
~Selamat membaca~.
😁😁😁😁😁😁.
................
"Baiklah kalau begitu cari barang-barang ini"ucap Jian An sambil menyerahkan sebuah catatan ke tangan Jason.
"Baiklah"ucap Jason dengan mata yang hanya fokus ke kertas yang sekarang di tangannya.
Jian An sendiri sudah berjalan ke luar meninggalkan Jason sendiri.
Kini Jain An ada di dalam kamar dengan tumpukan buku di depan nya, dan dua orang maid yang berdiri di belakang nya.
Bersandar pada sofa, dan membaca sebuah buku berjudul 'Magic', ya hanya itu tulisannya jadi jangan bingung, sebenar nya Jian An lumayan bosan dan ingin segera pulang ke dunia Kultivasi tapi perjalanan nya masih panjang, ia bahkan berfikir apa yang sedang di lakukan mereka?, Terutama Delvin apa dia sudah memiliki kekasih?.
...............
Sudah hampir satu bulan sejak kepergian Jian an dari kekaisaran Li, yang membuat Kaisar, Permaisuri, serta Putra Mahkota tak pernah tersenyum lagi.
Begitu pun semua orang yang ada di istana, setiap mereka bekerja di dekat anggota kerajaan mereka merasakan udara dingin dibelakang mereka, serta selalu merasakan tekanan yang luar biasa, yang bisa membuat mereka Merinding dan selalu berkeringat dingin di sekujur tubuh mereka.
Seperti saat ini contoh nya.
Dengan aura gelap, wajah gelap dan sorot mata yang tajam Kaisar Li membaca, laporan-laporan dari para Mentri nya.
Sedangkan di samping nya ke dua jendral sedang menggigil ketakutan.
'Akh!, Siapa saja tolong gantikan aku satu hari saja di samping Yang Mulia'batij Jendela Xin.
'Yang Mulia Putri Mahkota semoga anda cepat pulang, kalau tidak saya yakin beberapa bulan kemudian akan ada demo besar, dengan tulisan, kami mogok kerja!'batin jenderal Su.
Canda mogok kerja, canda (Author).
"Jenderal apa ada masalah"tanya Kaisar Li yang dari tadi bisa merasakan bahwa ke dua jendral di samping nya sedang menggigil ketakutan dengan keringat dingin.
Dengan menyeka keringat yang ada di dahi nya Jendral Xin berkata.
"Tidak ada masalah Kaisar hanya saja udara hari ini sangat panas".
"Ya, sangat panas sekali hari ini"balas Jendral Su.
Yang membuat Kaisar Li mengerutkan kening nya bingung lantaran hari ini masih pagi dan matahari belum muncul dari timur.
Tak ingin mengambil pusing perkataan ngawur ke dua Jendral nya Kaisar Li kembali mengalihkan pandangan nya serta penghargaannya ke pada kertas yang menumpuk di depan nya.
Walaupun, pikirannya sekarang nyatanya sedang di bagi menjadi dua antara pekerjaan, dan putri kesayangannya Jian An.
__ADS_1
..............
Sementara itu di hutan darah, pagi-pagi Delvin dan yang lain nya sudah mulai berlatih dan lumayan lah perkembangan mereka semua walaupun masih kalah jauh dari si Jian An tentu nya.
Pagi-pagi udah liat cogan keringetan, sungguh pagi yang indah.( Author).
"Satu"
"Dua"
"Tiga"
Teriak mereka ber lima, sambil terus mengayunkan pedang masing-masing.
Dalam hati Author, 'Anjay....., Kenapa aku merasa bahwa Delvin dan yang lainnnya seperti baru berlatih pedang ya😑'
Mereka terus berlatih hingga jam menunjukkan jam sepuluh pagi.
"Host, host, host, Delvin apa kau merindukan nya?"tanya Ming Meng.
"Siapa?"tanya Delvin sambil mengangkat satu alis nya, sambil berpura-pura tak paham akan apa yang di katakan Ming Meng.
"Aku tau kau paham apa yang aku katakan, tak usah berpura-pura"ucap Ming Meng lagi sambil memutar mata nya malas.
"Aku memang tak paham dengan apa yang kau katakan jadi sampai jumpa"ucap Delvin buru-buru dan segera pergi dari sana.
Tindakan Delvin barusan lantaran membuat Ming Meng kesal dengan nya.
................
Ia sedang mencari-cari informasi tentang dunia, yang kini di jelajahi nya ini, walaupun Chan dan Chu tau tentang dunia ini bukan berarti mereka masih ingat, ingat mereka tak ingat lagi, ya, mau gimana lagi mereka sudah tidur terlalu lama, dan tak perlu di ragukan lagi umur mereka yang tua mungkin menjadi faktor utama dari kepikunan mereka berdua.
