
Selamat membaca
😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁
.........................................
Mendengar apa yang di katakan oleh Jian an kerumunan tersebut tertawa berbahak-bahak.
HAHAHAHAHAHAHA!!!!!
"Hahaha!, Tak ku sangka kau masih memiliki seorang murid yang setia kepada mu"ucap orang yang sama, dengan yang bertanya barusan.
"Seorang pendekar pedang Suci yang terhormat kini hanya bisa berdiri di balik tubuh kecil murid nya itu, bukan kah akan menjadi lelucon paling apik di seluruh benua"ucap seorang lagi yang entah nama nya siapa, toh dia tak penting.
"Hey, nak lebih baik sekarang kau tinggalkan saja guru mu dan pergi lah, kami akan memaafkan mu jika kau pergi sekarang, dan jangan halangi kami untuk membunuh guru mu itu"ucap seseorang berbaju hitam, dengan Kampak di punggung.
Tak menghiraukan apa yang di katakan oleh orang yang ada di depan nya Jian An malah mengorek kupingnya yang terasa gatal.
"Apa kalian sudah selesai bicara?, dan kau paman baju hitam kau lebih mirip bandit dari pada pendekar"ucap Jian An dengan wajah songong nya.
"Sial4n kau anak kecil, tadi nya aku ingin melepaskan mu tapi sepertinya sekarang aku berubah pikiran, semuanya ayo bunuh anak kecil itu juga!!"ucap nua dengan lantang.
Pendekar lain jua yang mendengar teriakkan dari pria tersebut langsung saja mengarahkan pedang mereka ke arah Jian An dan Kakek muda
Melihat itu sang kakek muda langsung menyembunyikan Jian An di balik punggung nya.
"Nak, selagi masih ada waktu sebaik nya kau segera pergi dari sini"ucap Kakek muda tersebut sambil menangkis serangan yang datang kepada nya.
Sringgg...!
Trangg....!
Tinggg.....!!
"Hey Kakek muda jika aku ingin kabur maka dari dulu aku sudah kabur dari tadi, lagi pula menolongku adalah pilihanku"ucap Jian An dengan tegas dan mulai menyerang orang-orang yang dekat dengan nya, dengan lihay.
"Dasar anak keras kepala"ucap sang Kakek muda tersebut.
"Hahaha, kakek muda kau sangat lucu, jika aku kabur dalam Medan ini maka saat aku pulang aku aja di jadikan bahan tawaran oleh semua orang, mana ada sejarah nya Jian An kabur dari Medan perang"ucap Jian An sambil tertawa garing.
"Terserah kau saja tapi jika kau mati itu bukan salah ku"ucap sanh kakek muda.
"Aku gak akan mati yang akan mati mungkin kakek muda sendiri"ejek Jian An.
Tak ada jawaban dari kakek muda yang kini sedang fokus dalam menyerang musuh-musuh nya, namun terlihat jelas bahwa dia mengkhawatirkan Jian An, sehingga dia selalu tak melepas pengawasannya di samping Jian An.
"Formasi Guntur"ucap Jian An seketika awan yang semulanya cerah kini menjadi mendung dan berputar di satu tempat, dan mengeluarkan suara gemuruh petir.
Grudungg...!!
Skett...!!!
Grundungg...!!
Skett....!!!
Jederrrr.......!!!!!!!
Akhirnya petir yang berkumpul tersebut mulai pecah' dan menyambar ke para musuh yang ada.
Kilat, dan petir biru terus, menerus menghantam tanah menghabisi puluhan, demi puluhan musuh.
Orang yang terkenal sambatan petir tersebut seketika menjadi abu tak tersisa
Jederrrr..!!!!
Jedarrrr.....!!!!
__ADS_1
Pastttks....!
Sedangkan kakek muda yang tau bahwa itu ulah dari Jian An, terkejut bukan main, lantaran jurus seperti ini hanya bisa di keluarkan oleh Pendekar hebat, namun apa yang ada di depan nya ini, seorang anak kecil kini sedang mengejutkan jurus yang bahkan sulit untuk di pelajari ini, yang benar saja Gusti!!.
