
"Kau hanya perlu menetes kan darah mu ke dahi kami" ucap sang Rubah Ekor Sembilan.
"Cuma itu ya udah, sini"ucap Jian An sambil menyuruh mereka untuk mendekat.
Sebelum mereka mendekat mereka mengubah diri mereka menjadi wujud hewan lagi dan mulai maju ke arah Jian An satu persatu.
'*D*uh darah gw entar habis gak ya'batin Jian An meratapi darahnya yang terbuang.
Setelah semuanya sudah menjadi hewan kontrak milik Jian An, Jian An pun menyuruh mereka untuk masuk ke Ruang Dimensi nya.
"Ya, udah sekarang kalian ber tujuh masuk dulu ke Ruang Dimensi ku dulu, oh, ya kalian udah punya nama apa belum, kalau belum nanti aku kasih nama,kan gak lucu kalau nanti aku panggi kalian dengan nama sekarang contohnya Phoenix Api"ucap Jian An.
"Baik Tuan, kami tidak memiliki nama Tuan"jawab sang Naga Es yang awalnya terkejut setelah mengetahui bahwa gadis di depan nya ini memiliki Ruang Dimensi.
Begitu pula dengan yang lainnya namun mereka langsung menutupi dengan eskpresi masing - masing ada yang datar, ceria, senyum - senyum sendiri kayak orang gila bahkan Jian An sendiri ngeri melihatnya, mungkin setelah ini ia harus membawanya ke Tabib.
"Oh, ok nanti aja ya namanya aku lagi mau mikir aja dulu, dan satu lagi jangan panggil aku dengan sebutan tuan emang aku laki - laki apa, panggil aja an'er, gimana?" ucap Jian An lagi yang merasa risih dengan panggilan tuan, ia sungguh merasa bahwa dia laki - laki.
"Baiklah, an'er"ucap mereka semua secara serempak.
"Baik, sekarang kalian masuk ke dalam ya"ucap Jian An lagi sambil mengirim mereka semua masuk ke dalam Ruang Dimensi nya.
Setelah mereka semua masuk ke dalam Ruang Dimensinya Jian An pun pulang kembali ke Istana, sudah cukup petualangan untuk hari ini. yah mungkin lain kali ia akan pergi lebih jauh lagi wkwkwkππ
............
Setelah menempuh jalan yang amat banyak hambatan, badai selalu menerjang, jalan yang terjal, belok kiri, belok kanan.
Jian An akhirnya pulang ke istana dan ia sudah di sambut oleh tiga sosok, eit~, tapi bukan sosok hantu ya ke tiga sosok itu adalah pelayan sekaligus sahabat masa moderen dan zaman kuno nya ini. yah walaupun cuma Qian He sama Yu Mei doang si sahabat masa moderen nya.
"Hey, semuanya apakah kalian semua kangen sama gue, gadis cantik bin imut sedunia"ucap Jian An sambil melambaikan tangannya di hadapan ke tiga sabatnya itu.
"Jian An kita semua kangen banget sama kamu"ucap mereka semua sembari merentangkan tangan agar Jian An memeluk mereka, melihat kode itu Jian An langsung memeluk Ming Meng yang memang saat ini posisinya ada di tengah dan langsung menarik Yu Mei dan Qian He di kanan dan kiri nya, dan akhirnya mereka ber empat pun berpelukan bersama melepas rindu.
Seperti sudah berpisah bertahun - tahun tak bertemu dan bertatap muka, padahal kan mereka baru aja berpisah sekitar 3 jam.
Setelah puas untuk berpelukan akhirnya mereka semua melepas pelukan mereka.
"Ada yang nyariin gue gak pas gue pergi dari sini"tanya Jian An kepada mereka.
__ADS_1
"Ada sih, tuh Gege lo, katanya ia pingin ketemu lo dan sekarang lo di suruh ke ruang bacanya"ucap Qian He.
"Iya, mendengan lo sekarang ke sana aja lah kasih Gege lo dah nunggu lama, tadi aja kita kudu bohong kalau lo itu masih tidur dan gak bisa di ganggu atas perintah lo"ucap Yu Mei.
"Kok alasannya gitu banget ya, masak gue tidur aja kagak bisa di ganggu"ucap Jian An.
"Yah, walaupun sebenernya emang lo ngebo si alias kalau di ganggu juga kagak berguna lo masih aja tetep tidur"ucap Ming Meng.
"Ya, ampun kok kalian gitu banget si, ya udah deh gue mau ketemu sama Gege tampan ku dulu, kangen gue sama dia"ucap Jian An sambil berjalan keluar dari kamarnya.
"Ehh.., lo mau ke mana, ganti baju dulu napa, baju lo itu item - item semua di kira maling lo entar"ucap Qian He.
Sedangkan yang di tegur malah cengeesan.
"Iya, iya, ya udah tunggu apa lagi siapin lah baju yang akan gue pakai buat ketemu sama Gege tercinta ku itu"ucap Jian An sambil menyuruh mereka untuk menyiapkan bajunya.
"Kayaknya lo kudu mandi juga deh badan lo kotor dan..."ucap Yu Mei menggantung sembari menatap penampilan Jian An.
Yu Mei pun mencondongkan kepalanya ke rah jian An sambil mengendus dan ia mencium bau badan Jian An yang amat asem.
"Dan bau, jadi lo kudu mandi dulu"ucapnya lagi.
"Iya Mak, anakmu akan mandi dulu bay"ucap Jian An sembari melambaikan tangan dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri
...........
Skip...........
Tak berapa lama mereka pun sampai di halaman kediaman Putra Mahkota, Jian An langsung saja masuk ke dalam ruang baca Gege nya sendirian karena pelayan tak boleh ikut masuk, ke hadirannya pun di umumkan oleh Kasim di luar ruang baca.
