EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
50.DELVIN POLOS.


__ADS_3

kini yang ada di dalam ruangan itu hanya Delvin dan juga Jian an yang sedang tertidur pulas di atas kasur nya.


awalnya Delvin membangunkan Jian an seperti ia membangunkan seperti yang lainnya namun ternyata tak ada reaksi sama sekali.


karena jengkel ia pun mengeluarkan jurus pamungkasnya.


dengan berdiri di depan Jian an yang kini tengah tertidur ia menggerakkan kepala nya ke kanan dan ke kiri hingga terdengar bunyi.


"KRAKK..."


"KRAKK..."


kemudian ia juga membunyikan jari - jari tangannya agar tak kaku, setelah di rasa cukup ia pun mulai membuat ancang - ancang siap tempur.


namun ancang - ancang itu tak berlangsung lama karena dia pikir lebih baik gunakan jurus pamungkas tahap 1 saja dulu kalau tak bisa ia akan menggunakan jurus pamungkas tahap akhir.


seketika wajah serius nya berubah menjadi senyum menawan ke dua tangannya ia letakan di belakang punggung nya.


ia pun berjalan ke arah Jian an seperti seorang wanita yang kegirangan.


ia membisik kan sebuah kata di telinga Jian an.


"bangun Jian sayangk"ucap lembut Delvin, sungguh sekarang ia ingin mutah.


'tahan Vin, ini adalah salah satu jurus yang ampuh buat si Jian an yang suka banget sama cowok tampan, entar kalau dah bangun baru dah, hajar sepuasnya'batin nya sambil menahan muntah.


Jian an yang mendengar suara lembut itu tak terpengaruh dan malah kembali menarik selimut nya hingga menutupi semua tubuhnya.


Delvin yang melihat itu mengubah tubuh nya agar tegap.


"Jian bangun"ucap Delvin tegas.


tak ada respon dari Jian An.


"Jian an bangun dongk"ucap Delvin seperti banci serta gerakan tangan dan tubuhnya yang mirip banci.


tak ada respon, Jian An tetap saja tertidur dengan nyenyak tanpa gangguan sama sekali.


Delvin yang melihat itu mendengus keras, sedangkan kini ia tak tau bahwa semua perilaku unik nya saat membangun kan Jian an sedang di jadikan guyonan oleh Kaisar Li, Permaisuri Qi, putra mahkota Li Xu Kai, Bagas dkk, Yu Mei dkk, serta para Penjabat Pemerintah entah itu pangkat rendah atau pangkat tinggi.


mungkin kalau ia tau ia akan segera mengubur diri nya sendiri di dalam lubang uang dalam dan akan mengutuk Jian An dengan nama - nama dan aneka ragam hewan yang ia tau.


sungguh sekarang ini kesabarannya telah habis.


'yah, seperti nya gue emang harus pakai jurus itu' batin Delvin.


Delvin langsung mengambil ancang - ancang bertarungnya, dengan posisi tegap, serta ke dua tangan yang ia letakan di belakang, dengan berwibawa dan cool.


ia langsung menendang bawah kasur milik Jian an, sehingga mengakibatkan Jian an serta kasurnya mengambang di udara saat kasur milik Jian an mengambang di udara dengan gesit ia menendangnya agar menjauh.


sedangkan Jian an ia biarkan membentur atap kamar nya, dengan keras.


"BRUKK..."


"akh"seru Jian An yang seketika membuka matanya.


lalu dengan keras Jian an jatuh ke lantai, Jian an meringis kesakitan dan langsung duduk.


hening.


yah, hening, hingga.


Jian An memuntah kan darah dari mulut nya.


benar tendangan Delvin barusan bukan main - main, itu sangat sakit.


"huaa, mami badan anak manis mu sakit semua"tangis Jian An menggema di setiap sudut istana bahkan mengakibat kan gunung meletus dan juga gempa bumi.


...............


Lo kira tangisan gue itu pertanda bencana apa!!!!(ucap Jian an dengan garangnya memarahi author yang sedang mengetik cerita)


hehehe, canda aing, canda, enggak kok Jian an cantik(ucap author sambil cengeesan sambil bersiap ancang - ancang kabur, dan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


RUN)


dan terjadilah kejar - kejaran antara Jian an Dan author.

