
Selamat Membaca.
ππππππππ
...............................
Jian An berjalan dengan santai menjauhi kota, saat dirasa sudah jauh dari kota Jian An kemudian terbang.
Di dalam perjalanan nya dengan terbang Jian An berfikir.
"Apa aku selama satu Minggu cari naga saja ya seperti yang ada di komik-komik, tapi aku sudah punya banyak hewan dan seperti nya sekarang aku tak butuh bawahan lagi, Bahakan bawahan ku saja sampai sekarang tak ada ku gunakan sama sekali tuh"
"Aku aku cari harta saja ya, kalau itu boleh juga, baiklah sudah ku putuskan aku akan mencari harta serata banyak sekali benda-benda berharga (sihir)"ucap Jian An.
Dia terus terbang hingga mendarat ke sebuah hutan yang memiliki aura magis yang kuat.
Masuk ke dalam hutan tesebut tanpa rasa takut Jian An di sambut dengan pemandangan gelap hutan tersebut.
"Sangat gelap"ucap Jian An.
Dan langsung saja ia mengeluarkan senter dari dalam ruang dimensi nya.
Berjalan selama 1 jam dalam kesunyian, setiap langkah Jian An hanya di temani oleh suara jangkrik, dan burung yang lewat, serta suara gemerisik dedaunan yang tertiup angin.
"Apa tak ada apa-apa di dalam hutan ini kenapa sangat damai sekali"ucap Jian An.
Hingga tiba-tiba dari arah belakang Jian An bisa merasakan sebuah lemparan energi sihir, dengan cepat Jian An menghindar, dan menyebabkan energi sihir yang berbentuk api tersebut menabrak pohon yang ada di depan Jian An tadi.
Mendapat serangan mendadak membuat Jian An siaga ia langsung mengalir kan Qi ke pada kedua mata nya agar bisa melihat di dalam kegelapan dengan mudah, dan segera memasukan kembali senter tersebut ke dalam ruang dimensi nya.
"Siapa di sana, jangan jadi pengecut yang hanya menyerang di dalam kegelapan"ucap Jian An.
Tak lama sosok asing terbang ke arah nya sambil mengayunkan pedang kearah nya dengan cepat Jian An membentuk pedang dari elemen petir nya, dan menangkis serangan yang di lancarkan orang tersebut.
Kedua pedang yang terbuat dari energi masing-masing saling bertumburukan yang mengakibatkan angin berhembus dan membuat daun-daun saling berguling menjauhi ke duanya.
Tak sampai di situ orang tersebut terus melancarkan serangan demi serangan ke arah Jian An dan dengan cekatan Jian An juga menangkis setiap serangan dari orang tersebut entah itu serangan pedang atau serangan energi sihir.
Hingga sosok tersebut merasa terpojok dan segera menghilang lagi dari pandangan.
Melihat sosok itu menghilang Jian An mengamati sekeliling dengan cermat.
Hingga sebuah serangan energi dari arah depan datang membuat Jian An langsung melakukan salto ke belakang dengan cepat, bukan hanya di situ tapi serangan energi lagi-lagi menuju ke arahnya.
Dengan cepat Jian An membentuk perisai di tangannya dan menangkis dan menghindar setiap serangan Yang datang ke pada nya, dengan mudah tanpa kesulitan yang berarti.
"Cukup main-main nya bod0h, sekarang giliran ku"
__ADS_1
"Berhati-hatilah dengan belakang lehermu kawan"ucap Jian An dengan senyum sinis.
Tak lama Jian An sudah muncul di belahan tubuh orang tersebut, tanpa menunggu reaksi orang tersebut yang sepertinya sedang syok dengan teleportasi yang cepat tersebut Jian An segara memenggal kepala orang tersebut dengan cepat dan mulus tanpa meninggalnya darah yang berserakan di tanah lantaran tubuh tersebut seketika beku.
"Hanya seorang Tikus berani, datang menantang maut, sungguh bod0h"ucap Jian An sambil menghilangkan pedang es di tangannya.
Tanpa melihat mayat itu ke dua kali nya Jian An segera melanjutkan perjalanan.
"Hemm..., Seperti nya hutan ini akan menarik untuk ke depan nya ya"ucap Jian An ke pada para penghuni ruang dimensi nya.
"Benar an'er , dan seperti nya hutan ini bukan di huni oleh hewan magis tapi oleh para manusia"jawan Feng Kun.
"Ya aku tau"jawan Jian An dengan singkat.
Baru saja berjalan sekitar beberapa menit Jian An lagi-lagi di buat siaga dengan kehadiran 5 orang dengan ***** membunuh yang sangat kuat ke arah nya.
Tak seperti yang pertama di mana ia hanya memiliki kekuatan yang lemah serang ini yang di hadapi nya jauh di atas orang yang pertama melawan nya.
Dan tanpa basa-basi ke lima orang tersebut menyerang secara bersamaan ke arah Jian An menggunakan energi masing-masing, dengan sepontan Jian An memutarkan tubuhnya dan dinding perisai terbentuk dengan kuat, dan menghancurkan setiap serangan yang mengarah ke pada nya.
