
~SELAMAT TAHUN BARU~🎉🎉🎉🥳🥳🥳🥳
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
"Sudah lah lebih baik aku segera pergi saja"ucap Jian An yang kemudian segera melakukan teleportasi langsung ke apartemen nya.
Melepas semua baju hitam nya Jian An akhirnya berbaring di tempat tidur sambil terus memperhatikan batu meteor tersebut.
"Kepingan terakhir sudah dapat, tinggal pergi ke gunung api, gunung es, dan buah emas, masalah nya di mana aku bisa menemukan buah emas itu?"ucap Jian An dengan bingung pasalnya Chu Kun dan Chan Kun belum memberi nya informasi lebih lanjut.
Saat ia sedang berfikir akhirnya Jian An ingat akan tugas yang akan dia berikan ke pada Long Kun.
"Long Kun"panggil Jian An sambil duduk di atas kasurnya.
Long Kun yang di panggil oleh Jian An pun langsung muncul.
"Ya Tuan"ucap Long Kun.
"Tugas baru mu adalah pergi ke Dunia Cultivator dan amati semua pergerakan Delvin, laporan semua kepada ku"ucap Jian An entah kenapa sejak lama Jian An merasakan bahwa ada seekor ular yang mau mengambil milik nya.
Melihat wajah masam tuan nya Ling Kun langsung tau apa yang di maksud akan tuan nya itu.
Ah~!, Ternyata cemburu?, Batin Long Kun sedikit mengejek tuan nya pasalnya dulu tuan dan Delvin seperti kucing dan tikus.
"Baiklah Tuan"ucap Long Kun.
"Ambil ini"ucap Jian An sambil melempar sebuah batu giok, yang di tangkap dengan mudah oleh Long Kun.
"Itu akan membawa mu kembali ke Dunia Cultivator, dan itu juga alat komunikasi kita, sekaligus bisa melindungi mu jika kau dalam bahaya"ucap Jian An.
"Baik Tuan, terimakasih karena sudah menghawatirkan ku, kalau begitu aku pamit dulu"ucap Ling Kun dan segera pergi dari sana.
Akhirnya Jian An kembali melanjutkan kegiatan nya yang tertunda yaitu mengamati batu meteor, namun pikirannya tak ada di benda di depan nya ia kini memikirkan di mana gunung yang waktu itu di maksud?.
Hingga tanpa sadar Jian An tertidur dengan nyenyak di sana.
"Tuan!, Tuan!, Tuan!"teriak Chu Kun dengan kencang dari dalam Ruang Dimensi.
Namun sayang nya bagi Jian An itu seperti teriakan di depan telinga nya, sehingga membuat Jian An terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya, mendadak seger gitu.
"Apa, apa, apa, apa yang terjadi"ucap Jian An dengan sedikit linglung.
__ADS_1
"Tidak terjadi apa-apa tuan"ucap Chu Kun dengan malas.
"Lalu kenapa kau berteriak?!"marah Jian An yang kesal karena waktu tidur nya fi ganggu.
"Hemm~, di sini sudah selesai tak ada lagi yang harus di lakukan oleh Tuan jadi lebih baik Tuan pergi ke Dunia selanjutnya saja"ucap Chan Kun.
"Heh!, Dunia selanjutnya di mana?, Aku merasa bahwa aku sudah pergi ke segala Dimensi yang ada tuh"ucap Jian An sambil mendengus kesal dan kembali merebahkan tubuhnya di kasur empuk dan nyaman nya.
"Tuan anda hanya pergi ke beberapa Dimensi saja tapi sudah sangat mengeluh, aku sekarang tak yakin bahwa Tuan bahkan bisa mengalahkan nya"ucap Chu Kun, jelas sekali di dalam ucapan nya itu mengandung kata kritikan keras bagi Jian An.
"Kritik saja aku hingga kau puas!"ucap Jian An sambil mendengus kasar dan kembali memejamkan mata nya untuk menyelam ke alam mimpi.
