
~Selamat Membaca~
π±π±π±π±π±π±
..........................................
"Sabar lah sebentar, semua ini akan segera berakhir"ucap Jian An ke pada orang yang di bekap mulutnya.
Dan langsung saja Jian An memukul tengkuk orang tersebut hingga pingsan.
"Ckckck, mungkin kau akan di rumah sakit selama satu bulan teman"ucap Jian An sambil melihat orang yang kini terkapar pingsan di bawah kaki nya.
Melirik dua orang yang lain nya dengan tajam, sedangkan yang di lirik ketakutan setengah mati, bahkan kini mereka sudah mundur ke belakang lantaran takut.
Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sambil berbalik melihat kedua orang itu.
"Hais~, kalian berdua mati saja ya?"tawar Jian An.
Mereka berdua yang mendengar itu tentu saja ketakutan dan mundur ke belakang dua langkah, Jian An sedikit demi sedikit melangkah ke arah mereka berdua, begitu pun dengan ke dua nya yang kini lebih cepat mundur hingga akhirnya mereka tak bisa mundur lagi lantaran di belakang punggung mereka hanya ada dinding, kan udah Author bilang kalau itu Gang buntu, goblok malah mudur!.
Kini Jian An sudah berdiri tepat di depan mereka sekitar 2 langkah dari tempat mereka, dan menatap mereka tajam.
"Kalian mati!"ucap Jian An sambil mencekik leher mereka hingga mereka tak dapat bernafas sama sekali, mengangkat mereka hingga kaki mereka tak lagi menyentuh tanah, tanpa di sadari Jian An bahwa mata nya menjadi merah darah, dan pergantian warna mata tersebut di sadari oleh dua orang yang kini sedang angkat ke atas oleh nya dengan cara di cekik.
Hingga akhirnya nya mereka berdua tak lagi bergerak, setelah melihat mereka tak lagi bergerak Jian An langsung melepaskan cekik kan tersebut.
"Hari ini aku tak akan membunuh kalian"ucap Jian An ke pada dua orang yang baru di cekik nya tersebut, ternyata mereka hanya pingsan, ya kali Jian An mau bunuh orang di sini gila apa?!, Lagian dia nolongin dua orang cuma karena mereka teman nya, teman satu kos-kosan nya, dan menurut nya dia tak perlu sampai membunuh nya, toh dari tadi itu cuma ancaman.
Pergi dari Gang sempit tersebut, dengan gaya yang bisa di bilang Cool, Jian An kini berjalan ke arah depan di mana kini Anggi dan ke dua orang yang di tolong nya ada di sana.
Terlihat di sana Anggi yang memberikan minuman botol ke pada dua orang yabg di tolong nya tadi yang kini duduk bersandar pada dinding di belakang nya.
Tak sengaja Anggi melihat Jian An mendekat, ia langsung tersenyum ke arah Jian An sambil melambaikan tangannya.
"Jian!, Di sini!"teriak Anggi.
Ternyata teriakan Anggi, mampu membuat dua orang tadi melihat ke arah Jian An.
"Kamu gak apa-apa kan?"ucap Anggi khawatir dengan ke adaan Jian An.
"Gak apa-apa kok, yakin deh"ucap Jian An.
Melirik ke arah dua orang yang kini masih duduk bersandar ke dinding di sana.
"Kalian berdua?, Gak apa-apa kan?"tanya Jian An.
Melihat Jian An.
"Ya kami tak apa-apa, makasih sudah menolong kami barusan"ucap salah satu dari mereka.
"Hm, ya udah kalau gitu kita berdua cabut dulu ya, kalian bisa kan pulang sendiri?"ucap Jian An sambil menggendeng tangan Anggi.
"Ya kami bisa pulang sendiri"jawab salah satu dari mereka lagi.
"Ayok, Anggi"ucap Jian An dan menarik Anggi pergi dari sana.
Akhirnya Jian An dan Anggi sudah sampai di pasar malam.
"Akhirnya aku bisa pergi ke sini"ucap Anggi dengan gembira, senyum senantiasa menghiasi bibir nya.
__ADS_1
"Ya, kalau begitu ayo kita coba beberapa permainan"ucap Jian An dan menarik Anggi untuk mencoba satu persatu permainan yang ada di sana.
Mencoba satu persatu permainan di sana kini Jian An dan Anggi sudah puas bermain mereka sungguh banyak tertawa saat menaiki berbagai macam permainan, di mulai dari bianglala, ombak banyu, perahu, rumah hantu, bahkan masuk ke dalam kebun binatang mini di sana, memainkan tembak-tembakan dan mendapat satu boneka super besar yang tentu saja Jian An yang menebak.
Kini boneka besar tersebut di gendongan oleh Anggi.
"Anggi ayo kita main pancing ikan"ajak Jian An.
"Gak mau ah di sana banyak nya anak kecil semua, ayo jajan aja"ajak Anggi yang langsung di angguk-i oleh Jian An.
"Baiklah ayo"ucap Jian An dan segera pergi ke sebuah kedai makan tenda di sana.
Mencari tempat duduk yang yabg sekiranya nyaman untuk ke dua nya Jian An kemudian mendekat ke arah penjualan nya.
"Pak sate ayam sama sapi nya masing-masing 20 tusuk sedang aja, es teh nya dua sama nasi dua"ucap Jian An.
"Asiap neng"ucap penjualan nya.
Akhirnya Jian An duduk di samping Anggi kembali, ternyata Anggi sudah bermain Handphone nya sendiri.
Melihat Jian An sudah duduk kembali, Anggi langsung berhenti bermain Handphone nya dan memandang Jian An dengan pandangan yang sulit di artikan.