"Hey Kakek muda sudai kagum mu, fokus lah dengan musuh mu"ucap Jian An yang seperti berteriak lantaran ia berbicara tepat di telinga sang kakek muda.
"Dasar bocah tengik kurang ajar, sembarangan berteriak di telinga orang lain"ucap Kakek muda sambil mengelus-elus telinganya yang terasa berdengung.
"Aku tak berteriak, Kakek muda!"ucap Jian An lagi setengah berteriak.
Jian An terus menebas banyak sekali orang dengan pedang mana nya hingga ia merasa bosan dibuat nya.
"Sial4n, kapan para semut ini mati semua"ucap Jian An yang kini seperti kehilangan kesabaran.
Tak mau berlama-lama hanya untuk bertarung saja Jian An segera mengeluarkan jurus.
"Bola api"ucap Jian An tak lama muncul sekitar 9 bola api yang mengelilingi tubuhnya dan segera melesat ke arah musuh, dan seketika.
Bommm.....!
Bommm....!
"Akhhhh...!!!"
Bommm....!
Bommm....!
"Argggg...!!!!!"
Bommm....!
Bommm.....!
Bommm.....!
Karena ledakan tersebut 75% dari musuh mereka berdua sudah musnah.
Kini tinggal beberapa ribu saja yang kini menjadi musuh yang harus di bantai oleh nya.
"Hey, nak kau cukup hebat juga"ucap Kakek muda.
"Tentu saja siapa dulu"ucap Jian An dengan sombong.
"Huh, kau kira hanya kau saja yang punya jurus aku juga punya bocah"ucap Kakek muda.
Selepas dari perkataan nya itu Kakek muda yang langsung menancapkan pedangnya di tanah, dan menentang kan kedua tangan, sekilas bisa di lihat cahaya putih lembut yang berputar di sekitar pedang yang kini menancap di tanah.
Perlahan pedang tersebut terangkat di udara.
Semua pendekar yang melihat itu nampak ketakutan.
"Serang dia sebelum mengeluarkan jurus itu!"teriak salah satu dari mereka.
Dengan serempak semua pendekar menyerang ke arah Kakek Muda, Jian An yang melihat itu hendak menyerang mereka semua untuk melindungi Kakek muda.
Namun hal mengejutkan terjadi di mana semua orang yang hendak menyerang Kakek muda terpental secara bersamaan, rupa nya hak tersebut di karena kan gelombang energi yang meledak dari pedang yang kini tengah melayang tersebut.
Bomm....!!
"Aarrrgggg......!!!!!!"
"Eh"ucap Jian An yang kini tengah melongo melihat ini semua lantaran yang ia lihat barusan hanya seperti cahaya putih yang remang-remang menyapu semuanya, siapa sangka bahwa cahaya putih yang bahkan harus di lihat dengan sangat teliti itu adalah tenaga dalam.
"Apa ini yang di namakan tenaga dalam, kenapa warna tak cerah?"ucap Jian An.
"Benar Tuan, tenaga dalam memang berbeda dengan energi yang lain nya, namun ada juga yang bisa di lihat dengan jelas tapi untuk sampai di tahan itu sangat sulit, bahkan ada tenaga dalam yang hanya bisa dirasakan, dan tak bisa di lihat oleh mata telanjang"jelas Chu Kun dengan panjang nya.
__ADS_1
"Begitu ya, bukankah jika aku mengeluarkan mana sihir di sini akan heboh lantaran mana kan ada warna nya"ucap Jian An.
"Mungkin tapi mereka akan langsung mengetahui jika tuan bukan dari dunia ini"ucap Chan Kun.
"Kok, bisa?"tanya Jian An.
