EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
chapter 67


__ADS_3

~Selamat membaca.~


"Kalau begitu pergilah"ucap Jian An sambil mendorong pelan tubuh Delvin.


Benar saja baru saja di usir Delvin langsung menghilang seperti tak pernah ada di sana.


Jian An pun melanjutkan tidurnya yang tadi tertunda dengan nyaman.


Pagi ini adalah pagi yang cerah bagi semua orang. Namun tidak untuk Kaisar Li, Permaisuri Li, serta Putra Mahkota Li, lantaran baru saja Jian An di meja makan mengatakan bahwa diri nya akan berkeliling Dunia.


Dan itu membuat mereka menjadi sedih dan tak bernafsu makan.


"Apa tak sebaiknya kau tetap di sini saja"ucap Permaisuri dengan sedih.


"Tak bisa ibunda, Jian An harus pergi lagi pula jika Jian An tetap di sini Author gak punya bahan biar Jian An menjadi lebih OP, dan tentu saja memenuhi semua standar dari Author, Ibunda tau kan kalau Author itu galak, salah satu kali aja dia bakal langsung buat aku mati atau gak kena masalah yang amat rumit, walaupun masalah yang sederhana seperti kehilangan baju akan di persulit oleh Author, dan di persulit nya gak main-main kayak nyari jarum di tumbukan jerami"ucap Jian An panjang sambil menjelekkan Author.


(Hacingg..(menggosok hidungšŸ˜–) apa itu barusan seperti ada yang menjelekkan nama ku tapi siapa perasaan di sekolah aku jadi anak penutup dah) Author.


"Baiklah jika itu keinginanmu, tapi ingat kamu harus jaga kesehatan"ucap Permaisuri.


"Jangan telat makan, terus jangan jadi anak malas seperti Author yang kerjaannya tidur melulu"ucap Putra Mahkota.


"Jangan suka ngurusin urusan orang lain"pesan Kaisar.


"Ok, semua pesan ibunda, ayahanda, dan Gege akan selalu ku ingat sepanjang masa"ucap Jian An dengan sedikit lebai yang membuat ke tiga orang yang lain nya terkekeh pelan.


Mereka pun melanjutkan makan dengan di selingi senyum merekah di bibir mereka semua.


Selesai makan Jian langsung pergi menuju kamarnya membereskan pakaian yang menurutnya tak terlalu rumit ia kemudian memasuk kan nya ke dalam Rungan dimensi.


"Ah~, akhirnya selesai juga tinggal pamitan sama Ming Meng, Qian He, Yu Mei, Bang Bagas, Alex, sama si tengil, tapi nanti aja ah, siang jam segini enak nya mah tidur"ucap Jian An yang langsung membanting tubuhnya di atas kasur dan segera tertidur lelap.


.....


Hari sudah semakin sore namun tak ada tanda-tanda bahwa Jian An akan terbangun dari tidur lelap nya itu, hingga....!!


BRAKK....


Suara yang amat nyaring tersebut berasal dari pintu yang di dobrak paksa oleh 5 orang manusia, siap lagi kalau bukan Bagas, Alex, Ming Meng, Qian He, Yu Mei, Dan Delvin itu.


Akibat dari suara itu juga membangunkan Jian An dari tidur nyenyak nya.


"Eh, setan!!!"latahnya sambil berteriak lantaran terkejut bukan main, bahkan nyawa nya yang tadi nya masih berkelana langsung kembali dalam detik itu juga, langsung seger gitu.


Dengan ekspresi kesal Jian An menengok ke arah pintu di mana ke 5 orang tersebut berdiri, dengan wajah marah di masing-masing wajah mereka.


"Ngapain sih?, kalian semua ganggu aja!, orang lagi tidur juga!"ucap Jian Am dengan kesal ke pada mereka ber 5.


"Seharusnya yang kesal itu kami bukan nya kamu"ucap Alex.

__ADS_1


"Iya benar dasar adik laknat, mau pergi gak bilang-bilang*ucap Bags dengan kesal.


"Udah gak ngajak lagi"ucap Qian He.


"Jian gak asih ih"ucap Yu Mei.


"Putri kenapa anda mau pergi apa tak betah di sini"ucap Ming Meng yang langsung menjadi Formal.


Delvin"....."ia hanya memandang Jian An dengan tajam saka tuh yang gak membuat Jian an takut sama sekali.


"Tau dari mana kalian ini?"tanya Jian An.


"Kita tau dari gosip yang beredar"ucap mereka bersamaan.


"Hah!~"jawaban mereka langsung membuat dia cengo sendiri.


Cepat amat gosip nya, memang ya, The Power OF Gosip,batin Jian An yang terkejut sekaligus mengagumi apa yang di sebut kekuatan gosip tersebut.


"Trs kenapa Lo mau pergi?"tanya Alex.


"Gue mau cari jati diri gue sendiri, karena gue yakin ada maksud lain kenapa gue bisa ada di Dunia ini"ucap Jian An.


"Maksud nya?"tanya Yu Mei bingung.


"Lo pada inget gak sama Baru Giok Kehidupan milik Delvin"ucap Jian An yang sontak saja membuat semua yang ada di situ mengerutkan keningnya.


"Oh ya, gue ingat, terus hubungan nya apa?"tanya Bagas.


"Cih, ngomong aja kalau Lo pelit sama kita"ucap Qian He yang kesal dengan Jian An.


"Hehehe, tau aja lu, sebenarnya nya gue gak pelit cuma bukan waktu nya aja"ucap Jian An yang langsung di jawab dengan ketus oleh Ming Meng.


"Sama aja"ketus Ming Meng.


"Jadi kapan adek laknat gue mau pergi"tanya Bagas.


