EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 96


__ADS_3

~Selamat Membaca~


🌱🌱🌱🌱🌱🌱


..........................................


"Cari mati heh!"ucap Jian An dengan dingin, namun bukan nya melawan mereka semua, Jian An malah berbalik ke arah Daniel dan segera membawa nya pergi dari sana secepat angin.


Bahkan tak ada yang menyadari nya sama sekali.


Setelah mengantar Daniel ke tempat yang lebih aman Jian An kembali ke tengah-tengah pertempuran lagi, dengan keadaan yang sama di mana mereka semua masih berlari ke arah Jian An untuk bertarung dengan nya.


"Ckckck, bertarung melawan seorang wanita, terlebih seorang gadis kecil benar-benar rendahan, dan memalukan!"ucap Jian An sambil memandang mereka yang hendak menyerangnya dengan penghinaan, dengan santainya.


Dengan lincah Jian An segera menghindari setiap serangan yang di lancarkan ke pada nya.


🏡️🏡️


Sedangkan di tempat lain kini Daniel benar-benar di buat bingung pasalnya barusan ia seperti masih ada di tengah-tengah pertarungan, dan sekarang apa yang terjadi ia kini berada lumayan jauh dari pertarungan berlangsung.


"Apa yang terjadi?, Kenapa aku bisa di sini"ucap Daniel dengan bingung, ia bahkan sekarang menyadari bahwa di sampingnya ada makanan, serta minuman yang di beli tadi menggantung pada dahan pohon yang pendek, tepat di sampingnya.


"Itu kan_, tunggu di mana Jian An"ucap Daniel dengan panik, hingga dia melihat ke arah depan di mana kini Jian An sedang bertarung dengan Geng King Kobra.


"Dia, dia sangat hebat~"ucap Daniel dengan mata berbinar, bukan nya menolong Daniel malah merasa kagum dengan pertarungan di depan nya tersebut.


🏡️🏡️


Menendang perut orang di depan nya hingga terpental ke belakang.


BRUKKKK...!!!


Jian An kini berdiri dengan wajah datar nya.


Kini dia orang yang menjadi lawan Jian An menyerang dari dua arah, samping kanan, dan kiri, meloncat ke atas kaki Jian An langsung saja menendang mereka semua dengan meluruskan kaki nya di udara dan menendang dada mereka berdua hingga mereka memuntahkan seteguk darah dari mulut mereka.


BUAAKK


BUAAKK


Belum juga mendarat dengan baik dari arah depan datang satu orang lagi yang ingin memukulnya, dengan cepat Jian An berputar di udara dan menendang kepala orang tersebut hingga menghantam aspal dengan keras, bisa di lihat bahwa orang tersebut langsung pingsan, dan bisa terdengar bahwa leher orang tersebut patah.


BRAAAKKKK...!!!


KRAKKK...!


"Rambut ini sangat menghalangi"ujar Jian An sambil mengikat rambutnya ke belakang, lantaran rambut Jian An bisa di bilang kini sudah mencapai paha nya, namun Jian An tak berani untuk memotong nya sama sekali.


Lantaran di Dunia Cultivator mereka menganggap rambut adalah pemberian dari orang tua jadi memotong rambut sama saja dengan memutuskan hubungan kekeluargaan dengan kerabat dekatnya, alhasil rambut Jian An kini sangat panjang.


"Maju kalian"ucap Jian An ke pada mereka yang tersisa.


Satu orang maju, dan dengan kejam nya Jian An langsung menjambak rambut nya dan menghantam kan kepala orang tersebut ke pohon di dekat nya hingga pingsan.


BRUKKKK..!!


Bisa terlihat bahwa darah keluar dari kepala orang tersebut.


"Cih, lemah"ucap Jian An.

__ADS_1


"Bren9sek, berani nya kamu, semua serang di secara bersamaan"ucap salah satu dari mereka, dengan segera ke-enam orang yang tersisa kini mengarahkan pukulan ke arah Jian An.


Saat jarak mereka sudah dekat dengan Jian An, dengan cepat Jian An terbang sambil berputar menedang wajah mereka satu persatu.


