EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 77


__ADS_3

~Selamat membaca~.


😁😁😁😁😁😁.


Chapter 77


................


Menuangkan sedikit demi sedikit ramuan ke dalam mulut Sang ayah, Jason, sekarang ini pada keadaan HR²C (Harap-harap Cemas).


1 menit.....


2 menit.....


3 menit.....


Bahkan hingga 5 menit, tak kunjung ada tanda-tanda ayah nya tersebut akan bangun dari tidur panjangnya.


Hal tersebut membuat Jason menarik nafas berat, sudah ia duga bahwa ayahnya tidak mungkin bisa bangun lagi, ia tak sedih atau marah, karena menurutnya hal tersebut sudah biasa terjadi.


Hanya saja ia merasakan putus asa dengan apa yang sudah terjadi.


Kepala Jason yang tertunduk ia sungguh merasa putus asa, dalam hati ia berkata.


'apa ini memang sudah menjadi takdir, ayah Bahakan tidak membuka mata nya walaupun sebentar'.


Terlalu larut dalam ke putus asaan nya Jason tidak menyadari bahwa pria paruh baya di depannya yang tadi nya masih terlelap kini sudah duduk di depannya.


Dia baru sadar akan hak itu saat sebuah tangan tiba-tiba menepuk pundak nya dengan lumayan keras.


"Hey, nak tak ku sangka aku bisa melihat kau yang putus asa ini, ini adalah hal langka"ucap sosok itu sambil tertawa.


Mendengar suara itu Jason sangat terkejut dan dengan spontan dia mengangkat kepalanya memandang sang pria paruh baya yang tak lain adalah ayahnya sendiri dengan tatapan senang.


"Anda sudah bangun ayah?"tanya Jason yang masih belum percaya dengan apa yang di lihat nya.


"Apa mata mu sudah rabun, semenjak ku tinggal mati suri"ucap sang ayah dengan nada bercanda.


"Jika tau begini lebih baik anda mati saja sekalian"ucap Jason dengan sedikit kesal.


Hal tersebut sontak saja membuat ayah Jason menjadi tertawa, yah bisa kalian lihat bahwasannya ayah Jason bukan lah orang yang kaku tapi adalah org yang sangat suka bercanda.


"Oh, anda sudah bangun pak Tua"sebuah suara wanita membuat mereka berdua mengalihkan pandangan ke arah suara berasal.


Di sana, tepatnya di pintu terlihat seorang gadis sedang bersandar dengan malas, sambil menatap mereka berdua dengan tatapan datar nya.


"Siapakah, gadis itu Jason, apa dia calon menantu ku, dia cukup cantik"ucap Sang yah Jason.


"Bukan ayah, dia adalah nona penyihir yang telah menyelamatkan nyawa ayah"ucap Jason.


"Ah, sungguh senang bertemu dengan anda nona penyihir"ucap Ayah Jason sambil memberi salam dengan hormat.


"Yah, cukup sampai sini saja basa-basi nya, Jason seperti apa yang kau janjikan waktu itu"ucap Jian An.


"Apa anda akan segera pergi, secepat ini?"tanya Jason.


"Ya, ku pikir aku harus segera pergi ke tempat selanjutnya"ucap Jian An.

__ADS_1


"Bukan kah akan lebih baik kalau anda pergi besok saja nona"saran Jaosn yang tentu saja di tolak oleh Jian an.


"Aku tak ingin membuang waktu berharga ku"ucap Jian An.


"Baiklah kalau begitu mari ikut saya"ucap Jason, berjalan dulu An yang di ikuti oleh ayahnya dan yang terakhir adalah Jian An yabg berjalan santai sambil melihat sekeliling.


Sampailah mereka di sebuah gudang harta yang terlihat sangat tuan dan tidak terawat sama sekali, Bahakan Jian An saja sempat berfikir.


Apa dia serius menaruh barang berharganya di dalam gudang harta yang tidak terawat sama sekali ini?.


Namun tentu saja Jian An tak banyak protes dan hanya mengikuti apa yang akan di lakukan oleh Jason dengan tenang.


Jason membuka pintu tua tersebut dengan hati-hati dan perlahan mendekati sebuah patung sia yang terdapat di samping pintu, terlihat dengan jelas bahwa Jason menarik lidah milik sang patung singa yang memang sengaja menjulur ke luar seperti anjing.


Bahkan awalnya jika Jian An tak melihat dengan teliti, mungkin dia akan mengira bahwa patung tersebut adalah patung anjing, lantaran percayaan yang minim di gudang ini, membuatnya tak bisa melihat dengan begitu jelas, dan di tambah penglihatan nya di halangi oleh tubuh besar jason.


Tak lama lantai yang tadinya datar membentuk anak tangga yang amat panjang di dalam.


"Mari nona ikut kami"ucap Ayah Jason memimpin.


Tanpa menjawab Jian An hanya mengikuti setiap langkah dari ayah jason.


Sampai lah mereka bertiga di sebuah ruangan yang amat besar yang terdapat banyak sekali rak-rak berisi barang-barang berharga.


Ayah Jason melangkah ke sebuah rak yang terbuat dari kamu dan serasa sudah sangat tuan dan berbeda dengan rak lain nya yang terbuat dari emas, melihat itu Jian An mengangkat satu alis nya, dan memperhatikan dari jauh tanpa bergerak dari posisi nya saat sampai di ruangan tersebut.


