EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 60


__ADS_3

Di semak - semak depan kediaman Jian An, Delvin Kini sedang mengamati kediaman tersebut menggunakan teropong seperti mata - mata profesional di dunianya dulu.


"Hemm.., sangat sulit sepertinya untuk masuk ke dalam"ucap Delvin sambil mengelus dagunya.


"Ya, ini sulit untuk masuk ke dalam, tapi jika itu adalah orang yang tidak prefosional, dan lain cerita dari ku, aku bisa jamin 100 % bahwa aku bisa masuk dengan mulus tanpa lecet sedikitpun"ucap Delvin percaya diri kualitas terbaik.


Dengan keahliannya dalam menyelinap, dengan mulus Delvin bisa sampai di depan jendela kamar Jian An, dengan hati - hati ia melompat lewat jendela tersebut setelah memastikan bahwa semuanya aman terkendali.


HAP


"Huh, akhirnya sampai juga"ucap Delvin sambil menepuk ke dua telapak tangannya.


"Ehem"


Mendengar suara deheman Delvin pun menoleh ke sumber suara, dan terlihat bahwa saat ini Jian An sedang memandangnya dengan tajam, setajam silet.


"Eh, Putri Jian An"Ucap Delvin dengan cengiran nya.


"Ngapain ke sini, kagak tau gue lagi di jaga ketat?"ucap Jian An sinis, sudah terlihat jelas bahwa Jian An merasa terganggu dengan ke hadiran Delvin.


Tidak tau apa dia lagi tidur, santai, dan ber malas - malasan, sesekali jangan ganggu dia.


"Cik, di jaga ketat apa nya?, Lo pasti seneng kan bisa malas - malasan di sini"ucap Delvin ngegas.


"Terus apa masalahnya, bang"ucap Jian An.


"Kagak ada masalahnya sih"ucap Delvin.


"Terus, kesini mau apa?"ucap Jian An dengan pandangan menyelidik.


"Gue mau tanya ke Napa kultivasi gue gak bisa maju lagi?"ucap Delvin sambil duduk di kasur milik Jian An, Dan meminum teh yang ada di meja dengan anggun.


'gil*, itu teh gue, lupakan!"batin Jian menangis melihat teh nya di ambil.


"Oh, jadi Lo mengalami hambatan dalam Kultivasi, tenang gue ada ide biar Lo cepat naik tingkat"ucap Jian An sambil menarik kerah baju Delvin.


"Ikut gue"ucap nya lagi dan langsung terbang menggunakan Ging Gong nya, dengan membawa Delvin layaknya anak kucing.

__ADS_1


Tak lama akhirnya mereka mendarat di dalam hutan darah, setelah sampai Jian An langsung menurunkan Delvin dengan kasar ke tanah.


BRUKK


"Aduh, jahat banget sih Lo, sama gue"ucap Delvin sambil meringis kesakitan di sekujur nya.


"Gak usah lebay, sekarang gue mau Lo berburu hewan Spirit Beast di sini, dan jangan lupa ambil inti Beast nya, gue tunggu di lapisan terakhir hutan darah"ucap Jian An dan langsung terbang menuju lapisan terakhir hutan darah.


Delvin yang mendengar apa yang di katakan oleh Jian An hanya bisa mengumpat untuk saat ini sambil memandang ke arah di mana Jian An pergi.


"Lihat aja, kalau gue udah kuat Lo bakal kalah sama gue Jian"ucap Delvin.


Namun yang tidak dia ketahui adalah, bahwa author sudah pernah bilang entah itu di chapter berapa, author juga lupa, bahwa Jian An adalah orang terkuat.


Delvin mulai memburu satu persatu Spirit Beast di hutan darah tanpa berhenti, dia sebenarnya sedikit kesulitan juga saat melawan banyak sekali hewan, apa lagi jika yang datang berkelompok seperti sekarang ini.


Delvin kini berdiri di tengah - tengah kawanan serigala berburu perak dengan tubuh yang sama seperti banteng, serta tenaga 10 kali lipat lebih kuat dari pada banteng.


