EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 94


__ADS_3

~Selamat Membaca~


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


..........................................


Hingga sampai lah mereka di sebuah kos-kosan bercat biru langit.


"Mba nya kontrak nya yang di paling sudut itu ya, kalau yang lain nya udah ada yang nempatin"ucap perempuan itu.


"Makasih, mba, kalau boleh tau mba nya nama nya siapa ya?"tanya Jian An Yang memang bingung dengan nama perempuan muda di depan nya ini.


"Nama saya Laras, kalau mba nya?"ucap Laras.


"Nama saya Jian An, anda bisa memanggil saya An'er, atau Jian saja"ucap Jian An.


"Jian An?, Apa anda dari China?, Wajah anda juga ternyata sangat mirip dengan orang China hanya saja memiliki perbedaan yang cukup besar juga seperti keturunan Eropa, China, dan Indonesia secara bersamaan"tanya Laras.


"Bukan saya orang Indonesia, hanya saja ibu saya keturunan Tionghoa"ucap Jian An yang tentu saja ngarang, ya kali dia keturunan Tionghoa, kalau keturunan Dunia lain baru bener.


"Oh gitu, ya kalau gitu semoga betah ya mba"ucap Laras sambil memberikan kunci kos-kosan, dan pergi dari sana.


Mendapatkan kunci tersebut Jian An segera melangkah ke arah kos-kosan barunya tersebut, ternyata isi kos-kosan tersebut hanya lah sebuah kasur saja.


"Kasur saja, hais~, apa juga yang aku harapkan dari uang RP.500.000 itu"ucap Jian An dan segara berbaring di kasur lantai tersebut.


"Uhuk, uhuk, seperti nya sudah lama tak di tempati dan lama tak di bersihkan jadi seperti ini, aku yakin bahwa Laras tak sempat untuk membersihkan nya"ucap Jian An dan menjetikkan jari nya, seketika juga ruangan tersebut menjadi bersih tanpa debu


'Aneh di sini ada lima kos-kosan, dan kata Laras semua nya sudah ada yang menempati, tapi kenapa seperti nya tetangga ku sangat hening sekali?"ucap Jian An Yang kemudian pergi keluar kamar nya dan mulai mengetuk satu persatu kamar lainnya, namun sudah lama dia tak mendapat jawaban.


Menutup mata nya sebentar, membukanya secara perlahan cahaya emas terpancar dengan jelas di matanya.


Mata itu adalah Mata Dewa di mana Jian An bisa melihat keadaan di dalam kamar kos-kosan tetangga nya tersebut.


"Pantas mereka gak ada di sini semua"ucap Jian An, dan mata nya yang bersinar emas langsung kembali seperti semula.


.............................


Sedangkan di sisi lain Delvin kini sedang menjalankan misi yang di berikan oleh Kaisar Li kepada nya.


Kini Delvin bisa di bilang sedang menyamar menjadi salah satu bagian dari Organisasi Kalajengking Merah.


Memandangi setiap anggota di dalam Organisasi ini, Delvin sekarang lumayan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar nya.


"Hais~, tak ku sangka ternyata Organisasi ini tak sesederhana yang terlihat, ini jauh lebih rumit dengan apa yang di katakan oleh Kaisar Li"ucap Delvin pada diri nya sediri.


"Sebaiknya aku segera menghancurkan Organisasi ini setelah aku berhasil mencuri peta markas-markas Organisasi ini, dan menghancurkan mereka semua tanpa di ketahui oleh Markas pusat"ucap Delvin, dia sungguh sangat berhati-hati akan tugasnya tersebut.


🌌🌌Malam Hari 🌌🌌


Di kegelapan malam sosok bayangan hitam melesat dengan cepat di atap-atap Markas Organisasi Kalajengking Merah, sosok tersebut tak lain dan tak bukan adalah Delvin yang kini memakai topeng emas nya.

