersebut.


Berlari dari atap ke atap Delvin mengikuti jejak Jian An dengan sangat hati-hati agar tak ada yang bisa menyadari keberadaan nya.


Dari atas bisa terlihat bahwa Jian An masih di gendeng oleh Permaisuri hingga sampai kediamannya.


.....


Permaisuri berjalan dari suka hingga kediaman Jian An, tak lama mungkin sekitar beberapa menit saja.


"Sudah, sekarang tidurlah dengan nyeyak"ucap Permaisuri dengan lembut sambil mengelus Surai Jian An.


"Emm..."gumam Jian An sambil menganggukkan kepalanya dengan patuh.


"Selamat malam nak"ucap Permaisuri tak lima mengecup kening Jian An, Dan kemudian pergi dengan senyum.


Dan dengan malas Jian An masuk ke dalam kamar nya.


Duduk di depan meja rias, dia melepas satu persatu perhiasan yang menempel di kepalanya.


Setelah semuanya terlepas ia melangkah dengan mata tertutup ke kasurnya.


Berbaring tanpa melepas baju beratnya itu ia mulai memejamkan mata nya.


Baru saja ia hendak tidur dengan nyenyak, tiba-tiba saja seseorang menarik ke dua tangannya memaksa dirinya sendiri untuk duduk.


"Ugh..., Siapa sih, orang mau tidur malah ganggu kayak gak ada kerjaan aja"ucap Jian An dengan mata yang masih tertutup.


"...."


Tak ada jawaban dari orang yang menarik nya tersebut, namun saat ia hendak tidur lagi ia merasakan tarikan di tangannya.

__ADS_1


Kejadian itu terus berulang yang akhirnya membuat Jian An kesal dan membuka matanya.


Dan terlihatlah wajah datar Delvin di depan wajahnya, yang sontak saja membuat Jian An mudur seketika karena terkejut.


"Sial apa yang kau lakukan di sini Delvin!, Jika ada orang yang tau bagaimana!"ucap Jian An panik.


"Mereka tak kan tau jika kau tak teriak seperti itu bodoh"ucap Delvin sambil menyentil dahi Jian An dengan kuat, yang tentu saja membuat Jian An meringis menahan sakit di dahi nya tersebut.


"Au..., Apa yang kau lakukan Delvin malam-malam begini di kamar ku?"tanya Jian An, sambil terus saja mengelus dahi nya yang masih sakit.


"Menurutmu"ucap Delvin dengan memutar ke pala nya ke arah Jian An dengan pandangan horor, yang tentu saja membuat Jian An menelan ludah nya dengan kasar, apa lagi di dukung oleh tak ada nya cahaya yang tak ada sama sekali, dan hanya ada cahaya dari bulan yang masuk melalui celah jendela kamar membuat kesan horor lebih terasa dan kental di sini.


"Apa kau dulu pernah main film horor?"bukannya menjawab Jian An malah menanyakan hal yang menurut Delvin tak penting.


Dengan kesal Delvin mencengkram erat kedua pundak Jian An yang membuat Jian An kembali meringis.


"Bisa kah kau serius untuk sekarang"ucap Delvin penuh penekanan.


"Ah..., Ba-baiklah"ucap Jian An terbata lantaran menahan sakit di pundaknya.


Namun lama menunggu tak ada satu kalimat pun yang keluar dari mulut Delvin yang membuat Jian An heran.


'Apa di sini dia yang harus peka?, Ya Gusti berat sekali cobaan mu'batin Jian An.


Mengamati ekspresi yang tercipta di wajah tampan Delvin, jelas sekali bahwa wajah nya sekarang ini mengandung zat kemarahan, dan kekesalan.


"Apa kau marah?, Tapi kenapa?"tanya Jian An hati-hati takut singa nya ngamuk aja gitu.


"Menurut ku?"tanya Delvin balik, yang membuat Jian An marah.


"Apa yang kau mau?"tanya Jian An tanpa basa-basi.


"C1um aku"ucap Delvin dengan datar.


Jian An yang mendengar apa yang di katakan oleh Delvin hanya mengangkat sebelah alisnya.


Dan tanpa basa-basi lagi Jian langsung saja menc1um Delvin, sebanyak tiga kali.


"Sudah bukan"ucap Jian An yang hendak tidur lagi, namun segera di cegah dengan Delvin yang lagi-lagi menarik tangannya agar tetap duduk.


"Ulangi yang benar"ucap Delvin.


Dengan cepat Jian An menc1um Delvin, awalnya hanya menempel namun kemudian berubah menjadi lum4tan yang panas.


Delvin hanya memejamkan mata nya menikmati setiap sensasi yang di berikan.

__ADS_1


Jian An terus saja *****4* bibir Delvin dengan ganas, hingga dia mengigit bibir bawah Delvin agar ia membuka mulutnya, segera saja Jian An memasukkan lidahnya ke dalam mulut Delvin dan mengabsen setiap rongga mulut Delvin dari gigi, hingga seluruh dinding yang ada.


Di dalam lidahnya terus bermain, Delvin pun mulai membalasnya.


.....


Sementara itu di sebuah tempat yang gelap yang hanya di terangi cahaya yang amat minim


D"beraninya lidah seperti mu masuk kedalam wilayah Ku bajing4n"😤


J"kau yang mulai duluan bnags4t"😠


D"memang tak bisa di hindari lagi ya, terimalah ini J, Rasengan, hiyaa"(sambil berlari ke arah J, sambil membaca Rasengan seperti yang ada di anime Naruto)


J pun tak mau kalah ia kemudian mengeluarkan sihir petir nya.


J"Chidori !!!"(berteriak sambil berlari juga ke arah D seperti Sasuke kalau lagi megang Chidori)


Rasengan, dan Chudori mereka berdua saling bertumburan satu sama lain yang mengakibatkan angin bertiup dengan kencang dan banyak debu di sekitar yang berterbangan.


"Hiyaaaa!!!!!"teriak mereka berdua sambil menambah tenaga dalam serangan mereka.


Dan begitu mereka berdua berkelahi layaknya ninja di sana saling melempar serangan tanpa mau ada yang mengalah.


D mau menang, dan J juga gak mau kalah seperti tikus dan kucing, kadang berteman namun kadang juga bermusuhan layaknya Tom And Jerry.


............


(Sorry yang barusan Author jadi ke ingat sama Naruto aja gitu😅).


Jian An kemudian melepaskan C1man itu setelah merasa bahwa diri nya sendiri kehabisan nafas.


Memegang kedua pipi Delvin ia berkata dengan lirih.


"Sudah bukan"ucap Jian An.


Mengelap mulutnya Delvin tersenyum.


"Kurang sih sebenar nya, tapi ok lah"ucap Delvin.


"Kalau begitu pergilah"ucap Jian An sambil mendorong pelan tubuh Delvin.


Benar saja baru saja di usir Delvin langsung menghilang seperti tak pernah ada di sana.


Jian An pun melanjutkan tidurnya yang tadi tertunda dengan nyaman.

__ADS_1


AKU UP LAGI INI SELAMAT MENUNGGU CHAPTER BERIKUT NYA YA🙏✌️😊☺️


MAU BIKIN NOVEL BARU TAPI BUKAN DI MT,. DI ******* SOALNYA NOVEL BARU ROMANSA SAMA ADA KESAN DEWASA NYA, TAPI GAK TAU BAKAL DI BUAT KAPAN.


__ADS_2