Mengamati sekitar dengan mata nya, Jian An bisa melihat dengan jelas ke lima penyerang nya.
Mereka semua menggunakan sebuah jubah hitam seperti orang pertama yang menyerangnya, namun yang menarik dari jubah hitam tersebut adakah sebuah gambar bunga kematian di belakang nya.
'Apa yang menyerang ku semacam organisasi, kalau iya apa masih banyak yang harus ku bunuh?'pikir Jian An.
Tak lama setelah serangan tersebuta kelima orang tersebut segara menyerang Jian An, secara bersamaan, menggunakan pedang.
Namun dengan mudah nya Jian An menghindari serangannya ke-lima orang tersebut dengan berputar.
Terbang ke atas Jian an mengamati kelima orang tersebut yang kini juga sedang melihat nya.
Kelimanya saat melihat Jian An di udara segera juga terbang menggunakan mana, dan terjadilah pertaruhan di udara.
Ting
Ting
Ting
Ting
Ting
Adu pedang terus terjadi di udara hingga akhirnya Jian An berhasil memotong tangan dari salah satunya yang membuat musuh nya yang terpotong tangannya segera mendarat di tanah.
Kini musuh Jian An di udara tinggal empat dengan gerakan cepat dan gesit Jian An segera memenggal salah satu nya, di saat mereka semua masih fokus ke pada teman mereka yang terpotong tangannya.
__ADS_1
Melihat salah satu teman nya terpenggal di depan mata mereka mereka mulai menyerang Jian An dengan ganas, namun lagi-lagi Jian am dengan mudah menghindari semua serangan yang di tujukan ke pada nya.
Tiba-tiba Jian An ber teleportasike samping salah satu di antara mereka dan segera memperlancar sebuah pukulan ke arah nya.
Biak..!!!
Yang menyebab kan orang tersebut menabrak puluhan pohon di depan nya dan bisa di katakan mati.
Sedangkan sisa nya yang melihat Jian An mampu menerbangkan seseorang hanya dengan pukulan nya mulai merasa takut, namun mereka tak bisa lagi mundur.
"Eh, buset tak pernah ku sangka ternyata pukulan ku sangat kuat, padahal aku hanya memberikan sedikit Qi ke pukulan ku, dan biasanya jika aku bertarung dengan Delvin aku memberikan Qi lebih besar dari ini, tapi kenapa mereka semua langsung mati"ucap Jian An yang bisa langsung mengetahui kalau orang yang tadi di pikuknya telah mati lantaran ia sudah tak bisa merasakan energi kehidupan orang tersebut.
Sisa dua di udara dan satu di tanah yang kini sedang berusaha menutupi luka nya dengan energi sihir.
Pertarungan kembali di mulai dia atas sana, namun tak berapa lama akhirnya mereka semua menyadari bahwa bertarung jarak dekat dengan Jian An sama saja dengan mengantar nyawa dan mereka pun mulai terbang menjauh dan bersembunyi di balik kegelapan.
Namun sayang nya Jian An sendiri masih bisa melihat mereka semua, lantaran mata nya yang sudah di aliri Qi dan menjadi sangat tajam.
Dengan bosan Jian An mengibaskan tangannya seketika shuriken yang terbentuk dari angin muncul dan melesat memotong ketiga orang yang tersisa, kali ini darah benar-benar membasahi tanah.
Tanpa mendaratkan diri ketanah Jian An langsung saja berteleportasi ke tengah-tengah hutan yang di perkirakan nya menjadi markas utama dari organisasi tersebut.
Muncul di atas sebuah pohon Jian An kini bisa melihat dengan jelas markas dari organisasi tersebut.
Menyebarkan Qi nya ke seluruh penjuru hutan Jian An kini bisa mengetahui bahwa jumlah mereka cukup besar yaitu mencangkul 1000 anggota lebih.
"Tak ku sangka ternyata di hutan ini ada organisasi seperti ini, dan jumlah nya seperti nya sama dengan anggota Black King?"ucap Jian An.
"Benar Tuan, tapi itu mungkin, kita sudah lumayan lama meninggalkan dunia Kultivasi dan mungkin saja anggota dari Black King bertambah"ucap Jun Kun.
"Memang berapa lama kita meninggalkan dunia itu?"tanya Jian an, dengan mata yang masih mengawasi markas di bawah nya.
"Mungkin sekarang sudah 3 atau 4 bulan?"jawab Hong Kun, dan Han Kun secara bersamaan.
"Lumayan lama"ucap Jian An.
"Shen Kun, Long Kun aku butuh kalian untuk membunuh mereka yang tak ada di markas"ucap Jian An.
Seketika Shen Kun dan Long Kun pun muncul di sana, dan segera menghilang untuk melaksanakan Tugas yang di berikan.
"Dan Feng, Hong, Han, kalian bisa tolong pastikan bahwa tak ada yang bisa mendengar keributan yang di berikan oleh Shen, dan Long"ucap Jian An.
..............................
Selamat menunggu Chapter berikut nya kawanπ.
mau di up besok tapi gak bisa di tahanππ π€£
__ADS_1