
~Selamat Membaca~
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
..........................................
"Si4lan kau anak tengil, ini memang wujud asli ku kau tau, aku terlihat lebih muda seperti ini karena aku adalah pendekar pedang paling hebat di benua ini kau tau"ucap Kakek Chen dengan kesal.
"Benarkah, baik aku percaya, lagi pula bukan bukan pertama kali nya aku melihat yang seperti ini"ucap Jian An.
"Hey, nak kau mau kemana?"tanya Kakek Chen, kini ia tak lagi menggunakan ilusi dan tetap di wujud seorang Kakek umur 60 tahun.
"Aku pun tak tau, petunjuk dari tujuan ku sampai sekarang belum terdeteksi"ucap Jian An.
"Mencari apa?, Seperti nya kau bukan dari benua ini"ucap Kakek Chen.
"Eh, aku dari benua ini kok"ucap Jian An dengan tak ragu, walaupun di hatinya membantah apa yang di katakan nya itu
"Bohong, dari baju mu saja sudah terlihat bahwa kau bukan dari benua ini"ucap Kakek Chen.
Ya, memang Jian An kini masih memakai pakaian yang ia beli di dunia sihir, jadi wajar kalau si Kakek Chen menganggap bahwa Jian An dari benua lain.
Jian An yang tau bahwa dia masih memakai baju dari dunia sihir merasa malu, sekaligus panik.
"Ini nama fashion, fashion anda tau"ucap Jian An rada nggas
"Fashion, perasaan di benua ini tak ada fashion seperti itu"ucap Kakek Chen.
"Tentu saja karena aku membuat nya sendiri"ucap Jian An dan dengan kesal ia berjalan lebih cepat dari kakek Cean dan menggolkan Kakek Chen sendirian di belakang.
"Anak nakal, kembali, kau!"ucap Kakek Chen sambil mengejar Jian An dengan cara mengambil langkah lebih lebar, dari sebelum nya.
.....................................
Kini Jian An dan Kakek Chen dalam wujud asli tengah berada di sebuah desa kecil, tepatnya di sebuah kedai makan yang terkenal di sana.
"Apa ini yang di namakan desa?, Kenapa begitu ramai seperti kota?, Apa lagi bangunan nya yang mewah hanya untuk sebuah desa?"ucap Jian An sambil melihat desa dari kedai lantai dua.
"Ya, desa ini memang lebih cocok di sebut kita namun tetap saja ini adalah desa, kau tau, hanya saja desa ini dekat dengan jalur perdagangan jadi seperti sekarang ini, banyak pelaut dan pendekar di daerah ini, dan ini juga jadi alasan kenapa aku tak memakai ilusi dan hanya memakai wujud asliku"ucap Kakek Chen.
"Oh, apa kita akan berlayar hari ini?"tanya Jian An.
"Ya, kita akan pergi berlayar, dan nanti sore baru ada kapal yang akan meninggalkan desa ini"ucap Kakek Chen.
"Kita akan kemana nanti?"tanya Jian An.
"Aku pun belum tau, tergantung saja dengan tujuan kapal yang nanti kita naiki"ucap Kakek Chen.
Jian An yang mendengar jawaban dari Kakek Chen bahwa mereka tak memiliki tujuan, entah kenapa ia rada kesal.
__ADS_1
"Kau memang orang Tuan bau tanah yang aneh"gumam Jian An.
Namun gumaman itu masih bisa di dengar oleh Kakek Chen.
"Apa kau bilang bocah bau susu!"ucap Kakek Chen.
"Kakek Tua bau tanah"ulang Jian An lagi seperti menantang Kakek Chen.
"Dasar bocah bau susu, awas saja kau"balas Kakek Chen.
Perdebatan itu tak berlangsung lama lantaran makanan yang mereka pesan telah tiba, dan mereka makan dalam diam.
.....................................
Kini waktu sudah menjelang sore Jian An dan Kakek Chen kini sedang menunggu kapal untuk segera berlayar.
"Kakek Chen kita akan kemana"ucap Jian An.
"Kita akan ke seberang sana, tepatnya desa 罗勒休假
Luólè xiūjià"ucap Kakek Chen sambil menunjuk sebuah daratan yang terlihat dekat namun sebenarnya sangat jauh itu.
"Desa 罗勒休假
Luólè xiūjià : Daun kemangi, kau serius itu nama desa bukan nama tanaman"ucap Jian An.
"Tentu itu nama desa bocah"ucap Kakek Chen.
"Kau tau kenapa desa itu di namakan desa 罗勒休假
Luólè xiūjià : Daun kemangi?"ucap Kakek Chen dengan aroma-aroma hendak bercerita sejarah.
"Mana aku tau kok, tanya saya?"ucap Jian An.
"Ck!, Bocah nakal memang akan selalu jadi bocah nakal"ucap Kakek Chen dengan sedikit kesal.
"Jadi seperti apa kisah nya?"tanya Jian An sambil menompa kepala nya dengan kedua tangannya dan bersandar pada tepi kapal, yang kini sudah mulai di jalan kan.
"Konon dulu katanya di sana ada Sakte gelap, di mana Sakte tersebut bisa menumbuhkan tanaman Daun Kemangi, menjadi monster pemakan daging, yang bergerak memakan warga di sana"ucap Kakek Chen, kini ia melirik Jian An yang seperti nya rada tertarik dengan cerita yang akan di ceritakan oleh Kakek Chen.
