
Tak mau ambil pusing Jian An segera saja menghilang pikiran nya tentang murid Perguruan tersebut dan memilih untuk memesan makanan lantaran kini sang Pemilik Penginapan sudah bangun, dan dengan tergesa-gesa langsung menghampiri nya.
"Ah~, nona maaf karena perilaku saya"ucap Pemilik Penginapan sambil membungkuk minta maaf.
"Ya tak apa, tapi paman kalau masih mengantuk lebih baik paman tidur lah dan serahkan urusan paman ke pada bawahan saja, dan juga tidurlah lebih awal lain kali"nasehat Jian An.
"Baiklah nona, jadi nona ingin memesan apa?"tanya pemilik Penginapan.
"Apa saja yang sudah matang, minum nya apa ada susu di sini jika ada aku ingin itu"ucap Jian An
"Baiklah nona, untuk susu kami memiliki nya"ucap pemilik penginapan.
"Bagus!"ucap Jian An.
Pemilik Penginapan pun segera undur diri untuk menyiapkan permintaan dari Jian An.
Tak lama pemilik Penginapan datang dengan seorang pelayan wanita di belakang, yang membawa sebuah nampan yang berisi segelas susu putih yang di pesan nya dan sebuah ayam goreng sambal dan nasi putih.
"Silakan di nikmati nona"ucap pemilik penginapan.
Sedangkan pelayan tersebut menyajikan makanan tersebut di meja Jian Am dengan sopan, dan berbalik untuk pergi.
"Ya, terima kasih, anda sekarang boleh pergi bos"ucap Jian An sambil tersenyum manis seperti bunga yang bermekaran, jika ini komik maka saat ini di sekitar Jian An sudah ada bunga mawar putih dengan sedikit warna biru di tepi yang bermekaran dengan indah nya dan tak lupa juga kelap-kelip bintang yang bersinar untuk menambah pesona nya.
Sekilas pemilik Penginapan terpesona hingga tak berkedip.
"Ah_, Baik lah nona, saya pergi dulu"ucap pemilik Penginapan.
Sedangkan segerombolan siswa/i yang tadi di lihat oleh Jian An tak sengaja juga melihat senyum Jian An.
__ADS_1
"Wah~, nona itu sangat cantik"ucap salah satu dari mereka.
"Ya kau benar dia sangat cantik"ucap yang lain membenarkan.
"Iya, eh_, bukan kah jika kita perhatikan lebih detail wajah nua seperti mirip seseorang tapi aku lupa di mana melihat nya"ucap yang lain nya lagi.
"Iya juga aku juga seperti pernah melihat nya tapi aku juga lupa di mana"ucap siswi yang pertama bicara tadi.
"Aku juga!"ucap Siswa yang kedua bicara.
"Bukan lah wajah itu adalah wajah dari pendiri ke tiga perguruan kita!"ucap seorang siswa yang dari tadi hanya diam saja.
"Hah!"ucap ketiga siswa/i tadi secara bersamaan mereka baru ingat sekarang wajah itu adalah wajah dari pendiri le tiga perguruan mereka yang pergi mengembara.
Sekaligus murid dari Ketua Perguruan mereka, yang kekuatannya bahwa bisa membuka Dimensi lain, dan mereka pernah mendengar bahwa dia saat itu pergi untuk berpetualang di Dimensi yang berbeda!, Tapi bagaimana orang yang mereka kira sedang perpetualang bisa di sini?, Apakah? Pendiri ke tiga Perguruan mereka sudah pulang, dan akan kembali ke Perguruan?, Tapi bukan kah kata Ketua Perguruan dia akan datang satu Minggu lagi?.
Ya, mereka adalah murid dari Perguruan Bukit Tinggi, jadi di sini sudah terjawab kenapa Jian An merasa familiar dengan model, dan bahan dari pakaian yang mereka pakai, lantaran itu semua dari nya dan bisa di pastikan bahwa di Dimensi ini tak ada yang bisa memilih bahan pembuat pakaian tersebut untuk model mungkin bisa di tiru tapi sayang nya yang meniru model tersebut akan di kenai denda yang cukup besar dan akan diburu oleh Perguruan Bukit Tinggi sebagai musuh, dan di musuhi oleh Perguruan Bukit Tinggi sama saja seperti di musuhi oleh dewa!.
Jadi dia menyuruh mereka untuk sudah berkumpul satu minggu kemudian, Jian An sendiri tak tau kelakuan dari lelaki yang merupakan Guru nya tersebut, mungkin jika Jian An tau dia akan lebih memilih untuk tidak memberi tau kedatangan nya sama sekali.