"Tuan apa anda lupa?, akan janji Tuan waktu itu kalau akan menjemput nya jika sudah 1 setengah tahun di Dunia sihir itu?"ucap Feng Kun.
Mendengar itu tentu saja Jian An langsung membuka mata nya dan segera beranjak dari kasur nya.
"Kau benar jika aku ingin segera menjemput murid ku aku harus menyelesaikan urusan ku, dan segera pergi untuk ke sana"ucap Jian An yang tiba-tiba sudah membuka portal di depan nya.
Portal tersebut berwarna putih seperti kertas, hingga tiba-tiba berubah menjadi warna hijau, biru, merah, kuning, dan berbagai warna secara bergiliran.
Masuk ke dalam nya secara tiba-tiba Jian An kini sudah di luar angkasa.
"Apa aku pergi ke sana"ucap Jian An sambil menunjuk bintang tersebut, jujur saja Jian An sangat tertarik untuk pergi ke sana saat ini.
"Itu kan Dunia para Dewa apa Tuan yakin akan menyelesaikan semua nya di sana?"tanya Hong Kun.
"Dunia para Dewa?, Bagus!, Jadi di sana aku yakin ada buah emas, buah yang sulit untuk aku dapatkan"ucap Jian An dengan gembira.
"Belum ini belum saat nya Tuan ke sana"ucap Chu Kun dengan lemah namun masih bisa di dengar oleh Jian An dan yang lain nya.
"Kenapa?"tanya Jian An dengan bingung.
"Di sana adalah di mana dia ada, aku takut jika Tuan ke sana kehadiran Tuan akan menarik perhatiannya"ucap Chan Kun jelas sekali di wajah nya yang merasa cemas, khawatir, akan sesuatu yang mungkin sangat mengerikan.
Jian An yang bisa di bilang lumayan peka pun memilih untuk menuruti apa kata Chu Kun dan Chan Kun, jarang sekali dia bisa melihat wajah cemas Chan Kun dia yakin bahwa tempat itu sangat berbahaya.
"Baiklah, lalu aku akan kemana?, ini tinggal 1 minggu dari janji ku setelah ini aku akan ke Dunia Sihir dan menjemput nya dan jika beruntung aku akan menjenguk Kakek Guru dan Kakak Seperguruan sebentar saja"ucap Jian An.
"Pergi ke Dunia Pendekar saja lagi pula di sana ada Gunung Es, dan Gunung Api paling panas di antara Dimensi yang ada panas dan dingin nya kurasa cukup untuk Tuan walaupun tentu saja itu masih kalah dengan yang ada di Dunia Dewa tapi setidaknya itu sudah lebih dari cukup untuk mengembalikan kekuatan Tuan"saran Chu Kun.
"Baik jadi sekalian saja aku menjenguk mereka berdua bukan"ucap Jian An yang langsung menghilang dari sana.
__ADS_1
Jian An kini sudah kembali lagi ke Dunia Pendekar, mengamati sekitar Jian An seperti berada di sebuah hutan yang lebat, namun cahaya matahari tak kurang di sana.
Berjalan menelusuri hutan sambil melihat sekitar Jian An akhirnya bisa keluar dari sana.
"Di mana aku ini?"tanya Jian An kepada diri nya sendiri.
"Lebih baik aku cari desa atau kota terdekat agar aku tau sekarang ini ada di kerajaan mana"ucap Jian An dan terus berjalan lurus hingga setelah berjalan hingga matahari tenggelam baru lah Jian An bisa menemukan sebuah desa sederhana.
Desa tersebut di sebut desa kabut, lantaran jika sore tiba kabut putih akan mulai datang dan menyelimuti desa tersebut hingga pagi hari dan kabut akan hilang saat hari sudah lumayan siang kalau di bumi sih jam delapan siang.