"Rencana nya sih gue mau pergi bensin pagi, pagi banget di saat semua terlelap di situlah aku akan pergi jauh"ucap Jian An sedikit lebay.


"Oh, ya Vin, boleh gak batu Giok Kehidupan kasih ke gue"ucap Jian An penuh harap lantaran di dalam sana ada sekitar 555 serpihan jiwa nya memang banyak sih, soalnya jiwanya itu bertebaran menjadi 1000 potong banyak kan.


(Eh, di chapter ke yang udah ada gak ada bagian kalimat menjelaskan bahwa jiwa nya si Jian An ada 1000 potong kan?)


"Emang kenapa?"tanya Delvin.


"Gak apa bagus aja buat gue ya"dengan tatapan memohon Jian An memandang Delvin.


"Gak usah Napa, lagian batu ini berguna buat kami agar tau kalau Lo masih hidup"ucap Delvin pedas nya kayak makan cabe rawit satu tin dah.


"Ya Lord, Delvin jadi selama ini tak pernah ku sangka dan tak pernah ku duga kau ternyata mendoakan aku cepat menyatu dengan liang lahat"ucap Jian An dengan ekspresi Syok nya.

__ADS_1


"Bukan gitu Maimunah"ucap Delvin sambil memukul kepala Jian An agak keras, yang membuat Jian An meringis sambil memegangi kepala nya yang sakit nya nauzubillah.


"Lah, terus?"tanya Jian An ke aoad Delvin.


"Biar kita tau aja kalau ada apa-apa sama lu"ucap Delvin.


"Gak usah khawatir sama gue, tenang aja aing bisa jaga diri lagian di alam semesta ini siapa sih yang punya kekuatan lebih lebat dari gue"ucap Jian An dengan narsis bahkan sekarang ini hidung nya terlihat memanjang bermil-mil jauhnya dari tempat nya sekarang ini.


Alhasil karena sifat nya yang terlampau narsis ia mendapatkan Kitakan sayang dari bang nya siapa lagi kalau bukan Bagas.


"Gak usah narsis, ingat di atas langit masih ada langit, di atas lu masih ada atap, di atas tanah masih ada makhluk entah itu mati atau hidup"nasehat Bagas.


"Iye-iye bang"ucap Jian An sambil mengelus kepalanya ke dua kalinya hari ini.


"Ya, udah nih"ucap Delvin sambil menyodorkan Batu Giok Kehidupan kepada Jian An.


Dengan senang hati Jian am menerima nya, dan tanpa aba-aba Jian An langsung menghilang di depan semua orang saat sudah menerima Batu Giok Kehidupan di tangannya.


"Eh, buset"ucap alex


"Bocah ngapa ya, bikin kaget aja"ucap Yu Mei


"Kagak tau terima kasih"ucap Delvin sambil nekan kata terima kasih.


Sementara itu Di sisi Jian An.


Is kini sedang berada di sebuah danau teratai, tepatnya kini di sedang berada di tengah-tengah danau dengan duduk bersilah di bunga teratai yang amat lebar dan besar.


Yap, saat ini dia ada di Pagoda Suci Surgawi milik nya, di tepi danau terlhat ketujuh hewan ilahi nya yang tak lain adalah long kun, han kun, Jun kun, jin Kun, hong Kun, Shen Kun, Feng Kun, serta Chu Kun, Dan Chan Kun.


"Sepertinya Tuan sudah menemukan 555 jiwa nya"ucap Chu Kun memandang Jian An yang kini sedang fokus menyerap kembali jiwa nya tersebut.


"Kau benar, akhirnya Tuan akan kembali berjaya lagi dan akan segera mengambil alih kekuasaan nya dari tangan busuk orang itu"ucap Chan Kun sambil mengepalkan tangannya.


"Kau benar, sudah cukup tuan kita menderita karena perbuatan laki-laki busuk itu!"ucap Chu Kun yang ikut terbawa emosi, sedangkan Ke tujuh hewan ilahi di belakang mereka hanya diam sambil melihat mereka berdua dan Jian An secara bergantian.


Sebenar nya apa yang sedang mereka bicarakan?, Dan merebut apa kembali apa?, Tanya mereka bertujuh dalam hati.


Hingga tak lama batu Giok Kehidupan pecah menjadi banyak bagian berwarna pelangi, dan pecahan batu tersebut langsung menyatu dan membentuk bulan, dan bintang di depan Jian An hingga akhirnya menyatu terbang ke arah kening Jian An yang dari tadi sudah memancarkan sinar pelangi yang amat menyilaukan.


Yang kemudian membentuk sebuah tato bukan dan bintang yang saling bersatu dengan bunga mawar merah menyala yang melilit mereka berdua, dengan waran pelangi yang samar-samar terlihat terlihat dari bukan dan bintang tersebut.


Ketika dua benda langit yang kuat bersatu, ini merupakan indikasi kekuatan surgawi. Bulan sabit dengan bintang menandakan kekuatan ilahi dengan nuansa feminin. Bulan sabit melambangkan kemajuan, dan bintang menggambarkan pengetahuan dan cahaya.


Sedangkan bunga mawar di sini hanya penambah untuk melambangkan Sebuah ā€œKecantikan dan Keindahan yang abadiā€.


................


Terima kasih karena sudah mau membaca novel saya yang membosankan ini, maklum aja ya ini novel ke 1 saya jadi mungkin saat ini saya masih banyak kekurangan.

__ADS_1


Dan saya mohon, saya juga tak memaksa kalian untuk sekedar memberi kan like, vote, dukungan, komen, favorit kan, serta motivasi, keritikkan serta yang lain nya.


~TERIMA KASIH SEMUA NYA~


__ADS_2