
~Selamat membaca.~
~SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA~ 🐐🐑🐏🐃🐂🐄🐪🐫.
......
Jian An kini berada di depan sebuah penginapan di kota Green Ice tersebut.
Menurut Chu Kun dan Chan Kun mereka bertiga mendeteksi bahwa saat ini, tahun ini, bulan ini, hari ini, jam ini, menit ini, detik ini, jiwa milik Jian an sedang berada di penginapan ini lebih tepat nya di bawahnya.
Dengan smirk yang muncul di bibirnya yang seksi, ide gila juga muncul di otak cantiknya.
Masuk ke dalam penginapan tersebut dan berjalan ke arah , ia di sambut dengan ramah oleh Resepsionis.
.............
Resepsionis merupakan orang yang bertugas sebagai penerima tamu disuatu perusahaan, kantor, hotel. Mereka biasanya ditempatkan dibagian depan kantor, ini bertujuan agar tamu yang datang mudah mengetahui cara yang mudah untuk mencari informasi dan juga sebagai gambaran dari suatu perusahaan.
(Info ; Google)
.............
"Semata datang di penginapan rose, apa ada yang bisa saya bantu"ucap Resepsionis tersebut dengan ramah.
"Berapa?"tanya Jian am sambil memandang sekitarnya nya dengan acuh tak acuh.
"Hah?"tanya resepsionis tersebut bingung dengan apa yang di katakan 'berapa'?, Apa maksudnya itu harga per kamar.
"Nona harga kamar di sini cukup murah hanya sekitar 5 koin emas"ucap resepsionis tersebut.
"Bukan, tapi jumlah orang yang ada?"tanya Jian an lagi lebih serius kali ini sambil memandang wanita resepsionis tersebut.
Di bawah tatapan tajam dan serius yang di berikan oleh Jian an wanita resepsionis tersebut gugup, hanya saja ia tetap memberanikan diri untuk menjawab.
"Maaf kan saya nona namun informasi tersebut tak dapat di perolehan"jawab resepsionis tersebut sambil menyembunyikan ke gugupan nya.
"Tak mudah ya"
"Lalu apa yang harus aku lakukan agar kau memberi tau ku"ucap Jian an lebih tajam dari sebelumnya Bahakan kini udara di sekitar mereka berdua menjadi berat, hingga membuat wanita resepsionis tersebut kesulitan bernapas.
"Anda harus menjadi pemilik penginapan ini atau setidaknya bekerja menjadi seperti saya"jawab resepsionis tersebut.
Yang tentu saja Jian an akan memilih menjadi pemiliknya, sehingga mungkin dia bisa memperoleh sedikit keuntungan, tapi....
"Aku tak ingin jadi pemilik, apa lagi menjadi seorang resepsionis seperti anda jadi beri tau aku nona muda"ucap Jian an sambil menekan kalimat nona muda.
"Maaf nona sa..."Ucap Resepsionis tersebut terpotong oleh ucapan Jian an.
__ADS_1
"Memang keras kepala, kalau begitu langsung ledakkan saja"ucap Jian an.
DUARRR........
Benar saja setelah Jian an mengucapkan kata tersebut banguanan penginapan tersebut langsung meledak, namun untungnya dengan sigap Jian an melempar semua orang yang ada di dalam banguanan penginapan tersebut keluar.
Dari tempatnya berdiri saat ini dia bisa melihat bangunan yang hancur berkeping-keping, dan sebuah batu sebesar kepalan tangan yang terbentuk dari berlian menarik perhatian nya dengan gerakan secepat kilat tangannya langsung menyambar batu permata tersebut dan menghilang tanpa jejak di sana, tak lupa ia juga meninggalkan
Beberapa kantong uang dengan catatan.
............
Isi : catatan.
Maaf sudah meledakan penginapan mu dan ini uang kompensasi nya.
~moonstarrose~.
............
Ledakan barusan tentu saja menarik semua orang Yanga da di dalam kota apa lagi ledakan tersebut terdengar cukup keras sehingga menarik banyak kesatria yang berjaga di kota tersebut berlari ke arah ledakan berasal, mereka mengira bahwa ada serangan mendadak dari pihak musuh.
Di saat semua orang sedang di buat ketar-ketir oleh ledakan itu Jian an kini tengah duduk di dalam kereta sambil menatap berlian di tangannya.
"Saat nya untuk menyerap nya"ucap Jian An dan langsung memulai posisi lotus.
.............
Permasalah ledakan tersebut sudah selesai dengan akhir pemilik penginapan tak mempermasalah kan nya lagi, dia malah berharap bahwa orang yang meledakkan menginap nya itu juga meledakkan rumahnya sehingga dia bisa menjadi kaya secara mendadak seperti ini.
