EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 70


__ADS_3

~Selamat membaca.~


......


Mendarat dengan perlahan di 1 km jauhnya dari kota tersebut Jian An kemudian memandang sekitarnya.


Bisa terlihat bahwa pemandangan di sini cukup segara bagi matanya bagaimana tidak, tanaman di sini nampak amat hijau dengan pohon yang di tumbuhi buah serta bunga yang indah, bunga-bunga liar di sepanjang jalan yang mungkin tak pernah di lihat di Dunia Kultivasi tumbuh dengan subur di setiap tempat yang ada secara acak, atau bisa di bilang alami, apa lagi di tambah dengan salju yang bertebaran di sana-sini dengan acak.


"Hmm, tempat yang alami, dan indah."ucap Jian An sambil melangkah menuju gerbang kota yang masih lumayan jauh dari tempatnya berada dengan langkah bayangan.


Hingga akhirnya ia bisa melihat panjangnya antrian yang terlihat dari kejauhan, melihat itu Jian An langsung berjalan dengan normal seperti manusia pada umumnya, namun siapa sangka bahwa sebenarnya tubuhnya kini telah di selimuti oleh banyak Qi, hanya agar ia tak merasa capek dalam perjalanan nya.


Sampai di antrian dia ikut mengantri di belakang seorang pria gemuk yang membawa gerobak yang sepertinya berisi bahan makanan?, Mungkin?.


Kalau boleh jujur sebenarnya dia amat malu sekarang ini, lantaran baju nya berbeda dengan yang lainnya, di tambah wajahnya yang cantik rupawan, dan mempesona, membuat nya menjadi pusat perhatian banyak orang.


'Artis mah kayak gini jadi pusat perhatian banyak orang'batin Jian An narsis.


(Lagak nya, untung Lo Author buat cantik kalau gak pasti Lo bakal malu-maluin) Author.


.............


Matahari sudah berada di atas kepala tapi antrian masih saja panjang, dan itu membuat Jian An mengibaskan tangannya.


"Lama sekali"keluh Jian An.


Padahal hanya tinggal satu orang di depannya dan dia bisa langsung masuk ke dalam kota tersebut.


Kini giliran Jian An yang akan masuk ke dalam kota.


Seperti biasanya dia di berhentikan oleh seorang prajurit.


"Maaf nona, mengganggu perjalanan anda tapi biasakan anda menunjukkan identitas anda?"tanya Kesatria tersebut dengan sopan.


"Maaf paman, tapi surat identitas ku hilang, saat aku melakukan perjalanan, Karena aku di rampok hiks hiks"drama Jian An sambil meneteskan kan air mata nya, yang tentu saja membuat kesatria di depannya gelagapan.


Tangisan itu juga menarik perhatian banyak orang termasuk beberapa kesatria, yang berjaga di sana.


Hingga seorang komandan dari para kesatria menghampiri mereka.


"Ada apa ini?"tanya komandan kesatria dengan tegas.


"Begini komandan, nona kecil ini kehilangan identitas nya saat melakukan perjalanan lantaran di rampok di tengah jalan"jelas Kesatria tersebut ke pada komandan kesatria.


Komandan kesatria tersebut mencermati penjelasan dari bawahannya tersebut hingga selesai dan menganggukkan kepalanya, paham!, Dengan masalah yang kini terjadi.


"Jadi intinya nona kecil ini(menunjuk Jian an dengan tangannya) ingin masuk ke kota tapi surat identitasnya hilang lantaran di rampok begitu?"tanya Komandan kesatria tersebut memastikan bahwa apa yang dia katakan benar.


"Benar komandan"ucap kesatria tersebut.

__ADS_1


"Kalau begitu(memandang Jian an) Nona kecil apa tujuanmu ke kota ini?"tanya Komandan kesatria itu.


"Aku ingin mencari pekerjaan di sini, karena orang tua ku hiks, bahkan hiks sudah hiks me meninggal hiks jadi aku harus banting tulang sendiri"ucap Jian An.


"Oh begitu rupanya, tapi apa nona tau bahwa mencari pekerjaan di kota ini sangat sulit apa lagi..., Tunggu berapa umur nona?"tanya Komandan kesatria itu.


"15 tahun"jawab Jian An.


"Sudah ku duga, terlalu muda dan akan sulit mendapat kerja di sini, hmm..., Begini saja bagaimana jika nona bekerja di kediaman ku saja kebetulan aku memiliki adik perempuan seumuran dengan nona, dan dia sangat kesepian hingga aku berencana akan menjadikan nona sebagai pelayannya, bagaimana"tawar Komandan kesatria tersebut.


'Siala* aku tak perduli bahwa kau memiliki adik perempuan, aku juga tak perduli jika adik mu itu kesepian, dan apa itu tadi menjadi pelayan yang benar saja dasar berengse*'batin Jian an kesal.


Sedangkan di dalam ruang dimensi Chu Kun, dan Chan Kun berusaha menahan tawa mereka agar tak pecah begitu mendengar isi pikiran Jian an.


