
Delvin sekarang ini, tengah memikirkan apa yang di katakan oleh Jian an.
ia pun hendak menuju ke arah Bagas dan Alex agar dia tau apa itu yang di maksud dengan kata istri?.
iapun pergi mencari di mana bisa menemukan Bagas dan Alex, hingga akhirnya ia mendapat kan pencerahan ia yakin kalau mereka berdua saat ini sedang di atas pohon sambil bermain catur.
memang aneh si bermain catur di atas pohon, namun itulah hobi baru, Alex dan Bagas setelah tiba di zaman atau di Mensi ini, yang di mana masih menjadi teka - teki.
yah, mereka mengira awalnya bahwa mereka terlempar ke zaman kuno.
eh, ternyata tidak mereka justru terlempar ke dimensi lain yang di namakan dunia Cultivator.
yah, setidak nya mereka mengetahuinya saat Jian An bilang kalau alat yang sebenar nya mereka pakai bukan alat waktu, tapi alat perobek di Mensi.
Delvin pun berjalan sambil melihat semua pohon tinggi yang ia lewati, ia berharap dapat menemukan Alex dan Bagas.
dan akhirnya ia bisa melihat Bagas dan Alex yang sekarang ini sedang bermain catur di atas pohon kelapa.
"Bagas, Alex, turun gue mau tanya sesuatu ini penting"ucap Delvin dari bawah pohon kelapa tersebut.
"tanya apa?, tinggal tanya aja"ucap Alex yang sekarang ini masih serius menatap papan catur.
"mau tanya, istri itu apa?"tanya Delvin.
dengan mudah Alex dan Bagas menjawab secara bersamaan.
"istri itu pasangan hidup Lo misalnya kayak nyokap sama bokap Lo"ucap mereka berdua.
"oh, gitu ya"ucap Delvin dan pergi.
"iya"ucap mereka berdua dengan masih fokus menatap papan catur.
mereka hanya menjawab pertanyaan dari Delvin dengan apa yang pertama terlintas di otak mereka saja, dan lagi pula mereka tak terlalu menganggap pertanyaan itu penting.
Delvin yang sudah tau apa itu yang di maksud istri mengerti, ia pun pergi mencari Jian an untuk melapor bahwa ia sudah tau apa itu arti istri!.
lah, ini anak menggapai harus lapor ke Jian An.
dan ia pun menemukan Jian An yang saat ini sedang di sebuah gazebo di tengah sebuah danau, dengan malas nya meminum teh seorang diri sedangkan para pelayannya menunggu di tepi danau dan itu sangat jauh dari tempat Jian An berada.
ia bingung bagai mana Jian An bisa sampai ke sana sedangkan tak ada jembatan yang menghubungkan gazebo tersebut dengan daratan.
sebelum ia berbicara ia bisa melihat Jian An melambaikan tangan, menyuruh para pelayan pergi, pelayan pun tak membantah nya namun mereka semua dengan rapi pergi sendiri.
Delvin yang henda berbicara, ia bahkan sudah membuka mulut nya di kejutkan oleh seorang pria berpakaian serba hitam yang langsung menyerang Jian An di gazebo tersebut.
Jian an yang di serang oleh seseorang berpakaian hitam yang terbang menggunakan Ging Gong, ia bisa melihat bahwa Jian An langsung terbang menggunakan Ging Gong nya kebelakang dan mendarat di atas air.
orang yang berpakaian serba hitam itu mengejar Jian An dengan Ging Gong nya dan langsung menyerang Jian An membabi buta.
namun Delvin bisa melihat bahwa Jian An sama sekali tak kewalahan, ia malah memasang wajah ekspresi dingin, yang bisa ia lihat dari sorot mata nya.
pertarungan mereka berlangsung sangat sengit, hingga pada akhirnya Jian An memenangkan pertarungan tersebut dengan di akhiri seseorang berpakaian hitam itu kabur kocar kacir.
"Jian An!, gue mau ngomong sesuatu nih!"teriak Delvin setelah pertarungan Jian An seorang misterius itu berakhir.
Jian An yang di panggil menoleh kan kepala nya ke belakang memandang Delvin yang sekarang ini berdiri di pinggir danau.
dan dengan bodoh nya ia bisa melihat Delvin malah berlari ke arah danau dan.
"BRURR ..."
Delvin pun terjatuh ke danau tersebut, Jian An yang melihat perilaku bod0h dari Delvin langsung menepuk jidat nya keras.