"Bisa lah, barusan Tuan hanya mengeluarkan formasi jadi mereka tak curiga karena formasi dunia ini dan formasi dunia Kultivasi hampir sama dan selalu bercahaya emas dulu, jadi mereka tak tau jika tuan dari dunia lain"jelas Chu Kun.
"Jadi saya sarankan, Tuan sebaiknya anda mempelajari energi tenaga dalam di sini, karena tenaga dalam di dunia ini lumayan unik, dan lagi tenaga dalam di dunia ini tidak bisa di serap, lantaran tenaga dalam berasal dari diri manusia sendiri"ucap Chu Chan Kun.
"Jadi tenaga dalam berbeda dengan energi lain nya?"tanya Jian An.
"Sebenarnya juga memiliki persamaan yaitu jika ingin meningkatkan jumlah tenaga dalam kita harus melakukan meditasi, dan menyerap tenaga alam, namun tenaga tersebut akan menjadi tenang milik kita sendiri"
"Berbeda dengan Qi, dan mana yang di mana harus memiliki bakat dulu, karena Qi di serap dari alam langsung dan bukan dari tubuh sendiri, sedangkan mana, juga sama"jelas Chu Kun.
"Jadi maksudmu harus di sini lebih lama, begitu?"tanya Jian An dengan nada tak percaya.
"Ya"jawab Chu, dan Chan dan ketujuh hewan ilahi secara bersamaan.
"Menyebalkan"eluh Jian An, sambil mengerutkan bibir nya.
.....................................
Kembali ke realita, kini Jian An seperti orang bod0h lantaran ia seperti orang yang mengubah-ubah ekspresi wajah, sambik melongo.
"Hey bocah apa yang kau lakukan"tegur Kakek muda.
"Eh, ya"jawab Jian An dengan rada kaget.
"Ayo kita pergi"ajak Kakek muda.
"Eh memangnya mereka sud-"ucapakan dari Jian An kini terpotong lantaran dia bisa melihat bahwa semua Pendekar kini sudah terkapar mati dengan darah yang keluar dri tubuh mereka membuat genangan-genangan kecil.
"Bagaimana mereka semua sudah mati!?, seperti apa cara mereka mati!?"ucap Jian An dengan tak percaya pasalnya dia tak melihat seperti apa kelanjutan nya.
"Itu itu akibatnya jika kau melongo di tengah pertempuran"ejek Kakek muda.
"Apa siapa, yang melongo, bod0h!"teriak Jian am tidak terima.
Tanpa mendengar kan apa kata Jian An kakek muda tersebut sudah berjalan menjauh Jian An, dengan kesal Jian An berlari mengejar nya.
Berjalan di samping orang yang di panggil Kakek muda Jian An terasa ada yang aneh tapi apa ya?.
Benar kenapa ia jadi ikut dengan Kakek muda di sebalah nya ini, seperti benar-benar muridnya!?.
"Ada apa dengan ekspresi wajah mu itu"ucap Kakek muda.
"Siapa namu mu Kakek muda?, Kau sudah tua tapi masih seperti umur 20 tahun?"tanya Jian An.
"Oh, akhirnya kau bertanya juga nama kakek tua ini"ucap Kakek muda, meledek Jian An.
"Nama ku Zhao Chen, dan aku tak awet muda kau tau ini hanya jujur ilusi"ucap Kakek muda tersebut yang ternyata bernama Zhao Chen.
"Apa tadi kau bilang Kakek Chen ilusi?"tanya Jian An rada bingung.
"Ya, lihat ini"ucap Kakek Chen sambil merubah wujudnya kembali ke wujud aslinya.
Kini ia lebih terlihat seperti Kakek tua berumur 60 tahun.
"Kau ternyata sangat Tua tapi walaupun begitu kamu masih lebih muda dari umurnya yang sudah ratusan tahun itu, apa kau masih menggunakan ilusi?"ucap Jian An, yang curiga dengan Kakek Chen.
........................................
Selamat menunggu Chapter berikut nya kawan semua😂😅.
IG : sukma_761100
__ADS_1