__ADS_1


udah ya gaes, gak usah di perduli kan


....................


sedangkan semua orang yang mengintip membeku di tempat tak tau mau ber reaksi seperti apa.


sedangkan Delvin ia hanya memasang wajah cool nya, dan memandang Jian an yang sekarang ini sedang guling - guling di lantai dengan tatapan tak perduli dan datar nya.


Jian an yang kini sedang menangis langsung berhenti, ia berfikir untuk apa menangis lebih baik balas dendam saja.


Jian an pun berdiri dengan memasang wajah dingin nya, Delvin yang melihat itu mengangkat sebelah alisnya.


Jian an berjalan ke arah Delvin dengan santai dan menepuk pundak nya pelan.


dan secaa tiba - tiba langsung menendang benda pusaka milik Delvin, Delvin yang kesakitan pun membungkuk untuk memegang beda pusaka nya.


saat Delvin sudah membungkuk dengan cepat Jian an memukul punggung Delvin hingga Delvin terjatuh tepat di bawah Jian an.


Jian an yang melihat itu tersenyum kemenangan, dan berkata.


"itu lah akibat nya kalau mengganggu aku yang lagi tidur"ucap Jian an berbalik pergi.


namun saat ia akan melangkah pergi sebuah tangan memegang pergelangan tangannya, ia pun menoleh kan pandangan nya kearah Delvin yang saat ini memegang pergelangan tangannya.


dengan susah payah ia bisa melihat Delvin berusaha berdiri sambil memegang benda pusaka nya, dan bertumpu pada pergelangan tangan Jian an untuk membantu nya berdiri.


setelah Delvin berdiri Jian an bisa merasakan udara dingin dan mencekam yang membuat nya merinding.


'laki - laki ini, kenapa aura nya lebih besar dari ku'batin Jian an bergidik ngeri.


"anda berani"ucap Delvin dingin.


Jian an yang mendengar itu seketika merinding.


"tidak, tidak saya tidak berani, sungguh tidak berani"ucap takut Jian an Sambil menggelengkan kepala nya.


mengerikan itu lah satu kata untuk Delvin sekarang ini bahkan semua yang tadi mengintip langsung lari kocar - kacir entah kemana.


"heh, benar kah"ucap Delvin sambil mendekat ke arah Jian an.


Jian an yang melihat Delvin mendekat mundur sambil berusaha melepas tangannya dari genggaman Delvin.


Jian an sekarang semakin ciut di depan Delvin karena tak bisa melepas genggaman tangan milik Delvin di tangannya ia hanya bisa pasrah, dan menundukkan kepala nya.


Delvin terus berjalan maju hingga Jian an kini tak dapat lagi untuk mundur karena di belakanganya sudah ada dinding yang menghalang aksi kabur nya itu.


kini Jian an menundukkan kepala nya seperti seekor kelinci kecil di hadapan Sang.raja hutan singa.


"heh, anda masih berani sekarang"ucap Delvin sambil menunduk kan kepala nya melihat Jian an yang lebih pendek dari nya, karena Jian an kembali menjadi anak usia 14 tahun.


Delvin yang melihat itu puas, lagi pula ia tak tega melihat kelinci itu ketakutan.


Delvin pun melepaskan Jian an dan berjalan ke arah kasur Jian an Dan langsung berbaring di atas nya.


"ah, seperti nya aku akan tidur di sini saja, sangat nyaman"ucap Delvin yang kini sudah berbaring di kasur milik Jian an.


"cih, tidur di lamar sendiri, kalau Lo tidur di kamar gue, gue tidur di mana"ucap Jian an langsung menghampiri Delvin dan berusaha menarik nya agar berdiri.


"di bawah kan ada"ucap Delvin santai dan tak terpengaruh dengan tarikan Jian an di tangannya.


"kagak mau turun kagak Lo"ucap Jian an.


"tidak akan, dan tidak akan pernah"ucap Delvin sambil memejamkan mata nya.


sedangkan Jian an yang melihat Delvin tidur di kasur nya hanya bisa menghela nafas panjang.