__ADS_1
dalam hati ia menangis memiliki rival dan teman seperti Delvin yang bod0h keterlaluan.
ia bahkan masih sempat nya meratapi ke sia1an nya, dari pada menolong Delvin yang dari tadi berteriak meminta bantuan.
setelah meratapi nasibnya, Jian An langsung berjalan ke arah di mana Delvin tenggelam dan langsung menarik tangan Delvin dengan mudah.
hingga sekarang Delvin telah berdiri, Delvin yang melihat tubuhnya terangkat dari air danau langsung memeluk Jian An, ia takut kalau ia tak memeluk Jian An, ia akan jatuh lagi.
Jian an yang tiba - tiba di peluk oleh Delvin hanya memutar bola mata nya malas.
"dasar anak kecil"sindir Jian An ke pada Delvin.
"sembarangan kagak lihat apa kalau ini di tengah danau, terus gue kan gak bisa berjalan di atas air kayak lo, kalau gue jatuh lagi kan berabe"ucap Delvin kesal di katai anak kecil.
Jian An yang mendengar alasan dari Delvin diam - diam mencibir dalam hati.
'bilang aja kalau lagi cari - cari kesempatan, secara kan gue cantik' batin Jian An dengan pede dan narsis nya.
Jian An pun terbang menggunakan Ging Gong nya ke arah gazebo tersebut sambil membawa Delvin yang masih memeluknya erat takut jatuh ke danau di bawah mereka.
sungguh rasanya Jian An sekarang ingin menenggelamkan Delvin ke dalam danau.
hingga akhirnya Jian a6n dan Delvin mendarat dengan sempurna di atas gazebo.
namun baju Delvin yang basah sepertinya menular ke pada Jian An, secara kan Jian An tadi di peluk sama Delvin.
Jian An yang melihat pakaian depannya basah mendengus keras, sedangkan Delvin yang melihat itu hanya menggaruk belakang kepalanya sambil cengeesan tidak jelas.
Jian An langsung menejetikkan jari nya dan seketika pakaian milik nya dan Delvin menjadi kering.
setelah kering Jian An langsung duduk dengan anggun di gazebo tersebut, sedangkan Delvin nampak girang karena baru saja melihat ke ajaiban.
dan dengan sepontan Delvin langsung melompat ke arah Jian An berusaha memeluknya.
sedangkan Jian An yang tak siap akhirnya terjatuh dan jadilah Delvin di atas Jian an sambil memeluk Jian an dengan erat.
"terima kasih Jian An"ucap Delvin
"iya, bangun dari atas tubuh gue"ucap Jian An.
mendengar itu Delvin bukanya bangun malah mendapat kan ide jahil.
dengan senyum jahil bukanya bangun ia malah mengecu* bibir Jian an lama, dan berkali - kali secara sekilas yang membuat wajah Jian an kesal setengah mati.
mana badannya Delvin berat banget lagi, an*im, salah apa dah si Jian an, sampai dapat karma terberat abad ini.
melihat wajah Jian an yang kesal bukanya takut ia malah semakin menindihi tubuh Jian an di bawah nya dan menekannya.
"dari mana anda belajar seperti ini"ucap kesal Jian an sambil mempelototi Delvin.
"dari Jian"ucap Delvin.
"kapan, gue gak pernah ya ajarin Lo kayak gini"bantah Jian an.
"kapan ya, ah aku ingat kayak nya tadi pagi dah, kan Jian sendiri yang tadi pagi menindihi aku dan juga menci*m bibir ku"ucap Delvin dengan polosnya dengan tampang main - main.
yah, kata - kata itu sudah cukup membuat Jian an bungkam, sekarang bahkan ia menyesal karena tidur di atas kain yang di ikat di kedua pohon si, kan ribet nih urusannya.
"itu kan hanya kecelakaan"ucap Jian an sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"oh, ya"ucap Delvin menaikan sebelas alisnya dan langsung mencium Jian an lagi.
yah, bagaimana pun juga Jian an Tak bisa kabur kan masalahnya ia bi bawah nya Delvin.
__ADS_1
Jian an yang di ci*m oleh Delvin tiba - tiba langsung menyeringai kejam, yang membuat Delvin bertanya - tanya apa yang akan di lakukan oleh Jian an.
tanpa di duga Jian an langsung membalikan posisi di mana sekarang Delvin di bawah dan Jian an di atas ayolah, bagaimana pun Delvin anak polos, ingat ya, ingat, Delvin anak.
