
Selamat membaca
😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁
.........................................
"Tangga 1 juta?"tanya Kakek Chen.
"Murid inti, dengan fungsi sama"ucap Jian An.
"Tangga 10 juta?"tanya Kakek Chen.
"Tetua Murid inti, fungsi sama"jawab Jian An dengan yakin.
"Tangga 50 juta?"tanya Kakek Chen.
"Itu tempat latihan khusus murid inti, dan juga yang pasti nanti di sana mereka akan memiliki lebih banyak sumber daya"jawab Jian An
"Dan tangga 100 juta?"tanya Kakek Chen.
"Puncak bukit? tentu saja tempat di mana Tetua Besar tinggal, yang tak lain adalah kau Kakek Guru, dan juga ini tempat aku dan Kakak Seperguruan Yang Shui tinggal"jawab Jian An dengan semangat.
"Sudah ku duga kau tak akan melepaskan tempat sebagus ini hanya untuk ku seorang"ucap Kakek Chen sambil menghela nafas nya lelah.
"Tentu saja apa Kakek Guru ingin curang!, Itu tentu saja tak boleh!"ucap Jian An.
"Terserah kau saja, kau yang atur kami hanya akan membuat nya saja"ucap Kakek Chen.
"Kalau begitu Kakek Guru Chen bisa kau berikan aku bahan-bahan agar bisa membuat tangga ini menjadi bagus"ucap Jian An sambil menunjuk ke anak tangga yang bisa di pastikan bahwa jumlah nya 100 juta.
Kakek Chen yang melihat itu langsung melepas cincin di tangannya dan menyerahkan nya ke pada Jian An.
"Ambil ini dan hias sesuka mu"ucap Kakek Chen, dia yakin bahwa Jian An memiliki selera yang bagus.
"Sesuai perintah"ucap Jian An dan mulai terjun bebas ke bawah tanpa menggunakan anak tangga, hal tersebut tentu saja membuat Kakek Chen rada terkejut, sedangkan Yang Shui langsung berlari ke arah Kakek Chen dan memandang kebawah.
"Wah..., Adik Seperguruan sangat hebat"ujar Yang Shui dengan sangat takjub dengan apa yang di lihat nya.
"Dia hebat bukan, tak seperti mu"ucap Kakek Chen.
"Heh!, Guru aku juga hebat kau tau!, Bahkan sekarang aku sudah berada di rahan Pendekar Bumi!"ucap Yang Shui dengan kesal.
"Oh, tahap berapa?"tanya Kakek Chen.
"Tahap 2 bukan kah aku jenis Guru Chen"ucap Yang shui dengan sombong.
"Kalau begitu selamat~ Yang Shui~ kau kalah dari adik Seperguruan mu sendiri!, dia bahkan sudah berada di rahan Pendekar Langit tahap 1 kau tau!"ledek Kakek Chen sambil meninggalkan Yang Shui yang kini mungkin sedang syok dengan apa yang di dengar nya.
"Itu tak mungkin, kan"ucap Yang Shui tak percaya.
__ADS_1
Melihat ke bawah di mana kini Jian An sedang mengamati tangga, diam-diam Yang Shui bergidik ngeri.
"Aku yakin dia Monster dari Dunia Iblis"ucap Yang Shui dan mulai mengerjakan kembali perkejaan nya yang tertinggal.
Kini matahari sudah berada di atas kepala mereka, Jian An kini sedang menghias tangga nomer ke 50 juta, sedangkan Kakek Chen, dan Yang Shui mereka sedang membangun Perguruan bagian untuk murid luar.
Saat Kakek Chen, melihat ke arah tangga entah kenapa hati nya terasa sakit.
"Hati ku yang lembut terasa sakit sekali, tak pernah ku duga dia akan menggunakan batu giok tujuh warna paling langka ku untuk di jadikan tangga"ucap Kakek Chen sambil memegang dada nya yang terasa sesak.
