
Ke esokan pagi nya sekitar jam 4 pagi Jian An sudah berada di halaman belakang kediamannya.
Sambil menunggu para anak kutu berkumpul Jian An melakukan pemanasan dahulu.
Tak lama sesudah Jian An melakukan pemanasan ia bisa melihat para kutu itu sedang berjalan ke arah nya.
"sudah datang ternyata, lama banget si datangnya, lihat udah jam berapa ini"ucap Jian An dengan tegas seperti kapten militer yang sedang menegur bawahannya sambil melihat pergelangan tangannya yang kosong seperti memakai jam tangan.
"maaf kan kami Jian"ucap mereka bertiga sambil menunduk.
"Jian kami juga mau berlatih"ucap sebuah suara dari arah belakangnya.
Mendengar suara itu sebuah senyum terbit di bibir seksi Jian An, ia pun berbalik dan mendapati Ming Meng, Qian He, dan Yu Mei.
"kalian ingin ikut boleh, tapi gimana tugas kalian kemarin"tanya Jian An.
"tenang Jian masalah itu sudah di atur, Lo tinggal menunggu saja berita hebohnya"ucap Qian He.
"bagus, kalau gitu ayo kita masuk dulu ke kamar"ucap Jian An.
"kenapa?, harus ke kamar"tanya Delvin dengan bingung, perasaan dari kemarin nih adegan ada di kamar terus deh!?, woy author aneh!, jangan bikin Jian aneh kayak Lo, be*o!!.
Author yang merasa di aniaya langsung mojok bagai setan!!.
Akhirnya mereka pun masuk ke dalam kamar Jian An, setelah berada di dalam Jian An langsung menyuruh mereka bergandeng tangan dengan nya.
Setelah semuanya bergandeng tangan Jian An, Jian An menyuruh mereka semua untuk menutup mata mereka.
Seketika mereka semua merasakan seperti terhanyut karena tersedot ke sebuah dimensi.
"sekarang kalian bisa buka mata"ucap Jian An.
Mereka pun membuka matanya, seketika mereka semua takjub dengan pemandangan yang ada di depan mereka semua.
Di mana terlihat sebuah Istana yang amat megah, yang di kelilingi oleh sungai yang jernih, dan sebuah jembatan yang yang mengabungan antara dua daratan untuk menuju ke istana tersebut yang terbuat dari pahatan es, yang sangat indah.
Mereka juga dapat melihat taman - taman bunga yang tersusun rapi yang menghiasi halaman istana tersebut.
"sudah cukup melongo nya?"tanya Jian An, Sambil terkekeh pelan saat melihat para sahabat nya itu terbengong saat melihat istana yang ada di depan mereka itu.
Semuanya langsung tersadar saat mendapat teguran dari Jian An.
"wah, gil* Lo punya tempat kayak gini kagak pernah kasih tau ke kita semua"ucap Alex.
"wah, Jian kok sekarang ruang dimensi milik Lo lebih bagus dari pada kemarin ya!"ucap Yu Mei.
"eh, jadi si Jian dari kemarin udah punya ruang dimensi?"tanya Bagas yang kaget, ternyata adiknya sebegitu hebatnya kah, oh sungguh diri nya sangat bangga menjadi kakak nya.
"ya"jawab Jian An.
Tak seberapa detik terdengar suara penyambutan dari arah belakang mereka semua.
"An er selamat datang di ruang dimensi"ucap 8 suara dari arah belakang mereka semua.
Mereka pun membalikkan badan dan terlihat lah di belakang terdapat 7 laki - laki tampan, dan 2 anak kecil yang kini tersenyum memandang mereka semua.
"eh, siapa kalian semua?"tanya Delvin dengan siaga, takut mereka semua akan langsung menyerangnya dan teman - temannya.
Jian An yang melihat Delvin siaga langsung merangkul bahu nya layaknya teman sesama lelaki.
"tenang mas bro mereka semua koleksi ku kok"ucap Jian An dengan tenang.
Sedangkan semuanya yang mendengar kata koleksi dari Jian An langsung melongo, termasuk juga para orang yang di bilang koleksi.
"kenapa, apa yang salah dengan ucapan ku"ucap Jian An yang merasa bahwa suasana hening saat tadi ia bicara.
"tidak"ucap mereka semua menggelengkan kepala secara bersamaan.
"ya udah, Jun Kun, tolong siapkan tempat untuk para sahabat ku berlatih kultivasi"perintah Jian An kepada Jun Kun.
__ADS_1
"baik An er"ucap Jun Kun yang langsung pergi untuk menyiapkan tempat yang cocok untuk mereka semua berlatih.
