EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 65


__ADS_3

Setelah menerima hadiah dari ayah dan ibu nya Jian An menaruh hadiah dari keduanya di sampingnya yang mengudang banyak tanda tanya dari semuanya.


"Nak kenapa kau tak membukanya di sini saja"ucap Permaisuri Li


"Nanti saja Ibunda, biar jadi kejutan nanti di kediaman"ucap Jian An penuh dengan misteri.


Ke dua orang tuanya, dan semuanya yang mendengar ucapan dari Jian An langsung mengangguk.


'mungkin Yang Mulia Putri tak ingin hadiahnya di umumkan di depan publik'


Pikir semua orang yang ada.


Kemudian di lanjutkan dengan hadiah dari semua orang yang ada.


Kini giliran Bagas


Dengan senyum yang gembira ia mengendong kado nya tersebut menaiki anak tangga.


Sesampai nya dia di depan Jian An dengan senyum yang amat lebar ia memberikan hadiah nya ke pada Jian An.


Dengan senang pula Jian An menerima nya.


"Apa ini isi nya?"tanya Jian An ke pada kakak nya itu.


"Buka aja nanti juga tau, itu kan rahasia"ucap Bagas dengan songong nya.


Jian An yang melihat itu sangat kesal, ingin rasanya ia mencincang nya hingga lembut, terus dia berikan ke pada anjin*.


'Sabar, Sabar untung aja kakak kalau bukan udah gue tentang sampai ke mars'batinnya sambil berusaha menahan amarahnya yang kian meningkat.


Setelah itu Bagas kembali ke tempat duduk nya dan kini giliran Alex yang maju.


Dengan acuh dia memberi hadiah nya ke Jian An.


"Semoga kau menyukainya Bos"ucap nya dengan sopan tak lupa ia membungkuk kan badannya memberi hormat seperti di kerajaan Eropa kuno.


Jian An hanya bisa melihat nya dengan sinis dan jijik.


'ini bukan Dunia Eropa Kono,ok ini itu dunia China Kuno'pikir Jian An dengan malas.

__ADS_1


Sesudah itu Alex pun turun dari sana.


Seharusnya nya sesudah Alex itu Delvin yang maju tapi dia bilang 'nanti terakhir'.


Maka dari itu lah di lanjutkan dengan para bangsawan, dan yang lain nya hingga akhirnya semua antrian yang panjang sekali tersebut tinggal satu orang saja.


Namun terlihat dengan jelas bahwa Jian An sudah banyak menguap di kursi nya tersebut.


"Selamat atas upacara kedewasaan nya Yang Mulia Putri Mahkota Li Jian An"Ucap orang tersebut dengan sopan tak lupa juga memberi hormat ala China kuno.


"Ah, iya terima kasih atas kunjungannya nona"ucap Jian An dengan mata yang terpejam.


Namun bukan nya di anggap tak sopan semua tamu malah berfikir bahwa itu sangat imut dan mengemaskan di mata mereka bahkan kalau boleh jujur sosok nya sekarang ini seperti malaikat dengan sayap putih yang di kelilingi bunga mawar.


Dengan senyum nona tersebut kembali duduk di kursi nya.


Begitu pun dengan Jian An Dia bahkan sekarang ini menjadikan tangan kanan nya sebagai tumpuan untuk kepala nya yang terasa berat karena banyak nya aksesoris.


Tingkah nya tersebut sungguh membuat orang lain ingin berlari ke arah nya dan segera memeluk nya dengan erat.


Kini giliran si Delvin yang maju dengan lebar selebar satu meter ia berjalan ke arah Jian An dengan cepat.


Dia kini berdiri di hadapan Jian An yang sedang tidur dengan dekat hanya berjarak satu langkah posisi nya saat ini dengan Jian An.


Jian An yang merasa ada yang menghalangi wajahnya dari sinar harapan, pun membuka matanya dan di lihatlah Delvin yang kini berdiri di depannya dengan jarak yang amat dekat.


Jian An kemudian memandang Delvin dari Kaki hingga wajahnya.


'Buset, dah, nih orang mau kasih hadiah apa mau bunuh gue, tatapan nya tajam bos que'tanya Jian An di dalam hati lantaran melihat wajah Delvin yang terlihat suram dengan tatapan tajam yang di tunjukan ke pada nya, yang tentu saja cukup membuatnya merinding ke takutan.