Di samping nya Jason juga tak pergi mengikuti ayah nya dan haya berdiri di samping Jian An, sambil mata nya yang memperhatikan setiap gerakan dari ayah nya.


Ayah Jason kemudian mendekat ke sebuah kotak dan membukanya.


"Hohoho, nona cepatlah kemari"ucap ayah Jason.


"Ambillah semua itu nak, itu hadiah mu, jika kurang bilang saja dengan ku"ucap ayah jason.


Untuk sesaat tak ada jawaban dari Jian An.


"Chu Kun apa ini yang kau maksud?"


"Ya, Tuan"ucap Chu Kun dengan singkat.


"Tidak Paman ini sudah cukup"ucap Jian An sambil mengambil isi dari kotak tersebut.


"Kalau begitu aku pamit dulu"ucap Jian An dan mulai berjalan ke arah pintu di mana dia masuk untuk keluar..


sampai nya di luar Jian An langsung memasukkan semua benda itu ke dalam ruang dimensi nya.


Ya Jian An sudah akan melanjutkan kembali perjalanan nya ia tak mau lama-lama di dunia ini, tapi dia juga ingin jalan-jalan walaupun sebentar, hanya satu Minggu saja dan pasti itu cukup kan?.


Namun saat ia hendak menghilang di arah belakang ada yang memanggilnya.


"Nona!!"teriak seseorang wanita.


Jian An yang mendengar itu menolehkan kepalanya ke belakang, dan terlihat seorang gadis yang mungkin seumurannya.


Melihat dari cara berpakaiannya Jian An bisa simpulkan kalau dia buka seorang pelayan, dan karena di kediaman ini yang boleh memakai baju mewah seperti itu hanya anak dari Jason, maka dia pasti adik yang di bicarakan waktu itu toh.


Terlihat bahwa Nona muda tersebut berlari ke arahnya.

__ADS_1


"Apa anda adalah nona penyihir yang waktu itu di bicarakan oleh kakak ku"ucap nya.


"Ya"jawab Jian An.


"Kalau begitu apa anda mau mengajariku sihir, kebetulan aku memiliki sihir tumbuhan, dan aku belum memiliki seorang guru"ucap gadis tersebut sambil tersenyum malu-malu.


"Saya ingin sekali menjadi guru ku, tapi aku memiliki sebuah masalah yang tak bisa di tinggal kan begitu saja"ucap Jian An.


"Begitu ya"ucap gadis tersebut dengan cemberut.


"Tapi mungkin saku bisa memberikan mu sebuah buku untuk kau pelajari"ucap Jian An sambil mengeluarkan sebuah buku dari balik jubah nya.


Gadis tersebut pun menerima nya dengan senang hati.


"Terima kasih nona penyihir, akh akan belajar dengan giat, dan suatu saat nanti jika aku sudah kuat aku pasti akan mencari mu, dan akan mengabdi ke pada mu sebagai seorang murid"ucap nya dengan gembira.


"Tapi aku takutnya kau tak akan bisa menemukan ku"gumam Jian An yang hanya bisa di dengar oleh Diri nya sendiri.


"Kalau begitu cari aku 2 tahun ½ yang akan datang"ucap Jian An.


"Baiklah 2 ½ tahun yang akan datang saya akan mencari guru"ucap gadis tersebut dengan gembira.


"Baik, kalau begitu saya pergi dulu murid ku"ucap Jian An dan langsung menghilang dari sana.


"Aku akan belajar dengan giat dan akan mencari mu guru"ucap gadis tersebut sambil memandang tempat sebelum Jian An menghilang.


Tak lama dari itu Jason datang sambil berlari dari belakang.


"Adik apa kau melihat nona penyihir?"tanya Jason.


"Oh , Guru, guru baru saja pergi dia berkata aku harus mencari nya 2 ½ lagi"ucap gadis tersebut.


"Apa!?"ucap Jason kaget lantaran adik nya memanggil Jian An dengan sebutan guru dengan mudah nya.


Sedangkan gadis tersebut pergi dari sana tanpa menghiraukan ekspresi terkejut Jason.


........................


Sementara itu Jian An kini sudah berada di depan gerbang kota.


"Tuan anda menerima nya menjadi murid anda?"tanya Feng Kun.


"Ya, memang masalah?"tanya Jian An.


"Tidak sih, tapi untuk mencari anda 2 ½ tahun yang akan datang bukan kah itu terlalu, aku takut bahwa dia tak bisa menemukan ku sama sekali"ucap Feng Kun.


"Itu kan jika aku tak kembali lagi ke sini"ucap Jian An.


"Jadi Tuan akan kembali lagi kesini?"tanya Jin Kun


"Ya, untuk menjemput murid ku"ucap Jian An.


"Kenapa anda begitu yakin untuk menjadikan nya murid"tanya Hong Kun.


"Aku bisa merasakan ke tulisan nya dalam belajar, dan kesetiaan nya pada guru nya, ia tak akan mengkhianati ku sama sekali"ucap Jian An.


"Ia aku juga bisa merasakan ketulusan nya ke pada Tuan, dan saya yakin dia tak akan berhianat sama sekaki"ucap Chan Ku dan Chu Kun secara bersamaan.

__ADS_1


.........................


Selamat menunggu lagi semuanya maaf kalau gak up.


__ADS_2