POLOSSS!!!!!
bagaimana bisa di bandingkan dengan diri nya, ingat ya diri nya adalah otak mesum yang suka menonton b*kep, sedangkan Delvin nonton adegan sekedar ci*man aja kagak boleh sama bokap nya dulu sewaktu hidup.
dan waktu bokap nya mati ia langsung terjun menjadi pembunuh bayaran yang dingin dan kejam, jadi gak ada waktu buat nonton toh.
hehe😅, Delvin sekarang lihatlah bagaimana si otak mesum ini akan beraksi.
"oh, ya kalau gitu kita lihat siapa yang akan gak bisa nafas lagi sesudah ini"ucap Jian an kejam.
sebelum Delvin bereaksi bibirnya sudah di ci*m oleh Jian an bahkan, bukan hanya ci*man biasa yang Delvin lakukan tapi ini luma*an, Jian an bahkan menggigit bibir bawah Delvin agar ia membuka mulutnya.
Jian an nampak lihai melakukannya seperti sudah biasa namun pada kenyataan nya menyakitkan ia bahkan tak pernah di ci*m oleh siapa pun di pipi nya.
sungguh miris hidup nyaðŸ˜
ia juga semakin menekan tubuh Delvin di bawahnya, yang pasti membuat sesuatu terbangun, yang tentu saja Delvin tak tau maksudnya.
Jian an menyeringai dalam hati, melihat Delvin kehabisan nafas, Delvin bahkan sudah menepuk - nepuk punggungnya agar bangun tapi Jian an malah semakin menci*m Delvin dengan panas.
ia bahkan tak segan - segan melahap habis bibir Delvin, ia akui bibirnya manis sehingga ia tak akan pernah mau melepaskannya sebelum ia puas.
yang membuat Delvin mengerang, Delvin bahkan membuka kaki nya agar tak rapat lagi dan juga menggeliat tak jelas yang mengakibatkan sebuah gesekan, yang tentu nya membuat Jian an yang menekannya merasakan sesuatu lebih jelas sekarang.
tapi Jian an mah masa bo*o, setalah Jian an ke habisan nafas ia baru melepas lum*tannya .
"heh, bagaimana, bisa nafas kah"tanya Jian an kepada Delvin.
Delvin menggelangakan kepala nya, ia terlalu susah untuk berbicara karena ke habisan nafas.
"oh, ya tapi seperti nya anda ketagihan bahkan sampai membuka kaki anda agar mempermudah saya, apa anda ingin di puas*an"ucap Jian an dengan seringan.
Delvin menggeleng sekali lagi ia tau sekarang kenapa Jian an waktu itu melarangnya untuk berci*man dengan siapa pun kecuali ke pada istri nya, karena akibat nya akan fatal seperti ini.
ia bahkan di bawah tindihan Jian an secara sepontan menyilangkan tangannya di depan dada, seperti pra*an dan menatap Jian an seperti om om gumpalan n*fsu.
Jian an yang melihat tatapan menghina dari mata Delvin langsung bangun dari atas tubuh Delvin.
"jadi ada apa Lo cari in gue"ucap Jian an mengalihkan pembicaraan dan juga adegan.
Delvin yang di tanya langasung bangun dan ikut duduk.
"hanya ingin bilang kalau gue udah tau apa itu maksud istri"ucap Delvin.
mendengar apa yang di katakan Delvin Jian an melongo di buatnya, ia sungguh tak habis pikir dengan pikiran dari Delvin ini.
"oh, cuma itu, Yaudah Sono pergi"usir Jian an ke pada Delvin.
"anterin Napa, kagak lihat kalau nih kagak ada jembatannya"ucap Delvin
Jian an yang mendengar itu hendak mendekat ke arah Delvin, namun jika ia mendekat maka Delvin akan mudur seperti ketakutan.
"ada apa, gue gak akan lakuin lagi kok, mau di antar apa gak"ucap Jian an.
Delvin yang mendengar itu langsung mendekat ke arah Jian an, Jian an yang melihat ia mendekat langsung menariknya ke dalam pelukannya dan terbang dengan Ging gong ke daratan, setelah mendarat kan Delvin dengan sempurna Jian an langsung berbalik ke arah gazebo lagi.
Jian an di gazebo saat ini sedang mencari bukti dari kejahatan dari selir Li Yuyu dan juga putri Li bo doh, namun orang yang ia tunggu tak muncul - muncul.
....................
__ADS_1
***MAAF YA SEMUANYA KEMARIN KAGAK UP, MAKLUM SINYAL SUSAH, JADI MAU BUKA MANGATOON AJA SUSAH NYA MINTA AMPUN.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMEN, SHARE KE TEMAN ² KALIAN YA***.