
acara pun berlanjut hingga pada akhirnya sekarang giliran putri Li bo doh yang menampilkan bakatnya yaitu menari sambil bernyayi.
pakaian yang di gunakan oleh putri Li bo doh, hampir sama seperti jal*ng, dengan belahan di bagian dada yang hampir memperlihatkan semua dua gunung kembarnya.
putri Li bo doh pun mulai menari dan melenggak - lenggokkan pinggulnya.
Jian an yang melihat itu hanya memutar bola mata nya malas.
sungguh ia sangat malas untuk melihat tarian dari putri Li bo doh yang menurutnya sangat membosankan dan tarian nya yang hanya untuk menarik para pemuda yang ada di dalam aula itu.
ia hanya tambah memakan camilan milik jendral muda Bai Jianheng, karena camilan milik Gege nya telah habis di makan nya.
Jian an memakan camilan itu hingga ke dua pipinya menggembung dan sangat cepat, sungguh sekarang ini ia makan tanpa etika seorang putri kekaisaran, Jian an mah, masa bo*o yang penting ngemil.
ya walaupun wajahnya di tutupi oleh cadar namun masih saja kelihatan bahwa sekarang ini, makanan yang ia makan di tumpuk di dalam mulut sehingga mengakibatkan kedua pipi nya menggembung.
namun bukannya terlihat menjijikkan Jian an kini malah bertambah imut dan menggemaskan, sehingga banyak menarik tatapan dari pada pemuda yang ada di dalam aula tersebut.
Alex, Bagas, dan pria bertopeng emas yang melihat itu hanya bisa tercengang, sejak kapan seorang yang mereka kenal dingin dan selalu berwajah datar sekarang ini terlihat menggemaskan dengan kedua pipi yang menggembung?.
ya, setidaknya itu lah isi pikiran mereka ber tiga.
sedangkan putra mahkota yang melihat tatapan memuja dari banyak pemuda di dalam aula ke pada adiknya, langsung menutupi wajah adik nya tersebut.
sambil melototi para pemuda yang sekarang ini menatap Jian an.
mereka yang mendapatkan tatapan dari putra mahkota langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah putri Li bo doh yang sedang menari dengan keringat dingin di dahi mereka sebesar batu kerikil.
sedangkan Bagas yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecut.
'sungguh aku ingin sekali berada di samping mu dek, Abang kangen sama kamu, abang gak pernah nyangka kalau Lo itu bisa bertrasmigrasi ke tubuh seorang putri kekaisaran di dunia ini'batinnya yang kini menatap sendu Jian an.
dia awalnya juga tak percaya kalau Jian an adalah safa adiknya namun setelah ia menatap mata Jian an ia tau bahwa itu adalah tatapan mata safa adik tersayangnya.
karena mata tak mungkin pernah bisa berbohong.
sedangkan Jian an yang pandangannya terhalang oleh tangan besar Gege nya hanya mendengus kasar.
kenapa?, Gege nya di dunia ini sangat overprotektif sekali!!!.
dengan susah payah Jian an menelan camilan di dalam mulutnya.
"Gege, tolong singkirkan tangan besar mu itu dari depan wajahku, aku sungguh tak bisa melihat acara ini dengan benar"ucap Jian an Sambil berusaha menyingkirkan tangan besar putra mahkota dari depan wajahnya.
__ADS_1
"tidak akan jika mei mei, masih saja memperlihatkan wajah imut dan menggemaskan mu itu di depan umum seperti ini"ucap putra mahkota sambil terus menutupi wajah Jian an.
'hay , siapa juga yang memperlihatkan wajah imut dan mengemaskan di depan umum'batinnya kesal.
ia tak sadar kalau wajahnya dengan pipi menggembung dan mulut penuh makanan sangat imut.
Jian an lalu mengalihkan pandangannya ke arah jendral muda Bai Jianheng.
dengan wajah memelas.
"Gege Heng, lihatlah Gege Kai, ia tak mau menyingkirkan tangan besarnya itu dari depan wajah ku"adu nya kepada Bai Jianheng.
Bai Jianheng yang mendengar itu hanya tersenyum dan kemudian berbicara.
"kai, sudahlah tidak perlu terlalu berlebihan kepada adik mu"ucap nya ke lada putra mahkota Li Xu kai.
"tapi aku tak suka dengan pandangan para pemuda yang ada di dalam aula ini kepada an - er"ucap putra mahkota Li Xu kai.