"Emm..., Delvin bisa kah kau minggir, kau menghalangi pandangan ku untuk melihat para tamu, serta dekorasi pesta yang amat sungguh patut untuk di lihat, serta di nikmati"ucap Jian An dengan canggung, lantaran Delvin hanya memandangnya dengan tajam tanpa berkedip sedikit pun.


"sialan, apa aku salah, tapi apa?"bisik nya pada diri nya sendiri sambil bertanya.


Memandang Delvin sekali lagi dengan senyum canggung, ia menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


'Apa sih, mau nya ini anak'batin nya bersuara dengan kesal.


"Emm..., Delvin apa kah itu hadiah ku?"tanya Jian An sambil menunjuk sebuah kotak berwarna merah dengan pola bunga mawar yang amat indah di tangan Delvin.

__ADS_1


Delvin yang menerima pertanyaan itu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah kotak di tangannya.


"Ya"ucap nya dengan singkat, dan langsung menyodorkan kotak di tangan nya kepada Jian An.


Jian An yang menerima kotak itu menerimanya dengan senang hati dan senyum cerah di wajah nya.


"Thank You"ucap Jian An sok pakai bahasa Inggris.


Setelah menerima nya ia langsung saja menaruhnya di sampingnya di mana letak hadiah lainnya juga berada, bahkan sekarang ini di samping nya sudah menjadi gunung hadiah dengan berbagai kotak hadiah.


"Lah terus ngapain masih di sini duduk lagi lah"ucap Jian An bingung dengan Delvin yang masih saja di depannya padahal kan seharusnya Delvin langsung kembali ke tempat duduk nya seperti yang lainnya.


"Mengusir saya?"tanya Delvin dengan dinginnya, yang membuat Jian An heran apa lagi dengan kata 'saya' kan biasanya nih anak kalau ngomong nya suka nyolot, dan tengil, plus di tambah kalau ngomong pakai embel-embel 'gue'.


"Lo kenapa sih kok, pakai bahasa formal?"tanya Jian An dengan bingung, sambil menatap heran ke arah Delvin.


'Apa yang harus aku lakukan lagi, emang nya'batinya bertanya pada diri nya sendiri.


Karena sedang malas berdebat dengan mudah Jian An berkata.


"Nanti kalau ada masalah"ucap Jian An sambil memandang Delvin.


Mendengar itu Delvin langsung saja pergi dari hadapan Jian An dan kembali duduk di kursinya bersama dengan yang lainnya


Setelah Delvin kembali duduk acara kemudian di lanjutkan, dengan tarian-tarian dari para penari istana yang amat indah namun tak menarik, dan membosankan menurut, Delvin dkk, dan Jian An dkk.


Hari semakin larut namun pesta tak kunjung akan berakhir, yang bisa terlihat dari masih banyak nya tamu di aula tersebut walaupun banyak nona muda, atau bangsawan perempuan yang sudah pulang terlebih dahulu, dan bisa di hitung dengan jari.


Qian He, Yu Mei, serta Ming Meng kini bahkan sudah bergantian tugas dengan yang lainnya dan sekarang ini mereka bertiga sedang tertidur di bawah selimut tebal mereka masing-masing dengan nyeyak.


Sedangkan Alex, Bagas sudah kembali ke kamar nya lantaran mereka berdua sudah mabuk.


Yah bisa di katakan bahwa aula sekarang ini menjadi tempat 6ang berantakan di mana bau alkohol tercium di mana-mana, sedang kan Delvin sendiri kini ia sedang duduk dengan tenang di tempat nya sambil menikmati teh milik nya.


......


MAAF UP LAMA🙏.


AUTHOR SAAT INI SEDANG MEMBACA BANYAK SEKALI CERITA AKSI DAN FANTASI, MAKLUM SETELAH INI AUTHOR MAU BUAT SI JIAN AN BUAT KELILING DUNIA, DAN PASTINYA AKAN BANYAK HAL-HAL YANG BERBAU PERTARUNGAN..

__ADS_1


SEMOGA KALIAN DI BERI KETABAHAN DALAM MENUNGGU AUTHOR.


AMIN...🤲🤲


__ADS_2