
~Selamat Membaca~
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
..........................................
Jian An melihat bahwa Yang Shui tak ada niat untuk membalas setiap serangan yang mengarah ke pada nya, Jian An mulai agak serius dengan serangannya yang membuat Yang Shui kewalahan dalam menghindari serangan, demi serangan yang di lancarkan oleh Jian An.
Melihat bahwa Yang Shui kesulitan dalam menghindari setiap serangannya, diam-diam Jian An tersenyum sinis.
'Huh!, Meremehkan ku lihat apa yang akan aku lakukan kepada mu Kakak Seperguruan Yang Shui!' batin Jian An.
Sedangkan Yang Shui entah kenapa ia merasakan bahwa akan ada bahaya dari Jian An jika dia tak mulai serius untuk melawan nya.
Akhirnya mau tak mai Yang Shui mulai melawan balik Jian An dengan sangat serius yang bisa di lihat dari ekspresi, serta sorot mata Yang Shui yang berubah.
Yang Shui mulai melancarkan serangan ke depan wajah Jian An, yang dengan mudah di tangkap Jian An, melihat bahwa Jian An dengan mudah bisa menangkap pukulan nya Yang Shui menarik kembali tangannya, dan mulai melancarkan sebuah tendangan ke arah Jian An yang mampu di tahan Jian An dengan lengan nya.
Jian An yang melihat bahwa Yang Shui sudah serius dalam melawan nya jadi tidak ragu lagi untuk membuatnya babak belur.
Dengan gerakan cepat Jian An yang tadi nya ada di depan Yang Shui sedang menahan tentangnya kini sudah berada di belakang Yang Shui tepatnya di udara.
Memutar tubuhnya di udara sebuah tendangan yang mengarah ke pada kepala Yang Shui bergerak cepat.
Yang Shui yang melihat Jian An hilang dari depan mata nua dan merasakan sebuah serangan dari belakang lantas segera menundukkan kepala nya untuk menghindari tentang Jian An yang mengarah ke pada kepala nya, alhasil serangan Jian An dan membuahkan hasil yang bagus.
Mendarat di tahan dengan mulus Jian An tak membuang waktu dan mulai melancarkan tendangan demi tendangan dengan tenaga dan kecepatan yang membuat Yang Shui kewalahan dalam menghindari, dan menahan, serta menangkis serangan yang di lancarkan nya.
"Kakak Seperguruan anda ternyata lumayan hebat"ucap Jian An sambil tersenyum manis.
"Terima kasih atas pujian Adik seperguruan, kau juga tak kalah hebat"ucap Yang Shui sambil tersenyum.
"Kalau begitu Kakak Seperguruan terima ini"ucap Jian An, sambil menendang dengan keras ke depan perut Yang Shui.
Yang Shui yang melihat itu langsung membuat pertahan namun naas sangkin kuat nya tendang tersebut Yang Shui berhasil terpental menabrak beberapa pohon di belakang yang memang sengaja tak di tebang oleh mereka pada waktu itu.
Kepulan debu tebal menutupi tempat Yang Shui terpental, hingga lama, kelamaan kepulan debu tersebut menghilang, kini Jian An dan Kakek Chen bisa dengan jelas melihat Yang Shui.
"Uhuk, uhuk, A-adik Se-seperguruan, bukan kah kau terlalu serius"Icang Yang Shui yang kini sudah terkapar bersandar pada pohon-pohon yang tumbang akibat nya sambil memegang dada nya.
"Serius?, Apa nya!, Aku bahkan belum mengeluarkan 100%, kekuatan fisik ku"ucap Jian An ngegas.
"Hah~, Yang Shui jika kau kalah mengaku saja, lagi pula dari tadi sudah terlihat jelas bahwa kau yang kewalahan melawan Jian An"ucap Kakek Chen, sambil memandang Yang Shui.
"Baiklah kalau begitu duel kali ini di menangkan oleh Jian An"ucap Kakek Chen lagi, dan mulai berjalan ke arah Yang Shui, di ikuti oleh Jian An membantu Yang Shui berdiri.
