
~Selamat membaca~
😁😁😁😁😁😁.
..................
Tak lama rombongan tersebut pun mampir di sebuah toko yang paling mewah di ibu kota yang tentu saja harganya membuat Author mati seketika karena harus jual jantung biar bisa beli di sana.
Dengan perlahan Jian An keluar dari kereta kuda tersebut, tanpa harus menunggu seseorang membantu nya turun, sedangkan Jason yang tadi nya hendak membantu nya turun langsung saja menggaruk tengkuknya dengan canggung dari kejauhan.
Dia kurang cepat ternyata!?.
Melirik sekitar dengan ujung mata nya, Jian An segera masuk ke dalam tokoh tersebut, dengan Jason yang mengikuti nya di belakang nya layaknya pengawal.
Di depan pintu toko tersebut berdiri dua orang pengawal yang bertugas menjaga toko tersebut.
Saat mereka melihat Jian An mereka nampak mengerutkan keningnya, namun saat melihat Jason mereka langsung bersikap sopan.
Siapa yang tak tau dengan Tuan Jason seorang kesatria Kekaisaran nomer satu yang bahkan Kaisar sendiri menghormati nya!.
Masuk ke dalam toko tersebut Jian An terlihat melirik kanan dan kiri nya dengan malas lantaran melihat bahwa semua baju yang ada di sana sama ribet nya dengan hanfu hanya saja hanfu lebih ringan, karena hanya terdiri dari beberapa lapisan sedangkan di sini terdiri dari berlapis-lapis pakaian dan itu bisa di bilang berat, yah tapi dia maklum sih toh di sini semuanya kayak gaun pernikahan, hanya saja lebih sederhana sedikit aja gitu gak terlalu berlebihan.
'walau pun sangat ribet melebihi hanfu tapi masih mending gaun ini dari pada gaun pernikahan'pikirnya namun itu tak lama hingga dia melihat sebuah gaun yang amat mewah dengan berbagai pernak pernik yang menghiasi penuh pakaian itu layaknya pakaian pernikahan.
"Jason itu gaun apa kenapa sangatribet seperti itu?"tanya Jian An sambil menunjuk gaun yang di lihatnya itu.
Jason yang di ajak bicara pun mengalihkan pandangannya ke arah gaun 6abg di tunjuk oleh Jian an.
"Oh, setau ku itu gaun biasa hanya saja lebih sering di gunakan oleh seorang putri kerajaan memangnya ada apa nona Penyihir?"tanya Jason balik dengan bingung.
"Huh!, Jangan panggil aku nona penyihir!, panggil saja Jian"ucap Jian An yang kesal.
"Emm..., Baiklah Jian"ucap Jason dengan canggung pasalnya di dunia ini memanggil penyihir dengan namanya bisa di katakan tak sopan!, Maklum saja ya penyihir di sini sangat di hormati bahkan oleh kekaisaran!.
"Itu karena gaun itu seperti nya hanya cocok di gunakan untuk menikah!"ucap Jian An melanjutkan ucapannya lagi.
"Gaun untuk menikah ya, ah!, Kalau gaun untuk menikah belakang nya akan panjang dan tentu saja manik-manik nya akan lebih banyak dan besar, dan yang paling penting lebih mewah dan membuat mata silau"ucap Jason dengan mengucapkan kalimat terakhir dengan sebal.
Ngomong-ngomong tentang gaun pernikahan Jason sangat sebal saat mengingatnya, lantaran dulu saat ia menghadiri sebuah acara pernikahan dari putra mahkota, gaun dari mempelai wanita membuat nya silau bahkan hingga dia tak bisa melihat dengan baik hingga 3 hari berturut-turut.
Ok jika kalian ingin bilang Jason lebay, Jason tak akan mengelak nya sama sekali karena itu kenyataan yang sebenarnya.
__ADS_1
Jian am yang mendengar nada bicara Jason di akhir kalimat langsung menaikkan sebelah alis nya, sambil tersenyum tipis.
"Kenapa kau kelihatan sangat membenci gaun pernikahan?"tanya Jian An.
"Itu hanya kerena mereka terlalu berkilau bahkan permata saja kalah dengan mereka semua!"ucap Jason dengan nada sebalnya.
"Tapi bukan kah gaun pernikahan memang di hias dengan permata ya?"ucap Jian An sambil melihat Jason yang ada di belakang nya.
Jason yang mendengar itu seketika malu sekali, dan ekspresi itu bisa di lihat oleh Jian an.
"Tentu saja berbeda!"bantah Jason yang sepertinya tak mau mengalah sedikit pun, ia bahkan sampai lupa bahwa yang kini ada di depannya adalah seseorang yang di 'kira' nya seorang penyihir hebat.
"Bilang saja jika kau sangat membenci gaun pernikahan wanita karena kau merasa silau saat melihatnya, bukannya mudah jika bilang begitu dan tak perlu menjadi seorang laki-laki trsundere, karena itu tak baik dan mungkin saja kau akan kesulitan mendapat jodoh jika sikap mu tetap seperti itu terus"nasehat Jian An panjang kali lebar, layak nya seorang guru yang memberi pengertian ke pada murid kecil nya.
Jason yang di beri pengertian hanya bisa mengangguk kan kepala nya sambil mendengus kecil.
"Melihat mu yang seperti ini mengingatkan ku kepada si tengil itu!, Tak tau sekarang di sedang apa ya?"tanya nya pada diri nya sendiri sambil menerawang ke depan.
