
Setalah kejadian itu seluruh kekaisaran Li bisa di pastikan 100% tak ada lagi yang namannya pemberontak, dan koruptor, yang tentu saja perampokan masih ada.
Karena Jian An tau menangkap perampok lebih sulit dari pada menangkap para penjabat koruptor
Pasti tau lah, karena perampok itu tersebar di mana - mana, terus mereka juga banyak, cara menangkapnya juga sulit tak seperti kalau koruptor, tinggal di panggil aja ke istana.
Ngomong aja kalau ada rapat dadakan, terus entar kalau udah di dalam istana tinggal kepung, masuk dah penjara.
Tapi itu cuma pemikiran sederhana doang ya, jangan di tiru.
Ke esokkan pagi nya Jian An bangun seperti biasa namun kali ini ia sangat tenang karena pada akhirnya bebannya berkurang setidaknya untuk sekarang.
Yah, dia sekarang hanya tinggal memikirkan cara agar bisa menemukan semua pecahan jiwa nya dengan cepat, dan untuk hal apa yang akan dia lakukan?, lebih baik pikir saja nanti.
Tak lama para sahabat nya dan beberapa dayang masuk ke dalam kamarnya sambil membawa perlengkapan mandi dan juga baju ganti untuk Jian An.
"Yang Mulia Putri saat nya anda membersihkan diri ini, mari kami bantu"ucap salah satu dayang yang bisa di katakan adalah senior/kepala pelayan di kediaman Jian An saat ini.
"Hmm..."hanya deheman yang keluar dari bibir Jian An karena sebenarnya ia sangat mengantuk, ia bahkan tak memperhatikan bahwa pelayan serta penjaga di kediamannya bertambah 3 kali lipat dari biasanya.
Yah, tentu saja itu ulah dari Kaisar Li dan Putra Mahkota Li yang tak mau kehilangan adiknya setelah ke jadian kemarin malam di mana Bagas berkata bahwa Jian An memiliki hubungan sepasang kekakasih dengan Delvin.
Mereka berdua sungguh masih tak rela jika Putri/Adik mereka harus menyukai seorang pria dahulu bahkan Jika itu adalah seorang yang sangat kuat, mereka sungguh tak rela.
Jian An juga tak banyak komentar karena dia hari ini memang akan bersantai saja.
............
Berbeda dengan Jian An yang masih santai di dalam kediamannya.
Delvin saat ini sedang berusaha menyerap Qi ke dalam tubuhnya lagi.
Karena di pikirnya sudah lama juga ia tak pernah menyerap qi, Tak seperti yang lainnya yang sangat rajin, yah, bisa di bilang Delvin adalah tipikal murid sembrono.
Namun yang aneh adalah ia sudah tak bisa lagi naik tingkat, padahal seperti nya tak ada hambatan saat ia menyerap qi.
"Kenapa?, Aku tak bisa lagi naik tingkat?, Apa yang terjadi?"ucap Delvin pelan lebih tepatnya gumaman.
"Mungkin aku harus bertanya pada Jian An?, Tentang bagaimana agar aku bisa naik tingkat lagi?"ucap nya lagi.
Setelah berfikir cukup lama akhirnya Delvin berjalan menuju kediaman Jian An untuk berguru.
__ADS_1
...........
Sementara itu di sudut penjara yang dingin, sesok perempuan sedang mengumpat dengan keras di ruang penjara bawah tanah kekaisaran Li.
Sosok itu adalah Bo Doh, ia tak terima telah di perlakukan seperti ini, dia menganggap bahwa semua yang terjadi kepada nya adalah akibat Jian An.
"Ahk.., Sia*an kau Jian An, aku pasti akan membalas dendam akan semua yang telah kau lakukan ke pada ku"ucap Bo Doh mengeram keras, dengan ekspresi kesal.
"Tak akan aku lupakan semua yang telah kau lakukan ke pada ku Jian tunggu saja pembalasanku"ucap nya lagi dengan geram.
Sedangkan para penjaga yang mendengarnya hanya bisa geleng - geleng kepala, mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Bo Doh.
"Sungguh tak tau malu perempuan itu memaki Putri Jian An sembarangan, andaikan saja Kaisar Li tak merasa kasihan kepada nya yang hanya di jadikan catur oleh mantan Selir itu dia pasti sudah mati dari dulu"bisik penjaga 2 kepada teman yang ada di sebelahnya.