Bagiamana tidak kantong uang yang di tinggalkan oleh sang peledak berisi batu berlian yang amat berharga dan itu bukan hanya satu tapi ada sekitar 3 buah batu permata langka dan juga ada beberapa koin emas di dalam nya.
Bahkan bukan hanya pemilik penginapan tersebut yang ingin tempat nya diledakkan bahkan banyak sekali orang yang ini itu terjadi ke pada mereka dengan harapan bahwa sang peledak juga meninggalkan berlian untuk ganti rugi.
.............
Di sisi lain Jian an sudah selesai melakukan proses penyerapan jiwa tersebut, Jian an kini sedang terkekeh pelan saat mendengar berita tersebut.
"Hihihihi, seharusnya jika mereka ingin juga mereka setidaknya harus memberiku satu keping jiwa ku bukan, dan karena di dalam tadi ada 10 maka aku beri lumayan banyak"ucap Jian an sambil tersenyum.
Tak lama tirai dari jendela merata di buka dan muncullah soal Jason di sana.
"Jian an, apa kau baik-baik saja"tanya nya.
"Ya saya baik-baik saja Tuan"ucap Jian an.
"Bagus, karena kita akan segera berangkat ke ibu kota, dan jika kamu merasa lelah di perjalanan kau bisa bilang ke para kesatria yang ada di samping mu nanti"ucap Jason.
__ADS_1
"Baiklah Tuan"ucap Jian an sambil tersenyum.
Setelah perbincangan itu Jason kembali ke barisan paling depan dan mulai menaiki kudanya, kereta pun mulai berjalan.
Dengan malas Jian an duduk di dalam nya.
"Aku tak tau apa reaksi Jason saat tau ternyata orang yang akan ia jadikan pelayan adiknya itu adalah orang yang amat pemalas seperti Tuan"ledek Chan Kun.
Jian an yang mendengar itu hanya bisa tertawa pelan.
............
Skip sudah satu Minggu Jian an ikut rombongan tersebut ke ibu kota, dan hadiah serta jiwa yang di katakan oleh Chan Kun, dan Chu Kun belum juga nampak batang hidungnya sehingga membuat Jian an hanya duduk termenung.
"Sudah satu Minggu tapi kenapa aku hanya duduk di sini sampai rasanya pinggang ku pegal, serta pantat ku kebas karena terlalu lama duduk, s1alan"ucap Jian an sambil mengumpat.
Kini bahkan Jian an sudah terkapar tak ada semangat sama sekali di dalam kereta.
Namun saat ia sedang malas-malas nya tiba-tiba kereta berhenti.
"Eh.., apa sudah siang saat ini?"tanya Jian An ke pada diri sendiri.
"Seperti nya belum An'er"ucap Jin Kun.
Ya, ke tujuh hewan kontak itu baru saja selesai melakukan Kultivasi.
"Tunggu kalau begitu apa kah ini adalah bagian dari drama nya"ucap Jian An dengan wajah serius yang membuat semua yang ada di dalam dimensi mengerutkan keningnya.
"Aku yakin penyebab kereta kuda ini berhenti, yang pertama adalah uang paling sering terjadi bandit, kedua adalah pembunuh bayaran, dan ke tiga adalah ada seorang atau kelompok yang membuat kereta ini berhenti, dan yang terakhir ada masalah yang terjadi di daerah yang dilewati ini, masalah nya yang mana?"ucap Jian An, yang membuat semua yang ada di dalam ruang dimensi mengangguk kan kepala nya.
"Benar kata Tuan, dan cara itu adalah kata paling basi apa lagi yang pertama bandit"ucap Chu Kun.
"Iya dan aku akan marah jika itu terjadi"ucap Jian An dan membuka tirai di keretanya baru saja ia membukanya ia sudah bisa melihat bahwa kepala penuh darah melayang tepat di depan mata nya yang membuat nya membeku seketika.
Menutup kembali tirai kereta sambil memegang dada nya yang berdetak sangat kencang.
"Apa itu barusan"ucap Jian An yang masih syok dengan apa yang di lihat nya.
"An'er jangan bilang bahwa kau takut"ucap Hong Kun.
"Tidak aku tak takut, aku hanya syok berat mungkin karena aku sudah lama tak melihat darah"ucap Jian An.
"Maka nya kau harus sering membunuh orang"ucap Han Kun.
.............
Saya tak memaksa kalian untuk sekedar memberi kan like, vote, dukungan, komen, favorit kan, serta motivasi, keritikkan serta yang lain nya.
__ADS_1
~TERIMA KASIH SEMUA NYA~