Yaang Shui yang melihat itu pun menjadi khawatir dengan Kakek Chen, awalnya pun dia kaget dengan bahan yang di pilih Jian An untuk membangun tangga, tapi dengan santai nya Jian An berkata.
'langka?, Yang benar saja bahkan di ruang harta ku (Ruang Dimensi) aku memiliki 10.000 Gunung batu Giok seperti ini' ucap Jian An waktu itu yang masih saja terbayang-bayang di kepala nya.
Sampai sekarang pun ia masih berfikir, sebenarnya di mana gadis kecil itu berasal kenapa ia bisa sangat kaya.
........................................
Setelah hari menjelang sore baru lah Jian An sudah selesai menghias tangga dan Kakek Chen, Yang Shui pun kini sudah menyelesaikan bangun untuk murid luar, dan Tetua murid luar yang mereka buat dari kayu, tapi tentu saja bangunan untuk murid luar biasa-biasa atau bisa di bilang sangat kecil, dan untuk Tetua murid luar mereka membuat nya lumayan besar dengan dua tingkat rumah.
"Hahahaha!, Tak ku sangka ternyata hanya membuat tangga akan menghabiskan waktu satu hari"ucap Jian An dari puncak bukit.
'Tentu saja lama kau bahkan membuat batu Giok tujuh warna menjadi lempengan, untuk menutupi semua bagian tangga' batin Kakek Chen, dan Yang Shui sambil memandang datar ke arah di mana Jian An kini sedang berdiri sambil berkacak pinggang, dan tertawa itu. Walaupun jauh namun mereka masih bisa melihat Jian An dengan jelas lantaran pelatihan mereka yang tinggi.
Karena malam sudah datang Kakek Chen dan Yang Shui pun kembali ke puncak kali ini mereka terbang menggunakan tenaga dalam, lantaran jika mereka berjalan entahlah sampai kapan mereka akan sampai.
Sampai nya di atas bukit mereka mulai mengerjakan tugas masing-masing, Kakek Chen bagian membuat api unggun, Jian An bagian memasak, dan Yang Shui bagian menyiapkan tempat untuk tidur mereka bertiga malam ini.
"Jian An, apa sudah selesai kau memasaknya?"tanya Kakek Chen.
"Ini, sudah"ucap Jian An sambil menyodorkan ikan bakar ke arah Kakek Chen.
"Dari mana kau mendapatkan ikan ini?"tanya Kakek Chen dengan heran pasalnya ia seperti tak merasa membeli ikan kemarin, dan lagi ini di bukit yang bahkan bisa ia pastikan bahwa bukit ini tak ada sungai sama sekali, lalu dari mana Jian An mendapat ikan itu.
Jawaban tentu saja Ruang Dimensi nya, di sana ia bahkan juga membawa bumbu-bumbu, jika kalian ingin tau sekarang di dalam Ruang Dimensi Jian An, kini Chan Kun, dan Chu Kun merawat banyak sekali hewan untuk di makan.
Sedangkan Jin, dan Hong Kun mereka berdua ternyata suka sekali berkebun sehingga mereka menanam banyak sekali tumbuhan spiritual di dalam.
Feng juga ternyata ia suka masak jadi dia sengaja menanam banyak sekali bumbu-bumbu, dan tanaman sayur.
Shen Kun ia suka makan jadi ia banyak sekali menanam buah-buahan di sana.
"Aku mendapatkan nya waktu itu, dan aku sengaja menyimpan nya di dalam cincin Ruang ku sendiri"ucap Jian An sambil memperlihatkan cincin di jari nya, padahal cincin Ruang tersebut hanya kedok bahkan di dalam nya tak ada apa-apa nya.
"Oh, rupa nya begitu"ucap Kakek Chen.
Sedangkan kini Yang Shui yang sudah menyelesaikan tugasnya sedang berdiri di pinggir Bukit sambil melihat panjangnya tangga di bawahnya, Devan wajah yang bisa di bilang kurang percaya dengan apa yang di lihatnya.
