
Selamat membaca
🤗🤗🥳🤗🤗🥳🤗🤗🥳
..............................
"Sudah jangan nangis An'er lebih baik sekarang kau keluar dan makan dengan mereka"ucap Han Kun.
Melepas pelukannya Jian An akhirnya mengangguk dengan semangat.
"Baik, terima kasih Han Kun"ucap Jian An dan menghilang dari sana.
Muncul di dalam kamar kos-kosan nya Jian An lalu keluar dari kamar nya menuju kamar Bella di mana di sana mereka berkumpul untuk makan bersama.
"Assalamualaikum"ucap Jian An memberi salam.
"Jian An, ayo sini makan udah bawa mangkuk sendiri kan?"tanya Shifa.
"Iya kak ini"ucap Jian An sambil memperlihatkan mangkuk nya.
"Ya udah bawa sini, biar kakak yang nyiapin semua nya kamu lebih baik sana cuci tangan pakai sabun terus makan"ucap Shifa sambil mengambil mangkuk dari tangan Jian An.
"Aduh maaf banget nih kak jadi ngerepotin"ucap Jian An tak enak hati.
"Sudah gak apa-apa, lagian kamu paling kecil di antara kita"ucap Bella yang ikut menyambung.
"Makasih ya kak"ucap Jian An dan segera keluar dari kamar kos-kosan Bella, untuk pergi mencuci tangan di kamar mandi.
Tak lama akhirnya Jian An sudah kembali ke kamar kos-kosan Bella dengan tangan yang masih lumayan basah.
"Duduk dulu dek"ujar Bella.
Mendengar itu Jian An pun langsung duduk di antara Bella dan Shifa, sedangkan Daniel dan Yohan sendiri kini sudah selesai mengobati luka Daniel, dan ikut bergabung dengan mereka untuk makan siang.
Mereka makan dengan hening tanpa ada yang berbicara sedikit pun.
🏵️🏵️
Selesai makan.
"Jian An besok kamu udah mulai sekolah?"tanya Yohan sambil melihat Jian An.
"Ya kak besok saya udah mulia sekolah"jawab Jian An.
"Sayang sekali kita tidak bisa memberikan mu tumpangan"ucap Yohan.
"Tak apa kak, besok aku akan ada kendaraan sendiri kok ke sekolah"ujar Jian An.
Akhirnya hari itu di isi dengan candaan serta perbincangan antara ke lima orang tersebut.
🏵️🏵️
Skip...
Pagi ini matahari belum menampakkan dirinya, namun Jian An sudah bangun dari tidur nya, menyiapkan pakaian untuk sekolah, dan peralatan nya.
Dengan riang Jian An berjalan menuju kamar mandi, sekitar 40 menit Jian An akhirnya keluar dari kamar mandi dengan baju, dan rok sekolah.
Kembali ke kamar nya untuk melengkapi seragam nya.
Makan pagi dengan ikan bakar yang di ambil dari Ruang Dimensi, Jian An akhirnya tidur kembali di kasurnya sambil menunggu jam 6 pagi.
Sekitar jam 05.55 Jian An bisa mendengar suara keramaian, yang tak lain dan tak bukan adalah Bella, Shifa, Yohan, dan Daniel yang hendak berangkat sekolah.
Mengintip sedikit dari celah-celah pintu Jian An mengamati mereka ber empat hingga mereka pergi menggunakan dua sepeda motor.
Melirik jam tangannya nya kini jam sudah menunjuk kan jam 06.12.
Keluar dari kos-kosan, Jian An memastikan bahwa tak ada orang lain selain diri nya di sana.
__ADS_1
Sekali kibasan tangan nya seketika sebuah mobil Bugatti Chiron Pur Sport.
(Author gak terlalu tau tentang mobil mahal yang bagus jadi yang bisa Author lakukan hanyalah mencari nya di Google).
"Wis, anjayyy mobil gua mahal banget ini mah"ucap Jian An dengan tak jelas.
Memasuki mobilnya sendiri Jian An bahkan kini seperti orang hutan yang baru bertemu dengan peradaban.
"An'er kau sangat aneh"ucap Feng Kun.
"Maklum-in aja lah, orang gua di Dunia Cultivator kan nuasanya kuno, dan juga udah lumayan lama gak memegang mobil lagi gini dah jadi nya"ucap Jian An.
"Gua cuma berharap semoga saja skill mengemudi ku masih ada"ucap Jian An sambil menyalakan mesin mobil, dan melaju membela jalan dengan kecepatan sedang.
Tentu saja kehadiran mobil nua itu membuat dirinya, salah maksudnya mobilnya menjadi pusat perhatian di sepanjang jalan.
Apa lagi beberapa anak muda dan orang-orang yang tau seberapa mahal nya mobil itu.
"Kalau di novel yang aku baca sang Mc, FL pasti akan menyembunyikan kekuatan, kekayaan, dan yang lain nya tapi kenapa kau tidak An'er?"ujar Hong Kun.
"Cih!, itu kan mereka lagian gua punya harta kalau di sembunyi-in apa guna nya tuh, lebih baik gua perlihatkan saja, sehingga nanti gua gak di rendahkan sama orang lain"ucap Jian An dengan kata-kata yang ada di dalam pikirannya.
Memasuki gerbang sekolah nya, kedatangan Jian An mampu menarik Guru, Satpam, serta beberapa murid yang berangkat pagi untuk menarik nafas berat.
Orang kaya/hebat mana yang datang?
Wih, mobilnya bagus banget?
Ya seperti itu lah seputar pikiran mereka.
Keluar dari mobil nya Jian An, langsung saja berlari menuju kantor Guru, kalau boleh jujur ia malu.