BRAK


BRAK


BRAK


BRAK


BRAK


BRAK


Mendarat dengan aman dan lancar, kini Jian An memandang mereka semua dengan tatapan yang bisa di bilang merendahkan.


"Pergi kalian sebelum aku berubah pikiran"ucap Jian An tanpa memandang mereka yang kini sedang terkapar di jalan sambil menahan sakit.


Jian An kini malah berjalan ke arah Daniel dan membantu nya berdiri, sedangkan Geng King Kobra langsung saja berlari dari sana tak lupa membawa teman-teman mereka yang sedang pingsan.


"Kamu gak apa-apa dek"ucap Daniel.


"Hmm"jawab Jian An sambil membantu Daniel berdiri.


"Tadi itu kamu benar-benar hebat dek, apa lagi saat kamu menghajar mereka menggunakan kaki mu itu, sungguh sangat luar biasa, tubuh mu sangat lentur sekali ya bahkan tadi kau sempat menggunakan Mung Thai"ujar Daniel dengan panjang, memuji Jian An dengan mata yang berbinar-binar.


"Hmm, aku tau kalau aku hebat, dan itu bukan Mung Thai, aku bahkan tidak pernah mempelajari nya sama sekali, itu hanya refleks saja paham"ucap Jian An seadanya.


"Apa! itu bukan Mung Thai!? tapi kenapa mirip?"ucap Daniel.


"Ah baiklah, tapi untungnya kau baik-baik saja kalau tidak mungkin aku akan babak belur saar pulang ke kos-kosan"ucap Daniel sambil bergidik ngeri membayangkan diri jua di hajar habis-habisan oleh Bella, dam Shifa membayangkan nya saja membuatnya takut apa lagi jika benar-benar terjadi habis lah dia.


"Ya udah bang, ayok pulang aku dah capek"ucap Jian An yang kini sudah menaiki sepeda motor Daniel sambil menenteng plastik berisi mie ayam, dan es buah.


"Oh, iya"ucap Daniel dan mulai mengendarai sepeda motor nya untuk kembali ke kos-kosan.


Dia berencana untuk mengatakan masalah barusan ke pada Yohan sabahat nya, lantaran dia yakin bahwa Geng King Kobra akan melakukan hal yang lebih gila lagi.


Dan sebelum itu terjadi dia harus membuat teman-teman nya yang lain lebih waspada lagi, saat di luar rumah maupun di dalam rumah.


Berbeda dengan Daniel Jian An malah kini sedang menahan amarah nya.


'Untung aja mereka manusia biasa kalau bukan udah mati semua mereka di tangan ku' batin Jian An.


Jujur saja Jian An belum puas untuk memukul mereka semua hanya saja dia sudah lapar dari tadi dan dia ingin segera pulang untuk makan, mie ayam, dan es buah nya, uh bisa di bayangkan seperti enak nya itu.


Tak lama akhirnya mereka sudah sampai di kos-kosan mereka di sana mereka suda di sambut dengan wajah marah Bella yang melotot ke pada Daniel.


"Nel!, Lama banget sih!, Beli makanan juga lama banget!"marah Bella ke pada Daniel.


"Ya maaf tadi di jalan ada gangguan"ucap Daniel sambil turun dari sepeda motor.


"Iya kak Bel tadi memang ada beberapa gangguan tapi tenang saja kok, semua nua udah beres"ucap Jian An yang kini sudah berada di depan Bella sambil menyodorkan plastik Mie ayam, fan es buah ke pada Bella.


"Gangguan kayak apa?, Dan kamu Nel kok muka kamu babak belur"tanya Shifa penasaran yang entah dari kapan sudah ada di depan pintu salah satu kamar kos-kosan, sekaligus panik melihat wajah Daniel yang babak belur.


Memegang wajah nya yang memang perih Daniel kemudian sedikit meringis dan tersenyum pada akhirnya.

__ADS_1


"Gak apa-apa tadi di jalan di hadang sama Geng King Kobra"ucap Daniel sambil tersenyum.


"Apa!!, Berani nya mereka menyerang mu!"marah Yohan yang juga entah sudah ada di depan saja.


"Gak bisa di biarin, kalau gini cara nya kita harus buat pembalasan!!"ujar Yohan marah, dan terlihat bahwa Shifa segera menenangkan teman nya tersebut.