"dan untuk Chan Kun, Chu Kun bisa tolong siapkan makanan untuk kita semua"ucap Jian An.
"baik An er"ucap mereka berdua sambil pergi ke arah dapur.
"dan untuk kamu Hong Kun pergi lah bersama kak Bagas tolong ajari dia cara kultivasi paham"ucap Jian An.
Hong Kun dan Bagas hanya mengangguk dan pergi bersama.
"long Kun kau pergi ajari Alex bagaimana cara kultivasi"ucap Jian An.
Dan secepat kilat long Kun sudah membawa Alex pergi dari sana, Tampa memberi jawaban, dan tanpa menunggu Alex mengucapkan kalimat berpisah secara lebay.
"dan untuk sisanya kalian tolong ajari ke tiga sahabat cewek ku yang cantik - cantik ini ya"ucap Jian An, Sambil menunjuk ke tiga sahabat ceweknya.
Dan mereka pun pergi dari sana, setelah mengucapkan selamat tinggal ke pada Jian An.
Dan kini hanya ada Jian An dan Delvin di sana, dengan Jian An yang menyeringai iblis secara lebar.
dalam hati dia berkata ' heh, ingin kabur dari putri ini, siap - siap kau Delvin menderita di sini ' batin Jian An sambil tertawa menyeramkan.
Sekarang ini jangan tanya gimana reaksi Delvin, jawabannya hanya dua kata ' ih, ngeri '.
bahkan setelah ia melihat Jian An menyeringai ia secara tidak sadar menelan ludah nya dengan kasar.
"nah, sekarang kau ikut dengan ku"ucap Jian An kepada Delvin yang sedang berdiri seperti patung.
dengan patuh Delvin mengikuti ke mana Jian An pergi di belakang dengan gerakan yang gemetar hebat.
Sungguh rasanya ia seperti bertemu Raja Yama yang sesungguhnya, saat bertemu dengan Jian An, dan rasanya ia malah ingin mati sekarang dan bertemu Raja Yama yang asli dari pada Raja Yama yang di depannya ini.
hingga akhirny mereka sampailah di sebuah danau yang indah yang di kelilingi dengan batu, danau itu tidaklah dalam, hanya sebatas lutut orang dewasa.
di pinggir danau di kelilingi oleh bunga beraneka warna dan berbagai jenis tanaman.
di tengah danau itu terdapat sebuah batu kristal putih, dan di pinggir danau tersebut terdapat sebuah gazebo yang di hiasi dengan lilitan tanaman dan juga bunga.
Delvin yang melihat pemandangan itu sangat takjub, walau penampilannya sederhana namun sungguh menarik mata untuk melihatnya.
"tempat ini, tempat latihan ku ayo sekarang kita ke batu itu"ucap Jian An sambil menunjuk sebuah batu kristal putih di tengah danau tersebut.
Dan dengan cepat Jian An menarik Delvin ke dalam pelukannya dan langsung terbang menggunakan Giing Gong( ilmu peringan tubuh ) kearah batu kristal itu.
sedangkan Delvin yang kini di tarik dan di peluk sembarangan oleh Jian An, hanya bisa terbujur kaku dan berpegangan ke pada Jian An.
dia sebenarnya ingin meratapi nasip nya yang di jadikan seperti boneka oleh Jian An, namun yang tidak ia ketahui adalah Jian An memang menganggapnya sebagai boneka.
akhirnya mereka mendarat di batu itu dengan sempurna, Jian An pun melepaskan Delvin dan menyuruhnya melakukan kultivasi.
Delvin yang di suruh pun langsung menjalankan tugasnya, sedangkan Jian An ia langsung pergi ke arah gazebo untuk duduk sambil menikmati hidangan yang baru saja di kirim oleh Chan Kun dan Chu kun, ia kan membiarkan Delvin berkultivasi selama 6 bulan di dalam ruang dimensi.
Dan 6 bulan selanjutnya ia akan mengajarkan jurus - jurus kepada Delvin sesuai dengan elemen yang di milikinya.
tak terasa 6 bulan di dalam ruang di mensi telah terlewatkan, dan itu berarti sekarang ini di dunia nyata sudah jam 5 sore.
Jian An yang baru saja bangun dari tidurnya langsung menyuruh Delvin membuka matanya.
setelah Delvin membuka matanya ia mulai mengecek berapakah tingkatan dari Delvin ini sekarang, dan mengejutkan dia sudah sampai di Rahan Galaksi Bintang tahap menengah yang sebentar lagi akan sampai Rahan Galaksi Bintang tahap akhir.
Jian An yang melihat itu mendadak kecewa berat karena ia hampir saja di kalahkan oleh si kutu sapi di depannya ini.
