
kaisar Li berserta anggota keluarga nya langsung di sambut dengan hujan bunga yang langsung terjadi di saat mereka semua menapakkan kaki mereka di depan pintu gerbang.
mereka berjalan dengan berwibawa menuju aula penyambutan.
sesudah kaisar Li dan anggota keluarga nya masuk ke dalam aula penyambutan, di susul oleh Jian an dan Delvin yang masuk ke dalam dan kemudian di ikuti pejabat tinggi hingga rendah, dan semua orang.
kaisar sebagai seorang penguasa di negri itu duduk di singgasana nya, di ikuti oleh permaisuri yang duduk di samping kaisar.
baru lah setelah kaisar menyuruh mereka duduk, mereka semua baru duduk di tempat masing - masing.
kaisar biasanya akan berpidato di aula tersebut, seperti seorang kepala sekolah saat selesai upacara di lapangan.
dan hal ini lah yang sangat membosankan bagi Jian an, yu mei, dan qian he yang memang sudah di dalam aula tersebut dan berbaris di barisan para pelayan sambil menguap, yang tentu saja kecuali Jian an yang duduk di kursi putri mahkota.
Delvin kini berpisah dari Jian an Dan duduk di kursi khusus tamu.
Jian an yang dari tadi mendengar pidato kaisar Li yang panjang nya ngalahin jalan di seluruh dunia jika di gabungkan l, sudah mengantuk berat bahkan sesekali ia hampir saja jatuh dari kursi nya sendiri.
kalau boleh jujur ia lebih memilih mendengarkan ceramah pak botak ketimbang kaisar Li, yang pidato nya tak berperi kemanusiaan itu.
lain dari Jian an, Dan kedua sahabat nya lain pula yang lainnya, yang kini memasang wajah serius mendengarkan apa yang di katakan oleh kaisar Li bahkan Delvin pun sama wajah nya kini nampak serius kalau saja topeng nya di buka ya.
akhirnya setelah melewati samudra Atlantik dan samudra Pasifik, serta mengitari galaksi sebanyak seratus juta kali dalam setahun, pidato kaisar Li pun berakhir.
yang membuat Jian an langsung berdiri dan berpamitan ingin keluar mencari udara segar yang di ikuti oleh qian he, yu mei, dan juga Ming meng.
namun bukannya mencari udara segar Jian an malah kembali kediamannya untuk tidur, bo*o, Jian an dah ngantuk.
para sahabat nya yang melihat Jian an sudah rebahan di atas kasur pun ikut berbaring di samping nya dan segera mungkin menyusul Jian an ke dalam alam mimpi nya.
......................
telat nya jam makan malam, semua para anggota keluarga kaisar Li serta para tamu undangan yaitu Delvin dkk, kini sudah berada di aula makan.
sambil menunggu Jian an untuk masuk ke dalam aula makan namun setelah menunggu sekian lama, orang yang di tunggu - tunggu tak datang, bahkan hingga makanan di atas meja sudah dingin.
"mengapa mereka lama sekali"ucap putra mahkota Li Xu kai yang sudah tak sabar dari tadi.
"tunggu lah sebentar lagi mei mei mu pasti akan segera datang"ucap permaisuri menenangkan putra mahkota Li Xu kai.
"huh" putra mahkota Li Xu kai mendengus kasar pasalnya mereka sudah menunggu Jian an Sangat lama namun tak ada tanda - tanda kemunculan dari Jian an itu sendiri, yang membuat putra mahkota Li Xu kai kesal karena dia sudah lapar dan cacing di perut nya sudah berdemo.
'si*lan' umpat nya dalam hati.
"yang mulia mungkin lebih baik hamba saja yang akan mengecek nya sendiri kediaman putri"ucap Delvin sambil berdiri dan membungkuk dengan tangan kanan di dadanya.
"ah, ya benar juga, kalau begitu pergilah ketua Black king"ucap kaisar Li sambil tersenyum.
__ADS_1
setelah mendapat kan ijin Delvin pun bergegas untuk kediaman milik Jian an namun putra mahkota Li Xu kai langsung berdiri dan langsung ikut dengan nya tampa meminta ijin terlebih dahulu kepada kaisar.
"aku akan ikut"ucap putra mahkota Li Xu kai yang kini sudah berada di samping Delvin.
akhirnya mereka berdua pun berjalan beriringan menuju ke halaman Jian an.
namun saat mereka hendak masuk ke halaman Jian an, mereka langsung di hadang oleh pengawal di kediaman itu.
"maaf yang mulia putra mahkota namun putri mahkota Li Jian an, Tak mengijinkan siapa pun masuk bahkan jika itu kaisar sendiri"ucap salah satu pengawal itu sopan.
"bahkan jika itu adalah aku putra mahkota sekaligus Gege dari putri Jian an"ucap geram putra mahkota Li Xu kai.
mendengar apa yang di katakan oleh putra mahkota Li Xu kai ke dua pengawal itu ketakutan namun mereka lebih takut lagi jika majikan mereka marah.
karena membuat majikan mereka marah sama saja membangunkan seorang dinosaurus pemakan daging.
"maaf yang mulia namun itu adalah perintah dari putri, yang mulia"ucap ke dua pengawal tersebut sambil berjongkok ala kesatria.
"huh, kenapa mei mei membuat peraturan seperti ini, menyusahkan saja"gumam putra mahkota Li Xu kai.