__ADS_1


Di atas sebuah bangunan yang di yakini adalah bangunan tempat menyimpan harta Delvin melepas topengnya dan segera menggantinya dengan sebuah topeng bergambar serigala.


Melanjutkan perjalanan nya ke aula besar Organisasi tersebut dengan hati-hati Delvin menghindari, serta bersembunyi dari para penjaga, bahkan dia masih memiliki kesempatan untuk membunuh beberapa penjaga dengan satu gerakan yang mematikan.


Hingga akhirnya ia sampai di sebuah bangunan yang bisa di katakan paling besar dari pada yang lain nya, Delvin mulai melumpuhkan penjaga yang menjaga pintu bangunan tersebut dengan cara melemparkan dua batu ke arah keduanya dan langsung menghancurkan kepala mereka.


TAKKK...!!


TAKKK...!!


Segera saja kepala ke dua penjaga tersebut hancur seketika, isi dari kepala tersebut berhamburan ke mana-mana, darah pun menciprat ke sana-sini, darah terus saja keluar dari leher kedua penjaga tersebut.


Namun tanpa melihat ke adaan kedua penjaga Delvin langsung saja masuk ke dalam dan mulai mencari ruangan di mana terdapat informasi yang dia inginkan.


Menelusuri setiap ruang tersebut dengan hati-hati, akhirnya Delvin sampai di sebuah ruangan yang bisa di katakan paling kecil dari ruangan yang lain nya.


Mengobrak-abrik ruang tersebut akhirnya Delvin bisa menemukan apa yang dia cari yaitu peta seluruh markas cabang Kalajengking Merah.


Keluar dari dalam ruangan tersebut dengan mudah Delvin kini berdiri di atap sebuah bangunan di sana sambil melihat markas tersebut.


"Hehehehe, dari pada nanti aku dapat masalah bukan kah akan lebih baik jika langsung saja di bantai semua yang ada di sini"ucap Delvin dan mulai.


Membentuk formasi yang telah dia pelajari dari beberapa kitab yang pernah dia ambil dari beberapa Organisasi, Delvin mulai membentuk formasi di atas markas tersebut.


Tak lama formasi tersebut hilang di gantikan dengan ratusan, tidak mungkin ribuan bola api, yang siap untuk menghancurkan markas tersebut, dalam hitungan detik Delvin kini sudah berjarak ribuan kilometer dari markas tersebut.


Bersamaan dengan Delvin yang mendarat di sana terdengar ledakan dari kejauhan yang tak lain adalah dari markas tersebut.


Ledakan-ledakan terjadi di belakang sana api menyembur seperti ledakan bom nuklir versi kecil.


"Beres, tinggal menghancurkan markas yang lain nya"ucap Delvin tanpa melihat ke belakang lagi dia malah duduk di sana sambil membuka peta yang tadi di curi nya tersebut, dan melihat letak, markas selanjutnya yang dekat dari markas utama Organisasi tersebut.


"Hem~, lumayan dekat semua, tapi ada sekitar dua Markas yang lumayan jauh dari sini, yang berada di sebelah timur, sedangkan di sini ada di sebelah barat, tak ku sangka ternyata pengaruh organisasi ini sangat luas, apa aku meminta bantuan saja?, Ya! sebaiknya begitu saja!"ucap Delvin sambil berdiri dari duduk nya dan segera menulis surat di sebuah kertas.


Membentuk kertas tersebut seperti layaknya burung Delvin kemudian memberikan mantra ke pada burung kertas tersebut dan menerbangkan nya ke langit


Bisa terlihat bahwa burung kertas itu mengepak-ngepakkan sayap kecil teratasnya tersebut, dan terbang menjauh dari Delvin menuju ke arah selatan di mana letak markas Delvin berada.


Memandang jauh ke mana burung kertas itu pergi.


"Misi minta bantuan selesai, sekarang aku akan membunuh mereka secepat mungkin saja lah, aku tak ingin repot seperti Jian An karena di suruh oleh Author, lebih baik aku langsung ledakkan saja markas mereka dan cepat pulang_, Eh_ maksud ku jalan-jalan"ucap Delvin dan mulai pergi ke markas berikut nya.