"menyebalkan"ucap Jian an Sambil keluar dari ruangan tersebut.


malam ini sangat dingin namun seperti nya tidak untuk Jian an.


ia berjalan mencari tempat yang cocok untuk tidur di halaman luar.


setelah menemukan dua pohon yang berdiri tak jauh ia langsung mengeluarkan kain dari dalam ruang dimensi nya dan mengikat kan kain tersebut di kedua pohon itu, setelah selesai ia mengeluarkan jubah hangat dari ruang di mensi nya dan juga bantal.


ia pun langsung terlelap tidur di bawah kedua pohon itu hingga pagi hari.


pagi ini adalah pagi yang amat cerah bahkan matahari pun sudah menyinari bumi walau pun saat ini baru jam 6 pagi.


Jian an yang kini tengah menutup mata nya dengan nyaman, satu kaki yang menggantung di udara, serat kedua tangannya yang ia letakan di belakang kepala nya, sungguh posisi ini membuat nya sangat nyaman sekali.


hingga akhirnya pengusik datang menghampirinya yah, siapa lagi kalau bukan si Delvin, nak songong yang gak jelas.


Delvin yang baru saja bangun dari tidurnya tak menemukan Jian an di dalam ruang tersebut ia pun keluar dan terlihatlah Jian an yang sekarang ini tengah berbaring memejamkan mata nya di atas kain di bawah dua pohon.


melihat itu ia ingin menjahili Jian an agar terjatuh dari atas sana.


dengan langkah hati - hati Delvin mendekat ke arah Jian an Dan.


"DORR..!!!!!"teriak Delvin


Jian an yang mendengar itu tersentak kaget langsung membuka kedua mata nya, dan cara sepontan langsung ingin bangun namun ia lupa bahwa ini bukan kasur.


alhasil Jian an pun terjatuh ke tanah.


namun ternyata ia jatuh ke arah di mana Delvin berada, sehingga mereka berdua jatuh bersama ke tanah, dengan Jian an di atas tubuh Delvin.


dan yang membuat Jian an mebelakkan mata adalah ia tak sengaja menc*um bibir Delvin.

__ADS_1


hening.


hening sangat hening, kedua nya membatu dengan Delvin yang linglung dan Jian an yang pikirannya kosong.


hingga tak lama Jian an sadar dan langsung hendak berdiri saat ia akan berdiri sebuah tangan menarik nya kembali hingga ia kembali jatuh di atas tubuh Delvin.


hingga sebuah tangan menekan tengkuk nya, dan sebuah benda kenyal, lembab, dan lembut menyentuh bibirnya lagi.


.


.


.


.


tunggu.


.


.


.


.


.


.


apa!!


.


.


.


.


lagi!!!!.


ia pun membelakkan mata nya lagi saat ia tau yang menarik tengkuk nya lagi adalah Delvin dan Delvin ia menci*m nya lagi.


namun ciu*an ini hanya saling menempel saja, namun itu sangat lama.


hingga sang pelaku berbicara.


"manis, aku mau lagi"ucap Delvin polos dengan senyum di wajah nya, dan langsung menc*um bibir Jian an berkali - kali.


Jian an jangan tanya ia masih pada mode terkejut, dan tak tau mau berbuat apa.


Delvin ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TERLALU POLOSSSS!!!!!!!!!!!!!!!!!!


setelah sembuh dari keterkejutannya Jian an langsung menutup bibirnya dengan kedua tangannya dan langsung berdiri.


Jian an langsung berbalik pergi, namun sebelum pergi ia berkata.


"lain kali jangan pernah melakukan hal tadi kepada orang lain, termasuk kepada ku, kecuali ke pada istri mu, paham"ucap Jian an.


"istri, apa itu istri?"ucap Delvin polos.


yang seketika membuat Jian an terjungkal ke belakang, apa anak ini bahkan tak atau apa itu istri!!!, yang benar saja!!!!!.


"lupakan, tanya saja pada kak Bagas tentang apa itu istri, namun jangan ceritakan kejadian tadi apa siapa pun, paham"ucap Jian an seraya kembali berdiri dan pergi dari sana.


"paham"ucap Delvin malas.


..................


***JANGAN LUPA BUAT LIKE, VOTE, KOMEN DAN SHARE KE TEMAN² KALIAN YA😁


BY.πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘***

__ADS_1


__ADS_2