"Baik lebih baik sekarang kita tidur saja dulu, besok kita harus membuat Perguruan lagi, dan masih banyak yang harus kita kerjakan untuk Perguruan ini"ucap Kakek Chen.
__ADS_1
"Baik!!"ucap Yang Shui, dan Jian An sambil mengangguk kan kepala mereka.
................................
Tak terasa sudah sekitar satu Minggu mereka membuat Perguruan baru, dan hebat nya dalam waktu satu Minggu pula Perguruan tersebut sudah berdiri dengan megahnya di sana.
"Wah~, bagus juga selera ku ini" ucap Jian An dari kaki bukit tersebut memandang betapa megah, dan indahnya Perguruan tersebut.
Dengan bagian untuk murid luar, yang di buat sederhana menggunakan kayu, serta rumah Tetua luar yang di buat dari kayu namun memiliki dua lantai.
Bagian murid dalam yang juga terbuat dari kayu namun lebih mewah dan luar dari pada milik murid dalam, milik Tetua dalam yang juga jauh lebih luas dan mewah dari milik Tetua Luar.
Dan bagian dari murid inti yang di buat menggunakan bahan semen berlantai 1, dan milik Tetua Inti dengan semen lantai dua.
Jika kalian tanya dari mana semen itu berhasil dari Jian An, waktu itu dia bilang bahwa hal-hal tersebut di bawa dari tempat tinggal nya dulu.
Dan milik Guru Besar, beserta dua rumah yang tak lain milik Kakek Chen, Yang Shui dan Jian An yang di buat sangat mewah, dan tempat-tempat lain nya sepertu aula, perpustakaan dan sebagainya yang di buat dengan kualitas Istana Kekaisaran, yang terbalut oleh banyak sekali Baru Giok langka, serta tujuh jenis batu mulia, yaitu Berlian, Zamrud, Ruby, Safir, Kalimaya, Yakut, Kecubung.
Kini Perguruan itu akan membuat banyak sekali Perguruan, bahkan istana Kekaisaran iri dengan kemegahan serta ke indahan nya.
Tanaman di sana pun juga banyak apa lagi bunga-bunga langka yang Jian An keluarkan dari Ruang Dimensi nya, dan juga ia mengambil beberapa tanaman Spiritual dari kebun milik Jin dan Hong secara diam-diam tanpa sepengetahuan mereka, hingga kini membuat Jin dan Hong sedang marah-matah di dalam Ruang Dimensi nya, lantaran Jian An mengambil batang milik mereka tanpa meminta terlebih dahulu, padahal jika Jian An minta maka mereka akan memberikan nya dengan senang hati dan tak mungkin mereka akan marah-marah seperti ini.
Tapi apa peduli Jian An dengan itu, tentu saja tak ada!!🤣😂.
"Ya kau benar, tak ku sangka akan menjadi seindah, dan semegah ini"ucap Yang Shui.
"Eh~, kenapa harus aku Guru Chen?"tanya Yang Shui dengan kaget.
"Karena kau sudah dewasa"ucap Kakek Chen.
"Tapi aku...."ucap Yang Shui dengan ragu-ragu.
"Tak apa lakukan saja sebisa mu untuk menjaga Perguruan ini, aku percaya pada mu"ucap Kakek Chen, sambil menatap Yang Shui yang ada di samping penuh kepercayaan.
Yang Shui yang di tatapan seperti itu oleh Guru nya tentu saja tak bisa menolak nya, hingga dengan semangat pula dia membalas perkataan Guru nya tersebut.
"Baik, Guru Chen, aku akan menjaga Perguruan ini dengan segenap jiwa dan raga ku hingga kalian kembali membawa calon-calon murid untuk Perguruan baru kita ini"ucap Yang Shui dengan tegas dan lantang.
"Bagus, kalau begitu kita pergi dulu"ucap Kakek Chen sambil menepuk pundak Yang Shui, dan segera pergi dari sana bersama Jian An menggunakan Ging Gong.