Berjalan ke sebuah penginapan kecil yang bisa di katakan satu-satunya di desa tersebut Jian An langsung memesan kamar dan segera berbaring di sana mungkin karena lelah Jian An Akhirnya tertidur dengan pulas.
Bangun sekitar jam 3 pagi Jian An terlihat melakukan olahraga dengan senam agar otot nya tidak kaku dan segera turun ke bawah untuk melihat apa makanan nya sudah siap?.
Turun dari tangga terlihat bahwa di lantai bawah masih sepi, bahkan ia bisa melihat pemilik penginapan sedang tidur di salah satu meja di sana dengan nyenyak, bukan hanya itu Jian An bisa mendengar kegaduhan di dapur yang memang tak jauh dari sana apa lagi di dukung dengan jam yang masih pagi jadi aktivitas belum banyak terjadi, bisa di katakan di bawah sangat sunyi hanya suara orang-orang yang memasak di dapur yang terdengar.
Berjalan ke salah satu meja di sana Jian An melihat sekitar dengan tenang, tak lama beberapa siswa, dan siswi berpakaian serba putih turun dari atas, sekali lihat saja Jian An bisa langsung tau bahwa mereka pasti dari Perguruan yang kaya, mewah, dan paling terkenal di daratan ini, bisa di lihat dari pakaian mereka yang berkualitas tinggi serta sangat indah, dan juga dari sikap mereka yang sopan, dan tenang tak bisa di sangkal mereka pasti dari perguruan nomer 1 di daratan ini.
Tapi kalau Jian An perhatian dengan lebih detail dari mereka dia seperti familiar dengan bahan pakaian yang di pakai mereka bukan hanya bahan tapi model nya pun dia merasa familiar tapi di mana Jian An pernah melihat nya ya?.
"Ais~, untuk apa aku memikirkan nya buat pusing saja"ucap Jian An.
"Kira-kira apa Perguruan ku sudah bisa menjadi nomer satu apa belum, dulu memang sudah jadi Perguruan paling elit, dan kaya sih, tapi kalau nomer satu belum sama sekali, aku jadi ingat dulu karena harta kekayaan kami yang terlalu berlimpah membuat Perguruan lain iri dan mengibarkan bendera perang, Dari situ juga awal mula dari Perguruan bukit tinggi di kenal"gumam Jian An sambil menerawang jauh ke belakang di mana masa-masa mereka harus berperan bersama hanya bertiga saja.
"Tuan memikirkan dulu waktu kau berperan bersama Kakek Guru dan kakak Seperguruan membuat ku merinding sampai saat ini"ucap Feng Kun yang tiba-tiba.
"Iya aku juga sama apa kau ingat pandangan mata Tuan waktu itu yang sudah mirip seorang iblis yang haus akan kematian, hingga membuat ku sampai bersembunyi di bawah kamar tidur ku"ucap Jin Kun.
"Ah iya kau benar, kau sangat pengecut waktu itu karena bersembunyi di bawah kasur"ledek Jun Kun.
"Jangan meledek nya, kau pun sama takut nya bahkan lebih parah lagi, kau ketakutan hingga kencing di celana kau kira aku tak tau apa"ucap Han Kun yang meledek Jun Kun.
"Kenapa kau mengatakan"ucap Jun Kun dengan lirih dia sungguh malu saat ini, hingga dia menutupi wajah nya dengan tangan sangkin malu nya.
"Bagaimana ya teman mu kan aku"ucap Han Kun dan pergi dari sama.
"Definisi Tuhan menutupi aib mu tapi teman mu Han malah mengumbarnya"ucap Hong Kun sambil menggelengkan kepalanya.
💚💚💚💚💚💚
PINGIN NYA JIAN AN LANGSUNG PULANG KE DUNIA CULTIVATOR TAPI KALAU PULANG LANGSUNG ARTINYA SUDAH MAU TAMAT INI NOVEL JADI MARI KITA UNDUR UNTUK BEBERAPA CHAPTER SAJA OK, 👍😊
__ADS_1