EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 68


__ADS_3

~Selamat membaca.~


Jian An membuka mata nya dengar perlahan saat cahaya pelangi yang terang nan indah tersebut sudah redup dan membentuk sebuah tato di dahi nya.


Dengan bentuk seperti yang sudah di jelaskan di chapter lalu.


Membuka mata nya yang telah berubah berwarna pelangi Jian an, terbang menggunakan Ging Gong nya menuju tepi danau teratai tersebut yang di sambut oleh ke tujuh hewan spiritualnya, serta dua penjaga ruang dimensi yang kelihatannya imut namun sebenarnya berusia tak di ketahui.


"Salam Tuan"


"Salam An'er"


Ucap mereka semua secara bersamaan.


"Apa kah sekarang aku sudah memiliki cukup kekuatan untuk pergi ke dimensi yang berbeda yang bahkan lebih kuat dari pada dimensi ini?"tanya Jian An ke pada Chan Kun.


"Lumayan Tuan"ucap Chan Kun, yang lantas membuat Jian An tersenyum bahagia.


"Ah~, kalau begitu aku harus keluar dari sini dan segera beristirahat, untuk perjalanan besok"ucap Jian An yang langsung menghilang dari ruang dimensi surgawi tanpa menunggu jawaban dari para penghuninya.


......


Muncul di kamar nya secara tiba-tiba Jian an lantas pergi ke kasur dan tidur sambil membayangkan bahwa mulai Besok pagi buta ia akan segera melakukan solo traveling dimensi.


Jam 3.00 subuh, Jian An kini sudah terbangun dari tidurnya, terlihat bahwa dia sekarang ini sedang mengikat rambut panjang nya, menjadi kuncir kuda, dan mengambil pedang hadiah dari sang Gege tercinta nya kemarin setelah mendengar bahwa sang adik mau melakukan perjalanan yang amat jauh.


Mengambil pedang nya ia menaruhnya di pinggang dan segera keluar dari kamar nya, di depan pintu dia merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara pagi dengan kuat, dan penuh perasaan.


Menghayati setiap sensasi yang dia rasakan saat menghirup udara pagi buta yang amat segar tersebut.


Sudah lebih dari ½ jam ia melakukan itu, hingga akhirnya ia mulai berjalan ke arah taman.


Jam 4.00 pagi embun mulai terlihat di setiap daun yang ada, menikmati aroma embun yang tercipta, Jian An nampak tersenyum manis sambil memetik satu bunga yang ada di sekitar nya menghirup aroma buang tersebut ia kemudian berkata.

__ADS_1


"Hari ini hari terakhirku di sini, jika aku lama sedikit tak apa kan, aku akan pergi nanti jam 5.00 pagi"ucap Jian An sambil duduk di kuris taman.


Tak terasa jam 5.00 pagi telah tiba, dengan sedih Jian An kemudian mulai terbang menggunakan Ging Gong nya.


Sampai di hutan darah Jian An mendarat di depan hutan tersebut, menengok kan kepala nya kekanan dan kekiri untuk melihat suasana hutan darah yang terlihat menyeramkan kala itu dengan seksama, ekspresi cemberut terlihat jelas di wajah nya.


"Chu Kun, apa benar portal nya ada di hutan ini?, Apa kau tak melihat nya hutan ini begitu menyeramkan sekali"ucap Jian An dengan pelan.


"Benar tuan, memang ada di sini"ucap Chu Kun dari dalam ruang dimensi.


"Jadi benar di sini, menyebalkan sekali hari ini"ucap Jian An dengan sebal sambil menghentakkan kakinya dengan keras ke tanah.


"Ah sudahlah semakin cepat aku pergi, dan mengumpulkan pecahan jiwa ku, semakin cepat pula aku bisa pulang dan tidur nyeyak"ucap Jian An lagi yang mendapat respon positif dari penghuni ruang dimensi nya.


"Bagus itu batu Tuan kami"ucap Chu Kun, dan Chan Kun bersama.


"Ayo An'er semangat!!"teriak Jun Kun memberi semangat.


Dengan menetapkan hati nya yang sempat ragu Jian An mulai melangkah dengan penuh semangat ke arah hutan Darah.


Dengan segera Jian An masuk ke dalam nya, hingga keluarlah Jian An dari portal teleportasi tersebut di dalam sebuah bibir gua yang kelihatannya menyeramkan dalam nya.


Benar saja baru saja ia hendak melangkah tiba-tiba ia mendengar bahwa banyak sekali suara decitan yang nyaring dari dalam gua, decitan itu makin jelas hingga menampilkan puluhan ribu kelelawar yang terbang dengan cepat ke arah nya.