"Lalu?"ucap Jian An.
"Dan kata nya dulu sudah banyak pendekar yang datang ke sana dan mencoba membunuh para monster tersebut namun tak ada satu pun yang kembali setelah pergi ke desa itu, hingga suatu hari ada seorang pelancong dari benua yang Endah dari mana ia membawa sebuah baru safir, dan berkata bahwa batu safir tersebut bisa membatu mereka semua dalam membunuh Monster Daun kemangi tersebut"ucap Kakek Chen.
"Batu safir?, Lalu mereka percaya?"tanya Jian An lagi.
"Awalnya penduduk des agak percaya namun karena tak ada pilihan lain akhirnya mereka menyetujui nya, lagi pula pada saat itu para penduduk desa sudah pasrah, dan tak lagi perduli dengan nyawa mereka, jadi jika pelancong tersebut berbohong pun tak ada rugi nya untuk mereka"ucap Kakek Chen.
"Apa kah berhasil"ucap Jian An.
__ADS_1
"Berhasil, tapi ternyata Batu safir tersebut hanya bisa menyegel para monster Daun kemangi, dan di prediksi bahwa Monster tersebut akan lepas dari segel tak lama lagi"ucap Kakek Chen.
"Hah!?, Dari mana mereka tau bahwa Monster Daun Kemangi akan muncul lagi?"tanya Jian An.
"Itu karena selepas musibah itu, si pelancong menghilang tanpa kabar, dan hanya meninggalkan sebuah surat yang berisi kata bahwa 'batu safir itu hanya akan menyegel monster Daun kemangi dalam 1000 tahun saja, dan pada saat itu juga akan muncul pemilik dari batu safir yang sebenarnya, maka dari itu di akhir surat ia berkata 1000 tahun lagi para penduduk desa harus mencari cara untuk membunuh semua monster Daun kemangi, dan tak di perbolehkan memakai batu safir untuk menyegelnya kembali, lantaran di dalam surat tersebut juga tertulis peringatan yang di tulis dengan darah, 'ingat kata-kata ku di atas jika dilanggar maka akan ada bencana lebih besar dari pada monster Daun kemangi' mendapat surat itu tentu saja penduduk desa ketakutan, namun karena masih ada waktu 1000 tahun lagi mereka lumayan tenang"ucap Kakek Chen.
"aku ingin batu safir itu, pasti sangat bagus"gumam Jian An yang masih bisa di dengar oleh Kakek Chen.
"Hey bocah!, Jangan macam-macam di sana nanti, aku tak mau susah kau tau, dan jika di sana kau membuat keributan aku tak akan ikut campur"ucap Kakek Chen dan pergi meninggalkan Jian An sendirian.
Jian an yang mendengar apa yang di katakan oleh Kakek Chen malah mengangkat ke dua bahu nya, dan malah semakin tertarik dengan batu safir tersebut.
Ia pun tak tau kenapa ia begitu ingin memiliki batu tersebut.
"Aku harus memilikinya, lagi pula kata desa itu sudah tak membutuhkannya lagi, masalah pemilik batu safir itu jika datang aku tinggal bunuh saja, hihihihi"suara Jian An yang cekikikan tak jelas sambil memandang indah nya perairan di sana.
......................................
Perjalan yang di kira oleh Jian an hanya membutuhkan setengah hati ternyata membutuhkan dua hari, besok adalah hari di mana kapal dia tumpangi akan mendarat di pelabuhan Desa Desa 罗勒休假
Luólè xiūjià : Daun kemangi.
Kini hari sudah malam Jian An sedang berbaring di atas kasurnya kamarnya ini bersebelahan dengan kamar Kakek Chen.
Memandang ke atap kapal Jian An memikirkan tentang dunia Kultivasi.
"Apa mereka kangen dengan ku, apa tidak ya?, Mereka sedang apa ya?, Apa mereka sudah bertambah kuat?, Ah sudah lah lebih baik malam ini aku ku
gunakan untuk menyerap jiwa saja"ucap Jian An dan segera menghilang dari sana bahkan jejak keberadaan pun tak ada, hingga membuat Kakek Chen yang di sebelah nya langsung saja masuk ke dalam kamar Jian An lantaran tak merasakan hawa keberadaan di mana saja.
"Jian An"panggil Kakek Chen dari luar.
Karena tak dapat jawaban Kakek Chen segera membuka dengan paksa pintu tersebut dan terlihat kah kamar yang kosong tanpa penghuni.
"Ck, kemana bocah nakal itu"ucap Kakek Chen dan segera mencari Jian An di seluruh kapal.
Sementara Jian An yang hendak ber Kultivasi, langsung tepuk jidat, lantaran ia tadi menghilang saja, dan ia yakin Kakek Chen sudah mengetahui bahwa dia hilang.
"Si4lan, aku ceroboh"ucap Jian An dan segera menghilang kembali ke dalam kamar nya.
Muncul di kamar Jian An bisa langsung tau bahwa Kakek Chen baru saja dari kamar nya.
Bukan nya ia keluar dan mencari Kakek Chan Jian An malah ber kultivasi di sana, menyerap jiwa nya sambil menunggu Kakek Chen ke kamar nya kembali.
.......................................
Jangan pernah bosan dalam membaca novel ini kawan.
Ig : sukma_761100
__ADS_1
Kalua ada yang mau ya, kalau gak pun tak apa, aku hanya promosi IG😌.