"kai"panggil ulang Bai Jianheng ke putra mahkota Li Xu kai.
putra mahkota Li Xu kai, yang mendapat panggilan ulang dari temannya hanya bisa menghela nafas dan berucap.
"baiklah, kali ini kau menang an - er, awas saja jika lain kali kau memperlihatkan wajah imut mu di depan umum Gege tak akan memaafkan mu"ucap putra mahkota Li Xu kai mengancam Jian an.
........
skip.
akhirnya semua penampilan dari para putri kekaisaran dan nona bangsawan telah selesai, acara baru saja akan di lanjutkan namun salah satu Nona banagsawan yang terkenal sombong angkat berbicara.
"maaf yang mulia kaisar Han, bukannya masih ada satu putri kekaisaran yang belum menunjukan bakatnya"ucapnya.
alis kaisar Han mengeryit.
"kalau boleh tau, siapa kah itu?,"tanya kaisar Han kepada nona bangsawan tadi.
"bukannya saya lancang namun, putri Li Jian an belum menampilkan bakatnya yang mulia"ucap nona bangsawan.
mendengar apa yang di bicarakan oleh nona bangsawan itu mendadak seluruh aula hening.
Hay, kenapa ia mengucapkan kalimat itu kita semua tau bahkan seluruh kekaisaran pun tau bahwa putri Li Jian an sama sekali tak berbakat dalam seni maupun kultivasi.
itu lah yang di pikirkan oleh semua orang yang ada di dalam aula tersebut.
__ADS_1
namun tak lama keheningan itu berubah menjadi bisik - bisik para tamu di aula.
' apakah dia bod*h, tak lihat kah dia saat di acara makan tadi pagi, kaisar Li membela mati - matian putri Li Jian an, itu sudah bisa di anggap bahwa kaisran Li sangat menyayangi anaknya itu, apa ia cari mati '
' iya benar seperti nya ia menggali kuburannya sendiri '
' walaupun putri Li Jian an adalah sampah kekaisaran tapi dia tetap lah putri dari kekaisaran Li, mencoba memprovokasi nya sama saja dengan memprovokasi kekaisaran Li '
' aku yakin sebentar lagi putra mahkota pasti akan meledak '
benar saja saat bisikan terakhir selesai terdengar gebrakan meja yang amat keras dari arah kursi keluarga kekaisaran Li.
BRAKK...
dengan wajah garang putra mahkota memukuk meja dengan keras sambil berdiri dan menatap tajam ke arah nona bangsawan tadi, hingga membuat nona bangsawan tadi ketakutan dengan setengah nyawa melayang.
"berani nya kamu jal*ng" teriak putra mahkota Li Xu kai dengan menekan setiap kalimat yang ia ucapkan sambil menunjuk nona bangsawan tadi dengan amarah yang sudah di ubun - ubun.
sedangkan saat ini putri Li bo doh sedang tersenyum senang, karena akhirnya jal*ng itu akan di permalukan sebentar lagi.
tadi nya putri Li bo doh ingin angkat bicara untuk mengatakan apa yang di katakan oleh nona bangsawan itu, namun siapa sangka ia keduluan.
Jian an hanya tersenyum tipis, bukannya marah Jian an malah berterimakasih kepada nona bangsawan itu, karena bantuannya rencana nya itu akan berhasil di acara ini.
tadi nya ia mengira bahwa rencana nya tak akan berhasil.
ya, dari tadi Jian an memang menunggu seseorang yang amat membenci diri nya itu akan mengusulkan agar dia menunjukkan bakat namun dari awal hingga akhir tak ada yang mengusulkan apa - apa, jadi dia beranggapan bahwa rencana nya gagal.
' let's start the game Beby ' suara batin Jian an menandakan bahwa permainan nya kan segera di mulai.
.........
***SEGINI AJA LAH DULU AUTHOR UDAH DI SURUH TIDUR😴
PADAHAL AUTHOR MASIH MAU NGETIK TAPI ENTAR KALAU KETAUAN AUTHOR BELUM TIDUR TAMAT RIWAYAT INI MAH🥴
JADI MAAF YA, BESOK LAGI AJA YA😀
OK, JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMEN, DAN SHARE KE TEMAN² KALIAN OK😊👌
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
JAM. 03 . 15 MALAM***.
__ADS_1