Dengan cepat Jian An menyilangkan Ke dua tangan nya untuk menghalau kelelawar mengenai wajah nya.


Tak lama mungkin sekitar 1 menit para kelelawar tak keluar lagi dari dalam gua tersebut, menelusuri gua yang licin dengan hati-hati Jian An akhirnya sampai di ujung dari gua tersebut yang ternyata terpasang sebuah bangunan formasi kuno di dalam nya.


Formasi tersebut membentuk sebuah panggung berbentuk bulat dengan tujuh pilar di setiap sisi nya, terlihat bahwa jutuh pilar tersebut di tambati oleh banyak tanaman liar serta bunga nya, di atas pilar terdapat masing-masing sebuah permata berbeda warna yang membentuk pelangi.


Namun yang membuat Jian An tertarik adalah cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah batu, serta di tengah formasi tersebut terlihat bahwa atas gua bolong dan menyinari tengah-tengah formasi tersebut, selain itu di tengah formasi terdapat sebuah batu permata yang besar dengan warna pelangi, cahaya pelangi terlihat memancar dari baru permata besar tersebut.


"Apa ini yang kau sebut dengan formasi dimensi lain?"tanya Jian An.

__ADS_1


"Benar Tuan"jawab Chan Kun.


"Tapi, kenapa kuno sekali seperti ini!!"teriak Jian An sambil merentangkan kedua tangannya.


"An'er nama nya juga formasi kuno, ya pasti kuno dong, coba aja nama nya formasi moderen pasti formasi nya akan lebih canggih dari ini"ucap Hong Kun, sambil mengelangkan kelapa nya, ia sempat tak habis fikir kenapa seorang seperti Jian An yang bod0h ini bisa jadi Tuan nya.


"Aku tau apa yang kau pikirkan Hong Kun"ucap Jian An yang langsung saja membuat Hong Kun tak percaya.


Bagaimana Tuan nya itu bisa tau apa isi hati ku?, Tanya nya dengan heran di benak nya.


"Itu karena kau sudah berkontrak dengan ku"jawab Jian An secara tiba-tiba.


"Oh, begitu rupa nya"walau pun sempat kaget namun Hong Kun segera menetralkan hati nya serta wajah nya agar kembali seperti semua tanpa cacat sedikit pun.


"Tunggu apa lagi An'er cepat lah pergi ke tengah formasi dan alirkan ke tujuh elemen mu ke tujuh permata tersebut sesuai warna"desak Jin Kun, yang sudah tak sabar untuk menjelajahi dimensi bersama Tuan, serta teman-teman nya.


"Baiklah"ucap Jian An dan tanpa menunggu hal lainnya ia langsung terbang ke tengah formasi pertama nya ia mengalirkan Qi nya yang berwarna emas ke pada permata besar yang ada di tengah formasi hingga tak lama permata tersebut mekar seperti bunga lili yang amat indah, selain itu keluar juga sebuah mutiara yang besar dari permata tersebut yang bersinar dengan sinar keperakan.


Setelah itu Jian an duduk mengambang di atas mutiara besar tersebut dan mulai mengambil posisi teratai.


Dalam posisi nya tersebut cahaya pelangi kekar dari tubuhnya dang segera mungkin menuju ke tujuh permata kecil yang ber- ada di atas pilar sesuai dengan warna permata.


(Di sini maksudnya Qi nya Jian An itu terbelah jadi tujuh, dan setiap Qi nya itu punya warna masing-masing, yang kemudian berlari ke arah warna yang sama, misalnya Qi nya itu kuning maka akan berlari ke arah permata kuning)


Tak lama permata yang ada di atas pilar tersebut juga sama terbuka seperti bunga lili hanya saja bedanya bukan mutiara yang keluar dari permata tersebut melainkan ribuan peri kecil yang menari dengan teratur mengelilingi Jian An yang kini sedang duduk dengan posisi lotus sambil menutup mata nya.


Hingga tak lama butiran-butiran Cahya putih ke emasan seperti membentuk put1ng beliung yang mengitari tubuh Jian An dan tak lama bagai di telah bumi, Jian An hilang tanpa jejak di sana, bahkan tempat formasi tersebut dengan sekejap masa kembali seperti semua tanpa ada jejak bahwa baru saja di gunakan.


,,,,,,,,,,


Terima kasih karena sudah mau membaca novel saya yang membosankan ini, maklum aja ya ini novel ke 1 saya jadi mungkin saat ini saya masih banyak kekurangan.


Dan saya mohon, saya juga tak memaksa kalian untuk sekedar memberi kan like, vote, dukungan, komen, favorit kan, serta motivasi, keritikkan serta yang lain nya.

__ADS_1


~TERIMA KASIH SEMUA NYA~


__ADS_2