
Jian An terus saja berdandan hingga dirinya sekarang ini seperti toko berjalan.
Delvin kini memandang Jian An dengan tatapan tak suka, bukan karena apa - apa nih ya, tapi karena dia tak suka dengan dandanan Jian An sekarang ini yang menurutnya berlebihan, namun hal tersebut biasa di dunia ini.
Dengan tatapan menilai ia mengejek Jian An secara terang - terangan.
"Tante, mau ke jamuan apa mau jualan di sirkus tuh"sindir Delvin secara menyakitkan.
Jian An yang mendengar ejekan dari Delvin langsung menghentikan aktivitasnya, dan menoleh ke arah di mana Delvin berada.
Terlihat Delvin yang sekarang ini sedang melipat tangan nya di depan dada, dengan bersandar di pintu masuk kamar Jian An dengan jaya cool nya, yang tentu saja membuat Jian An ingin sekali untuk memukul kepalanya itu hingga geger otak.
Jian An hanya mendengus keras dan langsung memalingkan pandangannya kembali ke arah bayangannya di kaca perunggu.
Delvin yang melihat itu geram, ia memberi perintah lewat mata untuk meninggalkannya dengan Jian An, ke pada teman - temannya.
Awalnya semuanya tak mau pergi apa lagi kak Bagas, namun karena mendapatkan tatapan tajam 6ang mungkin saja bisa memotong tubuh mereka menjadi dadu, mereka semuanya pun pergi dengan wajah tak ikhlas.
Setelah semuanya keluar dengan santai Delvin menghampiri Jian An, dan langsung memegang tangan Jian An yang akan mengganti hiasan kepalanya dengan yang lebih sederhana.
Jian An yang kaget secara sepontan memandang Delvin, seakan berkata.
'Apa, monyet!!!'
Delvin yang tau apa isi dari tatapan itu pun, tidak tau harus kesal atau menenggelamkan Jian An ke rawa - rawa.
Dengan menahan amarah yang bergejolak Delvin mencoba sabar.
Tiba - tiba Delvin meletakkan sebuah kotak berwarna biru di atas meja rias milik Jian An dan membukanya.
"nih, pakai aja pakaian ini biru muda lebih baik dari pada Lo yang sekarang pakai baju warna merah plus rias dan mirip kayak pengantin, gue sempet bingung sebenarnya itu yang mau nikah itu Lo apa si putri bodo* itu sih"ucap Delvin sambil mengeluarkan pakaian itu dari dalam kotak yang di bawanya untuk di berikan ke pada Jian An.
"ye gue kan sengaja pakai ini, biar kayak penghinaan gitu ke arah pengantin wanitannya"ucap Jian An.
Delvin yang mendengar itu geleng - geleng kepala, sambil tersenyum tipis, tak pernah berubah selalu saja melakukan hal ekstrim seperti ini.
"nih pakai cepet"ucap Delvin sambil melempar gaun itu ke Jian An Dan mendorongnya ke dalam kamar mandi.
Jian An masuk ke dalam kamar mandi dengan enggan.
setelah Jian An keluar dari dalam kamar mandi, Delvin langsung menariknya ke kursi di depan meja riasnya.
Dengan telaten, dan prefisional nya ia membentuk rambut Jian An dengan tataan sedarhana, Delvin juga menambahkan beberapa hiasan di kepala Jian An.
Setelah menghias rambut Delvin juga merias wajah Jian An dengan tipis, sungguh sekarang ini Delvin lebih mirip seorang tata rias dari pada seorang mafia.
Tak lama hasil karya nya sudah jadi, wajah Jian An bahkan sekarang seperti 10 kali lipat lebih cantik dari pada sebelumnya.
"Lumayan juga, gak nyangkan Lo bisa juga jadi tukang rias, kalau kayak gini mah Lo jadi asisten gue aja Vin"ucap Jian An yang puas dengan riasan Delvin kepada dirinya.
"tentu dong Delvin gitu, tapi gue gak mau ya jadi asisten Lo, sorry nih ya gak level sama gue"ucap Delvin dengan sombongnya.
"ya udah ah, ayo atuh pergi ke aula, acara nya kayaknya udah mulai deh"ucap Jian An sambil bangun dari kursinya dan keluar dari dalam kamarnya di ikuti oleh Delvin di belakangnya.
