
~Selamat Membaca~
π±π±π±π±π±π±
..........................................
Skip
Tak terasa waktu pulang sekolah sudah tiba, membereskan buku-buku nya dengan santai.
"Jian An aku pergi dulu ya"ucap Anggi.
"Iya"jawab Jian An sambil tersenyum.
Tak lama setelah Anggi pergi Jian An menggendong tas nya dan berjalan keluar dari kelas menuju mobilnya.
Menaiki mobil nya Jian An kembali ke kos-kosan, dan ternyata saat dia sampai Shifa, Yohan, Daniel, dan Bella masih di kampus mereka, lantaran sore ini mereka ada jam pelajaran, dan jika kalian tanya kenapa Jian An bisa tau itu karena kemarin waktu mereka berbincang-bincang, mereka (kecuali Jian An) sempat membicarakan tentang tugas Kuliah mereka, dan secara tak sengaja Jian An juga mendengar nya.
Sampai di kos-kosan Jian An langsung saja berganti pakaian, dan masuk ke dalam Ruang Dimensi.
"Chan!, Apa sudah ada kabar?'tanya Jian An.
"Ya sudah"ucap Chan Kun.
"Benarkah, do mana itu?"tanya Jian An dengan semangat.
"Sepertinya anda sangat beruntung Tuan karena di Bumi ini semua nya sudah lengkap"ucap Chu kun.
"Maksudmu?"tanya Jian An.
"Maksud ku mungkin ini akan menjadi keliling Dimensi terakhir bagi anda, tapi sayang nya mungkin anda harus keliling Bumi untuk mendapatkan nya"ucap Chu Kun.
"Keliling Bumi?, Tak masalah asalkan itu bukan hal yang berhubungan dengan air dan Gunung"ucap Jian An sambil bergidik ngeri.
Pasalnya Jian An sangat takut akan laut, sungai, dan sejenisnya, kalau kalian tanya kenapa, dia takut kalau misalnya dia lagi berenang tiba-tiba ada predator gimana?, Dia juga takut akan Gunung karena trauma gara-gara sering liat berita orang hilang di Gunung saat mendaki.
(Ketakutan ini di ambil dari ketakutan Author sendiri ya, jujur banget nih, Author takut akan kedua hal itu, suka ngeri sendiri kalau misalnya liat laut, dan sungai, kalau Gunung masuk masih berani, tapi kalau udah berhubungan dengan sungai, lihat aja Author serasa mau pingsan padahal dulu Author lahir nya di sungai, ada gak dari kalian yang ngerasain kayak Author)
"Tenang saja tak ada hanya saja anda akan, pergi ke Gunung Merapi untuk mencari lotus api, dan berendam di lava nya"ucap Chan Kun yang jujur saja membuat Jian An ngeri pasalnya dia sama sekali gak pernah berendam di lava panas!, Dan sekarang dia harus berendam di lava panas, sungguh malang nasib nya.
"Bisa tidak yang terakhir di hilangin aja, gak usah pakai berendam juga?"tanya Jian An setengah takut.
"Tidak bisa!, Tuan harus melakukan semua nya, nikmat saja semua penderitaan mu nanti Tuan, dan ingat lah bahwa semua penderita dan cobaan akan selalu ada hikmah nya"ucap Chu Kun.
"Terima kasih ada ceramah nya"ucap Jian An dengan ekspresi yang bisa di katakan ingin sekali menangis namun apa lah daya air mata tak bisa di ajak kompromi!.
"Ah~, penderitaan ku akan di mulai di sini ku rasa"ucap Jian An dengan lesu, sambil berjalan ke arah sofa dan duduk di sana dengan lesu, tak bertenaga sama sekali.
"Sabar Jian An semua pasti akan berakhir dengan kebahagiaan, seperti sebuah peribahasa berrakit-rakit kita ke hulu, berenang-renang kita ke-tepian, bersakit-sakit kita dahulu, bersenang-senang lah kemudian"ucap Han Kun yang entah sudah ada di belakang Jian An sambil mengelus-elus rambut Jian An dengan sayang.
__ADS_1
"Hmm..., Aku tau, namun masalah nya peribahasa tersebut hanya berpihak ke pada sebagain orang saja!, Apa daya ku yang hanya manusia biasa saja yang sudah berusaha namun selalu gagal"ucap Jian An, dengan lesu di akhir.
"Maka dari itu selain berusaha, dan bekerja keras harus juga berdoa, dan berserah diri ke pada yang maha kuasa agar segala sesuatu akan di mudahkan oleh nya"sambung Han Kun.
Mendengar itu entah kenapa Jian An merasa seperti tercerahkan, memandang Han Kun.
"Han Kun kau seperti nya lebih cocok menjadi penceramah"ucap Jian An.
"Terima kasih atas pujiannya Jian An, itu memang cita-cita ku, aku ingin menjadi penceramah, namun sayang itu hanya khayalan lantaran hal tersebut tak ada di novel ini, jadi untuk ku ber-halu lah sepuas-puasnya"ucap Han Kun dan pergi dari sana.