Untungnya di setiap jalan ada anak panah yang bisa menunjukkan arah di mana kantor berada.
Sampai di ruang Guru Jian An kemudian mengetuk pintu tak lupa juga mengucapkan salam.
Tok..
Tok..
Tok..
Salam tersebut menarik perhatian sebagian besar Guru yang masih di kantor.
"Iya, ada apa nak?"tanya seorang Guru laki-laki yang mungkin berumur 50 tahunan lah.
"Itu pak saya murid baru"jawab Jian An.
"Oh, kamu pasti Jian An kan?"ucap Guru tersebut.
"Iya pak"jawab Jian An.
"Masuk dulu nak, duduk di sana duku nanti kamu masuk sama bu Ika"ucap Guru tersebut.
"Baik pak"ucap Jian An sambil masuk ke dalam sambil malu-malu.
Duduk di kuris agak lama hingga seorang wanita kuda yang bisa di pastikan baru berumur 20 tahunan mendekati nya.
"Jian An kan?"ucap guru tersebut.
"Iya bu"jawab Jian An.
"Kenalin dulu saya bu Ika, wali kelas kamu sekaligus guru sejarah di sini, kebetulan hari ini jam pertama juga sejarah jadi kamu masuk bareng sama ibu, ayo ikut sama ibu ke kelas kamu.
"ucap Bu Ika.
"Baik bu"ujar Jian An sambil mengikuti Bu Ika dari belakang.
Akhirnya mereka sampai juga di depan kelas XI IPS 3.
__ADS_1
Mengikuti bi Ika masuk ke dalam kelas, ternyata kedatangan nya membuat suasana kelas yang tadi nya ramai, menjadi hening, dan ramai lagi.
Bisa terdengar dengan jelas bisik-bisik para siswa.
"Apa dia orang China?"
"Mana ku tau"
"Cantik sekali murid baru itu"
"Yes di kelas nambah juga orang cantiknya"
"Cantikan juga gua ke mana-mana"
"Wah ada temen baru nih"
Ya seperti itu lah kira-kira, dan juga bisik-bisik bukan cuma yang positif aja ya, tapi ada negatif nya maklum nama nya juga manusia.
"Nah, anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru, ayo nak perkenalkan diri kamu"ucap Bu Ika mempersilakan Jian An untuk memperkenalkan diri nya sendiri.
"Perkenalkan nama Jian An"ucap Jian An dengan nada datar nya.
"Apa hanya itu saja perkenalkan nya?"tanya Bu Ika, yang di jawab anggukan oleh Jian An.
"Ok, baik lah, Jian An kamu bisa duduk di sebelah Anggi ya"ucap Bu Ika.
Berjalan ke kursi yang di tunjuk oleh bu Ika, Jian An kemudian duduk di kuris tersebut dan mulai mengeluarkan buku sejarah nya.
"Hai, Jian An, nama aku Anggi semoga kita bisa jadi temen dekat ya"ucap Anggi menyapa Jian An dengan ramah.
Melihat itu Jian An pun tak mau di anggap sombong sehingga dia tersenyum dan mulai memperkenalkan diri nya sendiri dengan lebih baik.
"Eh, iya salam kenal nama ku Jian An"ucap Jian An, sambil tersenyum manis.
Sedangkan Anggi yang ada di depan. Ha entah kenapa menjadi lupa gender, lantaran senyum Jian An yang manis, serta wajah Jian An yang sangat cerah fan cantik saat ini membuat Anggi sangat terpesona dengan visual Manusia di depan nya ini.
"Jian An apa kau dari China?"tanya Anggi setelah sadar dari acara terpesona nya
"Eh, enggak kok, aku orang Indonesia asli, hanya saja Ibu ku keturunan Tionghoa"jawab Jian An menambah dosa.
"Oh, gitu ya"ucap Anggi.
Setalah itu tak ada lagi pembicaraan di antara mereka berdua lantaran mereka sangat fokus dengan pelajaran di depan mereka.
Jam istirahat sudah berbunyi sekitar beberapa menit yang lalu namun Jian An serta Anggi tidak pergi ke kantin untuk makan toh percuma mereka bawa bekal sendiri.
"Jian An nanti habis pulang sekolah kamu ada waktu gak?"tanya Anggi.
"Ada emangnya mau apa?"tanya balik Jian An.
"Pas, nanti kan kita pulang jam 4 sore kan malam nya kamu mau jalan-jalan sama aku kita ke pasar malam, itu baru buka dan udah rame, anak-anak di kelas udah pergi semua tinggal aku doang yang belum pergi"ucap Anggi.
"Kenapa gak pergi?"tanya Jian An.
"Gak ada teman, buat di ajak, dan karena sekarang ada kamu, jadi kamu mau kan pergi sama aku?"tanya Anggi sambil menatap Jian An penuh harapan
'Hemm..., Terima saja lah malam ini aku juga bingung mau ngapain di kos-kosan' batin Jian An berfikir.
"Ok, nanti malem ya di mana tapi kita janjian nya?"tanya Jian An.
"Kamu ada kendaraan?"tanya Anggi.
"Ada lah"ucap Jian An.
"Kalau gitu, kamu nanti ke rumah aku aja kebetulan jarak pasar malam sama rumah aku tuh dekat cuma tinggal jalan beberapa menit udah sampai"ucap Anggi.
"Ok, kalau gitu aku minta nomer WA mu ding"ujar Jian An, akhirnya mereka saling tukar nomer.
........................................
__ADS_1
Selamat menunggu Chapter berikut nya kawan semua😋😊🥰
IG : sukma_761100