.................
Skip aula acara.
Acara pernikahan berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sama sekali dan tiba lah di mana acara untuk penyerahan hadiah bagi semua tamu untuk kedua mempelai pengantin nya.
__ADS_1
Kini semua tamu undangan telah memberikan hadiah mereka semua ke pada putri li bo doh dan Mentri Tang Chan Chun.
Sekarang gantian Jian An yang meberikan hadiah pernikahan ke pada kedua mempelai pengantin.
Dengan langkah anggun nya, serta aura kecantikan yang kuat, membuat semua tamu tak bisa mengalihkan pandangan mereka ke arah lain.
Bahkan pria maupun wanita kini telah mimisan di buatnya, entah itu karena ini tingkat angkut tau pun mengagumi penampilan putri Li Jian An.
Putri Li Bo Doh, memandang Jian An sinis apa lagi saat ia melihat bahwa Mentri Tang Chan Chun terus memandang Jian An tanpa berkedip sedikitpun.
"semoga kalian berdua menjadi keluarga yang berbahagia"ucap Jian An.
Namun dalam hati 'cuih, bahagia apa nya bentar lagi juga rusak, Anji*'
Dengan senyum mengembang di wajah cantiknya Jian An memberikan kado nya ke pada mereka berdua.
Namun hal tak di duga terjadi oleh para tamu, kecuali oleh Jian An sendiri, bahkan teman - temannya pun terkejut dengan apa yang terjadi di atas altar pernikahan.
Terlihat bahwa Mentri Tang Chan Chun tiba - tiba memegang tangan Jian An dengan erat.
Hal tersebut membuat Jian An menaikkan sebelah alisnya, tanda bertanya.
'apa yang kau lakukan'.
Mengerti arti tatapan itu Mentri Tang Chan Chun berkata dengan nada lirih namun bisa di dengar oleh semua orang yang ada di aula.
"apa kah jika saya tak menikah dengan Putri Li Bo Doh, apa kah anda mau menikah dengan saya"ucapnya dengan tatapan yang redup.
Ucapan itu membuat satu Aula itu terkejut dengan ucapan Mentri Tang Chan Chun.
"Ah, bagaimana mungkin anda mengatakan seperti itu di acara pernikahan anda"ucap Jian An berpura - pura seakan terkejut dengan apa yang di katakan oleh Mentri Tang Chan Chun.
"An'er, apa kah anda akan menikah dengan saya, jika anda mau saya bisa saja menceraikan Putri Li Bo Doh sekarang juga dan kita akan menikah sekarang"ucap Mentri Tang Chan Chun sungguh - sungguh.
Tak lama sesudah Mentri Tang Chan Chun berkata seperti itu sebuah pukulan yang keras mendarat di pipinya hingga meninggalkan jejak ke buruan di sana, bahkan hingga mengakibatkan sudut mulut Mentri Tang Chan Chun robek dan berdarah.
Semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah sesosok makhluk astral yang menonjok Mentri Tang Chan Chun.
Jian An yang tau siapa yang menonjok Mentri Tang Chan Chun.
Ets, bukan, bukan karena dia suka sama Mentri Tang Chan Chun loh, namun semua akting yang telah ia pelajari dalam satu tahun dengan waktu di dalam dimensi Pagoda Suci Surgawi hanya sia - sia belakang.
Dengan marah menggebu - gebu serta semangat 45 Bagas memukul Mentri Tang Chan Chun.
Yah, orang yang memukul Mentri Tang Chan Chun adalah Bagas, ia tak terima jika laki - laki busuk ini mau mengajak adik tersayang nya ini menikah.
'Enak aja Lo mau ajak adek gue nikah muda, kagak boleh tau gue aja belum nikah!!!!'batin Alex berteriak marah.
Mungkin jika Jian An tau mungkin ia akan langsung menendang bokongnya Bagas, dan langsung mengusirnya dari di mensi ini.
"Berani nya anda mengganggu adik saya"ucap Bagas dengan Garang.
"siapa anda?, kenapa mengganggu saya dan an'er?"ucap Mentri Tang Chan Chun setelah mengelap darah yang keluar.
"saya, saya, saya siapa ya?"ucap Bagas bingung, apa yang akan ia katakan masa ia akan mengatakan kalau dia kakak kandungnya kan gak mungkin!!.