Hampir saja Delvin berkata pulang namun saat itu juga sebuah bayangan muncul di pikiran nya 'Ling Mei' ya benar jika Delvin pulang bukankah dia akan di ganggu oleh nya, lebih baik dia jalan-jalan saja sambil makan!.


πŸŒ†πŸŒ†πŸŒ†


'Ciye~, uhuy~, sekarang udah hobi makan ya sama kayak Author, ini sih!, menurut Author pribadi sih, kita jodoh!, Karena punya hobi yang sama' ucap Author 🀣.


'Ih, najis Thor lebih baik gua jomblo seumur hidup aja deh, dari pada jadi jodoh lo, lagian jangan banyak halu Thor ingat kita bisa Dimensi!'ucap Delvin dengan tegasπŸ˜’.


Rasanya itu Mak!

__ADS_1


JLLEEPPPP...!!!!


Saat tau bahwa karakter yang saya puja-puja adalah seorang karakter yang bahkan tak pernah adaπŸ˜€πŸ™‚πŸ™ƒ.


Hanya akan ada satu kata yang bisa menggambarkan.


NGENESSSSS!!!!!!!!!😭😭😭


πŸŒ†πŸŒ†πŸŒ†


Menghancurkan markas-markas yang lain nya seperti dia menghancurkan markas yang pertama yaitu dengan Formasi entah kenapa Delvin merasa bahwa dia membosankan!.


'Aku tau bahwa aku membosankan, tapi tolong jangan di perjelas' batin Delvin, ngsedih😭.


"Akhirnya selesai juga, aku mau makan ayam!, Tanghulu!, mie!, dan lain nya!, Nectar Coklat juga jangan lupa, tapi di sini memang ada?"ucap Delvin dengan semangat dan segera pergi dari sana untuk mencari makanan yang dia suka.


🍜🍜🍜🍜🍜🍜


(Pingin mie kuah, tapi males masak)πŸ˜­πŸ™‚πŸ™ƒ.


Kembali ke Jian An Yang ternyata waktu di sana sudah menjelang sore, karena lapar Jian An yang tadi nya masih tidur kini terbangun.


"Laper banget, cari makan ah~"ucap Jian An, saat dia membuka pintu dia bisa melihat sekitar dua orang laki-laki, dan dua orang perempuan yang bisa dia perkiraan bahwa mereka anak kuliahan.


Saat Jian An keluar dari kos-kosan nya ke empat orang tersebut secara refleks menoleh ke arah Jian An.


"Eh, adiknya anak kos baru ya?"tanya seorang perempuan berhijab di sana.


"Ah, iya mba"jawab Jian An.


"Dari mana dek"tanya seorang laki-laki berpakaian kaos hitam.


"Dari Jakarta kak"jawab Jian An seadanya.


"Oh, ku kira dari China, muka mu mirip China sama orang Eropa!"ucap seorang perempuan yang tak memakai hijab.


"Ah~, iya kak, ibu saya memang keturunan Eropa, China, tapi ayah saya orang Indonesia, jadi ya saya seperti blasteran tiga ras"jawab Jian An sambil malu-malu dalam hati dia berkata.


'Nambah sudah dosa gua' batin Jian An yang merasa miris akan hak itu.


"Tuan tapi anda memang sudah banyak dosa, dan seperti tak akan berpengaruh apa pun jika anda berbuat dosa lagi"ucap Jin Kun, dengan wajah datar nya.


'Diam kau Bab1!' teriak Jian An di dalam batin nya mengutuk Jin Kun.


Sedangkan yang di kutuk kini, sedang menciut sekecil semut, canda semutπŸ˜‚πŸ€£.


..............................


Jangan pernah bosan dalam membaca novel ini kawan.


IG : sukma_761100.

__ADS_1


__ADS_2