"ayo lebih baik kita minta bantuan kaisar saja"ucap putra mahkota Li Xu kai lagi.
"baik yang mulia"ucap Delvin sambil membungkuk hormat.
putra mahkota dan Delvin pun kembali ke aula makan dengan tangan kosong tanpa membawa Jian an bersama mereka.
"di mana an er?"ucap kaisar Li.
"ayah, an er tak memperbolehkan kita masuk kediaman nya sama sekali, baru saja kita di hadang oleh pengawak di gerbang kediaman nya, kata nya itu semua perintah an er sendiri"ucap putra mahkota Li Xu kai sambil duduk kembali ke kursi nya.
mendengar apa yang di katakan oleh putra mahkota Li Xu kai berfikir sejenak sebelum berkata.
"kalau begitu mari kita ke sana"ucap kaisar Li bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan ke arah kediaman Jian an di ikuti semua orang yang ada di dalam aula makan tadi.
hingga akhirnya mereka semua telah sampai di depan gerbang kediaman Jian an.
seperti sebelum nya mereka di hadang langsung oleh ke dua pengawal tadi.
setelah berdebat akhirnya ke dua pengawal tersebut menyerah saat di ancam oleh kaisar Li akan di pecat jika tak membiarkannya masuk ke dalam.
dan dengan pasrah mereka berdua mengijinkan kaisar Li dan rombongan nya masuk.
mereka akan pasrah untuk menerima hukuman dari Jian an nanti yang tentu saja sangat mengancam jiwa, raga, dan juga otak mereka berdua.
akhirnya kaisar Li dan yang lainnya masuk ke dalam kamar Jian an dan kini terlihatlah ke empat gadis yang berbeda setatus itu tidur sambil memeluk satu sama lain seperti bantal guling.
Ming meng yang kini tengah di peluk layak nya guling oleh Jian an hanya diam dan masih tertidur dengan sangat nyaman.
__ADS_1
sedangkan Jian an di peluk layak nya guling oleh qian he, Dan qian he di peluk layak nya guling oleh yu mei.
pemandangan di depan mereka ini membuat mereka semua yang berada di dalam kamar Jian an langsung memandang aneh ke empat gadis yang kini sedang tertidur dengan nyeyak nya tanpa memperdulikan sekitar.
hingga tiba - tiba Ming meng berbalik menghadap Jian an yang tengah tertidur sambil memeluknya layak nya guling sambil berkata.
"putri Jian an anda sangat cantik mau kah anda menikah saya, anda tenang saja sekarang saya telah menjadi seorang laki - laki yang amat tampan"ucap Ming meng mengigau bahwa ia menjadi pria tampan dan tertarik untuk menikah dengan Jian an.
setelah mengatakan itu ia langsung memeluk Jian an, sedangkan yang mendengar la yang di katakan oleh Ming meng langsung menjatuh kan rahang nya tak percaya dengan apa yang di dengar dan di lihat sekarang ini.
sedang kan Jian an kini entah mengapa langsing menangis dan berkata.
"hiks, hiks, Sehun aku terima kamu, mari kita ke penghulu sekarang juga"ucap Jian an sambil mengerat kan pelukannya.
dan lagi - lagi mereka semua menjatuhkan rahang mereka lagi, sambil berfikir.
'mengapa seperti nyambung ya, apa jangan - jangan mereka berdua bermimpi sama dan ...'
batin mereka semua tak sanggup memikirkan setelah 'dan'.
sedangkan qian he Dan yu mei entah mengapa langsung berkata dengan keras.
"SERANG"ucap qian he Dan yu mei bersamaan sambil mengangkat tangan kanan mereka ke atas.
yang tentu saja langsung membuat semua nya langsung kaget bahkan Delvin sampai terjungkal ke belakang karena terkejut.
lagi - lagi mereka semua tercengang dengan apa yang baru saja mereka lihat dari awal sampai akhir, sungguh ajaib tingkah ke empat gadis itu.
hingga akhirnya kaisar Li maju ke depan kasur milik Jian an dan berusaha untuk membangun kan ke empat gadis itu.
namun bukannya bangun mereka malah mengerat kan pelukan dari mereka masing - masing bahkan sekarang qian he dan yu mei sudah berpelukan seperti Jian an dan Ming meng.
kaisar Li hanya bisa menghela nafas, ia tak marah jika lara pelayang Jian an tidur bersama nya karena ia sudah tau kalau putri nya itu memang terbiasa tidur bersama para pelayannya.
yah, ia tau tentu saja dari para penjaga bayangan yang ia kirim, dan Jian an juga tau kalau ayah nya ini mengirim penjaga bayangan tapi ia tak perduli tuh.
"yang mulia sebaik nya anda makanlah dulu, dan biar kan hamba yang membangunkan putri Li Jian an"ucap Delvin.
"baik lah, aku titip putri kepada mu"ucap kaisar Li dan pergi di ikuti yang lainnya.
setelah melihat mereka semua sudah menjauh ia mulai membangun kan para sahabat Jian an dengan lembut, dan akhirnya qian he, yu mei, dan Ming meng sudah bangun dan segera pergi.
karena tak baik jika mengganggu sang majikan, dan mereka pun keluar untuk mengerjakan tugas mereka yang tertunda karena ketiduran bersama Jian an.
.......................
***JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMEN, DAN SHARE YA.
__ADS_1
BY***.