Seandainya Chu dan Chan tau apa yang di pikirkan Jian An tentang mereka berdua mungkin sekarang mereka berdua akan marah ke pada Jian An.
Buku yang kini di baca Jian An tak memiliki judul sama sekali hanya bersampul coklat tanpa hiasan dan judul, sedangkan isi berisi seputar dunia yang kini di jelajahi nya.
Inti nya berisi tengah:
Bahwa di dunia ini yang paling di hormati dan di takuti adalah para penyihir, lantaran mereka sangat kuat, yang kedua adalah anggota kerajaan, menteri-menteri, pejabat, dan yang terakhir bangsawan.
Dunia ini juga penuh akan keajaiban, sama seperti Dunia Kultivasi banyak perang yang masih terjadi entah itu perang antar kerajaan, benua, bahkan saudara.
Yah, seperti itulah Author males ngetik terlalu panjang jadi segitu dulu aja ya.
Lagi baca serius-serius nya Jian An di kaget kan dengan kehadiran seorang pelayan yang berkata bahwa ia di panggil oleh Jason ke ruang belajar nya.
Mau gak mau, dan dengan malas Jian An berjalan ke sana.
__ADS_1
Sampai di sana tano basa basi Jian An langsung masuk.
"Ada apa?"tanya Jian An dengan santai.
"Aku sudah menemukan semua yang kau inginkan"jawab Jason.
"Secepat itu, aku kira bahan-bahan itu langka"ucap Jian An.
"Memang langka hanya saja kebetulan di ruang harta kami memiliki sebagian besar bahan yang kau inginkan dana beberapa di antara yang lainnya kami membeli dengan harga mahal di toko obat, itu pun limited edition"ucap Jason dengan dramatis.
"Limited edition palamu"ucap Jian An kesal.
"hah!, apa itu palamu?"tanya Jason bingung.
"kalau tak paham ya sudah, cepat kau bawa saja bahan-bahan nya ke perpustakaan, aku akan segera membuatnya"ucap Jian An dan langsung pergi dari sana.
'Lebih baik aku segera menyelesaikan tugasku di dunia ini dan segera pergi dari dunia ini, aku selalu seperti merasakan bahwa ada yang tak beres dengan tempat ini'pikir Jian An
"Tuan ternyata anda juga merasakan nya?"tanya Chu Kun.
"Eh, jadi kau sebenarnya sudah tau dari dulu?"tanya balik Jian An.
"Iya, dan sepertinya keanehan itu terjadi tak lama setelah anda memasuki dunia ini Tuan"ucap Chan Kun.
"Apa ada seseorang, atau kelompok yang sedang mengincar ku ya"ucap Jian An pada diri nya sendiri.
"Seperti nua tidak, karena di sini bahkan tak ada yang tau Tuan, kalau ada itu pasti Kaisar dunia saat ini"ucap Chu Kun.
"Eh, apa maksudmu bukan kah kaisar dunia hanya aku ya?"tanya Jian An.
"Kaisar dunia memang hanya Tuan tapi dia adalah seseorang yang telah membunuh tuan dengan taktik kotornya itu hingga membuat anda lemah Tuan"ucap Chan Kun.
"Taktik seperti apa hingga aku yang merupakan kaisar dunia saja sampai kalah, bukan nua seharusnya aku kuat ya"ucap Jian An.
"Taktik cinta, anda terlalu lemah dalam masalah cinta"ucap Chu Kun.
"Hah!, Apa, apaan itu, jijik sekali dengernya anjimm, siapa yang memberi nama seperti itu, aku yakin orang yang memberi nama itu adalah orang bodoh yang tergila-gila dengan cinta"ucap Jian An.
"Tuan anda dulu yang menamainya sebelum meninggal"ucap Chan Kun dengan datar.
Mendengar apa yang di katakan. Chan kun membuat Jian An memuntahkan seteguk darah dari dalam mulutnya.
"Apa!!, Ternyata aku lah orang bodoh nya"ucap Jian An dengan tak percaya dengan sebuah kenyataan.
"Saya bersyukur akhirnya tuan sadar jika tuan sangat bodoh"ucap Chu Kun.
"Hey!, Apa kau ingin mati!"ancam Jian An yang membuat Chu Kun, maupun Chan Kun terdiam.
__ADS_1
................................
Selamat menunggu lagi semuanya maaf kalau gak up, maklum sekolah lagi rame-rame nya.