"YANG MULIA PUTRI MAHKOTA LI JIAN AN MEMASUKI RUANGAN"ucap salah satu Kasim yang ada di depan pintu, sekarang Qian He sama Yu Mei udah gak kaget lagi ya kalau si Kasim sial4n itu mengumumkan kedatangan orang - orang penting, karena mereka sudah bisa beradaptasi sama lingkungan.
Setelah suara Kasim yang meneriaki nama Jian An, Jian An pun masuk ke dalam di lihatnya pertama kali seorang sosok pria gagah yang saat ini tengah berkutat dengan gulungan - gulungan di meja nya, namun setelah ia tau bahwa adik tersayang dan tercintanya masuk ke dalam ruang bacanya ia pun langsung mengalihkan pandangnya ke sosok gadis kecil ber hanfu hijau dan bercadar senada yang kini tengah menatapnya dengan mata menyipit ia bisa menebak bahwa saat ini adiknya itu sedang tersenyum ke padanya, ia pun juga ikut tersenyum akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan adik nya itu, karena telah lama ia tak menemui adik nya itu di karenakan oleh tuntutan pekerjaan.
Sedangkan Jian An jangan tanya, setelah melihat Gege nya itu ia langsung berlari ke arahnya tanpa mengucapkan salam, dan menabrak kan tubuh nya ke tubuh Gege nya secara keras hingga Gege nya itu terjungkal ke belakang karena tak siap dengan tindakan yang di lakukan Jian An secara mendadak.
Jian An langsung memeluk tubuh keker Gege tercinta nya itu, dan karena keterkejutan nya juga Putra Mahkota reflek memeluk Jian An dengan erat, dan sekarang posisi nya adalah Jian An sekarang di atas Gege nya atau lebih tepat nya menindih-i Gege nya,
"Gege aku sungguh rindu dengan mu, kemana saja kau sehingga tak mengunjungi Mei Mei cantik mu ini, hem"ucap Jian An dengan masih pada posisi menindih-i Putra Mahkota, dan mengeratkan pelukannya, sedangkan Putra Mahkota saat ini tengah syok dengan tingkah adiknya yang menurutnya tak seperti biasanya hingga pada akhirnya ia sadar dengan posisi nya dan adik nya tersebut.
__ADS_1
"Ehem, Mei Mei bisakah kau bangun dulu dari tubuh ku baru aku akan menjawab pertanyaan mu" ucap Putra Mahkota.
"Ah iya Gege, maaf kan aku, hehe tadi aku cuma reflek saja, karena aku sangat merindukan Gege"ucap Jian An sambil bangun dari tubuh Gege nya, yang menurutnya nyaman, mungkin itu karena ia adalah Gege kandungnya sehingga ada perasaan nyaman yang muncul.
setelah Jian An bangun dari atas tubuhnya Putra Mahkota pun ikut bangun.
"Jadi Gege kenapa kau tak mengunjungi ku"ucap Jian An.
"Maaf Gege, Mei Mei pekerjaan Gege sangat banyak akhir - akhir ini sehingga tak bisa mengunjungi mu"ucap Putra Mahkota yang saat ini sudah duduk.
"Baiklah alasan di terima, tapi karena Gege tak mengunjungi ku selama satu Minggu maka Gege harus meluangkan waktu pergi jalan - jalan dengan ku sekarang, dan hanya ber dua tak ada yang boleh ikut mau itu pengawal atau pelayan"ucap Jian An sambil melipatkan tangan nya di depan dada, dengan eskpresi merajuk,
"Baiklah apa pun untuk Mei Mei tersayang dan tercinta Gege"ucap Putra Mahkota yang sambil terkekeh melihat sifat adiknya, ia sebenarnya merasa aneh dengan perubahan sifat adik nya tapi ia malah suka dengan sifat adiknya yang sekarang,
Mendengar itu Jian An langsung tersenyum dan langsung memeluk Gege nya yang memang ada di sampingnya dan mencium pipi Gege nya, sedangkan Putra Mahkota terkejut iya, namun ia langsung tersenyum.
"Kalau begitu ayo Gege kita jalan - jalan"ucap Jian An dengan masih memeluk Putra Mahkota.
"Baiklah ayo"ucap Putra Mahkota akan bangun dari duduknya namun tertahan oleh Jian An yang masih memeluk tubuhnya, ia pun menengok ke arah Mei Mei nya dan di lihat lah mata Mei Mei nya yang menyipit yang artinya ia sedang tersenyum.
mengetahui arti dari pandangan Gege nya Jian An berkata.
"Hehe, kita jalan sambil aku meluk Gege ya"tawar Jian An sambil memperlihat kan wajah imut dan penuh harapan nya π₯Ί.
Awalnya Putra Mahkota ingin menolak tapi setelah melihat tatapan adiknya yang penuh harapan akhirnya ia mengangguk, melihat persetujuan dari Gege nya seketika matanya berbinar.
'Asek bisa peluk cogan' batinnya menari kegirangan πππ.
..................
**Segini dulu ya Author update nya, besok lagiππ
Maaf kalau cuma sedikitππ
Di komen kemarin banyak yang minta crazy upπ,tapi maaf Author kagak bisa sekarang tapi entar kalau Author libur kerjaππ, lebih tepatnya sih Jumat Kliwonπ ,
Ok, seperti biasanya jangan lupa buat like, vote, komen, dan share ke temanΒ² kamu, serta berikan juga dukungan untuk author agar Author semangat buat update nya.ππ
Bay semuanya, sampai ketemu besok di cerita yang samaππππππ
__ADS_1
ππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺ
Sebuket bunga untuk kalian semua dari Authorπππππ