Delvin yang melihat Jian An cemberut tentu saja mengetahui apa isi pikiran Jian An yang sekarang ini sedang kesal dengan dirinya karena hampir bisa melewati nya.
ia hanya tersenyum mengejek dalam hati mendapati kenyataan itu.
"apa kah sekarang aku bisa menggunakan Ging Gong"ucap Delvin yang langsung saja terbang dan alhasil ia malah terjatuh ke dalam air.
Jian An yang melihat itu tertawa ber bahak - bahak dari gazebo, ia sengaja tak menghentikan Delvin karena ia ingin melihat ia jatuh.
__ADS_1
Lagian ia kan belum belajar jurus Ging Gong masa sudah bisa saja.
Delvin yang terjatuh malah menangis dan mencak - mencak seperti anak kecil yang tak di kasih permen, tentu saja hal itu menambah Jian An tertawa.
Hingga akhirnya Jian An merasa kasian dan langsung terjun langsung ke dalam air danau untuk menarik Delvin dari dalam air itu.
Dengan tidak manusiawi nya Jian An mengeluarkan Delvin dari dalam air seperti membawa kucing di tangannya.
Delvin yang di bawa seperti itu langsung cemberut di buatnya.
setelah ia meletakkan Delvin di gazebo ia bisa melihat Delvin yang kedinginan.
ia pun mengeluarkan elemen api nya untuk menghangatkan tubuh Delvin, sekaligus mengeringkan baju nya.
Namun karena Delvin terlalu lama di dalam air danau ia sekarang malah terkena flu, dan pilek, badannya pun tak berhenti - berhentinya menggigil.
Padahal sudah di hangatkan dengan elemen api milik Jian An, namun tetap saja Delvin menggigil.
Jian An yang sudah tak suka dengan pemandangan di mana Delvin terus menggigil pun akhirnya memeluk nya dari arah belakang.
"apa kah sudah tak dingin lagi"ucap Jian An.
"sedikit tak dingin lagi"ucap Delvin yang sekarang ini sudah tak terlalu menggigil.
Delvin yang merasa hangat saat di peluk oleh Jian An pun berbalik dan memeluknya lebih erat.
Jian An kini dapat merasakan nafas dingin dari orang di depannya ini, Jian An pun mengeluarkan selimut yang sangat tebal dan langsung menyelimutinya di tubuh Delvin secara merata.
Namun Delvin masih saja memeluknya dengan erat, Jian An yang merasa seperti ada yang aneh dari Delvin.
Jian An pun memeriksanya dengan Qi nya, dan yah benar Delvin sepertinya memiliki elemen es yang sangat kuat sehingga terkadang elemen itu akan mempengaruhi tubuhnya.
Dengan cepat Jian An menggunakan elemen api nya untuk menetralkan elemen es yang terdapat pada Delvin.
Hingga akhirnya ia bisa menetralkan elemen es milik Delvin sementara waktu, yah sementara waktu, karena jika ingin elemen es milik nya teratasi secara permanen ia harus mencari tumbuhan lava panas yang tersimpan di sebuah gunung yang hanya akan tumbuh jika ada seseorang yang melakukan pelatihan di dalam lava nya.
Dan itu sangat langka, atau bisa di sebut tak pernah ada karena setiap orang yang melakukan pelatihan di sana pasti tak akan hidup lagi.
Jian An sekarang bisa mendengar deru nafas teratur dari Delvin yang sekarang ini tertidur di pelukannya.
' apa - apa an ini mengapa ia tidur di saat tak telat sih, masa cuma karena ia sudah merasa tubuhnya nyaman ia langsung tidur si, lah terus nih gimana latihannya ' batin Jian An.
"biarkan saja lah"ucap nya lagi dan juga tertidur sambil bersandar ke pada dinding gazebo tersebut.
......................
sedangkan di sisi lain Shen Kun dan Feng Kun sudah mendapatkan berkas - berkas itu secara lengkap dan hanya butuh untuk menyerahkannya ke lada Jian An.
"DENGAN INI AUTHOR RESMIKAN BAHWA PEMBALASAN AKAN SEGERA DI MULAI" ucap author lantang sambil memukul palu sidang.
TOK
TOK
TOK
ok ini terlalu Gajeπ
...................
MAAF KEMARIN KAGAK UP, INI SEMUA KARENA KAGAK ADA SINYAL.
SI SINI HUJAN TERUS JADI SINYAL H +.
JANGAN LUPA BUAT LIKE, VOTE, KOMEN, DAN SHARE KE TEMANΒ² KALIAN YAπβΊοΈπ
BY.
ππππππππππππππ
__ADS_1