Jason yang mendengar itu memandang Jian An dengan tatapan yang sulit untuk di ucap kan.
Tak lama seorang pelayan datang dengan buru-buru.
"Maaf kan kami karena lambat dalam melayani Tuan dan nona, apa ada yang bisa saya bantu nona muda?"tanya pelayan tersebut dengan sopan.
"Tentu saja nona, nona ingin gaun model seperti apa?"tanya pelayan itu lagi.
"Yang sederhana saja"ucap Jian An.
"Kalau begitu nona silakan ikuti saya"ucap pelayan tersebut sambil menuntun Jian An agar mengikutinya.
Jian An hanya mengikutinya di belakang nya dengan tenang.
...............
Sementara itu di dunia Kultivasi di dalam hutan darah.
Terdapat sebuah bangunan yang amat besar di dalamnya berisikan banyak sekali manusia sekitar 1000 orang mungkin.
Di lapangan yang amat besar yang memang di bangun di sana Delvin dan yang lainnya sedang berlatih dengan giat.
Ya setelah sekian lama nya mereka memikirkan apa yang akan mereka lakukan di saat Jian An pergi adalah berlatih agar bisa menjadi sekuat Jian An, padahal mereka sudah di beri peringatan oleh Author bahwa mereka tak akan kuat seperti Jian An karena Jian An terkuat nomer satu di novel nya ini!. Titik tak pakai koma.
__ADS_1
"Ah~, lelah nya badan ini!!" Seru seorang laki-laki tampan yang tak lain dan tak bukan adalah Alex.
Alex segera melangkah dengan sempoyongan ke arah pinggir lapangan, sedangkan yang lainnya yang melihat itu pun segera menyusulnya untuk beristirahat juga.
Kecuali satu orang yaitu Delvin, ia sekarang ini sedang bertekad untuk mengalahkan rivalnya yang tak lain dan tak bukan adalah Jian An siapa lagi coba, lantaran dia tau dengan jelas melebihi siapa pun bahwa kepergian Jian An kali ini ia akan memiliki perkembangan pesat saat kembali, oleh karena itu ia tak ingin kalah.
'Belum, belum cukup untuk mengalahkan Jian An yang sekarang ini'ucap nya di dalam hati sambil terus mengayunkan pedangnya.
'lihat saja Jian An saat kau kembali aku pasti akan mengalahkan mu, dan akan membuat ku bertekuk lutut di hadapan ku sambil memanggilku dengan hormat 'kakek'
'Aku pasti biasa'
'ayo semangat'
'aku adalah Delvin pembunuh bayaran paling di takuti di bumi aku pasti bisa aku gak boleh kalah Ari si tengik Jian An itu'begitu lah kata yang di keluarkan nya di dalan hati hanya untuk sekedar membakar semangat nya agar terus berkobar-kobar.
Sedangkan teman-teman nya yang lain nya hanya bisa melihatnya dari pinggir lapangan.
"Hah~, sudah satu bulan Jian An pergi dan dalam waktu satu bulan itu juga dia berlatih terus-menerus, apa dia tak capek sama sekali ya?"tanya Ming Meng.
"Lelah, apa kau berbicara omong kosong bagiamana seorang pembunuh bayaran yang paling di takuti di bumi dulu bisa merasakan lelah, hanya kerena pelatihan kecil ini"balas Bagas.
"Pembunuh bayaran!?"ucap Qian He sambil mengerutkan keningnya.
"Ya!, Pembunuh bayaran apa kau tak tau, cih, aku yakin si anak tengil itu tak akan memberi tau kalian tentang apa pun yang terjadi dari dulu tak pernah berubah ternyata!"ucap Alex.
"Kau kira adik ku itu Power Ranger, apa Ultraman yang bisa berubah wujud"ucap Bagas dengan kesal.
"Siapa tau saja Jian An sudah mengembang kan teknologinya hingga ke level tersebut"ucap Alex.
"Mungkin kau akan menemukannya 500 tahun lagi di bumi Alex!"ucap Yu Mei.
"Ya dan kita bisa menemukan hal seperti itu kapan saja di sini walaupun perubahan nya tak seperti itu sih"ucap Ming Meng yang di angguk i oleh semuanya.
"Hei, apa keputusan kita memindahkan markas Black King ke hutan darah adalah hal yang baik, entah kenapa aku merasa bahwa ada yang aneh di hutan ini tapi aku tak tau apa itu?!'ucap Alex
"Percaya saja pada Delvin yang menyuruh kita pindah ke sini"balas Qian He, ya walaupun dia bukan anggota Black King pada awal nya, tapi semenjak Jian An pergi ia dan ke dua lain nya menjadi anggota dari Black King ini.
Kembali ke Delvin yang saat ini sudah di penuhi oleh keringan serta debu yang tertiup angin yang kebetulan menempel ke pada nya, namun walaupun begitu wajah nya yang tampan tak bisa di sembunyikan sama sekali malahan sekarang ini dia terlihat sekali tampan apa lagi dengan bentuk wajahnya yang cantik, imut serata tampan, secara bersamaan, plus di tambah aura yang di keluarkan nya saat ini menambah pesona nya, menjadi berkali-kali lipat.
...............
__ADS_1
Mohon untuk like, vote, dukungan, komen, saran , nasihat, dan favorit kan ya.
By.