.................................
Setiap harinya Mei Ling semakin nglunjak saja, dia bahkan sekarang dengan berani nya mengakui bahwa dia adalah kekasih dari seorang Ketua Black King di depan banyak orang.
Hal tersebut tentu saja membuat Delvin geram hingga ingin sekali ia membunuh Mei Ling, tapi ia masih saja sabar, dan hanya fokus untuk meningkatkan Kultivasi nya.
Suatu hari Delvin akan pergi menjalankan misi, lantaran ini misi penting yang di berikan oleh sang calon mertua jadi Delvin dengan semangat mengajukkan diri nya sendiri untuk pergi menjalankan tugas tersebut.
__ADS_1
Di lapangan yang luas tepatnya di depan markas Black King, kini semua anggota Black King berkumpul hendak melepas ketua mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Delvin untuk menjalan kan misi.
"Vin apa harus kamu yang pergi"ucap Mei Ling dengan nada yang bisa di bilang sedih lah ya.
"Ya, karena ini misi penting"ucap Delvin.
🗡️🗡️🗡️🗡️🗡️
'Penting apa nya kalau bukan si Kaisar Li yang nyuruh juga lu gak akan berangkat' ledek Author kepada Delvin.
'Ye, Author ini mah tak peka pisan atuh, kalau mertua yang suruh teh harus di kerjain sendiri, gak boleh orang lain, lagian, saya mau jadi menantu nya' ucap Delvin dengan pede nya.
'Yakin bakal jadi menantu nya' ucap Author sambil menaik turun kan alis nya, seakan berkata ngimpi aja lu tong.
'Ya iya lah aku yakin seratus persen, dan ada apa dengan ekspresi mu itu!' ucap Delvin yang tak suka dengan ekspresi Author yang seakan meremehkan nya tersebut.
🗡️🗡️🗡️🗡️🗡️🗡️
"Baik lah kau ini misi yang begitu penting tapi aku mohon untuk jangan berlama-lama, dan berhati-hati"ucap Mei Ling dengan nada khawatir.
"Ya, tentu"ucap Delvin.
'Harus lah, kalau gw pulang tinggal nama, entar Jian An nikah sama siapa?' batin Delvin yang sungguh sangat bertentangan dengan apa yang di pikirkan oleh Mei Ling.
"Kalau begitu semua nya aku pergi dulu!!"teriak Delvin ke kada semua anggota Black King yang ada, dan segara pergi dari sana.
"Hati-hati di jalan Ketua!!!!"teriak semua anggota Black King, dengan air mata yang menetes dari sudut mata mereka semua.
Mereka nampak begitu tak rela jika Ketua mereka pergi dari markas mereka namun mereka semua tau alasan kenapa Ketua mereka harus pergi dari markas mereka ini.
Yang pertama lantaran ini misi yang di berikan oleh sang calon mertua, dan yang kedua lantaran Ketua mereka hendak pergi membebaskan diri nya sendiri dari benalu (Mei Ling).
Kini daerah yang akan di tuju oleh Delvin dalam menjalankan misi nya adalah sebuah markas Organisasi gelap yang beroperasi dalam Perdagangan manusia, obat-obatan terlarang, serta penangkapan hewan Spirit secara ilegal yang kini marak terjadi di daerah Kekaisaran Li.
🏞️🏞️🏞️🏞️🏞️🏞️🏞️🏞️🏞️
Dan bagaimana kah?, Kelanjutannya hanya bisa di baca di novel ini tentu saja?
Apa kah Delvin mampu mempertahankan cinta tersebut, atau ia akan oleng Mei Ling dan di bunuh oleh Jian An secara tragis.
Tenang saja itu semua hanya bualan yang di buat Author saja kok, gak akan oleng si Delvin sama Jian An, cuman nanti kalau Author mau, Delvin jadi jodoh Author sendiri.🤣🤣.
.................................
Jangan pernah bosan dalam membaca novel ini kawan.
IG : sukma_761100.
__ADS_1