Dengan hanya berbekal tombak kayu yang di buatnya selama perjalannya, Delvin bersiaga sambil memasang kuda - kuda.


"Sia*, sekali aku ini, bertemu dengan kawanan serigala berkekuatan 10 banteng ini"ulatnya kesal pasalnya ia sungguh sudah bertarung, dan sekarang ini ia butuh istirahat.


Namun karena itu semua serigala yang mengitarinya menyerang secara bersamaan.


"Si*l"umpannya pelan.


Serangan demi serangan ia lontarkan ke pada kawanan serigala tersebut.


Delvin kini mulai terdesak oleh para kawanan serigala tersebut, sekarang ke adannya sungguh menghawatirkan, baju yang tadinya sudah koyak, sekarang bertambah parah, darah bercucuran dari lukanya yang baru saja kering.


Sayatan luka baru, di tubuhnya bertambah banyak, Delvin kini lebih Persih seperti mandi darah.


"Huhu, kenapa aku punya teman jahat amat mana ini baru lapisan ke 5 lagi, udah dua bulan aku di sini"tangis Delvin yang kesal ke pada Jian An karena meninggalkannya begitu saja di hutan tanpa memberinya senjata.


"Ok, saatnya mencoba jurus yang di berikan oleh Jian, kemarin aku udah coba elemen es, sama cahaya, sekarang jurus api"ucap Delvin yang langsung terbang kebelakang menjaga jarang dengan para kawanan serigala tersebut.


"Jurus ledakan api dasar"ucap Delvin sambil mengarahkan telapak tangannya ke arah para kawanan serigala tersebut.

__ADS_1


BUM...


BUM...


BUM....


"Ah, akhirnya selesai juga, jurus ledakan api dasar itu lumayan juga, tapi kalau di lihat dari katanya sepertinya yang di berikan oleh Jian An semuanya adalah teknik dasar atau tingkat rendah"ucap Delvin.


"Yah, tapi lumayan lah, lagian apa yang perlu di harapkan dari orang pelit itu?"ucap Delvin.


Setelah itu ia mengambil semua inti Beast dari semua kawanan serigala tersebut.


"Lumayan, dapet 25, tapi udah gak sanggup lagi dah"ucap Delvin sambil terduduk di tanah.


"Ah, benar sebaiknya aku pergi dari sini, bau darah ini pasti sangat menyengat "ucap nya lagi dan pergi menjauh dari sana, hingga tiba lah ia di sebuah sungai.


Delvin langsung membasuh wajahnya dengan air sungai tersebut, setalah memastikan bahwa tak ada Spirit Beast di sekitar, ia kemudian melepas bajunya dan mandi dengan tenang di sana.


Tak terasa hari sudah gelap, Delvin pun tertidur di atas batu, entah karena kelelahan atau merasa tempat itu aman Delvin tertidur dengan sangat nyenyak sekali.


Tak lama setelah Delvin terlelap, muncul bayangan seorang gadis muda dengan baju putihnya memandang Delvin, dengan prihatin.


"Sungguh menyedihkan, baru lapisan ke 5 dia sudah memiliki banyak goresan"ucap gadis tersebut yang tak lain adalah Jian An.


Yah, sebenarnya Jian An selalu mengawasi Delvin, hanya saja ia menyembunyikan hawa keberadaannya, sehingga Delvin tak menyadarinya sama sekali.


Jian An kemudian duduk di pinggir batu tersebut sambil memandang Delvin yang amat miris tersebut.


"Dasar, Delvin ia bisa tertidur dengan nyeyak di hutan yang berbahaya sekali ini"ucap Jian An sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Kira - kira bagaimana ke adaan istana setelah aku pergi dua bulan ya"ucap Jian An yang kemudian tidur di samping Delvin, tak lupa ia juga mengeluarkan selimut.


Jangan salah sangka nih ya, si Jian cuma takut tidur sendiri di dalam hutan, jadi lebih baik ia tidur bareng sama Delvin aja.


..........


Jangan Lupa Vote, Like, Comen, dll.

__ADS_1


Selamat menunggu🥳🥳🥳


__ADS_2