Jian An yang sadar di perhatikan tentu saja merasa risih, dan akhirnya dia bertanya ke pada Anggi.
"Ada apa sih, memang nya ada yang salah ya?, Dari ku?"tanya Jian An ke pada Anggi sambil merapikan rambut yang mungkin berantakan.
"Bukan, bukan itu"ucap Anggi sambil menghentikan tangan Jian An yang merapikan rambut nya.
"Hah?, Terus apa dong?"tanya Jian An dengan bingung.
"Tadi kamu apain mereka?"tanya Anggi.
"Tadi yang di Gang"tambah Anggi.
"Oh~, mereka cuma ku buat pingsan kok, palingan sekarang mereka sudah bangun"ucap Jian An.
'Iya udah bangun tapi kayak nya mereka akan di rumah sakit selama satu bulan atau lebih' sambung Jian An di dalam pikirannya.
"Oh, ku kira kau bunuh mereka semua"ucap Anggi.
"Eh?, Bagaimana mungkin kau bisa berfikir kejam, bahwa aku membunuh mereka semua"ucap Jian An.
"Itu kan hanya pikiran ku saja, sudah tak usah di bahas lagi sate nya sudah sampai tuh"ucap Anggi sambil menunjuk penjualan sate yang berjalan ke arah mereka dengan dagunya.
Akhirnya mereka berdua menikmati sate tersebut dengan gembira dengan sedikit bumbu candaan.
Malam semakin larut jam kini menunjukkan 10.00 malam tapi Jian An dan Anggi masih berada di pasar malam.
"Yuk, pulang udah malem besok kita sekolah juga"ucap Anggi sambil memeluk lengan Jian An dam bersandar di bahu Jian An.
"Ayok, lagian di sini kita juga cuka keliling doang, gak tau mau apa"ucap Jian An yang langsung memutar ke jalan pulang.
Di perjalanan pulang mereka kembali melewati Gang tersebut namun saat Anggi melihat ke dalam nya di sana sudah tak ada siapa-siapa, jangan orang bekas nya aja sudah tak ada sungguh Gang tersebut menjadi bersih kembali tanpa ada nya noda darah.
"Kok dah bersih aja, perasaan tadi kan kamu buat beberapa dari mereka berdarah"ucap Anggi.
"Mungkin mereka yang bersihin, pasti mereka gak mau ada jejak di sana"ucap Jian An dengan acuh.
"Ya mungkin lagi pula kalau hal ini sampai di telinga polisi mereka juga gak bisa tidur"ucap Anggi.
__ADS_1
Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka berdua sampai di rumah Anggi.
"Aku pulang dulu ya"ucap Jian An sambil masuk ke dalam mobilnya, namun sebelum pergi Jian An terlebih dahulu memastikan bahwa Anggi sudah masuk ke dalam rumahnya.
"Ya"ucap Anggi dan segera masuk ke dalam rumah nya.
Setelah memastikan mobil Jian An pun pergi dari sama dan kembali ke kos-kosan.
Ternyata saat dia sampai lampu kos-kosan milik tetangga nya semua nya masih menyala.
Turun dari mobilnya dan berjalan ke arah kamar nya tanpa memperdulikan lampu tetangga yang masih menyala, namun sayup-sayup Jian An dapat mendengar suara dari kamar mereka seperti nya mereka masih bangun dan bergadang, dan dia yakin itu bukan hanya suara obrolan dari empat orang tapi lebih.
"Bukan urusanku"ucap Jian An menepis rasa penasaran yang barusan akan muncul.
Pagi yang cerah, dan tenang yang di tandai oleh ayam yang berkokok, kicauan burung pagi terdengar membentuk melodi indah, bau pasak pagi yang menyengat membuat hati tenang.
Jian An kini sudah rapih menggunakan seragam sekolah nya hari ini adalah hari kedua nya tentu saja ia tak boleh terlambat.
Berjalan menuju mobilnya di lihat bahwa ke empat kos-kosan lainnya masih tertutup dengan rapat yang bisa menandakan bahwa sang pemilik mungkin masih berada di dalam selimut.
Mengendarai mobil nya hingga tiba di sekolah Jian An masuk ke dalam kelas dengan tenang.
Satu persatu-satu para murid datang.
"Jian An, kamu udah berangkat jam segini, pagi banget"ucap Anggi yang baru datang dan segera duduk di samping Jian An.
"Ya, begitu lah lagi pula ini hari kedua ku bersekolah"ucap Jian An.
"Oh~, ada PR gak sih?"tanya Anggi.
"Seharusnya aku yang tanya kayak gitu ke kamu"ucap Jian An.
"Hehehe, iya juga ya, WOY ADA PR GAK!"teriak Anggi ke pada teman-teman satu kelas.
"Gak ada!"teriak salah satu dari mereka.
"Oh, ok makasih"ucap Anggi dan kembali duduk dengan tenang.
"Jian An nanti pulang sekolah ada waktu?"tanya Anggi.
"Gak deh soalnya aku ada kerjaan yang harus di urus dengan cepat"jawab Jian An.
'Aku harus mengurus jiwa-jiwa ku yang ada di sini, jadi maaf ya Anggi' batin Jian An sedikit merasa bersalah.
"Oh gitu, gak apa-apa deh"ucap Anggi.
Kringggg!!
Bel masuk berbunyi dengan nyaring membuat kelas yang tadi nya ribut, dan berisik menjadi tenang seketika, seorang Guru sejarah memasuki kelas Jian An.
"Baik silakan buka buku halaman 24"ucap Guru tersebut.
Semua siswa/i pun menuruti apa yabg di katakan oleh guru tersebut.
..............................
Jangan pernah bosan dalam membaca novel ini kawan.πΏπΏ
IG : sukma_761100.
__ADS_1