"Kau benar"ucap salah satu dari mereka yang bernama, Xiao Nan seorang gadis manis di sana.
"Ah!, Iya kau benar Shen Ming, aku tak tau bahwa kau memiliki ingatan yang amat bagus"ucap seorang laki-laki berperawakan manis, yang bernama Dong Gan ke pada Shen Ming anak yang pertama menyadari bahwa Jian An adalah pendiri ke tiga perguruan mereka.
"Bukan aku yang memiliki ingatan bagus tapi kalian bertiga yang memang pelupa!"ucap Shen Ming sambil mendengus tapi terlihat dengan jelas bahwa kata-kata tersebut untuk mengejek mereka bertiga yang memang pelupa.
"Apa kita perlu menyapa Senior?"tanya Tan Jiao, gadis cantik dengan penampilan mempesona nya.
"Harus!, Tentu saka harus!, Tapi sebaiknya nanti saja ku rasa saat ini senior sedang sibuk dengan dunia nya sendiri"ucap Xiao Nan sambil melihat Jian An yang makan dengan anggun namun dari aura mengerikan yang di pancarkan nya jelas sekali bahwa Jian An tak mau di ganggu saat ini.
__ADS_1
Melihat ke arah Jian An, Dong Gan menelan ludah nya ngeri dengan aura yang di pancarkan oleh Jian An.
"Y_ya kau benar kita akan menyapa nya nanti saja"ucap Dong Gan, dan melanjutkan acara makan nya yang tertunda.
Di sisi lain Jian An kini sudah sele
sai makan ia hendak berdiri dan pergi dari penginapan tersebut sebentar lagi, sambil menunggu kabut yang hilang Jian An memesan satu teko teh panas untuk di minum nya.
Minum dengan anggun mata Jian An hanya melihat ruangan sekitar bisa dia lihat bahwa bangunan ini sangat sederhana namun gaya klasik kuno sangat menarik perhatian untuk di lihat dan di nikmati keindahannya.
Apa lagi di dinding penginapan banyak lukisan serta patung-patung dengan seni tinggi, sekali lihat saja Jian An bisa langsung tau, tapi lukisan serta patung-patung di tempat ini, maksud nya di desa kecil ini?, Apa itu tak mencurigakan sama sekali.
Tapi jika pemilik penginapan memiliki niat jahat seharusnya dari tadi ia sudah beraksi, bukan mungkin sejak tadi malam namun apa ini?, Apa mungkin pemilik penginapan bukan orang sembarangan?.
Melirik pemilik penginapan yang kini sedang melayani pembeli dengan senyum lebar nya yang membuat Jian An ngeri.
"Tak mungkin orang dengan senyum bod0h itu orang yang hebat"gumam Jian An.
"Jangan melihat orang dari sampul nya saja Tuah, bisa jadi bod0h, bod0h begitu ia menghanyutkan"ucap Feng Kun.
"Ck, kau kira ini novel apa!"bentak Jian An yang menggema di dalam Ruang Dimensi, sedangkan dari luar terlihat Jian An yang kini mengerutkan keningnya, dengan aura seram yang mengelilingi nya, hingga saat ini Jian An menjadi pusat perhatian orang-orang di sana.
"Kan emang novel"ucap Hong Kun secara tiba-tiba sambil membaca sebuah novel di tangan nya.
"Serah"ucap Jian An dengan ketus dia merasa lelah berdebat dengan Hong Kun, berdebat dengan nya sama seperti berdebat dengan patung gak guna!.
Kabut kini mulai hilang, dan di gantikan dengan sinar matahari yang indah dan cerah, langit pun berwarna biru dengan burung yang berterbangan di atas awan, awan putih bagai kapas putih dan lembut, bahkan saya (Author) pernah berfikir bahwa itu adalah permen kapas yang manis dan empuk jika di lihat dari bumi, namun siapa sangka bahwa itu adalah air yang beku, (serasa di prank saya🙂).
Saat Jian An hendak berdiri bunyi lonceng terdengar yang menandakan bahwa ada seorang yang masuk ke dalam.
__ADS_1
Menoleh Jian An bisa melihat seorang pemuda dengan baju berwarna biru laut memasuki penginapan, jika di lihat-lihat dia terlihat seperti seorang pelajar di sekolah Akademik.
Jelas sekali bahwa di tangan nya ia membawa sebuah lukisan karya seni yang amat indah sekali lihat saja Jian An bisa tau bahwa itu karya seni yang menarik.