Sedangkan Alex yang sedang duduk di kursinya entah mengapa merasa malu sendiri, melihat kelakuan Bagas di atas altar.
Tak kalah Jian An dan yang lainnya serasa mau pingsan, sedangkan Delvin nampak tak perduli sama sekali, dengan ke bodohan yang di lakukan oleh Bagas.
__ADS_1
Jian An bahkan masih sempat untuk mengalihkan pandangannya ke arah lain, sambil bersiul dengan keras hingga seisi aula mendengarnya.
Dia sungguh tak perduli lagi dengan kharismanya sebagai seorang Putri Mahkota yang penting dia harus berusaha untuk tak ikut campur ke dalam ke bodo*an kakaknya yang satu ini.
Tiba - tiba tak ada angin, tak ada hujan, tak ada Guntur, suara tawa Buto Ijo menggema di dalam aula, yang berasal dari altar pernikahan, siapa lagi kalau bukan si Mentri Tang Chan Chun.
"HAHAHAHA, anda bahkan bukan siapa - siapa, begitu berani nya anda menentang saya, ingat saya adalah Mentri Tang, ingat itu saya adalah Mentri dari Kekaisaran Li, tunangannya Putri Mahkota Li Jian An!!!"ucap Mentri Tang Chan Chun seperti orang gila, kan memang dia dah gila dari dulu!.
Jian An yang mendengar itu tak terima sama sekali.
"Ingat Mentri Tang, saya dan anda bukan lagi tunangan, anda hanya lah mantan, dan saya tak mau memungut sampah yang telah membuang saya, jadi lebih baik anda menyerah saja dan terima istri mu yang sekarang!!!"ucap Jian An keras.
Walaupun Jian An benci putri Li Bo Doh tapi ia lebih benci lagi Mentri Tang yang ada di depannya ini, karena bagaimana pun juga Putri Li Bo Doh hanya terlalu bodo* sehingga mudah di hasut dan di manfaatkan oleh Selir Li Yuyu.
Sedangkan Mentri Tang itu licik, bahkan sampai mengambil kesucian milik Putri Li Bo Doh, ia bahkan tak yakin bahwa ia akan masih Prawa* jika dulu Putri Jian An buruk rupa.
Ia sungguh bersyukur kan hal itu, jika tidak ia akan langsung bunuh diri setelah sampai di dunia ini.
"Tapi saya hanya menginginkan anda Putri"ucap Mentri Tang Chan Chun ke pada Jian An.
"Mentri Tang jika kamu ingin mengambil An'er maka kamu harus melewati mayat saya terlebih dahulu, saya adalah tangan kanan dari ketua Black king, dan apa kah kamu tak tau kalau ketua dan Putri Li Jian An adalah sepasang kekasih"ucap Bagas dengan cepat.
Frutt....
Delvin yang mendengar itu langsung menyemburkan teh nya.
Begitu pula dengan tamu lain yang sedang minum, mereka secara jamah menyemburkan air yang telah mereka minum saat mendengar apa yang di katakan oleh Bagas.
"AP!....."Ucap Delvin langsing terpotong karena Alex langsung menutup mulutnya dengan tangannya.
..............
***UDAH DULU SAMPAI DI SINI, INI BAKAL JADI PEMBALASAN YANG PANJANG DAN MEMBOSANKAN JADINYA KITA KASIH BUMBU KEMESRAAN.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMEN DAN APA LAH TERSERAH KALIAN.
KALAU ADA YANG LIHAT TYPO LAPOR KE AUTHOR YA BOS....
ππ
πππππππππππππππππ
MAAF BUAT UP YANG TERLALU LAMA HINGGA LUMUTAN, BIASA AUTHOR KAGAK MOOD BUAT NULIS DAN BARU SEKARANG ADA MOOD KALAU GAK PERCAYA, LIHAT AJA NIH AUTHOR NULIS INI AJA
PANJANG...................
KALI..................
LEBAR..............
BAGI..................
TINGGI....................
KALI LAGI..................
10.00000000000000000000000..........
UDAH MALES NULIS (0) NYA LAGI.
__ADS_1
BYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYππππππππππππππππππππππππππ
β€οΈβ€οΈβ€οΈπΊπΊπΊπππππππππ***