"Udah Han jangan marah-marah"ucap Shifa, sambil mengelus-elus lengan Yohan.


"Udah gak apa-apa Han, kamu kan tau kita cuma ber-enam sedang kan mereka ada sekitar 20 orang jelas kalah kita kalau buat pembalasan"ucap Daniel.


"Aku cuma mau teman-teman kita yang lain nya waspada, karena mungkin bukan hanya aku yang jadi sasaran mereka tapi semua teman kita yang waktu itu ikut balapan"ucap Daniel lagi.


Jian An yang mendengar itu hanya mengangguk kan kepala nya setuju tapi dalam hati sebenarnya dia ingin sekali membunuh mereka semua, siapa lagi kalau bukan Geng King Kobra itu.


"Ya udah, sekarang kamu masuk kira obati dulu luka mu"ucap Yohan yang kini sudah tenang.


Di dalam terlihat Yohan yang sedang mengobati luka Daniel, dengan Daniel yang sekali-kali meringis kesakitan, dan terlihat Shifa, Bella yang sedang membuka bungkusan Mie ayam dan menuangkan nya ke mangkuk yabg sudah tersedia.


Sedangkan Jian An dia sedang kembali ke kamar nya untuk mengambil mangkuk, dan gelas untuk diri sendiri.


Ya memang mereka semua memilik satu mangkuk, dan satu gelas setiap orang guna nya untuk makan.


🏡️🏡️


"Chan Kun ambil kan aku satu set alat makan"perintah Jian An ke pada Chan Kun.


Tak lama Chan Kun membawa satu mangkuk porselen, dan gelas porselen, serta sendok dan garpu berhias permata.


"Ini Tuan"ucap nya sambil menyerahkan semua nya ke pada Jian An.


Menerima nya Jian An memandangi Chan Kun, dan set alat makanan yang di berikan Chan Ku ke pada nya secara bergantian secara terus menerus.


"Kau serius, apa tak ada yang lebih sederhana dari ini apa, gila aja kalau gue makan pakai set alat makan ini di kira sultan gue"ujar Jian An.


"Tuan anda memang sultan, dan tak ada alat makan lain selain itu, apa anda tak ingat bahwa anda telah mengeluarkan semua set alat makan biasa di Perguruan Bukit Tinggi"ucap Chu Kun yang ikut angkat bicara.


Mengingat hal itu jujur saja Jian An merasa menyesal karena tak menyisakan satu untuk nya sendiri.


"Apa aku harus makan dengan ini"ucap Jian Am dengan wajah sedih sambil memandang set alat makan di tangannya nya.


"Terima saja nasib mu Tuan, dengan lapang dada dan ikhlas" ucap Shen Kun yang kini sedang membaca buku di sofa, dengan kaca mata yang bertengkar di pangkal hidung nya, gaya nya udah kayak bos saja lah.


Melihat sekitar di mana tak ada yang memperdulikan nya, Jian An sangat ingin menangis sekarang ini, hingga sebuah garpu, dan sendok biasa di sodorkan oleh seseorang di depan wajah nya.


Mengangkat wajahnya, Jian An memandang orang yang memberi nya sendok, dan garpu tersebut, terlihat sekali bahwa mata Jian An kini berkaca-kaca.


"Pakai ini saja Tuan, aku baru ingat jika aku pernah mengambil dan menyimpan sekitar 10 set alat makan, milik Tuan sebelum hal itu terjadi"ucap Han Kun, sambil mengeluarkan mangkuk serta gelas dari cincin Ruang nya.


"Han~, huaaa..., Kau memang yang terbaik"ucap Jian An menangis sambil memeluk Han Kun.


"Ya, cup cup cup jangan nangis anak baik"ucap Han Kun menenangkan Jian An sambil menepuk-nepuk kepala nya dengan sayang.


Ya memang selama ini Han Kun selalu jadi ayah pengganti bagi Jian An, dan itu di mulai sekitar saat di Dunia Pendekar.


..............................


Jangan pernah bosan dalam membaca novel ini kawan.🌿🌿


IG : sukma_761100.

__ADS_1


__ADS_2