"Kau benar, bahkan aku sungguh muak sekali dengannya, berani sekali mahluk rendahan seperti nya memaki Yang Mulia Putri"ucap penjaga 1 nya lagi.
Bisikan mereka ternyata di dengar dengan jelas oleh Bo Doh.
"Berisik!!!"ucap lantang Bo Doh kepada ke dua pengawal tersebut.
"Ingat ya, jika bukan karena Putri kalian itu, aku tak akan pernah berakhir seperti ini, aku pasti bisa hidup enak selamanya"ucap Bo Doh tak tau malunya.
"Lebih baik tak usah bermimpi terlalu tinggi nona, semua yang ada harapkan tak akan pernah terjadi"ucap pengawal 2 menimpali pengawal 1 dengan tatapan tajam.
"Bicara apa kau?!, Aku adalah Putri kekaisaran Li"ucap Bo Doh bersikeras.
"Aku bisa saja menghukum kalian berdua, yang amat lancang itu!!"ucap nya lagi.
"Nona lebih baik anda hilangkan ambisi anda, karena pada kenyataannya anda bahkan bukan bangsawan"ucap pengawal 2.
"Lihat saja kalian berdua aku pasti akan memenggal kepala kalian!!"ucap Bo Doh.
"Sudahlah tak perlu berbicara dengan nya lagi tak ada guna nya lebih baik kita menjalankan tugas saja"ucap pengawal 1 sambil melanjutkan tugasnya berkeliling penjara di ikuti pengawal 2.
.............
Sedang kan di sisi lain di sebuah kolam garam, seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Yuyu sedang menjalankan sisaannya.
Tubuhnya sekarang ini penuh luka pukulan kayu dan juga cambukan, darah terus mengalir dari dalam tubuhnya.
Di tambah lagi rasa sakit yang amat sakit akibat luka nya terkena air garam.
__ADS_1
Wanita itu tak berhentinya mengumpat dengan keras walau pun pada akhirnya suara tersebut makin lemah.
"Jian An, tunggu saja pembalasanku, akan ku buat kau menderita seumur hidup"ucap nya lemah.
Tak lama seorang penjaga datang membawa cambuk di tangannya.
"Heh, kau saat nya hukuman, ini sudah 2 jam kau istirahat, sekarang 30 cambukan dan akan di lanjutkan lagi nanti 2 jam lagi tetap 30 cambukan"ucap Pengawal tersebut dan langsung menjambuknya lagi.
"Akh.."
"Akh..."
Teriakan Yuyu terus menggema di dalam ruangan itu, dari semalam ia tak berhenti di cambuk ,dan sekarang ia di cambuk lagi, padahal ia baru beristirahat selama 2 jam saja
..........
Delvin berjalan dengan riang ke arah kediaman Jian An.
"Vin, mau kemana?"sebuah teriakan memanggilnya dari arah belakang, Delvin pun membelokkan kepalannya ke arah sumber suara.
Seketika senyum manis terbit di bibir merah Delvin setelah melihat siapa yang memanggilnya.
"Bagas, Alex, aku mau ke tempatnya si Jian"ucap Delvin.
"Ngapain kesana, gak tau apa kalau si Jian lagi di kurung di kediamannya!?"ucap Alex.
"Kok bisa?"ucap Delvin dengan terkejut.
"Yah, biasa lah, ini semua karena kakak barunya si adek gue di tempat ini"ucap Bagas dengan kesal.
Bagas sungguh kesal dengan apa yang di lakukan oleh Putra Mahakota Li Xu Kai, ke pada adik kesayangannya.
'cih, berani lelaki posesif itu mengurung adikku'ucap Bagas dalam batin dengan geram, tanpa sadar saat ini Bagas mengeluarkan niat membunuh yang amat besar.
Delvin yang melihatnya segera berbisik ke arah Alex.
"Bukannya, dia berlebihan ke pada adiknya?"bisik Delvin dengan sangat pelan.
"Kau tenang saja ini belum seberapa"bisik Alex menimpali perkataan Delvin, dengan santai seakan hal itu sudah biasa dan ada hal yang lebih menakutkan dari hal yang ada di depan mereka.
"Ah, ya sudah aku akan tetap pergi ke sana karena ini adalah hal yang penting"ucap Delvin sambil melambaikan tangannya dan pergi ke arah kediaman Jian An.
__ADS_1