"Sungguh kasian orang tua pengganti ku itu memiliki cita-cita namun tak bisa di gapai nya, mungkin ini merupakan definisi, 'ekspetasi tak selalu sesuai realita'."ucap Jian An sambil memandang pergi nya Han Kun dengan tatapan kasian yang terlihat sangat jelas.
"Tuan apa itu cinta?"tanya Shen Kun yang berada di samping Jian An sambil membaca sebuah novel romansa koleksi Jian An.
"Cinta?, sebenarnya aku tak tau apa itu karena aku jomblo sejak lahir, namun dari berbagai sumber yang aku dapatkan, cinta mungkin bisa menjadi manis, dan pahit"ujar Jian An.
"Maksud nya bisa bahagia dan sedih gitu?"tanya Shen Kun, sambil mengerutkan keningnya.
"Ya"jawab Jian An singkat.
"Lalu apa inti mencintai menurut anda Tuan?"tanya Hong Kun yang tiba-tiba sudah duduk di samping Jian An.
"Inti dari mencintai adalah bahagia, dan sedih, bahagia saat dia bahagia, dan sedih saat dia sedih, mencintai menurut ku seperti itu"ucap Jian An.
Sedangkan Hong Kun yang bertanya mengaggukkan kepala nya paham dan segera pergi dari sana.
"Yess..., akhirnya aku mendapat ide untuk membuat novel ku malam ini!"teriak Hong Kun bahagia sambil meloncat-loncat kegirangan, dan pergi ke depan komputer nya lagi mencatat setiap kata yang di katakan oleh Jian An.
Keluar dari sana Jian An segera saja bersiap untuk pergi malam ini.
Keluar dari kamar Kos-kosan dengan pakaian yang rapih, di depan dia sudah di sambut dengan Daniel dan yang lain nya yang kini sedang bermain gitar bersama hanya saja sekarang ada tambahan 4 orang laki-laki yang bisa langsung Jian An, simpulkan jika mereka teman-teman mereka.
"Eh, Jian tumben udah rapi mau ke mana?"tanya Shifa yang melihat Jian An.
"Eh, kak Shifa, malam ini ada janjian sama teman sekolah mau ke pasar malem bareng"ucap Jian An.
"Oh gitu, hati-hati di jalan ya"ucap Shifa.
"Perlu di antar gak?"ucap Yohan.
"Gak usah bang aku mau naik kendaraan sendiri aja"ucap Jian An.
"Kendaraan sendiri?!!"ucap Shifa, Bella, Yohan, dan Daniel bersamaan, pasalnya dari kemarin mereka tak melihat Jian An membawa kendaraan.
"Itu loh kendaraan saya"ucap Jian An sambil menunjuk mobil mewah yang memang terparkir di depan kos-kosan tersebut.
"Hah!, Itu mobil kamu Jian?"tanya Yohan, dengan kaget pasalnya mobil yang ada di hadapan nya ini sangat mewah dan mahal.
Tentu saja bukan cuma Yohan namun semua nya juga kaget seperti Yohan, namun kaget mereka seperti kaget yang terlalu hingga tak bisa mengeluarkan suara sama sekali.
__ADS_1
"Iya, gak percaya mau di buktiin kalau mobil tuh punya Jian?"tanya Jian An dengan polos, polos bangs4t.
"Gak perlu kita percaya kok"ucap Bella sambil memaksakan senyum nya jujur saja dia sangat kaget saat ini.
"Oh ya udah kalau gitu Jian, pergi dulu kak"ucap Jian An dan segara pergi dari sana menggunakan mobil nya.
Sepertinya Jian An dari sana.
"Gila!!, Gua pasti mimpi nih"ujar salah satu orang di antaranya selain Daniel dkk.
"Mimpi gua"ucap salah satu nya lagi.
"Akhirnya cita-cita ku ketemu sama orang kaya terkabul juga"ucap yang lain nya lagi.
"Ku kira cupu ternyata suhu!"ujar Yohan.
"Demage mobilnya gak ngotak"ujar salah satu dari mereka lagi.
Sedangkan untuk Daniel, Bella, dan Shifa mereka hanya diam saja.
Menjalankan mobil nua secara perlahan Jian An, lantaran ia sedang mencari alamat rumah akhirnya sampai juga Jian An ke sebuah rumah dengan pagar di depannya, bercat ungu.
πΎπΎπΎ
Chat WA.
Jian An.
"Kamu di mana aku udah di depan rumah kamu"
Anggi.
"Di mana kamu, aku gak lihat kamu di mana-mana tuh"
Jian An.
"Mobil depan"
Anggi
"Mobil depan yang mana?"
Jian An.
"Aku keluar"
πΎπΎπΎ
..............................
__ADS_1
Jangan pernah bosan dalam membaca novel ini kawan.πΏπΏ
IG : sukma_761100.