Jian an serasa ingin mengamuk sekarang ini dan juga mengancurkan kota tersebut hingga sehancur-hancur nya sekarang ini, namun karena dia masih ingat dengan 'Dramanya', yah , Drama nya jadi ia urungkan apa yang ada di pikirannya tersebut.


"Apa aku tak merepotkan paman"ucap Jian An.


"Tentu saja tidak, dan jangan panggil aku Paman aku masih muda umurku baru saja 25 tahun kau tau dan itu adalah umur yang masih muda dan lagi aku belum menikah jadi jangan panggil aku Paman"ucap komandan kesatria tersebut dengan panjang kali lebar kali tinggi kali liar keliling.


S x s x s x s : s⁴.(rumus apa ya ini tuh Author lupa dah, kalau gak salah persegi kan ya).


"Terimakasih Tuan"ucap Jian An.


"Kalau begitu kau bisa istirahat di dalam kereta saja, karena kita akan kembali ke ibu kota sebentar lagi, dan itu membutuhkan perjalanan sekitar satu bulan lebih karena jarak yang amat jauh"ucap komandan kesatria tersebut yang membuat Jian an membuka mulutnya lebar-lebar.


'What!!, Satu bulan gila apa di dunia ini gak ada semacam teleportasi seperti di dunia Kultivator'batin Jian An.


'Begitu ya'balas Jian An.


"Baiklah Tuan..."ucap Jian an.


"Jason De vous remercie, Panggil saja Tuan Jason"ucap komandan kesatria tersebut yang ternyata bernama Jason.


"Oh, baiklah Tuan Jason"ucap Jian An.


"Kalau begitu siapa nama nona?"tanya Jason balik.


"Li Jian An"Ucap Jian an.


"Hmm..., Nama yang unik dan aku rasa di dunia ini tak ada yang memiliki nama seperti nona"ucap jason.


"Terimakasih"ucap Jian an.


'Ya pasti lah gak ada yang nama bisa kayak gue kan secara gue dari dimensi lain gob1ok'batin Jian an sambil terkekeh.


Berjalan ke arah kereta Jian An masuk ke dalam, namun bukannya ia etal di dalam ia malah mengucapkan mantra teleportasi dan segera ber teportasi ke tempat di mana Chu Kun, dan Chan Kun merasakan keberadaan jiwanya tersebut.


............

__ADS_1


Di dalam kota.


Di sebuah gang kecil.yang kumuh Jian an tiba-tiba muncul di sana.


Melihat kanan dan kiri nya, memastikan bahwa tak ada yang melihatnya ia kemudian berjalan ke arah keramaian.


"Sia1, kalau begini kenapa dari tadi aku tak pakai Matra teleportasi saja, jika tadi aku memakai sihir ini aku tak perlu harus menjadi pelayan, tunggu bukannya aku bisa kabur sekarang ini"ucap Jian an.


"Tuan"panggil Chan Kun.


"Ya"jawab Jian an.


"Menurutku Tuan ikut saja dengan Jason itu aku memiliki firasat bahwa di jalan anda akan mendapatkan barang bagus, dan akan menemukan jiwa anda Tuan"ucap Chan kun.


"Benar Tuan percaya pada firasat Chan Kun, firasat nya selalu telat akurat"ucap Chu Kun membela Chan Kun.


"Cih, aku sangat malas untuk ikut dengan mereka tapi karena ku bilang bahwa mungkin aja aku bisa menemukan jiwa ku dan barang bagus itu maka baiklah aku akan ikut tapi lihat saja aku hanya akan di sini dunia ini selama dua bulan saja dan setelah itu aku akan pergi ke dunia selanjutnya"ucap Jian An.


"Baiklah Tuan"jawab Chu Kun, dan Chan Kun.


............


Sementara itu di Dunia Kultivasi.


Kediaman Jian an lima orang kini sedang duduk termenung sambil memompa kepala mereka.


"Kenapa Jian an tak memberi tau kita kalau dia akan pergi"ucap Qian He.


"Dia sudah memberi tau kita bod0h"ucap Delvin.


"Tapi setidaknya sebelum pergi dia harus berpelukan dengan kita, dan mengucapkan selamat tinggal untuk yang sekian kali nya"ucap Yu Mei.


"Kau benar adik itu semakin hari semakin lakna* saja"ucap Bagas dengan kesal.


"Kau benar Jian am itu bahkan dia tak memberi kesampatan pada kita untuk ikut"ucap Alex.


"Yang Mulia Putri selalu saja seperti itu"ucap Ming Meng dengan cemberut.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?"tanya Delvin, yang membuat semuanya melihat ke arah nya dengan ekspresi berbeda-beda.


"Tidak tau!!"jawab mereka kompak menjawab pertanyaan Delvin.


Delvin yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas kasar saja dan memilih untuk menggambar di tanah.


.............


Author sekarang ini lagi ngebut buat namatin nih cerita tapi kayaknya masih lama dah, gak tau sampai kapan.


Saya tak memaksa kalian untuk sekedar memberi kan like, vote, dukungan, komen, favorit kan, serta motivasi, keritikkan serta yang lain nya.

__ADS_1


~TERIMA KASIH SEMUA NYA~


__ADS_2