'Sungguh niat sekali, Guru Chen, dan adik seperguruan Jian An ini (niat mereka untuk mengerjai orang-orang yang mau ke Perguruan mereka)' batin Yang Shui sambil menatap tangga dari atas bukit.
__ADS_1
"Yang Shui!"panggil Kakek Chen kepada Yang Shui yang kini masih saja menatap tangga di bawahnya.
"Ya Guru Chen"sahut Yang Shui, sambil berjalan ke arah Kakek Chen dengan cepat.
"Ayo cepat kita makan, mumpung masih panas"ucap Kakek Chen sambil memberikan ikan ke pada Yang Shui.
"Baik"ucap Yang Shui.
Mereka bertiga pun makan dengan lahap tanpa ada yang berbicara sedikit pun.
Setelah makan....
"Yang Shui, Jian An, aku sebagai Guru kalian sekarang ini kalian berdua berduel secara Fisik"ucap Kakek Chen, sambil menatap mereka berdua.
"Guru Chen anda yakin adik seperguruan Jian An, bari belajar sebentar dari Guru, dan ku rasa itu tak adil bagi nya"ucap Yang Shui yang merasa keberatan, karena ia mengira bahwa ini tak akan adil untuk Jian An, dam malahan akan membuatnya gampang untuk menang.
Sedangkan Jian An ia langsung saja berdiri, menepuk pakaian nya yang kotor Jian An dengan santai, plus datar berkata.
"Baiklah, kalau begitu Kakak Seperguruan Yang Shui, mohon bantuannya"ucap Jian An sambil memberi hormat ke pada Yang Shui.
Yang Shui yang melihat itu langsung angkat bicara.
"Tapi ini.."ucap yang Shui terpotong.
"Tak apa Yang Shui jika Jian An berkata, iya, ya tinggal kau ladeni saja"ucap Kakek Chen.
"Ini...."ucap Yang Shui dengan ragu-ragu.
"Tak apa kakak Seperguruan, lagi pula aku ingin belajar dari kakak Seperguruan, dengan cara berduel"ucap Jian An menyakinkan Yang Shui yang masih ragu-ragu.
"Baiklah, tapi jika kau sudah lelah bilang pada ku"ucap Yang Shui dengan berat hati.
"Baik, kalian hanya perlu berduel dalam fisik, tak boleh memakai pedang, tenaga dalam, atau yang lain nya, kalian hanya boleh memakai tenang fisik kalian serta teknik dalam bertarung, paham!?"ucap Kakek Chen kepada keduanya yang di balas anggukan saja oleh mereka.
"Kalau begitu sekarang mulai!!"teriak Kakek Chen yang menandakan bahwa Jian An dan Yang Shui akan memulai duel mereka.
Mereka berdua hanya bertatapan beberapa saat, hingga akhirnya Jian An mau tak mau memulai dahulu, karena di yakin bahwa Yang Shui tak akan pernah memulai nya sama sekali jika dia tak mulai dahulu, itu bisa di lihat dari sikap sang pemuda.
Menyerang Yang Shui dengan pukulan yang di bilang cukup keras pemuda tersebut masih dengan mudahnya menghindari serangan dari Jian An dengan hanya memiringkan kepalanya ke samping sedikit saja.
Tak sampai di situ Jian An mulai melancarkan pukulan, ke arah Yang Shui yang masih bisa di tangani oleh sang pemuda dengan mudah, tanpa ada niat untuk membalas serangan dari Jian An.
Jujur saja Yang Shui sangat berat jika harus melawan adik seperguruan nya yang masih kecil ini.
Andai Jian An tau apa yang di pikiran kan oleh yang Shui mungkin sekarang ini sebuah tendangan maut bisa langsung membunuhnya, dengan cara menerbangkan nya hingga ke luar Angkasa.
Jadi bersyukur lah anda Yang Shui!!.
........................................
__ADS_1
Selamat menunggu Chapter berikut nya kawan semua😂😅.
IG : sukma_761100